CV programmer dinilai dari tiga hal: teknologi yang Anda pakai, proyek yang Anda kerjakan, dan peran Anda di dalam proyek itu. Daftar teknologi saja tidak cukup, karena siapa pun bisa menulis nama perkakas. Yang membedakan adalah keterangan tentang apa yang dibangun, bagian mana yang Anda tangani, dan bagaimana hasilnya bekerja. CV yang memuat ketiganya lebih mudah dinilai daripada CV yang hanya berisi daftar kemampuan.
Bidang perangkat lunak juga punya kebiasaan penilaian tersendiri. Perekrut teknis biasanya membaca proyek lebih dulu daripada pendidikan, dan mereka mencari bukti yang bisa diperiksa, misalnya tautan repositori atau aplikasi yang bisa dibuka. Karena itu, susunan CV programmer sering berbeda dari CV posisi lain, dan artikel ini membahas perbedaan itu beserta cara menulisnya.
Kata kunci yang dicari untuk posisi programmer
Deskripsi lowongan adalah sumber kata kunci yang paling akurat. Untuk posisi programmer, kata kunci biasanya terbagi menjadi tiga kelompok: bahasa pemrograman, kerangka kerja atau pustaka, dan perkakas pendukung seperti basis data, sistem kendali versi, serta layanan awan. Salin ejaan yang dipakai lowongan, karena pencocokan kata bekerja pada bentuk yang tertulis.
Tulis teknologi pada tingkat yang benar. Menulis "menguasai pemrograman" tidak memberi informasi. Menulis nama bahasa, kerangka kerja, dan basis data yang benar-benar Anda pakai memberi gambaran yang bisa dinilai. Kelompokkan teknologi supaya yang paling relevan dengan lowongan terbaca lebih dulu.
Hati-hati dengan istilah tingkat kemampuan. Menulis "mahir" untuk semua teknologi membuat daftarnya kehilangan arti. Sebagian programmer memakai tingkatan yang jelas, misalnya pernah dipakai di produksi, pernah dipakai untuk proyek pribadi, atau baru dipelajari. Pembedaan seperti itu lebih jujur dan lebih berguna bagi pembaca. Aturan umum pemilihan kata kunci ada di Kata Kunci CV ATS.
Menulis proyek sebagai poros CV
Untuk programmer, bagian proyek sering lebih penting daripada bagian pengalaman kerja, terutama bagi pelamar awal. Tulis proyek dengan pola yang sama seperti pengalaman: nama proyek, peran, periode, teknologi yang dipakai, lalu hasilnya.
Poin pertama menjelaskan apa yang dibangun dan untuk siapa. Misalnya aplikasi pencatatan sederhana untuk kebutuhan internal, atau situs profil untuk keperluan pribadi. Kejelasan tujuan membuat pembaca memahami konteksnya tanpa harus membuka tautan.
Poin kedua menjelaskan bagian yang Anda kerjakan. Kalau proyeknya berkelompok, sebut modul atau fitur yang Anda tangani. Kalau Anda mengerjakan seluruhnya sendiri, sebut itu juga, karena lingkup pekerjaan yang luas tetap perlu dijelaskan supaya tidak terbaca sebagai klaim kosong.
Poin ketiga menjelaskan keputusan teknis yang Anda ambil. Bagian ini yang paling membedakan CV programmer yang kuat. Contohnya memilih penyimpanan tertentu karena ukuran datanya kecil, atau memisahkan bagian antarmuka dan bagian data supaya mudah diubah. Keputusan teknis menunjukkan cara berpikir, bukan hanya hasil akhir.
Poin keempat menjelaskan hasil yang bisa diamati. Jumlah pengguna, jumlah data yang diproses, waktu proses yang menjadi lebih singkat, atau jumlah kesalahan yang berkurang. Angka harus berasal dari pengukuran Anda sendiri, bukan perkiraan. Kalau tidak ada angka, sebut perubahan yang bisa diamati, misalnya fitur yang tadinya dikerjakan manual menjadi otomatis.
Menulis pengalaman kerja teknis
Untuk programmer yang sudah bekerja, bagian pengalaman kerja menjadi poros. Sebut nama posisi dengan istilah yang umum dipakai, misalnya pengembang aplikasi, pengembang web, atau pengembang backend. Istilah yang terlalu khusus untuk satu perusahaan menyulitkan pembaca membandingkan pengalaman Anda dengan lowongan.
Setiap pengalaman menyebut lingkup kerja dan teknologi yang dipakai. Kalau Anda memelihara sistem yang sudah berjalan, sebut itu dengan jelas, karena pekerjaan memelihara menunjukkan kemampuan membaca kode orang lain. Kalau Anda membangun dari awal, sebut juga, karena tantangannya berbeda.
Sebutkan hasil yang berhubungan dengan sistem, bukan hanya aktivitas. Mengubah cara pemrosesan data sehingga waktu tunggu berkurang, atau merapikan struktur kode sehingga penambahan fitur menjadi lebih cepat. Kalimat seperti itu menunjukkan dampak pekerjaan teknis pada orang lain, dan itu yang dicari perusahaan.
Kalau Anda pernah menangani gangguan sistem, sebut peran Anda. Menemukan penyebab masalah, memperbaiki sementara, lalu memperbaiki akar masalahnya adalah rangkaian pekerjaan yang menunjukkan ketenangan dan ketelitian. Pekerjaan seperti ini jarang ditulis padahal nilainya besar.
Menampilkan tautan yang bisa diperiksa
Tautan profil dan repositori termasuk isi yang dicari perekrut programmer. Cantumkan tautan yang bisa dibuka tanpa perlu masuk akun, dan pastikan isinya masih relevan dengan posisi yang dilamar. Kalau repositori Anda berisi banyak proyek yang berbeda, rapikan bagian depan halaman profil supaya proyek yang paling relevan terlihat lebih dulu.
Jangan menautkan proyek yang tidak bisa Anda jelaskan. Setiap tautan adalah undangan untuk bertanya, dan proyek yang tidak bisa Anda ceritakan prosesnya akan merugikan. Lebih baik menautkan dua proyek yang Anda kuasai ceritanya daripada enam proyek yang hanya Anda unggah. Periksa juga tautannya sebelum dikirim, karena tautan yang mati memberi kesan yang buruk. Buka dari perangkat lain dan dari peramban yang tidak memakai akun Anda.
Menyusun bagian keahlian untuk programmer
Kelompokkan keahlian menurut perannya dalam pekerjaan. Kategori bahasa pemrograman, kerangka kerja, basis data, dan perkakas pendukung adalah susunan yang mudah dibaca. Kalau Anda bekerja di bidang tertentu, misalnya pengembangan antarmuka atau pengolahan data, tambahkan kategori yang sesuai.
Sebut tingkat kemampuan dengan cara yang bisa dipertanggungjawabkan. Cara yang paling aman adalah menyebut konteks pemakaian: pernah dipakai di proyek kerja, pernah dipakai di proyek pribadi, atau sedang dipelajari. Cara itu menghindari klaim tingkat yang tidak bisa diukur.
Jangan memasukkan teknologi yang hanya Anda kenal namanya. Kata kunci memang membantu penyaringan, tetapi daftar teknologi yang tidak Anda kuasai akan ditanyakan di wawancara teknis, dan jawaban yang lemah merugikan lebih besar. Cara menyusun bagian keahlian ada di Cara Menulis Keahlian di CV ATS.
Kalau pengalaman kerja masih sedikit
Pelamar awal di bidang perangkat lunak punya jalur yang jelas: proyek pribadi, tugas akhir, kontribusi pada proyek terbuka, atau pekerjaan lepas. Semuanya bisa ditulis selama Anda bisa menjelaskan peran dan keputusan teknisnya. Pilih proyek yang menunjukkan kemampuan yang dicari lowongan. Kalau lowongan menuntut pengolahan data, tonjolkan proyek yang berhubungan dengan data. Kalau lowongan menuntut antarmuka, tonjolkan proyek yang berhubungan dengan tampilan dan interaksi.
Kursus dan sertifikasi bisa melengkapi, tetapi jangan menjadi isi utama. Yang dinilai adalah bukti bahwa Anda pernah membangun sesuatu, bukan daftar kursus yang Anda ikuti. Satu proyek yang selesai lebih kuat daripada beberapa kursus yang tidak menghasilkan apa pun.
Kesalahan yang sering terjadi di CV programmer
Kesalahan pertama adalah menulis daftar teknologi tanpa proyek. Daftar itu tidak menunjukkan kemampuan, karena tidak ada bukti pemakaiannya. Pasangkan setiap teknologi penting dengan proyek tempat ia dipakai.
Kesalahan kedua adalah menulis proyek tanpa peran. Menulis nama proyek saja tidak menjelaskan kontribusi Anda, terutama kalau proyeknya dikerjakan berkelompok. Sebut bagian yang Anda kerjakan.
Kesalahan ketiga adalah memakai singkatan atau nama internal perusahaan, karena pembaca di luar perusahaan Anda tidak tahu artinya. Tulis dengan istilah umum yang dipakai industri.
Kesalahan keempat adalah mengabaikan keterbacaan mesin. CV programmer juga sering dikirim lewat portal rekrutmen, dan format dua kolom berisiko terbaca kacau. Pakai format satu kolom untuk berkas yang masuk ke portal. Penjelasan sebabnya ada di Kenapa CV Dua Kolom Gagal Dibaca ATS.
Kesalahan kelima adalah menautkan profil yang isinya tidak relevan. Rapikan profil publik Anda sebelum mencantumkan tautannya, karena pembaca akan membukanya.
Pertanyaan yang sering muncul
Apakah pendidikan formal penting untuk programmer? Ketentuannya berbeda-beda antar perusahaan. Yang bisa Anda kendalikan adalah menunjukkan bukti kemampuan lewat proyek dan pengalaman, karena banyak proses seleksi teknis menilai hasil kerja, bukan hanya ijazah.
Apakah perlu mencantumkan semua teknologi yang pernah dipakai? Tidak. Cantumkan yang relevan dengan lowongan dan yang bisa Anda pertanggungjawabkan. Daftar yang terlalu panjang mengaburkan keahlian utama Anda.
Apakah kontribusi pada proyek terbuka bisa ditulis? Bisa, dan itu bukti yang bisa diperiksa. Sebut peran Anda dan bagian yang Anda kerjakan, bukan hanya nama proyeknya.
Bagaimana menulis proyek yang tidak selesai? Tulis sejauh mana proyek itu berjalan dan apa yang sudah dipelajari. Kejujuran soal tahap pengerjaan lebih baik daripada mengklaim proyek selesai.
Susun CV yang menunjukkan cara kerja teknis
Pilih proyek yang paling relevan, jelaskan peran dan keputusan teknisnya, lalu pasangkan dengan teknologi yang benar-benar Anda pakai. Kerjakan di Pembuat CV jalur ATS, jalankan pemeriksaan otomatis, dan ekspor PDF A4 tanpa watermark. Untuk gambaran yang lebih luas, lanjutkan ke CV ATS dan Panduan CV dan Karier.