Prestasi di CV ditulis sebagai hasil yang bisa diamati, bukan sebagai daftar tugas. Bedanya begini: "bertanggung jawab atas laporan penjualan" menyebut tugas, sedangkan "menyusun laporan penjualan yang memangkas waktu rekap mingguan dari dua hari menjadi empat jam" menyebut hasil. Yang pertama menjelaskan apa yang Anda pegang. Yang kedua menjelaskan apa yang berubah karena Anda.
Kesalahan paling umum bukan menulis prestasi yang lemah, melainkan mencampur prestasi dengan tugas. Akibatnya, bagian pengalaman kerja terbaca sebagai deskripsi jabatan, dan pembaca tidak menemukan alasan untuk memilih Anda dibanding pelamar lain. Bagian berikut membahas cara memisahkan keduanya, cara menulis kalimat prestasi, dan bagian mana yang tepat untuk menaruhnya.
Bedanya prestasi dan tugas
Tugas adalah pekerjaan yang melekat pada jabatan Anda. Siapa pun yang duduk di posisi itu mengerjakan hal yang sama. Karena itu, tugas tidak membedakan Anda dari pelamar lain yang punya jabatan serupa.
Prestasi adalah perubahan yang terjadi karena cara Anda mengerjakan tugas itu. Perubahannya bisa berupa waktu yang lebih singkat, biaya yang lebih kecil, kesalahan yang berkurang, jumlah yang bertambah, atau hal baru yang sebelumnya tidak ada.
Uji sederhananya: kalau kalimat Anda tetap benar untuk orang lain yang menjabat posisi sama, itu tugas. Kalau kalimatnya hanya benar untuk Anda, itu prestasi.
Contoh tugas: "mengelola akun media sosial perusahaan." Contoh prestasi dari tugas yang sama: "mengelola akun media sosial dan menambah jumlah pengikut secara berarti dalam enam bulan." Angka yang dipakai tentu harus angka Anda sendiri, bukan angka karangan.
Menulis hasil yang bisa diukur
Ukuran paling mudah adalah angka: jumlah, persentase, durasi, dan biaya. Angka membuat hasilnya bisa dibandingkan dan diverifikasi. Kalau Anda punya angkanya, pakai.
Angka tidak harus selalu ada. Kalau data tidak tersedia, sebut perubahan yang bisa diamati. Misalnya: "merapikan alur persetujuan sehingga tidak ada lagi berkas yang tertukar antar bagian." Kalimat ini tidak memuat angka, tetapi tetap menyebut perubahan yang nyata.
Yang perlu dihindari adalah angka tanpa dasar. "Meningkatkan penjualan" tanpa keterangan tidak berarti apa-apa. Kalau Anda menulis angka, pastikan Anda bisa menjelaskan dari mana angka itu berasal saat ditanya di wawancara.
Cara menulis pengalaman kerja secara umum dibahas di cara menulis pengalaman kerja di CV ATS. Bagian prestasi memakai bahan yang sama, hanya sudut pandangnya yang berbeda: bukan apa yang Anda kerjakan, melainkan apa yang berubah.
Rumus kalimat prestasi
Susun kalimatnya dari tiga unsur: tindakan, hasil, dan bukti. Tindakan adalah kata kerja yang menjelaskan apa yang Anda lakukan. Hasil adalah perubahan yang terjadi. Bukti adalah angka atau keterangan yang membuat hasilnya bisa dipercaya.
Contohnya: "menyederhanakan formulir pendaftaran (tindakan) sehingga waktu pengisian turun menjadi sepertiga (hasil dan bukti)." Kalimat ini bisa dibaca sekali dan langsung dipahami.
Mulailah poin dengan kata kerja tindakan. Pemeriksa otomatis di Pembuat CV memeriksa kata kerja tindakan dan menandai frasa tugas pasif, misalnya kalimat yang dimulai dengan "bertanggung jawab atas" atau "membantu dalam". Ganti dengan kata kerja yang menjelaskan peran Anda: menyusun, memimpin, memperbaiki, menghemat, mempercepat.
Jaga panjang tiap poin. Poin yang terlalu panjang sulit dibaca. Satu poin sebaiknya memuat satu gagasan, dan gagasan itu selesai dalam satu atau dua baris.
Prestasi tanpa angka
Tidak semua pekerjaan menghasilkan angka. Untuk pekerjaan yang hasilnya kualitatif, gunakan tanda perubahan yang bisa diamati: apa yang sebelumnya tidak ada dan sekarang ada, apa yang sebelumnya bermasalah dan sekarang tidak, atau apa yang sebelumnya dilakukan dengan cara lama dan sekarang dengan cara baru.
Contohnya, seorang guru bisa menulis "menyusun modul pengayaan yang dipakai seluruh kelas untuk persiapan ujian." Seorang desainer bisa menulis "membuat sistem komponen yang membuat halaman baru bisa disusun tanpa menggambar ulang dari awal." Keduanya tidak memuat angka, tetapi menunjukkan hasil yang nyata.
Kalau Anda benar-benar tidak menemukan hasil, tulis saja tugasnya dengan jujur, tetapi buat spesifik. Keahlian yang disebut dengan alat atau metode tertentu lebih berguna daripada kalimat umum. Yang penting, jangan mengarang angka demi terlihat mengesankan.
Menaruh prestasi di bagian yang tepat
Prestasi bisa muncul di tiga tempat. Yang pertama, di dalam poin pengalaman kerja, sebagai hasil dari pekerjaan yang Anda lakukan. Ini tempat yang paling kuat, karena prestasinya menempel pada konteks pekerjaannya.
Yang kedua, di bagian penghargaan, untuk prestasi yang punya bentuk resmi: juara lomba, penghargaan karyawan, atau pengakuan dari institusi. Bagian penghargaan adalah salah satu dari sebelas bagian yang bisa diisi, dan ia tidak akan tercetak kalau kosong.
Yang ketiga, di dalam ringkasan, kalau prestasinya sangat relevan dengan posisi yang dilamar. Ringkasan dicetak tanpa judul di jalur ATS, sebagai paragraf pembuka di bawah kontak. Satu kalimat prestasi di sana bisa menjadi pembuka yang kuat, asalkan tidak mengulang isi bagian lain.
Bagian proyek juga bisa memuat prestasi, terutama kalau hasilnya berupa sesuatu yang bisa dilihat atau dipakai orang lain. Bedanya dengan pengalaman kerja: proyek tidak harus berupa pekerjaan berbayar, dan bisa mencakup tugas kuliah atau kegiatan mandiri.
Prestasi yang tidak perlu ditulis
Prestasi yang tidak berhubungan dengan posisi sebaiknya dilewati. Juara lomba menyanyi mungkin membanggakan, tetapi kalau lowongannya menuntut analisis data, baris itu hanya mengambil ruang.
Prestasi yang sudah terlalu lama juga layak dipertimbangkan ulang. Prestasi sepuluh tahun lalu yang tidak berkaitan dengan pekerjaan sekarang tidak menambah banyak. Fokuskan ruang pada hal yang masih relevan.
Prestasi yang tidak bisa Anda jelaskan juga sebaiknya tidak ditulis. Kalau Anda mencantumkan angka tetapi tidak bisa menceritakan bagaimana angka itu tercapai, pertanyaan di wawancara akan menjadi canggung. Tulis yang benar-benar Anda kuasai.
Terakhir, prestasi yang sama jangan diulang di beberapa bagian. Menuliskan hal yang sama di ringkasan, pengalaman kerja, dan penghargaan membuat CV terasa berputar-putar. Pilih satu tempat terbaik untuk masing-masing prestasi.
Cara memeriksa bagian prestasi
Setelah menulis, bacalah setiap poin dan tanyakan dua hal. Pertama, apakah poin ini menyebut hasil, bukan hanya tugas. Kedua, apakah hasilnya bisa saya jelaskan kalau ditanya.
Jalankan pemeriksaan otomatis di Pembuat CV. Pemeriksa memeriksa uraian berisi hasil terukur, kata kerja tindakan, frasa tugas pasif, dan panjang tiap poin. Setiap temuan yang belum lolos membuka bagian yang perlu diperbaiki, jadi Anda tidak perlu menebak.
Periksa juga konsistensi tanggal. Riwayat pekerjaan dengan bulan dan tahun yang lengkap membantu pembaca menempatkan prestasi Anda dalam konteks waktu. Tanggal yang hanya menyebut tahun menyisakan celah yang sulit dijelaskan.
Ekspor PDF-nya, lalu buka dan baca ulang sebagai orang yang baru pertama kali melihat CV Anda. Kalau dalam beberapa detik pertama Anda belum menemukan prestasi yang menonjol, perbaiki urutannya.
Pertanyaan yang sering muncul
Apakah setiap pengalaman harus punya prestasi? Idealnya ya, minimal satu. Kalau sebuah pengalaman benar-benar tidak menghasilkan perubahan yang bisa disebut, ringkas saja pengalaman itu dan beri ruang lebih untuk pengalaman yang lebih kuat.
Bolehkah memakai angka perkiraan? Sebaiknya tidak. Pakai angka yang bisa Anda pertanggungjawabkan. Kalau tidak ada, sebut perubahan yang bisa diamati tanpa angka.
Apakah prestasi akademik perlu ditulis? Perlu, kalau Anda pelamar awal atau prestasinya relevan dengan posisi. Untuk pelamar yang sudah bekerja lama, prestasi akademik yang sudah usang bisa dilewati.
Di mana prestasi lomba ditulis? Di bagian penghargaan. Kalau lomba itu berkaitan langsung dengan proyek tertentu, prestasinya bisa juga disebut di poin proyek.
Apakah prestasi harus berupa angka besar? Tidak. Perubahan kecil yang jelas lebih baik daripada klaim besar tanpa bukti. Yang penting hasilnya nyata dan bisa Anda jelaskan.
Tulis hasil, bukan jabatan
Bagian prestasi adalah tempat Anda menunjukkan perbedaan antara mengerjakan tugas dan mengubah sesuatu. Tulis tindakan, hasil, dan buktinya, lalu buang yang tidak relevan. Kerjakan di Pembuat CV, jalankan pemeriksaan otomatis, dan ekspor PDF A4 tanpa watermark. Untuk bagian lain, lihat CV ATS dan cara menulis organisasi di CV supaya seluruh isinya konsisten.