Pemeriksa otomatis di Pembuat CV menghitung temuan dari isi CV Anda sendiri, tanpa angka pembanding. Skor yang ditampilkan berasal dari poin pemeriksaan pada CV Anda, bukan dari perbandingan dengan pelamar lain, dan tidak menentukan diterima atau ditolaknya lamaran. Yang ia lakukan adalah menunjukkan bagian yang belum memenuhi hal yang biasanya dicari mesin pemindai resume, lalu membuka bagian itu supaya bisa Anda perbaiki. Cara mengujinya berurutan: isi CV, jalankan pemeriksaan, selesaikan temuan yang bisa diselesaikan, ulangi, lalu uji berkas PDF-nya dengan cara lain.

Pemeriksaan ini bukan pengganti penilaian manusia. Ia memeriksa hal yang bisa dihitung dari teks, seperti kelengkapan kontak dan panjang kalimat. Ia tidak tahu apakah isi pengalaman Anda cukup kuat untuk posisi yang dilamar. Karena itu, pemeriksaan otomatis adalah uji pertama, bukan uji terakhir.

Apa saja yang diperiksa

Pemeriksa bekerja pada beberapa kelompok. Kelompok pertama adalah kontak: nama, surel, nomor telepon, tautan profil, dan domisili. Kontak yang tidak lengkap membuat perekrut tidak bisa menghubungi Anda, dan tautan profil yang salah ketik lebih buruk daripada tidak ada tautan sama sekali.

Kelompok kedua adalah isi. Pemeriksa melihat panjang ringkasan, apakah peran utama yang dilamar disebut, apakah ada riwayat pekerjaan, dan apakah uraian pekerjaan memuat hasil terukur. Ia juga memeriksa kata kerja tindakan dan menandai frasa tugas pasif, misalnya kalimat yang hanya menyebut tanggung jawab tanpa menjelaskan apa yang berubah.

Kelompok ketiga adalah kerapian penulisan: panjang tiap poin dan kelengkapan tanggal. Poin yang terlalu panjang sulit dibaca, dan tanggal yang hanya menyebut tahun menyulitkan pembaca mengikuti kronologi. Riwayat pekerjaan tanpa bulan mulai dan bulan selesai juga menyisakan celah yang tidak bisa dijelaskan.

Kelompok keempat adalah kelengkapan bagian: kategori keahlian, riwayat pendidikan, IPK, bagian pendukung, dan referensi. Pemeriksa juga menghitung jumlah halaman dan memeriksa struktur satu kolom. Setiap temuan yang belum lolos membuka bagian yang perlu diperbaiki, jadi Anda tidak perlu menebak di mana letak masalahnya.

Cara membaca temuan dengan benar

Temuan adalah petunjuk, bukan nilai. Banyaknya temuan tidak berarti CV Anda buruk, dan sedikit temuan tidak berarti CV Anda pasti diterima. Pemeriksa hanya membandingkan isi CV Anda dengan daftar hal yang biasanya diperiksa, bukan dengan CV pelamar lain.

Karena itu, jangan mengejar nol temuan dengan mengisi bagian yang sebenarnya tidak Anda miliki. Bagian yang kosong tidak ikut tercetak, jadi CV tanpa bagian kosong terlihat lebih rapi daripada CV yang diisi basa-basi. Temuan pada bagian yang belum ada isinya bisa Anda lewati, selama alasannya jelas.

Sebaliknya, temuan yang berkaitan dengan hal yang bisa Anda perbaiki sebaiknya diselesaikan. Kalimat yang belum memuat hasil bisa ditulis ulang. Tanggal yang belum lengkap bisa dilengkapi. Frasa tugas pasif bisa diganti dengan kata kerja yang menjelaskan tindakan Anda.

Urutan pengujian sebelum CV dikirim

Uji pertama adalah pemeriksaan otomatis di dalam pembuatnya. Selesaikan temuan yang bisa diselesaikan, lalu jalankan lagi. Ulangi sampai daftar temuan tinggal berisi hal yang memang tidak berlaku untuk CV Anda.

Uji kedua adalah memastikan teksnya bisa diambil. Ekspor PDF, buka berkasnya, sorot satu kalimat, lalu salin. Kalau teksnya bisa disorot lalu disalin, berkas itu punya lapisan teks, dan mesin bisa membacanya. Kalau tidak bisa, berkasnya gambar. Perlu dicatat, layanan ini belum punya OCR, jadi berkas pindai diperlakukan sebagai gambar dan tidak bisa diperbaiki di jalur ini.

Uji ketiga adalah mencocokkan kata kunci. Buka deskripsi lowongan, tandai kata yang menyebut keahlian, alat, atau kualifikasi, lalu periksa apakah kata itu muncul di CV. Kata yang belum muncul dan memang Anda kuasai ditambahkan ke bagian yang paling relevan. Kata yang tidak Anda kuasai tidak perlu dipaksakan.

Uji keempat adalah membaca ulang sebagai orang. Pemeriksa otomatis tidak menangkap salah ketik nama perusahaan, posisi yang salah sebut, atau kalimat yang rancu. Bacakan ringkasan dan poin pengalaman sekali lagi, perlahan.

Uji kelima adalah memeriksa nama berkas dan ukurannya. Nama seperti cv.pdf menyulitkan perekrut. Nama yang menyebut nama Anda dan posisi yang dilamar lebih mudah ditemukan. Kalau portal membatasi ukuran unggahan, kecilkan berkasnya lebih dulu.

Yang tidak bisa dilakukan pemeriksa

Pemeriksa otomatis tidak menilai mutu pengalaman. Ia tidak tahu apakah proyek yang Anda tulis relevan dengan posisi, apakah angka yang Anda sebut masuk akal, atau apakah Anda benar-benar mengerjakan hal yang tertulis. Semua itu dinilai manusia.

Ia juga tidak menguji berkas PDF yang Anda unggah ke portal. Yang ia periksa adalah isi draf di dalam pembuat CV, bukan hasil ekspornya. Karena itu, uji teks tersalin tetap perlu dilakukan secara terpisah setelah ekspor.

Pemeriksa juga tidak punya data tentang perusahaan atau lowongan yang Anda lamar. Ia tidak bisa mengatakan berapa peluang Anda. Yang bisa ia lakukan hanya menunjukkan bagian yang belum lengkap menurut daftar periksa yang tetap.

Kapan pemeriksaan diulang

Jalankan pemeriksaan setiap kali Anda menambah atau mengubah bagian. Perubahan kecil seperti mengganti ringkasan atau menambah poin pengalaman bisa memunculkan temuan baru, misalnya poin yang menjadi terlalu panjang.

Untuk lamaran berikutnya, jalankan lagi pemeriksaan setelah menyesuaikan kata kunci. Setiap lowongan punya kata kunci berbeda, dan penyesuaian yang Anda lakukan bisa mengubah panjang ringkasan atau jumlah poin. Pemeriksaan ulang memastikan penyesuaian itu tidak merusak hal lain.

Simpan juga versi yang sudah bersih. Draf tersimpan otomatis di akun Anda, dan bisa diunduh sebagai berkas JSON untuk cadangan. Dengan begitu, Anda tidak perlu mengulang pemeriksaan dari awal setiap kali ingin melamar.

Kesalahan saat menguji CV

Kesalahan pertama adalah menganggap temuan sebagai nilai akhir. Temuan bukan rapor. Ia daftar pekerjaan rumah yang sebagian boleh tidak dikerjakan.

Kesalahan kedua adalah menambahkan kata kunci yang tidak dikuasai demi menutup temuan. Kata itu pasti akan ditanyakan saat wawancara, dan jawaban yang ragu lebih merugikan daripada tidak lolos penyaringan. Cara memilih kata kunci dibahas di kata kunci CV ATS.

Kesalahan ketiga adalah mengabaikan struktur satu kolom. Kalau Anda menempelkan CV dari aplikasi lain yang memakai dua kolom atau tabel, pemeriksa akan menandainya. Perbaiki dengan menyusun ulang isinya di jalur ATS, bukan dengan menutupi tandanya.

Kesalahan keempat adalah menguji sekali lalu tidak pernah lagi. CV berubah setiap kali Anda menyesuaikannya untuk lowongan baru, dan pemeriksaan perlu diulang setelah perubahan.

Pertanyaan yang sering muncul

Apakah pemeriksa memberi skor? Pemeriksa menampilkan skor yang dihitung dari poin pemeriksaan pada CV Anda sendiri, tanpa angka pembanding dari pelamar lain. Skor itu menunjukkan seberapa lengkap CV Anda menurut daftar periksa, bukan peluang diterima.

Apakah semua temuan harus selesai? Tidak. Temuan pada bagian yang memang belum Anda isi tidak perlu dipaksa selesai. Bagian kosong tidak ikut tercetak. Yang perlu diselesaikan adalah temuan pada bagian yang memang Anda isi.

Apakah CV yang bersih dari temuan pasti diterima? Tidak. Pemeriksaan hanya memastikan hal-hal dasar terpenuhi. Keputusan akhir ada di tangan perekrut yang membaca isi CV Anda.

Apakah pemeriksa juga berlaku di jalur kreatif? Tidak. Pemeriksaan hanya berlaku di jalur ATS. Di jalur kreatif yang ditampilkan adalah pratinjau tampilan, karena tata letak kreatif memang tidak ditujukan untuk penyaring otomatis.

Apakah berkas pindai bisa diperiksa? Tidak. OCR belum tersedia, jadi berkas pindai diperlakukan sebagai gambar tanpa lapisan teks. Susun ulang isinya di pembuat CV supaya bisa diperiksa.

Menguji lalu mengirim

Pemeriksaan otomatis adalah cara termurah untuk mengetahui apa yang kurang sebelum CV dikirim. Jalankan di Pembuat CV setelah isinya lengkap, selesaikan temuan yang masuk akal, lalu uji teks PDF-nya. Setelah itu baru cocokkan dengan lowongan dan kirim. Kalau Anda baru mulai, pelajari dulu CV ATS dan kesalahan CV yang membuat gagal ATS supaya temuan yang muncul lebih sedikit sejak awal.