Pengalaman kerja di CV ATS ditulis dengan bentuk yang tetap: kata kerja tindakan di awal, objek yang jelas, lalu hasil yang bisa diamati. Bagian ini adalah yang paling lama dibaca mesin dan paling menentukan, karena di sinilah kecocokan dengan kata kunci lowongan paling banyak terbaca. Kalimat yang hanya menyebut tanggung jawab tidak memberi mesin maupun manusia alasan untuk menilai Anda lebih tinggi dari pelamar lain.
Ada dua hal yang dikerjakan sekaligus di bagian ini. Pertama, menyusun entri dengan benar: nama perusahaan, jabatan, lokasi, dan rentang waktu yang lengkap. Kedua, menulis uraian yang menyebut tindakan dan hasil. Entri yang rapi tapi uraiannya kosong tetap lemah, dan uraian yang kuat tapi tanggalnya tidak lengkap menyulitkan pembaca menyusun kronologi.
Halaman ini membahas cara menulisnya langkah demi langkah. Kumpulan contoh dari berbagai posisi ada di contoh pengalaman kerja di CV. Kalau bagian ini sudah selesai, lanjutkan ke cara menulis ringkasan diri di CV ATS dan cara menulis pendidikan di CV ATS.
Bentuk entri yang lengkap
Setiap entri memuat empat hal: nama perusahaan, jabatan, lokasi, dan rentang waktu dalam bulan serta tahun. Empat hal itu ditulis sebagai baris teks biasa, bukan di dalam tabel. Kalau entri diletakkan dalam tabel, selnya dibaca berurutan mengikuti struktur tabel dan pasangan informasi bisa terpisah.
Rentang waktu ditulis lengkap, misalnya "[bulan tahun] sampai [bulan tahun]". Menulis hanya tahun menyulitkan pembaca mengikuti kronologi, dan pemeriksa otomatis di Pembuat CV menandai tanggal yang tidak lengkap. Untuk pekerjaan yang masih berjalan, tulis "sekarang" atau "sampai sekarang".
Kalau Anda pernah naik jabatan di perusahaan yang sama, ada dua cara menuliskannya. Cara pertama, satu entri dengan dua peran dan rentang waktunya masing-masing. Cara kedua, dua entri terpisah. Cara kedua lebih jelas untuk mesin karena setiap jabatan punya kata kuncinya sendiri.
Urutan entri dan penekanan
Entri diurutkan dari yang terbaru ke yang terlama, karena pembaca ingin tahu apa yang Anda kerjakan sekarang lebih dulu. Pekerjaan yang paling relevan dengan posisi yang dilamar mendapat porsi uraian paling besar, biasanya tiga sampai lima poin. Pekerjaan lama yang tidak berhubungan cukup dua poin atau satu baris.
Kalau ada pekerjaan yang sangat relevan tetapi bukan yang terbaru, poinnya bisa ditambah tanpa memindahkan urutan entri. Yang dipindahkan adalah perhatian, bukan kronologi. Pekerjaan singkat tetap dicantumkan dengan rentang waktunya; kalau ada alasan yang wajar, misalnya kontrak selesai, sebutkan singkat di uraian.
Dari daftar tugas menjadi kalimat hasil
Langkah pertama adalah menuliskan tugas-tugas Anda apa adanya, tanpa memikirkan kalimatnya. Setelah daftar itu lengkap, ubah setiap tugas menjadi kalimat dengan tiga bagian: tindakan, objek, hasil.
Contoh perubahan: "Bertanggung jawab atas arsip" menjadi "Menata arsip [jenis dokumen] untuk [jumlah] berkas, sehingga pencarian dokumen menjadi lebih cepat". Kalimat kedua menyebut apa yang dikerjakan dan apa yang berubah.
Contoh lain: "Mengelola media sosial" menjadi "Mengelola [jumlah] akun media sosial dan menyusun jadwal konten mingguan, dengan [hasil yang diamati]".
Kata kerja yang dipakai adalah kata kerja yang bisa dibayangkan: menata, menyusun, mengelola, membangun, memangkas, memperbaiki, melatih. Frasa "bertanggung jawab atas" dihindari karena tidak menyebut tindakan.
Menulis hasil ketika angka tidak ada
Angka membuat hasil lebih meyakinkan, tetapi angka sering tidak tersedia. Kalau begitu, sebut perubahan yang bisa diamati. Contohnya waktu yang lebih singkat, kesalahan yang berkurang, berkas yang lebih rapi, atau alat kerja yang dipakai orang lain setelah Anda selesai.
Kalimat tanpa angka tetap jauh lebih baik daripada kalimat yang hanya menyebut tanggung jawab. Yang perlu dijaga adalah kejujuran: jangan mengarang angka, dan jangan membesarkan perubahan yang sebenarnya kecil. Hasil berupa pencegahan, misalnya tidak ada keluhan selama Anda menangani, juga boleh ditulis apa adanya.
Panjang poin dan jumlah poin
Panjang yang nyaman untuk satu poin adalah dua baris. Poin yang terlalu panjang sulit dibaca dan biasanya memuat lebih dari satu gagasan. Poin yang terlalu pendek terasa menggantung dan tidak menjelaskan apa pun.
Jumlah poin menyesuaikan relevansi pekerjaan. Tiga sampai lima poin untuk pekerjaan yang relevan, dua poin untuk pekerjaan lama yang tidak berhubungan. Yang penting bukan jumlahnya, melainkan setiap poin menambah informasi baru. Pemeriksa otomatis memeriksa panjang tiap poin sebagai salah satu temuan, di samping hasil terukur dan kata kerja tindakan. Temuan dihitung dari isi CV Anda sendiri, tanpa angka pembanding, dan membuka bagian yang perlu diperbaiki.
Menyisipkan kata kunci lowongan
Sebelum menulis uraian, baca deskripsi lowongan dan tandai kata yang menyebut keahlian, alat, atau kualifikasi. Kata yang muncul berulang biasanya kebutuhan utama posisi itu. Masukkan kata tersebut ke poin pengalaman yang paling relevan, dengan ejaan yang sama selama ejaan itu benar.
Kata kunci yang hanya ditempel di daftar keahlian tanpa muncul di uraian terasa kosong. Sebaliknya, kata kunci yang muncul sebagai bagian dari cerita pekerjaan menunjukkan bahwa Anda benar-benar memakainya. Cara memilih dan menempatkan kata kunci dibahas di kata kunci CV ATS.
Jangan menambahkan alat atau keahlian yang tidak Anda kuasai. Kata itu akan ditanyakan di wawancara, dan jawaban yang lemah merugikan Anda.
Mengatasi celah waktu dan pekerjaan lepas
Celah waktu dalam riwayat kerja menarik pertanyaan kalau tidak dijelaskan. Kalau celah itu diisi kursus, pekerjaan lepas, atau urusan keluarga, tulis kegiatan yang benar-benar dikerjakan beserta rentang waktunya. Celah yang dijelaskan lebih baik daripada celah yang menggantung.
Pekerjaan lepas ditulis dengan bentuk yang sama seperti pekerjaan tetap: peran, rentang waktu, dan hasil. Kalau kliennya banyak, sebutkan jenis pekerjaannya dan jumlah klien, bukan nama setiap klien. Untuk pekerjaan yang dikerjakan sambil kuliah atau sambil bekerja, sebutkan konteksnya singkat supaya rentang waktunya masuk akal.
Kesalahan yang membuat uraian tidak dibaca
Kesalahan pertama adalah menyalin uraian jabatan dari deskripsi kerja. Kalimat itu menjelaskan posisinya, bukan diri Anda, dan tidak menunjukkan apa yang Anda lakukan.
Kesalahan kedua adalah menulis satu paragraf panjang untuk setiap pekerjaan. Poin yang terpisah lebih mudah dibaca mesin dan manusia daripada paragraf.
Kesalahan ketiga adalah menaruh uraian di dalam tabel atau kolom. Untuk portal rekrutmen, seluruh isi harus mengalir dalam satu kolom. Sebabnya di kenapa CV dua kolom gagal dibaca ATS.
Kesalahan keempat adalah menuliskan semua pekerjaan dengan bobot yang sama. Perekrut ingin tahu pekerjaan mana yang paling dekat dengan posisi yang dilamar, dan bobot uraian menunjukkan itu.
Kesalahan kelima adalah mengosongkan tanggal atau menulis hanya tahun. Tanggal yang lengkap membantu pembaca menyusun kronologi.
Cara memeriksa bagian pengalaman sebelum dikirim
Uji pertama adalah pemeriksaan otomatis di Pembuat CV. Selesaikan temuan yang berkaitan dengan uraian, tanggal, dan panjang poin, lalu jalankan lagi.
Uji kedua adalah memastikan teksnya bisa diambil. Ekspor PDF, buka berkasnya, sorot satu poin, dan salin. Kalau teksnya bisa disalin, bagian itu berlapis teks dan mesin bisa membacanya.
Uji ketiga adalah membaca ulang dengan mata pembaca. Periksa apakah setiap poin menyebut tindakan dan hasil, dan apakah ada poin yang isinya sama dengan poin lain. Buang poin yang mengulang.
Uji keempat adalah mencocokkan dengan lowongan. Bandingkan kata kunci yang Anda tandai dengan kata yang muncul di uraian. Kata yang belum muncul dan memang Anda kuasai ditambahkan ke poin yang paling relevan.
Pertanyaan yang sering muncul
Berapa banyak poin yang wajar untuk satu pekerjaan? Tiga sampai lima poin untuk pekerjaan yang relevan, dan dua poin untuk pekerjaan lama yang tidak berhubungan. Setiap poin harus menambah informasi baru, bukan mengulang poin sebelumnya.
Apakah pekerjaan lama yang tidak berhubungan tetap ditulis? Tetap, supaya celah waktunya terjelaskan. Tulis singkat, lalu beri ruang lebih besar untuk pekerjaan yang relevan dengan posisi yang dilamar.
Bagaimana menulis hasil kalau angkanya tidak tersedia? Sebut perubahan yang bisa diamati, misalnya pekerjaan yang selesai lebih cepat atau proses yang lebih rapi. Kalimat tanpa angka tetap lebih baik daripada kalimat yang hanya menyebut tanggung jawab.
Apakah magang dan pekerjaan lepas dihitung sebagai pengalaman? Dihitung. Tulis peran, rentang waktu, dan hasilnya dengan cara yang sama seperti pekerjaan tetap.
Apakah urutan poin di dalam satu pekerjaan penting? Ya. Letakkan poin yang paling relevan dengan posisi yang dilamar di urutan pertama, karena itulah yang dibaca lebih dulu.
Tulis hasilnya, bukan jabatannya
Buka deskripsi lowongan, tandai kata kuncinya, lalu tulis uraian pekerjaan Anda sebagai tindakan dan hasil. Kerjakan di Pembuat CV jalur ATS, jalankan pemeriksaan otomatis, dan perbaiki temuan yang muncul. Setelah itu lanjutkan ke CV ATS dan Panduan CV dan Karier untuk memahami aturan yang lebih luas.