Format CV ATS yang benar adalah satu kolom, teks asli, tanpa tabel, dan tanpa kolom sampingan. Seluruh isi mengalir dari atas ke bawah dalam satu jalur, sehingga urutan teks di dalam berkas sama dengan urutan yang terbaca mata. Tidak ada informasi yang disampaikan lewat posisi, warna, atau gambar.

Bentuk ini bukan soal selera. Mesin pemindai resume mengambil teks dari berkas berurutan, lalu mencocokkannya dengan kata kunci lowongan. Kalau informasi disampaikan lewat letak, misalnya keahlian di kotak samping kanan, mesin tetap membacanya sebagai baris teks biasa dan hasilnya bisa tercampur. Satu kolom menghilangkan kemungkinan itu.

Jalur ATS di Pembuat CV memakai satu format tetap yang sudah mengikuti aturan ini. Formatnya disamakan dengan lembar acuan pada huruf, ukuran, warna tinta, dan tepi halamannya. Tidak ada pilihan template di jalur ini, dan itu memang maksudnya: satu format yang sudah aman lebih berguna daripada banyak pilihan yang belum tentu terbaca.

Tujuh syarat bentuk yang aman

  1. Satu kolom. Tidak ada kolom sampingan, tidak ada teks yang mengalir di dua jalur, dan tidak ada kotak yang berdiri sendiri di tepi halaman.
  2. Teks asli. Semua isi harus berupa teks yang bisa disorot dan disalin, bukan gambar.
  3. Tanpa tabel. Tabel dibaca berurutan mengikuti struktur tabel, bukan tampilan yang Anda lihat, sehingga isi yang seharusnya berpasangan bisa terpisah.
  4. Tanpa kotak teks dan tanpa grafik. Bilah keahlian tidak membawa informasi teks, dan mesin tidak bisa membaca nama keahlian dari gambar bilah.
  5. Judul bagian berupa teks biasa. Judul boleh ditebalkan atau diberi warna aksen selama tetap berupa teks.
  6. Urutan teks logis, dari kontak sampai bagian pendukung. Urutan itulah yang dibaca mesin, jadi ia harus masuk akal dibaca lurus dari atas ke bawah.
  7. Ukuran halaman A4 dengan tepi yang wajar. Ekspor PDF dari jalur ATS menghasilkan A4 210 kali 297 milimeter, tanpa watermark dan tanpa logo, baik pada paket Gratis maupun Berbayar.

Urutan bagian yang lazim dipakai

Urutan bagian mengikuti apa yang paling ingin diketahui pembaca. Untuk pelamar yang sudah punya pengalaman kerja, urutannya: kontak, ringkasan, pengalaman kerja, keahlian, pendidikan, lalu bagian pendukung seperti sertifikasi, proyek, organisasi, dan bahasa. Untuk pelamar awal yang belum punya pengalaman kerja, pendidikan dan proyek naik ke atas, dan bagian pengalaman kerja dibiarkan kosong karena tidak ikut tercetak.

Keahlian bisa diletakkan lebih dekat ke atas kalau kata kuncinya sangat relevan dengan lowongan. Kalau posisi yang dilamar menuntut alat tertentu, menaruh keahlian setelah ringkasan membuat kecocokan terbaca lebih dulu. Bagian bahasa dan referensi selalu dicetak utuh, dan halaman dipenggal oleh lembar CV sendiri, bukan oleh mesin PDF, sehingga satu entri tidak terbelah di tengah. Soal ukuran huruf dibahas di Ukuran Font CV ATS.

Perbedaan dengan CV dua kolom

CV dua kolom adalah kasus yang paling sering gagal. Mata manusia membacanya kolom kiri sampai selesai lalu kolom kanan, tetapi mesin membacanya baris demi baris melintasi kedua kolom. Akibatnya satu baris bisa memuat ujung kalimat kolom kiri dan awal kalimat kolom kanan, dan keduanya terbaca sebagai satu kalimat yang tidak masuk akal. Sebabnya dibahas lebih dalam di Kenapa CV Dua Kolom Gagal Dibaca ATS.

Perbedaan penting lainnya adalah cara menyampaikan informasi. Pada format satu kolom, informasi disampaikan lewat urutan dan judul bagian. Pada format dua kolom, sebagian informasi disampaikan lewat letak, dan letak tidak tersimpan sebagai teks. Kalau Anda menyukai tampilan dua kolom, simpan versi itu untuk lamaran yang dikirim langsung ke orang. Untuk portal rekrutmen, pakai versi satu kolom.

Cara memeriksa apakah CV Anda benar-benar terbaca

Uji pertama adalah memastikan teksnya bisa diambil. Buka PDF hasil ekspor di pembaca PDF, lalu sorot satu baris teks dan salin. Kalau teksnya bisa disorot dan disalin, berkasnya berlapis teks dan mesin bisa membacanya. Uji kedua adalah memastikan strukturnya satu kolom: baca CV Anda dari atas ke bawah seolah Anda mesin, dan kalau ada bagian yang harus dibaca menyamping supaya masuk akal, bagian itu berisiko tercampur saat diambil mesin.

Uji ketiga adalah pemeriksaan otomatis di Pembuat CV. Jalur ATS memeriksa struktur satu kolom sebagai salah satu temuan, di samping kontak, panjang ringkasan, kata kerja tindakan, hasil terukur, panjang tiap poin, dan kelengkapan tanggal. Setiap temuan dihitung dari isi CV Anda sendiri dan membuka bagian yang perlu diperbaiki.

Yang boleh ada di format ATS

Warna aksen boleh, selama tidak menyampaikan informasi yang tidak ada di teks. Judul bagian yang diberi warna tetap terbaca karena judulnya berupa teks, sedangkan membedakan kategori dengan warna saja tidak terbaca. Garis pemisah tipis juga boleh, selama tidak membentuk tabel atau membagi halaman menjadi kolom.

Foto profil didukung dan dikecilkan otomatis: sisi terpanjang dibatasi 400 piksel, mutu 0,72, dan dipotong tengah menjadi persegi. Ukuran simpan yang kecil itu penting karena draf dikirim ke server sebagai satu dokumen, dan foto kamera ponsel yang besar membuat setiap penyimpanan lambat. Tebal dan miring boleh dipakai untuk menandai nama perusahaan atau jabatan, tetapi informasi tidak boleh disampaikan hanya lewat format huruf.

Yang sebaiknya dihindari

Header dan footer sering mengulang informasi yang sama di setiap halaman, dan pengulangan itu bisa membuat mesin membaca informasi yang sama berkali-kali. Untuk CV satu halaman, keduanya tidak diperlukan. Nomor halaman juga tidak perlu untuk CV satu halaman; untuk CV dua halaman, nomor boleh ada selama ditulis sebagai teks biasa, bukan di dalam kotak yang dipisahkan dari alur. Tanda baca dekoratif dan simbol pengganti poin bisa mengganggu pengambilan teks, jadi pakai poin daftar standar atau tanda hubung sederhana.

Nama berkas juga bagian dari kerapian. Nama seperti cv.pdf atau resume-final.pdf tidak membantu perekrut yang mengunduh puluhan berkas dalam satu hari. Nama yang menyebut nama Anda dan posisi yang dilamar lebih mudah ditemukan kembali. Format berkasnya sendiri dibahas di Jenis File CV untuk Lamaran.

Format ini bukan untuk semua lamaran

Kalau lamaran Anda sampai lebih dulu ke mata orang, misalnya ke studio desain, agensi kreatif, atau brand yang menilai tampilan, format satu kolom yang polos tidak menunjukkan kemampuan Anda. Untuk lamaran seperti itu, format kreatif lebih tepat, dan pembahasannya ada di CV Kreatif.

Format ATS juga bukan tempat untuk mengakali penyaringan. Sistem yang memakai penyaring otomatis biasanya juga dibaca manusia setelah penyaringan, dan CV yang penuh kata kunci tanpa isi akan terlihat kosong. Kalau instansi menyediakan templat resmi, pakai templat itu apa adanya; beberapa instansi mensyaratkan format tertentu, dan CV dengan format sendiri akan ditolak di tahap administrasi. Periksa pengumuman resminya sebelum menulis, karena tiap instansi bisa punya ketentuan sendiri.

Langkah menyusun format yang benar

  1. Tentukan urutan bagian sesuai pengalaman Anda: pengalaman dulu kalau sudah bekerja, pendidikan dan proyek dulu kalau belum.
  2. Isi kontak di bagian paling atas: nama, surel aktif, nomor telepon, tautan profil, dan domisili.
  3. Tulis ringkasan dua sampai tiga baris yang menyebut posisi yang dilamar.
  4. Isi pengalaman kerja dengan kalimat yang menyebut hasil, bukan daftar tugas.
  5. Kelompokkan keahlian per kategori dan pisahkan dengan koma.
  6. Isi pendidikan dengan nama program studi, lembaga, dan tahun yang lengkap.
  7. Tambahkan bagian pendukung yang relevan, lalu lewati yang belum ada isinya.
  8. Jalankan pemeriksaan otomatis, perbaiki temuan, lalu ekspor PDF A4.

Pertanyaan yang sering muncul

Apakah format ATS harus satu halaman? Tidak ada aturan seperti itu. Satu halaman adalah panjang yang nyaman untuk pelamar awal, dan dua halaman bisa diterima untuk riwayat yang memang panjang. Yang membuat CV panjang tidak terbaca adalah isi yang berulang, bukan jumlah halamannya.

Apakah CV ATS boleh memakai warna? Boleh, selama warna tidak menyampaikan informasi yang tidak ada di teks. Judul bagian berwarna tetap terbaca karena judulnya berupa teks.

Apakah garis pemisah membuat CV dianggap dua kolom? Tidak, selama garis itu tidak membagi halaman menjadi dua jalur teks. Garis horizontal yang hanya memperjelas batas antar bagian tidak mengubah urutan teks.

Apakah foto profil mengganggu pembacaan mesin? Tidak, selama fotonya berupa gambar terpisah dan bukan satu-satunya tempat informasi disampaikan. Informasi tetap harus ada di teks.

Mulai dari struktur yang paling aman

Susun CV Anda dengan satu kolom, teks asli, dan urutan bagian yang logis. Kerjakan di Pembuat CV jalur ATS, lalu periksa hasilnya dengan menyorot teks di PDF. Aturan kelompok ini dibahas di CV ATS, dan gambaran yang lebih luas ada di Panduan CV dan Karier.