CV untuk posisi marketing harus memuat angka. Pemasaran adalah bidang yang hasilnya diukur: jumlah audiens, jumlah interaksi, jumlah prospek, dan biaya yang dikeluarkan. Perekrut marketing membaca CV untuk mencari bukti bahwa Anda pernah memegang sebuah kanal atau kampanye, dan bahwa hasilnya bisa Anda sebutkan. CV yang hanya berisi daftar kegiatan promosi tanpa angka sulit dinilai.

Kesulitan utamanya bukan menulis angka, melainkan memilih angka yang benar. Tidak semua hasil pemasaran bisa diklaim sebagai hasil kerja Anda, terutama kalau pekerjaannya berkelompok atau kalau anggarannya besar. Artikel ini membahas cara memilih angka yang jujur, menyebut kanal dengan jelas, dan menulis peran Anda tanpa melebih-lebihkan.

Kata kunci yang dicari untuk posisi marketing

Mulai dari deskripsi lowongan. Kata kunci pemasaran berbeda menurut jenis posisinya. Untuk pemasaran digital, kata yang sering muncul berkisar pada pengelolaan media sosial, iklan berbayar, konten, surel, dan analitik. Untuk pemasaran yang berhubungan dengan penjualan, kata yang muncul berkisar pada prospek, hubungan pelanggan, dan pencapaian target.

Sebut nama kanal dan perangkat yang Anda pakai. Nama platform yang pernah Anda kelola termasuk kata kunci yang dicari, dan begitu juga nama perangkat analitik atau penjadwalan konten. Tulis dengan ejaan yang sama seperti di lowongan, karena pencocokan kata bekerja pada bentuk yang tertulis. Cara memilih kata kunci secara umum ada di Kata Kunci CV ATS.

Jangan menambahkan istilah yang tidak Anda kuasai. Istilah teknis pemasaran, misalnya nama jenis iklan atau metrik tertentu, akan ditanyakan di wawancara. Kalau Anda pernah menjalankannya dalam skala kecil, tetap tulis apa adanya dengan skala yang benar. Kejujuran soal skala lebih aman daripada klaim besar yang tidak bisa Anda jelaskan.

Memilih angka yang jujur

Angka pertama yang paling mudah dipertanggungjawabkan adalah angka yang Anda catat sendiri. Jumlah konten yang Anda buat per minggu, jumlah kanal yang Anda kelola, jumlah pengikut yang bertambah selama Anda memegang akun, atau jumlah surel yang Anda kirim. Semuanya bisa Anda hitung dari catatan kerja, dan semuanya bisa Anda jelaskan kalau ditanya.

Angka kedua adalah hasil yang bisa dipisahkan peran Anda. Kalau kampanye dikerjakan tim, sebutkan bagian yang Anda tangani. Misalnya Anda menyusun materi konten, sementara orang lain mengatur anggaran iklan. Menulis "meningkatkan penjualan" untuk pekerjaan tim adalah klaim yang tidak bisa Anda pertahankan saat ditanya rinciannya.

Angka ketiga adalah perbandingan sebelum dan sesudah. Kalau Anda mengambil alih sebuah akun dan mengubah cara pengelolaannya, sebut keadaan awalnya dan keadaan setelahnya. Perbandingan seperti ini menunjukkan dampak, bukan hanya aktivitas. Sebutkan juga periode perbandingannya supaya pembaca tahu rentang waktunya.

Yang perlu dihindari adalah angka tanpa asal. Persentase yang dibulatkan ke atas, angka penjualan yang tidak pernah Anda lihat catatannya, atau klaim pertumbuhan yang tidak bisa Anda jelaskan cara mengukurnya. Angka yang tidak bisa Anda pertanggungjawabkan lebih berbahaya daripada tidak ada angka, karena ia akan terbongkar di wawancara.

Menulis peran dan kanal dengan jelas

Setiap pengalaman sebaiknya menyebut kanal atau lingkup yang Anda pegang. Menulis "mengelola media sosial" terlalu umum. Menulis "mengelola akun Instagram dan TikTok untuk satu lini produk" langsung memberi gambaran tentang lingkupnya.

Sebut jenis pekerjaannya. Pemasaran punya banyak jenis pekerjaan yang berbeda: menyusun rencana konten, menulis naskah, mengatur jadwal tayang, menjawab pesan pelanggan, membaca data, atau mengatur kerja sama dengan pihak lain. Pilih yang benar-benar Anda kerjakan, dan tulis dengan kata kerja yang tepat.

Sebut hasil yang mengikuti pekerjaan itu. Konten yang tayang terjadwal, pesan pelanggan yang dijawab dalam waktu tertentu, atau laporan bulanan yang disusun dari data kanal. Hasil tidak selalu berupa kenaikan penjualan; hasil bisa berupa proses yang menjadi lebih teratur, dan itu tetap bernilai. Kalau Anda pernah memegang anggaran, sebutkan skalanya. Kalau belum, tidak perlu menulis apa pun tentang anggaran, karena pertanyaan lanjutannya biasanya menanyakan bagaimana dana itu dialokasikan.

Menulis pengalaman kampanye

Kampanye adalah bentuk pekerjaan pemasaran yang paling mudah ditulis, karena ia punya awal, akhir, dan hasil. Tulis nama atau jenis kampanyenya, peran Anda, periodenya, lalu hasilnya dalam satu sampai tiga poin.

Poin pertama menyebut apa yang Anda kerjakan. Misalnya menyusun jadwal tayang, menulis materi, atau mengatur kerja sama dengan pembuat konten. Poin kedua menyebut bagaimana pekerjaan itu dijalankan, misalnya kanal apa yang dipakai dan berapa lama kampanyenya berjalan. Poin ketiga menyebut hasil yang tercatat, baik berupa angka maupun perubahan yang bisa diamati.

Kalau kampanyenya tidak mencapai target, jangan mengarang hasil. Sebutkan apa yang dipelajari dan apa yang diubah setelahnya. Cerita tentang perbaikan sering lebih menarik bagi perekrut daripada klaim keberhasilan, karena menunjukkan bahwa Anda membaca data dan menyesuaikan langkah.

Untuk pekerjaan yang berulang setiap bulan, misalnya mengelola kalender konten, tunjukkan konsistensinya. Jumlah konten yang tayang sesuai jadwal selama beberapa bulan menunjukkan bahwa Anda bisa menjaga ritme kerja, dan itu keterampilan yang dicari di posisi pemasaran.

Menyusun bagian keahlian untuk posisi marketing

Kelompokkan keahlian menurut jenis pekerjaannya. Kategori pertama bisa berisi pengelolaan kanal dan konten. Kategori kedua berisi penulisan materi pemasaran. Kategori ketiga berisi pembacaan data dan penyusunan laporan. Kategori keempat berisi perangkat yang Anda pakai.

Untuk perangkat, sebut hal yang benar-benar Anda kerjakan di dalamnya. Menulis nama perangkat tanpa keterangan tidak menunjukkan kemampuan, sementara menyebut jenis pekerjaan yang Anda selesaikan dengan perangkat itu memberi gambaran yang jelas dan sekaligus menyiapkan bahan jawaban kalau ditanya. Soft skill seperti kreatif dan komunikatif sebaiknya tidak ditulis sebagai daftar, tetapi dipindahkan ke uraian pengalaman supaya bisa diperiksa lewat peristiwanya. Cara menyusun bagian keahlian ada di Cara Menulis Keahlian di CV ATS.

Kalau Anda belum punya pengalaman kerja di bidang marketing

Pengalaman bisa datang dari pekerjaan lepas, usaha kecil, atau kegiatan yang Anda jalankan sendiri. Mengelola akun usaha keluarga, membantu promosi kegiatan, atau menjual barang secara daring adalah pengalaman pemasaran yang nyata. Tulis dengan pola yang sama: kanal, peran, periode, dan hasil.

Proyek pribadi juga bisa dipakai selama ada hasil yang bisa ditunjukkan. Kalau Anda pernah mengelola akun untuk keperluan sendiri dan mencatat pertumbuhannya, pengalaman itu bisa ditulis, dengan catatan skalanya disebut apa adanya. Jangan menyamarkan proyek pribadi sebagai pekerjaan profesional, karena perbedaannya akan terlihat saat ditanya.

Kursus dan sertifikasi bisa melengkapi. Sebut programnya, lalu jelaskan satu hal yang sudah Anda praktikkan. Sertifikat yang tidak diikuti praktik kurang meyakinkan dibandingkan kemampuan yang bisa Anda tunjukkan lewat pekerjaan kecil.

Kesalahan yang sering terjadi di CV pelamar marketing

Kesalahan pertama adalah menulis klaim tanpa angka. Kalimat seperti "meningkatkan kesadaran merek" tidak bisa dinilai tanpa ukuran. Ganti dengan hasil yang bisa diperiksa, misalnya jumlah tayangan yang tercatat atau jumlah pengikut yang bertambah.

Kesalahan kedua adalah mengklaim hasil tim sebagai hasil pribadi. Sebut peran Anda secara spesifik, dan biarkan kontribusi Anda berbicara lewat rinciannya.

Kesalahan ketiga adalah memakai istilah yang tidak dipahami. Istilah pemasaran berubah cepat, dan menulis istilah yang sedang populer tanpa bisa menjelaskannya akan merugikan di wawancara.

Kesalahan keempat adalah mengirim CV yang sama untuk posisi pemasaran yang berbeda jenis. Pemasaran digital, pemasaran produk, dan pemasaran yang berhubungan dengan penjualan menuntut penekanan yang berbeda. Sesuaikan ringkasan dan urutan keahlian dengan jenis posisinya, seperti dijelaskan di Cara Mencocokkan CV dengan Lowongan.

Pertanyaan yang sering muncul

Apakah harus menyebut angka kalau hasilnya kecil? Ya, selama angkanya benar dan bisa Anda jelaskan. Skala kecil tetap menunjukkan cara Anda bekerja. Yang berbahaya adalah membesarkan angka yang tidak sesuai catatan.

Bagaimana kalau saya bekerja dalam tim dan hasilnya tidak bisa dipisahkan? Sebut peran Anda secara spesifik dan jelaskan bagian mana yang Anda tangani. Pembaca yang berpengalaman akan menilai kontribusinya dari rincian pekerjaan, bukan dari angka besar.

Apakah pengalaman jualan pribadi bisa masuk CV? Bisa, selama Anda menyebut skalanya apa adanya dan bisa menjelaskan cara kerjanya. Pengalaman itu menunjukkan bahwa Anda pernah menjalankan pemasaran secara langsung.

Susun CV yang bisa dinilai

Pilih kanal dan kampanye yang paling relevan, tulis peran Anda dengan jelas, lalu lengkapi dengan angka yang Anda catat sendiri. Kerjakan di Pembuat CV jalur ATS, jalankan pemeriksaan otomatis, dan ekspor PDF A4 tanpa watermark. Untuk gambaran yang lebih luas, lanjutkan ke CV ATS dan Panduan CV dan Karier.