CV ATS dikerjakan lewat Pembuat CV jalur ATS. Formatnya satu kolom, teksnya asli, dan tidak ada tabel maupun kolom sampingan. Isinya diisi lewat sebelas bagian yang bisa dinyalakan atau dimatikan sesuai kebutuhan, lalu diekspor menjadi PDF A4 tanpa watermark.
Singkatnya begini: ATS adalah singkatan dari Applicant Tracking System, sistem yang dipakai perusahaan untuk menerima dan menyaring lamaran. Sistem itu membaca berkas CV, mengambil teksnya, lalu mencocokkannya dengan kata kunci lowongan. CV yang teksnya tidak terbaca dengan benar tidak akan sampai ke meja perekrut, sebaik apa pun isinya. Karena itu format CV ATS bukan soal selera, melainkan soal apakah berkas Anda bisa dibaca.
Kabar baiknya, format yang aman untuk mesin juga format yang rapi untuk manusia. Satu kolom, urutan yang jelas, dan kalimat yang menyebut hasil adalah hal yang sama-sama disukai perekrut. Tidak ada kompromi yang harus diambil antara "bagus untuk mesin" dan "bagus untuk orang" pada format ATS.
Cara membuat CV ATS dalam tiga langkah
- Buka Pembuat CV, pilih jalur ATS, dan masuk dengan akun supaya draf tersimpan di akun Anda.
- Isi bagian yang perlu dari sebelas bagian yang tersedia; bagian yang dibiarkan kosong tidak ikut tercetak. Mulai dari ringkasan diri dan pengalaman kerja, dua bagian yang paling menentukan.
- Periksa pratinjaunya, ekspor PDF A4 tanpa watermark, lalu uji CV dengan pemeriksa ATS sebelum dikirim ke portal.
Peta pekerjaan: apa saja yang ada di kelompok ini
Kelompok ini membahas seluruh perjalanan CV ATS, dari menyusun isi sampai mengujinya sebelum dikirim.
Menulis isi CV adalah pekerjaan utamanya, dan bagiannya berurutan. Ringkasan diri adalah tempat kata kunci posisi muncul pertama kali. Pengalaman kerja adalah bagian yang paling lama dibaca mesin dan paling menentukan lolos penyaringan. Pendidikan, keahlian, dan bagian pendukung seperti sertifikasi, proyek, organisasi, prestasi, serta bahasa melengkapi sisanya.
Kata kunci adalah poros penyaringan. Kata kunci CV ATS membahas cara memilihnya dari deskripsi lowongan, dan cara mencocokkan CV dengan lowongan membahas penyesuaian yang perlu dilakukan untuk tiap lamaran.
Bentuk berkas juga menentukan. Format CV ATS yang benar membahas struktur satu kolom dan hal yang harus dihindari. Kenapa CV dua kolom gagal dibaca ATS menjelaskan sebabnya. Jenis file CV untuk lamaran membahas format berkas yang paling aman dikirim.
Penyaringan dan pengujian ada di bagian akhir. Kesalahan CV yang membuat gagal ATS merangkum hal yang paling sering menggagalkan lamaran, dan cara menguji CV dengan pemeriksa ATS menjelaskan pemeriksaan sebelum berkas dikirim.
Konsep dasar sebelum menyusun CV ATS
Mesin pemindai resume membaca urutan teks. Ia tidak melihat letak, warna, atau garis. Yang ia baca adalah teks dari atas ke bawah, sesuai urutan yang tertulis di dalam berkas. Kalau informasi disampaikan lewat posisi, misalnya keahlian di kotak samping kanan, mesin tetap membacanya sebagai baris teks biasa, dan hasilnya bisa tercampur dengan isi kolom utama.
CV dua kolom adalah kasus yang paling sering gagal. Mata manusia membacanya kolom kiri sampai selesai lalu kolom kanan, tetapi mesin membacanya baris demi baris melintasi kedua kolom. Akibatnya, satu baris bisa memuat ujung kalimat kolom kiri dan awal kalimat kolom kanan, dan keduanya terbaca sebagai satu kalimat yang tidak masuk akal. Kalau perusahaan memakai penyaring otomatis, CV seperti ini bisa tersaring bukan karena isinya buruk, melainkan karena teksnya terbaca kacau.
Tabel punya masalah yang sama. Sel tabel dibaca berurutan, dan urutannya mengikuti struktur tabel, bukan tampilan yang Anda lihat. Isi yang seharusnya berpasangan bisa terpisah, dan informasi penting bisa berpindah tempat. Format ATS menghindari keduanya dengan satu kolom tanpa tabel, sehingga urutan teks sama dengan urutan yang terbaca mata.
Kata kunci bekerja dengan pencocokan. Sistem mengambil kata kunci dari deskripsi lowongan, lalu mencari kata itu di dalam CV. CV yang memuat kata kunci relevan mendapat nilai lebih tinggi daripada yang tidak. Karena itu, langkah pertama sebelum menyesuaikan CV adalah membaca deskripsi lowongan dengan teliti dan menandai kata yang menyebut keahlian, alat, atau kualifikasi.
Jangan menambahkan kata kunci yang tidak Anda kuasai. Kata kunci memang menaikkan peluang lolos penyaringan, tetapi kata yang tidak Anda kuasai akan ditanyakan di wawancara, dan jawaban yang lemah lebih merugikan daripada tidak lolos penyaringan. Tambahkan kata kunci hanya untuk hal yang benar-benar Anda kerjakan, lalu siapkan satu contoh nyata untuk masing-masing.
Hasil terukur membedakan CV yang dibaca sampai habis dari yang dilewati. Kalimat yang menyebut tugas tidak menunjukkan apa yang berubah karena Anda. Kalimat yang menyebut hasil menunjukkan perubahan yang bisa diamati. Angka membuat hasilnya lebih meyakinkan, tetapi kalimat tanpa angka tetap lebih baik daripada kalimat yang hanya menyebut tanggung jawab.
Alur kerja untuk tiga skenario nyata
Skenario pertama: melamar lewat portal rekrutmen. Buka Pembuat CV, pilih jalur ATS, lalu isi kontak, ringkasan, pengalaman kerja, keahlian, dan pendidikan. Buka deskripsi lowongan di jendela lain, tandai kata kuncinya, lalu pastikan kata itu muncul di CV. Periksa hasil pemeriksaan otomatis dan perbaiki temuan yang muncul. Ekspor PDF, lalu beri nama berkas yang menyebut nama Anda dan posisi yang dilamar.
Skenario kedua: melamar tanpa pengalaman kerja. Bagian pengalaman kerja dibiarkan kosong dan tidak akan tercetak, lalu yang dinaikkan adalah pendidikan, proyek, organisasi, dan sertifikasi. Isi proyek dengan apa yang benar-benar dikerjakan, termasuk tugas kuliah yang pengerjaannya bisa dijelaskan. Kalimatnya tetap menyebut hasil, misalnya apa yang dibangun dan untuk siapa. Ringkasan diri menyebut posisi yang dilamar dan keahlian yang paling relevan.
Skenario ketiga: memperbarui CV lama. Buka CV lama, salin isinya bagian demi bagian ke Pembuat CV, lalu perbaiki sambil mengisi. Kalimat yang menyebut tugas diubah menjadi kalimat yang menyebut hasil. Bagian yang sudah tidak relevan dilewati. Setelah semua pindah, periksa hasil pemeriksaan otomatis, lalu ekspor versi barunya dan simpan yang lama sebagai arsip.
Kesalahan umum di kelompok ini
Mengirim CV dua kolom ke portal rekrutmen. Tampilannya rapi di layar, tetapi mesin membacanya baris demi baris sehingga isinya tercampur. Untuk portal, pakai format satu kolom. Kalau Anda menyukai tampilan dua kolom, simpan versi itu untuk lamaran yang dikirim langsung ke orang.
Menaruh keahlian di kotak samping. Kotak samping adalah cara menyampaikan informasi lewat posisi, dan itulah yang tidak dibaca mesin. Taruh keahlian di bagiannya sendiri dalam satu kolom, dengan pemisah koma, karena koma dibaca mesin sebagai pemisah antar keahlian.
Mengirim berkas Word, bukan PDF. Berkas Word bisa berubah tampilannya di komputer lain, tergantung font dan versi aplikasi yang dipakai. PDF menjaga tampilan yang sama di mana pun ia dibuka. Kecuali portal meminta format lain, kirim PDF.
Menamai berkas dengan nama yang tidak berguna. Nama seperti cv.pdf atau resume-final.pdf menyulitkan perekrut yang menerima puluhan berkas. Nama yang menyebut nama Anda dan posisi yang dilamar lebih mudah ditemukan kembali.
Menyalin seluruh deskripsi lowongan ke CV. Kata kunci memang membantu, tetapi menyalin mentah deskripsi lowongan membuat CV terlihat tidak jujur dan sulit dibaca. Ambil kata kuncinya, lalu tulis dengan kalimat Anda sendiri dan pengalaman Anda sendiri.
Kapan sebaiknya tidak memakai format ATS
Format ATS bukan format untuk semua lamaran. Kalau lamaran Anda sampai lebih dulu ke mata orang, misalnya ke studio desain, agensi kreatif, atau brand yang menilai tampilan, format satu kolom yang polos tidak menunjukkan kemampuan Anda. Untuk lamaran seperti itu, format kreatif lebih tepat. Pembahasannya ada di CV Kreatif.
Format ATS juga bukan tempat untuk mengakali penyaringan. Sistem yang memakai ATS biasanya juga dibaca manusia setelah penyaringan, dan CV yang penuh kata kunci tanpa isi akan terlihat kosong saat dibaca. Tujuan format ini adalah membuat isi CV Anda terbaca dengan benar, bukan mengelabui mesin.
Kalau instansi menyediakan templat resmi, pakai templat itu apa adanya. Beberapa instansi mensyaratkan format tertentu untuk lamaran, dan CV dengan format sendiri akan ditolak di tahap administrasi. Periksa syaratnya sebelum mulai menulis.
Cara menguji CV sebelum dikirim
Pembuat CV memeriksa isi CV secara otomatis, dan hasilnya ditampilkan sebagai daftar temuan. Setiap temuan dihitung dari isi CV Anda sendiri, bukan dari angka pembanding, dan setiap temuan yang belum lolos membuka bagian yang perlu diperbaiki. Yang diperiksa mencakup kontak yang bisa dihubungi, panjang ringkasan, kata kerja tindakan, hasil terukur, panjang tiap poin, kelengkapan tanggal, dan struktur satu kolom.
Uji pertama adalah pemeriksaan otomatis di dalam pembuatnya. Selesaikan temuan yang bisa diselesaikan, lalu periksa lagi. Temuan yang tidak bisa diselesaikan bukan berarti CV Anda buruk; ada kalanya sebuah bagian memang belum ada isinya, dan bagian kosong tidak ikut tercetak.
Uji kedua adalah memastikan teksnya benar-benar bisa diambil. Buka PDF hasilnya di pembaca PDF, lalu coba sorot teks dan salin. Kalau teksnya bisa disorot dan disalin, berkasnya berlapis teks, dan mesin pemindai bisa membacanya. Kalau tidak bisa disorot, berkasnya gambar, dan itu berarti ada yang salah di jalur ekspornya.
Uji ketiga adalah menyesuaikan dengan lowongan. Bandingkan kata kunci yang Anda tandai di deskripsi lowongan dengan kata yang muncul di CV. Kata kunci yang belum muncul dan memang Anda kuasai ditambahkan ke bagian yang paling relevan, biasanya ringkasan atau keahlian.
Pertanyaan yang sering muncul
Apa itu CV ATS? CV ATS adalah CV dengan format yang dirancang agar bisa dibaca mesin pemindai resume: satu kolom, teks asli, tanpa tabel dan tanpa kolom sampingan. Formatnya membuat urutan teks di dalam berkas sama dengan urutan yang terbaca mata, sehingga mesin bisa mengambil informasinya dengan benar.
Kenapa CV dua kolom gagal dibaca mesin? Karena mesin membaca baris demi baris melintasi kedua kolom, bukan kolom kiri sampai selesai lalu kolom kanan. Akibatnya isi kedua kolom tercampur dan urutannya kacau. Informasi yang disampaikan lewat posisi tidak terbaca sebagai informasi terpisah.
Apakah format ATS harus selalu satu halaman? Tidak ada aturan seperti itu. Satu halaman adalah panjang yang nyaman untuk pelamar awal, dan dua halaman bisa diterima untuk riwayat yang memang panjang. Yang membuat CV panjang tidak terbaca adalah isi yang berulang, bukan jumlah halamannya.
Bagaimana cara tahu CV saya terbaca mesin? Buka PDF hasilnya, lalu coba sorot teksnya. Kalau teks bisa disorot dan disalin, berkasnya berlapis teks dan mesin bisa membacanya. Pemeriksaan otomatis di dalam pembuat CV juga menunjukkan temuan yang berkaitan dengan struktur, termasuk peringatan untuk struktur yang berisiko.
Apakah CV ATS boleh memakai warna? Boleh, selama warnanya tidak menyampaikan informasi yang tidak ada di teks. Warna aksen pada judul bagian tidak masalah karena judulnya tetap berupa teks. Yang harus dihindari adalah membedakan kategori dengan warna saja, karena mesin tidak membacanya.
Mulai dari isi yang paling menentukan
Kalau Anda baru mulai, tulis dulu ringkasan diri dan pengalaman kerja, karena keduanya paling menentukan. Setelah itu lengkapi kata kunci dan periksa format. Semuanya dikerjakan di Pembuat CV, gratis, dan tanpa watermark. Untuk lamaran yang menilai tampilan, lanjutkan ke CV Kreatif.