Portal SSCASN tidak meminta CV. Data diri diisi langsung di Biodata Diri dan Riwayat Pendidikan di portal, dan dokumen yang diunggah ditentukan Admin Instansi untuk tiap formasi di tab Dokumen. Karena itu CV untuk melamar CPNS paling tepat dianggap bahan pribadi Anda, bukan dokumen unggah bawaan. Kalau instansi atau pengumuman memang meminta CV atau daftar riwayat hidup, ikuti formatnya apa adanya. Tidak ada satu format CV CPNS yang berlaku untuk semua instansi, dan ketentuannya bisa berbeda pada isi, urutan, format berkas, sampai cara pengunggahannya. Langkah pertama yang benar bukan mencari contoh CV, melainkan membaca pengumuman resmi dari instansi yang Anda lamar dan mengikuti isinya apa adanya. Artikel ini membantu Anda menyiapkan bahan CV-nya, sekaligus menunjukkan bagian mana yang harus Anda cocokkan sendiri dengan pengumuman resmi.

Perlu ditegaskan sejak awal: artikel ini tidak memuat syarat, jadwal, atau formasi. Informasi seperti itu hanya sah datang dari pengumuman resmi instansi. Kalau ada perbedaan antara contoh umum dan ketentuan resmi, ketentuan resmi yang berlaku. Per 25 Oktober 2026, portal SSCASN memuat dua event aktif, yaitu Seleksi Sekolah Kedinasan 2026 dan Seleksi CASN Sekolah Rakyat 2026, dan tidak ada event CPNS umum yang aktif. Yang bisa dibahas di sini adalah pekerjaan yang tetap sama di semua jalur: menyiapkan data diri yang rapi, menulis riwayat pendidikan dan pengalaman dengan jelas, memastikan berkas PDF Anda terbaca, dan menyimpan salinan setiap versi yang dikirim.

Baca pengumuman resmi sebelum menulis apa pun

Pengumuman resmi adalah satu-satunya sumber yang menentukan. Bacalah sampai habis, bukan hanya bagian persyaratannya. Ketentuan tentang dokumen biasanya tersebar di beberapa bagian: daftar berkas yang harus diunggah, format berkas, ukuran berkas, cara penamaan, dan tata cara pengunggahan.

Catat hal yang berhubungan dengan CV Anda. Apakah instansi meminta riwayat hidup dengan format tertentu, atau meminta data yang diisi langsung di sistem. Apakah ada dokumen tambahan yang harus digabung dengan CV. Apakah ada batas ukuran berkas atau ketentuan penamaan berkas. Kalau ada bagian yang tidak jelas, tanyakan lewat kanal resmi yang disebutkan dalam pengumuman.

Di SSCASN, daftar dokumen yang harus diunggah mengikuti ketentuan yang diinput Admin Instansi untuk formasi yang dilamar. Kalau daftar dokumen di SSCASN berbeda dari pengumuman instansi, lapor ke instansi atau Helpdesk BKN sebelum melanjutkan.

Bagian isi CV yang perlu Anda siapkan

Siapkan data Anda dalam bentuk yang siap dipindahkan ke format apa pun, supaya Anda tidak perlu menulis ulang kalau ketentuan instansi berubah atau kalau Anda melamar ke instansi lain. Data yang sama juga berguna saat Anda mengisi Biodata Diri dan Riwayat Pendidikan di SSCASN.

Data pertama adalah identitas: nama lengkap sesuai dokumen resmi, tempat dan tanggal lahir, serta kontak yang aktif. Gunakan nama yang sama persis dengan yang tertulis di dokumen kependudukan dan ijazah, karena perbedaan satu huruf saja bisa menimbulkan pertanyaan di tahap verifikasi. Saat membuat akun SSCASN, NIK, nomor KK, nama, serta tempat dan tanggal lahir harus sesuai KTP karena sistem memadankannya dengan basis data Ditjen Dukcapil. Bila tidak cocok, pembuatan akun tidak bisa dilanjutkan.

Data kedua adalah riwayat pendidikan. Siapkan nama jenjang, nama lembaga, program studi, tahun masuk dan tahun lulus, serta keterangan lain yang diminta, dan tulis apa adanya sesuai dokumen. Di SSCASN, nama perguruan tinggi dan program studi dipilih dari daftar referensi BKN, bukan isian bebas, dan riwayat pendidikan memuat ijazah, transkrip nilai, serta sertifikat akreditasi bila ada.

Data ketiga adalah riwayat pekerjaan atau pengalaman, kalau diminta. Siapkan nama lembaga, posisi, periode, dan uraian pekerjaan yang singkat. Data keempat adalah keahlian dan pelatihan, dan data kelima adalah dokumen pendukung. Untuk dokumen yang perlu dipindai, pastikan hasilnya terbaca jelas, tidak miring, dan tidak terpotong. Kalau ukuran berkasnya terlalu besar, Kompres PDF bisa memperkecilnya tanpa mengubah isi teksnya.

Menulis CV dengan format yang aman dibaca

Kalau instansi meminta Anda menyusun sendiri riwayat hidupnya, pakai bentuk yang sederhana dan mudah dibaca. Satu kolom, teks asli, tanpa tabel, dan tanpa kolom sampingan. Bentuk ini aman untuk berkas yang dibaca mesin maupun manusia, dan tidak ada informasi yang disampaikan lewat posisi. Bentuk satu kolom juga mengurangi risiko kesalahan saat dokumen digabung dengan berkas lain, karena urutan halamannya tetap jelas. Cara menggabungkannya ada di Gabung PDF, dan urutannya sebaiknya mengikuti urutan yang disebutkan dalam pengumuman.

Jangan memakai hiasan yang tidak diminta. Warna, ikon, dan grafik umumnya tidak menambah nilai di berkas administrasi, dan sebagian di antaranya mengganggu pembacaan mesin. Pada seleksi administrasi, yang dicocokkan adalah persyaratan administrasi dan kualifikasi dengan dokumen pelamaran (Permen PANRB 6/2024 Pasal 28), jadi kelengkapan dan keterbacaan lebih penting daripada tampilan. Aturan bentuk yang aman dibahas lebih panjang di Format CV ATS yang Benar. Kalau instansi menyediakan templat resmi, pakai templat itu apa adanya. Jangan menambahkan bagian, mengubah urutan, atau mengganti tata letaknya, karena templat resmi dibuat untuk memudahkan pemeriksaan.

Menulis riwayat pendidikan dan pengalaman

Tulis riwayat pendidikan dari jenjang yang relevan, dengan nama lembaga dan program studi yang sesuai dokumen. Sebut tahun masuk dan tahun lulus dengan lengkap. Kalau ada masa kosong, jelaskan dengan kegiatan yang benar-benar Anda kerjakan, karena celah waktu yang tidak dijelaskan sering menimbulkan pertanyaan.

Untuk pengalaman kerja, sebut nama lembaga, posisi, periode, dan uraian singkat pekerjaan. Uraiannya tidak perlu panjang, tetapi harus jelas. Kalimat yang menyebut tanggung jawab saja tidak menunjukkan apa yang Anda kerjakan, jadi lengkapi dengan tindakan yang Anda jalankan. Pola penulisannya sama dengan pengalaman kerja pada umumnya, dan contohnya ada di Contoh Penulisan Pengalaman Kerja di CV. Untuk PPPK, Permen PANRB 6/2024 (Pasal 24) menyebut pelamar memiliki pengalaman terkait bidang tugas dengan ketentuan yang ditetapkan Menteri, jadi uraian pengalaman yang jelas membantu Anda memeriksa kecocokan dengan jabatan.

Kalau Anda belum pernah bekerja, tulis pengalaman yang bisa dijelaskan, misalnya kegiatan yang pernah Anda jalani atau pekerjaan lepas yang pernah Anda kerjakan. Sebutkan peran dan lingkupnya dengan jujur. Jangan mengisi bagian kosong dengan kegiatan yang tidak pernah terjadi, karena verifikasi administrasi bisa menanyakan buktinya. Tulis semua data dengan ejaan yang konsisten, karena ketidakkonsistenan ejaan menyulitkan pemeriksaan.

Memeriksa berkas sebelum diunggah

Periksa berkas dengan daftar yang sama untuk setiap unggahan. Pertama, pastikan format berkasnya sesuai ketentuan. Kedua, pastikan ukurannya tidak melewati batas yang disebutkan. Ketiga, pastikan isinya lengkap dan urutannya benar. Keempat, pastikan berkasnya bisa dibuka di perangkat lain.

Buku Panduan SSCASN menyebut format PDF atau JPEG sesuai jenis dokumen, ukuran minimal tiap berkas 80 KB, dan ukuran maksimal yang tergantung jenis berkas. Berkas yang melebihi batas boleh dikecilkan resolusinya selama tulisan tetap terbaca. Salah unggah, unggah tertukar, atau berkas yang tidak terbaca menjadi tanggung jawab peserta. Unggah ulang boleh dilakukan sebelum pendaftaran diakhiri, dan penggantian dokumen setelah Resume diakhiri tidak bisa dilakukan.

Uji keterbacaan teksnya. Buka PDF hasil Anda, sorot satu baris, lalu salin. Kalau teksnya bisa disorot dan disalin, berkasnya berlapis teks. Kalau tidak bisa disorot, berkasnya gambar, dan itu berarti ada yang salah di jalur ekspornya. Untuk berkas hasil pindai, pastikan hasil pindaiannya tajam dan tidak terpotong.

Periksa penamaan berkas, karena penyelenggara bisa menetapkan pola penamaan tertentu yang sebaiknya diikuti persis. Kalau tidak ada ketentuan, pakai nama yang jelas dan menyebut jenis dokumennya. Simpan salinan versi yang Anda unggah, karena ketika ada tahap lanjutan Anda perlu membuka kembali berkas yang sama, dan simpan juga salinan cadangan di tempat yang berbeda.

Kalau ketentuan instansi berbeda dari kebiasaan umum

Perbedaan adalah hal yang wajar, dan bukan tanda bahwa salah satu pihak keliru. Ada instansi yang meminta riwayat hidup ditulis dalam format tertentu, ada yang meminta data diisi di sistem, dan ada yang meminta keduanya. Yang menentukan adalah pengumuman resmi instansi yang Anda lamar.

Karena itu, jangan menyiapkan satu berkas lalu mengirimkannya ke semua instansi tanpa memeriksa ketentuannya. Periksa ulang setiap kali Anda mendaftar, karena ketentuan bisa berubah antar periode penerimaan, dan simpan catatan ketentuan setiap instansi supaya Anda tidak tertukar. Kalau ada ketentuan yang tidak bisa Anda penuhi, tanyakan lewat kanal resmi. Jangan menafsirkan sendiri, dan jangan menambahkan dokumen pengganti yang tidak diminta.

Jangan tertukar dengan Daftar Riwayat Hidup (DRH). Menurut BKN, pelamar yang dinyatakan lulus melakukan pemberkasan atau pengisian DRH melalui fitur DRH-SSCASN. DRH diisi di fitur itu, bukan disusun sebagai CV. Sumber resmi yang dibaca tidak menyebut DRH harus dicetak, ditandatangani, dipindai, atau digabung dengan lampiran, dan kebutuhan unggah dokumen pemberkasan mengikuti pengumuman instansi. Data yang sudah Anda rapikan untuk CV akan mempermudah pengisiannya.

Kesalahan yang sering terjadi di berkas lamaran CPNS

Kesalahan pertama adalah mengandalkan contoh dari sumber tidak resmi. Contoh CV yang beredar di internet bisa berasal dari periode atau instansi yang berbeda, jadi selalu cocokkan dengan pengumuman yang berlaku.

Kesalahan kedua adalah mengirim berkas yang tidak terbaca. Hasil pindai yang gelap, miring, atau terpotong sering lolos dari pemeriksaan sepintas tetapi ditolak saat diverifikasi. Kesalahan ketiga adalah melewati batas ukuran berkas, karena berkas yang terlalu besar gagal diunggah.

Kesalahan keempat adalah tidak menyimpan salinan, sehingga Anda kesulitan menjawab pertanyaan pada tahap berikutnya. Kesalahan kelima adalah menulis data yang tidak sesuai dokumen, karena perbedaan kecil bisa menjadi temuan pada tahap verifikasi.

Pertanyaan yang sering muncul

Apakah format CV CPNS sama untuk semua instansi? Tidak ada format CV yang baku. Portal SSCASN tidak meminta CV: data diri diisi di Biodata Diri dan Riwayat Pendidikan, dan dokumen yang diunggah mengikuti ketentuan instansi untuk formasi yang dilamar. Kalau instansi meminta riwayat hidup, ikuti formatnya, dan periksa pengumuman resmi instansi yang Anda lamar.

Di mana saya bisa membaca ketentuan resminya? Ketentuan resmi hanya ada di pengumuman yang diterbitkan instansi atau portal penerimaan yang ditunjuk. Jangan mengandalkan rangkuman dari sumber tidak resmi, termasuk artikel ini.

Apakah artikel ini memuat syarat dan jadwal pendaftaran? Tidak. Syarat, jadwal, dan formasi hanya sah datang dari pengumuman resmi. Artikel ini hanya membahas cara menyiapkan isi dan berkasnya.

Apakah CV buatan sendiri boleh dipakai? Kalau instansi meminta riwayat hidup yang Anda susun sendiri, boleh, selama isinya sesuai ketentuan. Kalau instansi menyediakan templat atau formulir resmi, pakai yang resmi. Kalau tab Dokumen tidak memuat kolom untuk CV, tidak ada yang perlu diunggah, dan CV tetap berguna sebagai bahan pribadi.

Apa bedanya CV dengan DRH? DRH diisi di fitur DRH-SSCASN oleh pelamar yang dinyatakan lulus, pada tahap pemberkasan. CV adalah bahan pribadi Anda. Format dan kebutuhan unggah dokumen pemberkasan mengikuti pengumuman instansi.

Apakah berkas lamaran boleh digabung menjadi satu PDF? Ikuti ketentuan instansi. Kalau pengumuman meminta penggabungan, susun urutannya sesuai yang disebutkan. Kalau tidak, unggah berkas secara terpisah.

Mulai dari pengumuman resmi, bukan dari contoh

Buka pengumuman instansi yang Anda lamar, catat ketentuan berkasnya, lalu siapkan data Anda sesuai catatan itu. Kalau Anda perlu menyusun riwayat hidup dengan format yang aman dibaca, kerjakan di Pembuat CV jalur ATS, lalu ekspor PDF A4 tanpa watermark. Untuk gambaran yang lebih luas, lanjutkan ke CV ATS dan Panduan CV dan Karier.

Sumber resmi

Diperiksa terakhir pada 25 Oktober 2026. Syarat dan angka resmi bisa berubah tiap tahun, jadi rujuk halaman di bawah untuk ketentuan yang berlaku.

  • Buku Panduan Pendaftaran SSCASN (versi 1.1): Peserta melengkapi Biodata Diri dan Riwayat Pendidikan di profil sebelum memilih formasi, dan dokumen yang diunggah mengikuti ketentuan yang diinput Admin Instansi untuk formasi yang dilamar.
  • Siaran pers BKN 21 Januari 2025: Pelamar yang dinyatakan lulus melakukan pemberkasan atau pengisian DRH melalui fitur DRH-SSCASN.
  • Peraturan Menteri PANRB Nomor 6 Tahun 2024 (JDIH BPK): Seleksi administrasi mencocokkan persyaratan administrasi dan kualifikasi dengan dokumen pelamaran, dan dokumen yang tidak memenuhi syarat berarti tidak lulus (Pasal 28).
  • Portal SSCASN BKN: Portal memuat dua event aktif pada 25 Oktober 2026, yaitu Seleksi Sekolah Kedinasan 2026 dan Seleksi CASN Sekolah Rakyat 2026.