Kemampuan bahasa di CV ditulis sebagai daftar bahasa dengan tingkat penguasaan yang jelas. Contoh yang aman: "Bahasa Indonesia: penutur asli. Bahasa Inggris: profesional, terbiasa menulis laporan dan mengikuti rapat." Tingkatnya dijelaskan dengan kemampuan nyata, bukan dengan angka yang tidak Anda tentukan sendiri. Yang membuat bagian ini berguna adalah kejujurannya, karena bahasa akan langsung diuji saat wawancara.
Bagian bahasa adalah salah satu dari sebelas bagian yang bisa diisi di Pembuat CV. Di jalur ATS, bagian bahasa selalu dicetak utuh, tidak boleh terbelah di antara dua halaman. Bagian ini juga termasuk bagian pendukung, jadi ia melengkapi pengalaman kerja dan pendidikan, bukan menggantikannya.
Kapan bagian bahasa perlu diisi
Isi bagian ini kalau posisi yang dilamar memakai bahasa selain bahasa Indonesia, atau kalau lowongannya menyebut kemampuan bahasa sebagai syarat. Untuk posisi yang melayani klien asing, berkomunikasi dengan kantor pusat di luar negeri, atau menulis dokumentasi berbahasa Inggris, bagian bahasa menjadi penting.
Isi juga kalau kemampuan bahasa Anda adalah nilai tambah yang nyata. Misalnya, melamar posisi di perusahaan yang pasarnya mencakup beberapa negara, lalu Anda menguasai bahasa di salah satu pasar itu.
Kalau posisinya sepenuhnya berbahasa Indonesia dan tidak menyebut bahasa lain, bagian ini bisa dikosongkan. Bagian kosong tidak ikut tercetak, dan CV Anda tetap rapi. Mengisi bagian ini dengan bahasa yang tidak relevan hanya menambah baris.
Menulis tingkat penguasaan dengan jujur
Hindari menulis tingkat dengan angka seperti "bahasa Inggris 80 persen". Angka itu tidak punya standar, dan setiap orang mengartikannya berbeda. Pembaca tidak tahu apakah angka itu berarti bisa percakapan sehari-hari atau bisa bernegosiasi.
Gunakan deskripsi kemampuan yang bisa dibayangkan. Tingkat yang umum dipakai: penutur asli, mahir, profesional, menengah, dan dasar. Untuk masing-masing, sebutkan kemampuan yang nyata. Misalnya "profesional: mampu menulis surel dan laporan, serta mengikuti rapat tanpa penerjemah."
Sebutkan juga keterampilan spesifik kalau ada. Kemampuan membaca dokumen teknis, menulis konten, atau berbicara di depan publik adalah kemampuan yang berbeda. Kalau Anda kuat di salah satunya, sebutkan.
Jangan melebih-lebihkan. Bahasa adalah kemampuan yang paling mudah diuji, dan penguji terberatnya adalah percakapan biasa. Kalau Anda menulis mahir tetapi gugup saat ditanya, kredibilitas bagian lain di CV ikut turun.
Menyebut bukti kemampuan bahasa
Bukti membuat klaim tingkat bahasa lebih meyakinkan. Bukti yang paling kuat adalah uji kemampuan resmi dengan skor, kalau Anda punya. Sebutkan nama ujinya dan skornya.
Bukti kedua adalah pengalaman nyata. Pernah bekerja dengan tim berbahasa asing, menulis dokumentasi, atau menangani klien dari negara tertentu. Pengalaman seperti ini menunjukkan kemampuan yang sudah dipakai, bukan hanya dipelajari.
Bukti ketiga adalah pendidikan. Gelar dari program yang diajarkan dalam bahasa tersebut, atau masa belajar di negara yang memakai bahasa itu. Ini menunjukkan paparan yang panjang.
Kalau tidak ada bukti formal, deskripsi kemampuan yang spesifik sudah cukup. "Terbiasa membaca dokumen teknis berbahasa Inggris" lebih meyakinkan daripada "bahasa Inggris: baik", karena pembaca tahu kemampuan mana yang Anda miliki.
Menyesuaikan dengan posisi yang dilamar
Baca deskripsi lowongan dan cari bahasa yang disebut. Kalau lowongan menyebut bahasa Inggris aktif, kemampuan itu harus terlihat jelas di CV. Kalau lowongan menyebut bahasa Mandarin sebagai nilai tambah, cantumkan kalau Anda menguasainya.
Sesuaikan urutannya. Bahasa yang paling relevan dengan posisi diletakkan lebih dulu. Bahasa Indonesia sering tidak perlu disebut untuk lamaran di dalam negeri, kecuali lowongannya menghargai kemampuan berbahasa Indonesia yang baik, misalnya posisi penulisan atau penyuntingan.
Sesuaikan tingkatannya dengan kebutuhan posisi. Kalau posisinya menuntut komunikasi lisan, tonjolkan kemampuan berbicara. Kalau posisinya menuntut penulisan, tonjolkan kemampuan menulis. Bahasa yang sama bisa berguna dengan cara yang berbeda.
Menaruh bagian bahasa di urutan CV
Bagian bahasa biasanya diletakkan di bagian pendukung, setelah pendidikan dan sebelum referensi. Posisinya tidak perlu di atas kalau bahasa bukan syarat utama posisi.
Kalau bahasa adalah syarat utama, misalnya untuk posisi penerjemah atau staf yang menangani klien asing, bagian ini bisa naik lebih dekat ke atas. Bisa juga disebut di ringkasan, karena ringkasan dicetak sebagai paragraf pembuka di bawah kontak di jalur ATS.
Bagian ini bisa digeser posisinya lewat Pembuat CV. Patokan menyusun urutan bagian ada di urutan bagian CV yang benar.
Bahasa dan kata kunci
Nama bahasa adalah kata kunci yang mudah dicocokkan mesin pemindai resume. Kalau lowongan menyebut bahasa tertentu, pastikan nama bahasa itu muncul di CV dengan ejaan yang sama. Misalnya, tulis "bahasa Inggris" seperti yang tertulis di deskripsi lowongan.
Tingkat penguasaan juga bisa menjadi kata kunci. Lowongan yang menyebut "kemampuan bahasa Inggris aktif" akan mencari kata "aktif" atau padanannya. Tulis tingkatnya dengan kata yang jelas, bukan dengan angka.
Jangan menambahkan bahasa yang tidak Anda kuasai demi mengejar kata kunci. Bahasa akan diuji, dan klaim yang tidak benar akan ketahuan. Kalau Anda punya kemampuan dasar, tulis apa adanya, dan biarkan bagian lain yang menonjol.
Kesalahan umum di bagian bahasa
Kesalahan pertama adalah menulis tingkat dengan angka tanpa standar. "Bahasa Inggris 70 persen" tidak berarti apa-apa bagi pembaca. Ganti dengan deskripsi kemampuan yang bisa dibayangkan.
Kesalahan kedua adalah menulis semua bahasa yang pernah dipelajari. Bahasa yang dipelajari di sekolah bertahun-tahun lalu tetapi tidak pernah dipakai sebaiknya tidak ditulis, kecuali tingkatnya masih bisa dipertahankan.
Kesalahan ketiga adalah menyebut bahasa tanpa keterangan sama sekali. Daftar "Indonesia, Inggris, Jepang" tidak menjelaskan tingkat apa pun. Pembaca tidak bisa menilai apakah Anda bisa memakai bahasa itu untuk bekerja.
Kesalahan keempat adalah melebih-lebihkan tingkat. Bahasa adalah kemampuan yang paling cepat terbukti saat wawancara. Tingkat yang terlalu tinggi justru membuat Anda terlihat tidak siap.
Kesalahan kelima adalah menempatkan bagian ini di atas padahal tidak relevan. Bahasa yang tidak dipakai di posisi itu tidak perlu mengambil ruang di bagian atas CV.
Memeriksa bagian bahasa
Jalankan pemeriksaan otomatis di Pembuat CV setelah bagian ini diisi. Pemeriksa memeriksa bagian pendukung dan menampilkan temuan yang perlu diperbaiki. Setiap temuan dihitung dari isi CV Anda sendiri, tanpa angka pembanding.
Periksa juga konsistensi ejaan nama bahasa. Kalau di satu tempat Anda menulis "bahasa Inggris" dan di tempat lain "Inggris", pembaca bisa ragu. Seragamkan.
Ekspor PDF A4 210 x 297 milimeter tanpa watermark dan tanpa logo, lalu buka hasilnya. Bagian bahasa dan referensi selalu dicetak utuh, tidak boleh terbelah di antara dua halaman, jadi pastikan tampilannya sudah sesuai sebelum dikirim.
Pertanyaan yang sering muncul
Apakah bahasa Indonesia perlu dicantumkan? Untuk lamaran di dalam negeri, biasanya tidak perlu, kecuali posisinya menghargai kemampuan berbahasa Indonesia secara khusus, misalnya posisi penulisan atau penyuntingan.
Bagaimana menulis tingkat bahasa tanpa skor ujian? Gunakan deskripsi kemampuan yang spesifik. Sebutkan kemampuan yang benar-benar Anda pakai, misalnya membaca dokumen teknis atau mengikuti rapat.
Apakah bahasa daerah bisa dicantumkan? Bisa, kalau relevan dengan posisi. Misalnya untuk posisi yang melayani wilayah tertentu. Kalau tidak relevan, bagian ini lebih baik diisi bahasa yang dipakai posisi itu.
Apakah bahasa isyarat bisa masuk? Bisa, dan itu kemampuan yang nyata. Tulis dengan tingkat penguasaan yang sama jelasnya dengan bahasa lain.
Apakah tingkat bahasa harus sama untuk semua bahasa? Tidak. Tulis tingkat masing-masing bahasa sesuai kemampuan Anda yang sebenarnya. Tidak ada keharusan untuk meratakan.
Tulis yang bisa Anda buktikan
Kemampuan bahasa adalah bagian pendukung yang nilainya datang dari kejujuran dan kejelasan. Tulis bahasa yang relevan, jelaskan tingkatnya dengan kemampuan nyata, dan sebutkan buktinya kalau ada. Kerjakan di Pembuat CV, periksa temuannya, lalu ekspor berkas PDF-nya. Untuk bagian pendukung lain, lihat cara menulis sertifikasi di CV dan cara menulis prestasi di CV. Panduan umumnya ada di CV ATS.