Pengalaman kerja di CV ditulis sebagai uraian yang menyebut apa yang Anda kerjakan dan apa yang berubah karena pekerjaan itu. Perekrut membaca bagian ini paling lama, karena di sinilah terlihat bedanya pelamar yang hanya menjalankan tugas dari pelamar yang meninggalkan hasil. Halaman ini berisi kumpulan contoh dari berbagai posisi dan level, bukan panduan menulis dari nol.
Setiap contoh memakai angka dan nama yang perlu Anda ganti dengan data Anda sendiri. Angka di dalam contoh sengaja dibuat sebagai pola, bukan sebagai patokan. Kalau pekerjaan Anda tidak punya angka, gantilah dengan perubahan yang bisa diamati, misalnya waktu yang lebih singkat, berkas yang lebih rapi, atau keluhan yang berkurang. Kalau Anda mencari langkah menulisnya, pembahasannya ada di Cara Menulis Pengalaman Kerja di CV ATS.
Contoh untuk posisi administratif dan operasional
Contoh 1: staf admin "Menata arsip [jenis dokumen] untuk [jumlah] berkas, sehingga pencarian dokumen yang sebelumnya memakan waktu [lama] menjadi [lebih singkat]." Alasan bekerja: menyebut objek yang jelas, tindakan yang konkret, dan perubahan yang bisa diukur. Frasa "bertanggung jawab atas arsip" tidak dipakai karena tidak menunjukkan apa yang berubah.
Contoh 2: staf operasional dengan perbaikan proses "Menyusun ulang jadwal pengiriman harian untuk [jumlah] titik, dan memangkas waktu tunggu di gudang dari [lama] menjadi [lebih singkat]." Alasan bekerja: kalimatnya menyebut masalah, tindakan, dan hasil dalam satu tarikan. Angka yang dipakai berasal dari pekerjaan sendiri, bukan perkiraan industri.
Contoh 3: customer service "Menangani [jumlah] pertanyaan pelanggan per hari melalui [saluran], dan menyusun jawaban baku untuk [jumlah] pertanyaan yang paling sering muncul." Alasan bekerja: beban kerja terlihat dari angka, dan kontribusi berikutnya terlihat dari jawaban baku yang bisa dipakai tim lain.
Contoh untuk posisi pemasaran dan penjualan
Contoh 4: staf marketing "Mengelola [jumlah] akun media sosial dan menyusun jadwal konten mingguan. Konten [jenis konten] yang dibuat mendapat [hasil yang diamati]." Alasan bekerja: tugas dan hasil dipisahkan dengan jelas. Bagian hasil tidak dipaksakan memakai angka kalau angkanya tidak tersedia.
Contoh 5: tenaga penjualan "Melayani [jumlah] pelanggan per bulan dan mempertahankan [jumlah] pelanggan tetap. Menyusun catatan tindak lanjut yang dipakai tim untuk menghubungi pelanggan kembali." Alasan bekerja: menunjukkan dua hal sekaligus, yaitu angka penjualan dan kebiasaan kerja yang membantu tim.
Contoh 6: penjualan dengan promosi jabatan "Mulai sebagai [jabatan awal], lalu dipercaya menangani [wilayah atau produk] setelah [pencapaian]. Menyusun laporan penjualan bulanan untuk [jumlah] toko." Alasan bekerja: urutan waktu menunjukkan kepercayaan yang bertambah. Kalimat ini berguna kalau Anda ingin menonjolkan perkembangan, bukan hanya posisi terakhir.
Contoh untuk posisi teknis dan teknologi
Contoh 7: programmer "Membangun [nama fitur atau modul] memakai [bahasa atau alat], dan memperbaiki [jenis masalah] yang membuat [bagian sistem] melambat. Perubahan itu menurunkan waktu muat [halaman atau proses] dari [lama] menjadi [lebih singkat]." Alasan bekerja: menyebut apa yang dibangun, alat yang dipakai, dan akibat perbaikannya. Nama teknologi muncul sebagai bagian dari cerita, bukan sebagai daftar tanpa konteks.
Contoh 8: teknisi "Merawat [jenis mesin atau peralatan] untuk [jumlah] unit, dan menyusun jadwal perawatan berkala yang mengurangi berhentinya operasi mendadak." Alasan bekerja: menyebut jumlah unit dan hasil yang bisa dirasakan tim. Kata "mengurangi" dipakai karena angkanya memang tidak tersedia.
Contoh untuk posisi keuangan dan pendidikan
Contoh 9: staf akuntansi "Menyusun laporan keuangan bulanan untuk [jumlah] unit usaha dan membantu proses tutup buku. Waktu penyusunan laporan turun dari [lama] menjadi [lebih singkat] setelah [perbaikan yang Anda lakukan]." Alasan bekerja: hasil ditulis sebagai perubahan waktu, bukan sebagai pujian. Sebab perubahannya juga disebut, sehingga perekrut tahu peran Anda di dalamnya.
Contoh 10: guru atau pengajar "Mengajar [mata pelajaran] untuk [jumlah] kelas dan menyusun bahan ajar yang dipakai ulang pada tahun berikutnya. Menjadi pendamping [kegiatan] untuk [jumlah] siswa." Alasan bekerja: dua kalimat menunjukkan pekerjaan rutin dan kontribusi tambahan. Bahan ajar yang dipakai ulang adalah bukti yang tidak perlu angka.
Contoh untuk magang dan pekerjaan lepas
Contoh 11: magang "Membantu tim [nama bagian] menyiapkan [jenis berkas atau kegiatan] selama [durasi]. Menyusun [daftar atau rangkuman] yang dipakai sebagai acuan kerja harian." Alasan bekerja: peran magang ditulis sebagai pekerjaan nyata, bukan sebagai pengalaman belajar. Hasilnya berupa alat kerja yang dipakai orang lain.
Contoh 12: pekerjaan lepas "Mengerjakan [jenis pekerjaan] untuk [jumlah] klien, dari [tahap awal] sampai [tahap akhir]. Menjaga tenggat yang disepakati dan menangani revisi sesuai permintaan klien." Alasan bekerja: menunjukkan kemampuan mengelola pekerjaan sendiri, hal yang dicari saat melihat pengalaman lepas.
Pola yang dipakai semua contoh
Semua contoh di atas punya bentuk yang sama: kata kerja tindakan di awal, objek yang jelas, lalu hasil. Kata kerja yang dipakai seperti menata, menyusun, mengelola, membangun, dan memangkas menunjukkan tindakan yang bisa dibayangkan. Kata seperti "bertanggung jawab atas" dihindari karena tidak menyebut tindakan, sedangkan "membantu" hanya dipakai kalau peran Anda memang membantu.
Contoh-contoh itu juga tidak memakai angka pembanding dari luar. Semua angka di dalamnya berasal dari pekerjaan orang yang menulisnya. Di Pembuat CV, pemeriksa otomatis memeriksa uraian yang berisi hasil terukur, kata kerja tindakan, dan frasa tugas pasif, dan setiap temuan dihitung dari isi CV Anda sendiri tanpa angka pembanding.
Perhatikan juga panjang tiap poin. Poin yang terlalu panjang lebih sulit dibaca, dan poin yang terlalu pendek terasa menggantung. Dua baris adalah panjang yang nyaman untuk sebagian besar uraian. Kalau satu pekerjaan punya banyak hal menarik, pilih tiga sampai lima poin yang paling relevan dengan posisi yang dilamar.
Menyesuaikan contoh dengan lowongan
Contoh yang sama tidak dipakai untuk semua lamaran. Ganti bagian yang tidak relevan dengan posisi yang sedang dilamar, lalu naikkan poin yang paling dekat dengan kebutuhan lowongan. Kata kunci dari deskripsi lowongan perlu muncul di uraian kalau memang Anda mengerjakannya. Cara memilih kata kunci dibahas di Kata Kunci CV ATS.
Nama perusahaan, jabatan, lokasi, dan rentang waktu ditulis lengkap dengan bulan serta tahun. Tanggal yang lengkap membantu pembaca menyusun kronologi dan menghindari pertanyaan tentang celah waktu. Kalau ada masa kosong, jelaskan dengan kegiatan yang benar-benar dikerjakan.
Untuk pelamar yang baru mulai bekerja, contoh ringkasan di halaman contoh ringkasan diri CV fresh graduate bisa dipakai berdampingan dengan contoh pengalaman di halaman ini. Ringkasan menyebut posisi dan keahlian, sedangkan uraian pengalaman membuktikannya.
Pertanyaan yang sering muncul
Berapa poin ideal untuk setiap pekerjaan? Tiga sampai lima poin untuk pekerjaan yang relevan, dan dua poin untuk pekerjaan lama yang tidak berhubungan dengan posisi yang dilamar. Yang penting bukan jumlahnya, melainkan setiap poin menambah informasi baru.
Apakah pekerjaan yang tidak relevan perlu dicantumkan? Perlu, karena celah waktu yang tidak dijelaskan justru menarik pertanyaan. Cukup tulis singkat dengan dua poin, lalu beri ruang lebih besar untuk pekerjaan yang relevan.
Bagaimana kalau tidak ada angka sama sekali? Gantilah dengan perubahan yang bisa diamati, misalnya pekerjaan yang selesai lebih cepat, kesalahan yang berkurang, atau proses yang jadi lebih rapi. Kalimat tanpa angka tetap lebih baik daripada kalimat yang hanya menyebut tanggung jawab.
Apakah pengalaman magang dan pekerjaan lepas boleh ditulis? Boleh, dan keduanya dihitung sebagai pengalaman. Tulis peran, rentang waktu, dan hasilnya dengan cara yang sama seperti pekerjaan tetap.
Apakah contoh di halaman ini boleh disalin langsung? Tidak. Contoh di sini hanya menunjukkan bentuk kalimatnya. Salinan mentah akan memuat angka dan kegiatan yang bukan milik Anda, dan itu akan terbaca saat wawancara.
Ambil bentuknya, isi dengan pekerjaan Anda
Pilih dua atau tiga contoh yang paling dekat dengan pekerjaan Anda, lalu ganti isinya dengan tugas dan hasil yang benar-benar Anda kerjakan. Setelah bagian pengalaman selesai, periksa hasil pemeriksaan otomatis di Pembuat CV, rapikan formatnya sesuai Format CV ATS yang Benar, lalu ekspor PDF A4 tanpa watermark. Panduan lengkapnya ada di CV ATS.