Project di CV menjelaskan apa yang pernah Anda bangun atau selesaikan, lengkap dengan peran dan hasilnya. Ia berbeda dari pengalaman kerja karena tidak harus berupa pekerjaan berbayar. Tugas kuliah, proyek mandiri, dan pekerjaan lepas semuanya bisa masuk, selama pengerjaannya bisa Anda jelaskan dan hasilnya bisa ditunjukkan.
Bagian proyek adalah salah satu dari sebelas bagian yang bisa diisi di Pembuat CV. Ia sangat berguna untuk pelamar awal yang belum punya banyak riwayat kerja, dan untuk pelamar teknis yang perlu menunjukkan bukti keterampilan. Untuk pelamar yang sudah punya riwayat kerja panjang, proyek bisa berfungsi sebagai penunjang, bukan poros.
Apa yang bisa disebut proyek
Proyek adalah pekerjaan yang punya awal, akhir, dan hasil. Karena itu, kegiatan rutin tidak termasuk proyek. Yang termasuk: tugas besar yang dikerjakan sampai selesai, pekerjaan lepas, produk yang Anda bangun, laporan yang Anda susun, dan kegiatan yang menghasilkan sesuatu yang bisa dilihat orang lain.
Untuk pelamar awal, proyek kuliah bisa masuk. Tugas akhir, proyek mata kuliah, dan kerja kelompok yang pengerjaannya bisa Anda jelaskan semuanya layak. Yang perlu ditekankan adalah peran Anda, karena kerja kelompok sering membuat kontribusi masing-masing orang tidak terlihat.
Untuk pelamar teknis, proyek mandiri sangat berguna. Proyek yang Anda kerjakan atas inisiatif sendiri menunjukkan minat dan kemampuan yang tidak terlihat dari riwayat kerja. Kalau proyeknya bisa dibuka orang lain, nilainya bertambah.
Pekerjaan lepas juga bisa masuk sebagai proyek, terutama kalau sifatnya per proyek, bukan per bulan. Kalau pekerjaan lepas itu berlangsung terus-menerus dengan beban tetap, ia lebih tepat ditulis sebagai pengalaman kerja.
Memilih proyek yang layak ditulis
Pilih proyek yang relevan dengan posisi yang dilamar. Kalau lowongan menyebut kemampuan tertentu, cari proyek yang menunjukkan kemampuan itu. Dua proyek yang relevan lebih baik daripada lima proyek yang tersebar ke berbagai bidang.
Pilih proyek yang hasilnya bisa dijelaskan. Proyek yang selesai dan punya keluaran jelas lebih mudah ditulis daripada proyek yang berhenti di tengah jalan. Kalau ada proyek yang tidak selesai tetapi memberi pelajaran penting, tulis dengan jujur apa yang sudah dikerjakan.
Pilih proyek yang perannya jelas. Kalau Anda mengerjakan proyek kelompok, sebut peran Anda secara spesifik. Pembaca ingin tahu bagian mana yang Anda kerjakan, bukan hanya bahwa proyeknya ada.
Untuk pelamar yang sudah berpengalaman, pilih proyek yang tidak tercermin di pengalaman kerja. Kalau proyeknya sama dengan pekerjaan sehari-hari, ia hanya mengulang. Yang menambah nilai adalah proyek di luar rutinitas, misalnya perbaikan proses atau pengembangan produk baru.
Cara menulis setiap proyek
Tulis nama proyek di baris pertama. Nama yang spesifik lebih berguna daripada nama yang umum. Kalau proyeknya punya nama resmi, pakai nama itu. Kalau tidak, buat deskripsi singkat yang menjelaskan apa proyeknya.
Tulis periode pengerjaan. Pemeriksa otomatis memeriksa kelengkapan tanggal, jadi cantumkan bulan dan tahun. Kalau proyeknya masih berjalan, tulis dengan keterangan bahwa prosesnya belum selesai.
Tulis peran Anda. Untuk proyek kelompok, sebut bagian yang Anda kerjakan. "Mengembangkan bagian antarmuka" lebih jelas daripada "terlibat dalam pengembangan aplikasi."
Tulis satu sampai tiga poin yang menyebut tindakan dan hasil. Sama seperti pengalaman kerja, kalimat yang menyebut hasil lebih kuat daripada kalimat yang menyebut tanggung jawab. Hasilnya bisa berupa hal yang selesai, masalah yang terpecahkan, atau ukuran yang berubah.
Kalau proyeknya bisa dibuka orang lain, sebutkan tautannya. Tautan yang bisa dibuka memberi pembaca cara memverifikasi sendiri. Pastikan tautannya masih hidup saat CV dikirim, karena tautan mati lebih buruk daripada tidak ada tautan.
Membedakan proyek dari pengalaman kerja
Pengalaman kerja menjelaskan peran Anda di sebuah organisasi dalam jangka waktu tertentu. Proyek menjelaskan sesuatu yang Anda bangun atau selesaikan, yang bisa saja tidak terikat pada satu organisasi.
Kalau proyeknya dikerjakan sebagai bagian dari pekerjaan, ia bisa ditulis di poin pengalaman kerja. Kalau proyeknya dikerjakan di luar pekerjaan, ia ditulis di bagian proyek. Kalau proyeknya adalah pekerjaan itu sendiri, misalnya pekerjaan lepas per proyek, ia bisa ditulis sebagai pengalaman kerja dengan proyek-proyek sebagai poinnya.
Yang penting, jangan menulis hal yang sama di dua bagian. Kalau sebuah proyek sudah ditulis di pengalaman kerja, tidak perlu diulang di bagian proyek. Pengulangan hanya menambah halaman tanpa menambah informasi.
Menulis proyek tanpa hasil yang terukur
Tidak semua proyek punya angka. Untuk proyek yang hasilnya kualitatif, sebut perubahan yang bisa diamati. Misalnya, apa yang sebelumnya harus dikerjakan manual dan sekarang otomatis, atau apa yang sebelumnya tidak bisa diakses dan sekarang bisa.
Sebut juga skala proyeknya kalau ada. Jumlah pengguna, jumlah halaman, jumlah data, atau jumlah orang yang terlibat. Skala memberi gambaran tentang besarnya pekerjaan tanpa perlu angka hasil.
Kalau proyeknya berupa karya, sebut jenis dan lingkupnya. Pembaca yang menilai karya akan mencari tahu seberapa besar keterlibatan Anda. Sebutkan bagian yang benar-benar Anda kerjakan.
Yang perlu dihindari adalah mengarang angka demi terlihat mengesankan. Angka yang tidak bisa dipertanggungjawabkan akan menjadi masalah di wawancara.
Kesalahan umum di bagian proyek
Kesalahan pertama adalah menulis proyek tanpa peran. "Membuat aplikasi absensi" tidak menjelaskan apa yang Anda kerjakan. Sebut bagian Anda: merancang basis datanya, membangun antarmukanya, atau mengujinya.
Kesalahan kedua adalah menulis proyek kuliah seolah proyek profesional. Tidak perlu berpura-pura. Proyek kuliah yang ditulis dengan jelas lebih baik daripada proyek kuliah yang dibesar-besarkan.
Kesalahan ketiga adalah menuliskan proyek yang sudah usang. Proyek lama yang teknologinya sudah tidak dipakai lagi dan tidak berhubungan dengan posisi sebaiknya dilewati. Pilih yang masih relevan.
Kesalahan keempat adalah menuliskan tautan yang mati. Periksa tautannya sebelum mengirim lamaran. Kalau proyeknya tidak lagi bisa diakses, sebutkan alasannya secara singkat atau hapus tautannya.
Kesalahan kelima adalah membiarkan poin proyek memakai frasa tugas pasif. Pemeriksa otomatis menandai kalimat yang memakai frasa tugas pasif, jadi ubah menjadi kata kerja yang menjelaskan kontribusi Anda.
Menaruh proyek di urutan CV
Untuk pelamar awal, bagian proyek sebaiknya dekat pendidikan, karena keduanya menunjukkan kesiapan untuk bidang yang dilamar. Untuk pelamar teknis, proyek bisa diletakkan setelah pengalaman kerja, atau sebelum keahlian kalau proyeknya adalah bukti utama keterampilan.
Untuk pelamar berpengalaman, bagian proyek biasanya di bawah pengalaman kerja. Isi hanya kalau ada proyek yang menambah informasi, bukan mengulang pekerjaan sehari-hari.
Bagian yang kosong tidak ikut tercetak, jadi CV tidak terlihat bolong kalau Anda belum punya proyek yang layak ditulis. Cara menentukan urutan bagian secara keseluruhan dibahas di urutan bagian CV yang benar.
Memeriksa bagian proyek
Jalankan pemeriksaan otomatis di Pembuat CV setelah bagian ini diisi. Pemeriksa memeriksa kata kerja tindakan, hasil terukur, frasa tugas pasif, panjang tiap poin, dan kelengkapan tanggal. Temuan yang belum lolos menunjuk langsung ke bagian yang perlu dirapikan.
Periksa juga konsistensi dengan bagian lain. Nama alat dan teknologi yang Anda sebut di proyek sebaiknya sama dengan yang ada di bagian keahlian. Kalau ada proyek yang hasilnya berupa karya tulis atau publikasi, pertimbangkan menaruhnya di bagian publikasi.
Ekspor PDF A4 210 x 297 milimeter tanpa watermark, lalu buka hasilnya dan periksa apakah tautan proyek tercetak dengan benar. Untuk proyek yang perlu disatukan dengan CV dalam satu berkas, lihat cara menggabungkan CV dan portofolio.
Pertanyaan yang sering muncul
Apakah proyek kuliah boleh masuk CV? Boleh, terutama untuk pelamar awal. Sebut peran Anda secara spesifik, karena proyek kelompok sering membuat kontribusi masing-masing orang tidak terlihat.
Berapa proyek yang sebaiknya ditulis? Dua sampai empat proyek yang relevan sudah cukup. Daftar yang terlalu panjang melelahkan pembaca, dan biasanya ada proyek yang bisa dihilangkan tanpa kehilangan apa pun.
Apakah proyek harus punya tautan? Tidak wajib. Tautan membantu pembaca memverifikasi, tetapi proyek tanpa tautan tetap bisa ditulis selama hasilnya bisa dijelaskan.
Apakah proyek bisa menggantikan pengalaman kerja? Untuk pelamar awal, proyek adalah bukti yang sah. Untuk posisi yang menuntut pengalaman kerja, proyek menambah nilai tetapi tidak menggantikan pengalaman.
Bagaimana kalau proyeknya belum selesai? Tulis dengan jujur apa yang sudah dikerjakan dan apa yang belum. Kejujuran lebih aman daripada klaim yang tidak bisa dibuktikan.
Tunjukkan apa yang pernah dibangun
Bagian proyek adalah tempat Anda menunjukkan bukti, bukan hanya klaim. Tulis nama, periode, peran, dan hasilnya, lalu pilih yang paling relevan. Kerjakan di Pembuat CV, selesaikan temuannya, lalu unduh PDF A4 tanpa watermark. Untuk bagian pendukung lain, lihat cara menulis sertifikasi di CV dan cara menulis organisasi di CV. Panduan umumnya ada di CV ATS.