Sertifikasi ditulis di CV dengan nama sertifikat, penerbit, dan tahun perolehan. Tiga hal itu sudah cukup. Yang membuat bagian sertifikasi berguna bukan panjangnya daftar, melainkan relevansinya dengan posisi yang dilamar. Sertifikat yang tidak berhubungan dengan pekerjaan yang dituju hanya menambah baris tanpa menambah nilai.
Sertifikasi juga bukan pengganti pengalaman. Ia bukti bahwa Anda pernah menyelesaikan pelatihan atau lulus ujian tertentu, bukan bukti bahwa Anda sudah mengerjakan pekerjaan itu. Pembaca yang berpengalaman tahu bedanya, dan itulah sebabnya sertifikat perlu ditempatkan sebagai penunjang, bukan sebagai pusat CV.
Apa saja yang perlu dicantumkan
Nama sertifikat ditulis apa adanya, sesuai nama resminya. Jangan disingkat sendiri atau diterjemahkan kalau nama resminya dalam bahasa lain, karena penerbit dan perekrut mengenalnya dengan nama itu.
Penerbit sertifikat dicantumkan karena ia menentukan bobot sertifikatnya. Sertifikat dari lembaga yang dikenal berbeda nilainya dari sertifikat dari lembaga yang tidak jelas. Kalau penerbitnya kurang dikenal, sebutkan bidangnya secara singkat.
Tahun perolehan dicantumkan untuk menunjukkan kapan sertifikat itu didapat. Tanggal lengkap biasanya tidak diperlukan; tahun saja cukup. Kalau sertifikatnya punya masa berlaku, masa berlakunya bisa disebut, terutama untuk sertifikasi yang wajib diperbarui.
Nomor sertifikat tidak perlu dicantumkan di CV. Nomor itu diberikan saat diminta verifikasi. Mencantumkannya di CV hanya menambah deretan angka yang tidak dibaca dan berisiko salah ketik.
Sertifikasi yang layak ditulis
Prioritaskan sertifikasi yang diminta atau disebut di deskripsi lowongan. Kalau lowongan menyebut sertifikasi tertentu sebagai syarat, sertifikat itu naik ke bagian atas daftar, atau bahkan ke bagian pendidikan supaya lebih terlihat.
Sertifikasi yang berhubungan dengan alat atau metode yang Anda pakai sehari-hari juga layak ditulis. Misalnya sertifikasi penggunaan perangkat lunak tertentu, atau pelatihan metode kerja yang relevan dengan posisi.
Sertifikasi wajib untuk profesi tertentu harus ditulis, karena tanpa itu lamaran Anda tidak lengkap. Sertifikasi kesehatan, keuangan, dan keselamatan kerja biasanya masuk kategori ini. Untuk lamaran ke instansi yang mensyaratkan sertifikat tertentu, periksa pengumuman resminya karena ketentuan tiap instansi berbeda.
Sertifikasi yang sedang Anda tempuh bisa ditulis dengan keterangan bahwa prosesnya belum selesai. Ini jujur dan tetap menunjukkan usaha Anda. Jangan menuliskan sertifikat yang belum lulus seolah-olah sudah diperoleh.
Sertifikasi yang sebaiknya dilewati
Sertifikat yang tidak berhubungan dengan posisi sebaiknya dilewati. Sertifikat komputer dasar dari bertahun-tahun lalu, misalnya, tidak menambah nilai untuk posisi yang menuntut keahlian teknis lanjutan.
Sertifikat yang sudah kedaluwarsa dan tidak bisa diperbarui sebaiknya tidak ditulis. Kalau sertifikatnya masih berlaku dan relevan, sebutkan masa berlakunya. Kalau sudah tidak berlaku, lebih baik dilewati.
Sertifikat dari lembaga yang tidak bisa diverifikasi juga sebaiknya dilewati. Kalau Anda ragu apakah penerbitnya dikenal, cek dulu. Sertifikat yang tidak bisa dicek asalnya justru bisa merugikan.
Sertifikat yang hanya berupa surat keterangan mengikuti acara, tanpa ujian atau penilaian, tidak perlu ditulis. Kehadiran di sebuah acara bukan bukti penguasaan.
Cara menuliskannya secara ringkas
Gunakan satu baris per sertifikat. Format yang aman: nama sertifikat, penerbit, tahun. Contohnya, "Sertifikasi Analis Data, lembaga pelatihan, tahun perolehan." Satu baris membuat daftar mudah dipindai mata.
Kalau sertifikatnya banyak dan semuanya relevan, kelompokkan berdasarkan jenis. Misalnya kelompok sertifikasi teknis dan kelompok sertifikasi keselamatan. Pengelompokan membantu pembaca menemukan yang mereka cari.
Kalau hanya ada dua atau tiga sertifikat, daftar biasa sudah cukup. Tidak perlu membuat subjudul untuk daftar yang pendek.
Kalau sertifikat itu menuntut Anda menyelesaikan proyek atau ujian, hasilnya bisa disebutkan. Misalnya nilai ujian atau tingkat kelulusan, kalau angkanya memang kuat. Kalau tidak, cukup nama dan tahun.
Menaruh sertifikasi di urutan CV
Sertifikasi adalah bagian pendukung, dan biasanya diletakkan setelah pendidikan. Namun ada pengecualian. Kalau sertifikat itu wajib untuk posisi yang dilamar, letakkan lebih dekat ke atas, misalnya tepat setelah pendidikan atau bahkan menyatu dengan bagian pendidikan.
Kalau Anda pelamar awal yang belum punya pengalaman kerja, sertifikasi bisa naik ke atas bersama pendidikan dan proyek. Sertifikat yang relevan menunjukkan bahwa Anda sudah menyiapkan diri untuk bidang itu.
Kalau Anda pelamar berpengalaman, sertifikasi tetap di bagian pendukung. Pengalaman kerja tetap porosnya, dan sertifikasi melengkapinya.
Susunan bagian bisa diubah lewat Pembuat CV. Kalau bagian sertifikasi dibiarkan kosong, ia tidak ikut tercetak, jadi CV tidak terlihat bolong. Susunan seluruh bagian dibahas di urutan bagian CV yang benar.
Sertifikasi dan kata kunci
Nama sertifikat sering memuat kata kunci yang dicari mesin pemindai resume. Kalau lowongan menyebut nama sertifikasi tertentu, tulis nama itu persis seperti yang tertulis di deskripsi lowongan, selama memang sertifikat Anda namanya sama.
Jangan menambahkan nama sertifikasi yang tidak Anda miliki demi mengejar kata kunci. Sertifikat bisa diverifikasi, dan klaim yang tidak benar akan ketahuan. Kalau Anda sedang menempuh sertifikasi itu, tulis dengan keterangan yang jujur.
Kata kunci juga bisa muncul dari isi sertifikasinya. Misalnya, sertifikasi keamanan kerja memuat kata kunci tentang prosedur keselamatan. Kata kunci itu berguna kalau posisinya berhubungan.
Kesalahan umum di bagian sertifikasi
Kesalahan pertama adalah mencantumkan semua sertifikat tanpa memilih. Daftar panjang yang berisi sertifikat tidak relevan membuat pembaca berhenti membaca sebelum sampai ke bagian yang penting.
Kesalahan kedua adalah menulis singkatan yang tidak dikenal. Singkatan lokal mungkin dimengerti di satu tempat, tetapi tidak di tempat lain. Tulis nama lengkapnya sekali, baru singkatannya dalam tanda kurung kalau perlu.
Kesalahan ketiga adalah mengklaim sertifikasi yang belum selesai. Tulis dengan jelas bahwa prosesnya masih berjalan. Kejujuran di sini lebih aman daripada klaim yang tidak bisa dibuktikan.
Kesalahan keempat adalah meletakkan sertifikasi wajib di bagian bawah. Kalau sertifikat itu syarat mutlak, ia harus terlihat lebih dulu. Jangan biarkan pembaca mencarinya.
Kesalahan kelima adalah lupa memperbarui daftar. Sertifikasi baru yang sudah diperoleh tapi belum masuk CV adalah kerugian yang mudah dihindari. Periksa daftarnya setiap kali Anda melamar.
Memeriksa bagian sertifikasi
Pemeriksa otomatis di Pembuat CV memeriksa bagian pendukung, termasuk sertifikasi. Ia menghitung temuan dari isi CV Anda sendiri, tanpa angka pembanding, dan setiap temuan yang belum lolos membuka bagian yang perlu diperbaiki.
Periksa juga kelengkapan tanggal. Sertifikat tanpa tahun menyulitkan pembaca menilai apakah sertifikat itu masih relevan. Tahun saja sudah cukup.
Setelah isinya rapi, ekspor PDF A4 210 x 297 milimeter tanpa watermark dan tanpa logo. Buka hasilnya, lalu baca ulang bagian sertifikasi untuk memastikan tidak ada nama yang salah ketik. Nama penerbit yang salah ketik adalah kesalahan kecil yang memberi kesan kurang teliti.
Pertanyaan yang sering muncul
Apakah sertifikat harus relevan dengan posisi? Idealnya ya. Sertifikat yang tidak berhubungan hanya menambah baris. Kalau ruangnya terbatas, dahulukan yang relevan.
Apakah sertifikat online boleh ditulis? Boleh, selama penerbitnya bisa diverifikasi dan isinya relevan. Sebutkan nama penerbitnya dengan jelas.
Bagaimana menulis sertifikasi yang masih berjalan? Tulis namanya dengan keterangan bahwa prosesnya belum selesai, misalnya "sedang ditempuh" beserta perkiraan tahun selesai. Jangan menulis seolah sudah lulus.
Apakah perlu mencantumkan nomor sertifikat? Tidak perlu. Nomor sertifikat diberikan saat diminta verifikasi. Cukup nama, penerbit, dan tahun.
Di mana menaruh sertifikasi yang wajib untuk posisi? Lebih dekat ke atas, misalnya setelah pendidikan. Jangan biarkan sertifikat yang menjadi syarat tenggelam di bagian bawah.
Sertifikasi sebagai penunjang
Sertifikasi berguna sebagai bukti keseriusan Anda di bidang yang dilamar, bukan sebagai pengganti pengalaman. Tulis yang relevan, sebutkan penerbit dan tahun, lalu letakkan di tempat yang mudah ditemukan. Kerjakan di Pembuat CV, periksa temuan yang muncul, lalu unduh berkasnya. Untuk bagian pendukung lain, lihat cara menulis prestasi di CV dan cara menulis project di CV. Gambaran besarnya ada di CV ATS.