Cara membuat PDF tergantung dari bahan yang Anda punya. Foto dan hasil pindai diubah lewat JPG ke PDF. Tulisan yang belum disimpan di berkas apa pun dibuat lewat Teks ke PDF. Naskah yang sudah berformat Markdown dikompilasi lewat Markdown ke PDF. Kode HTML dirender lewat HTML ke PDF atau HTML Pro ke PDF. Lima tool di kelompok Buat PDF ini menerima bahan yang berbeda dan menghasilkan PDF dengan sifat yang berbeda pula.

Memilih tool yang tepat lebih penting di kelompok ini daripada di kelompok lain, karena kesalahan pilihan berarti bahan yang sudah disiapkan harus diproses ulang dari awal. Kalau bahan Anda berupa gambar, memakai tool teks tidak akan berguna. Kalau bahan Anda berupa kode yang memerlukan aturan cetak CSS, memakai tool HTML biasa bisa menghasilkan tata letak yang tidak sesuai.

Semua tool di kelompok ini bisa dipakai tanpa memasang aplikasi apa pun. Hasilnya dikirim balik ke peramban dalam bentuk berkas PDF standar yang bisa dibuka di pembaca PDF mana pun, dicetak, atau digabungkan dengan dokumen lain.

Peta pekerjaan: lima tool dan bahannya

JPG ke PDF menyatukan gambar menjadi satu dokumen PDF berurutan. Format yang didukung adalah JPEG/JPG, PNG, WebP, BMP, dan GIF. Sampai 20 gambar bisa diunggah dalam satu sesi, dan urutannya bisa diatur sebelum dokumen dibuat. Setiap foto diposisikan proporsional di tengah lembar A4 dengan margin 20 mm, dan gambar berlatar transparan ditempatkan di atas latar putih. Tool ini juga yang dipakai untuk mengubah hasil pindai dan tangkapan layar menjadi dokumen yang bisa dikirim.

Teks ke PDF membuat dokumen dari tulisan yang diketik atau ditempel langsung ke editor. Teks yang melebihi satu halaman dibungkus dan dilanjutkan ke halaman berikutnya dengan margin dan jarak baris yang sama. Baris yang dimulai dengan tanda pagar menjadi judul, penanda tebal dan miring ikut ditata, dan pemisahan halaman bisa dipaksa sendiri dengan menulis baris berisi tiga tanda hubung. Hasilnya PDF bertata letak rapi dan bisa menampung puluhan ribu karakter.

Markdown ke PDF mengompilasi naskah Markdown menjadi dokumen dengan gaya bawaan untuk heading, kutipan blok, tabel, dan blok kode. Tabel Markdown standar didukung lengkap dengan perataan teks rata kiri, tengah, dan kanan, dan sel yang panjang dipotong menjadi beberapa baris supaya tabel tidak melewati tepi halaman. Blok kode ditata dengan huruf monospace. Tautan dicetak sebagai teks diikuti alamatnya, sedangkan gambar dari tautan luar tidak ikut dimuat dan ditandai sebagai keterangan gambar. Pemisah halaman baru ditulis dengan baris berisi tiga tanda hubung.

HTML ke PDF merender markup HTML sederhana menjadi PDF. Tag teks dasar didukung, dari heading dan paragraf sampai tabel, kutipan blok, dan daftar. Tabel HTML diubah menjadi tabel sungguhan di dokumen, bukan deretan teks yang menempel. Tool ini cocok untuk membuat bukti invoice atau tanda terima dari template sederhana tanpa menjalankan aplikasi berat.

HTML Pro ke PDF adalah versi lanjutan untuk kode yang memakai CSS modern. CSS Grid, Flexbox, web font lewat @import dan @font-face, grafik vektor SVG, dan aturan @page didukung. Ukuran kertas ditulis di CSS dokumen Anda lewat aturan @page, dan dokumen tanpa aturan itu memakai A4. Gambar dari URL publik HTTPS ikut dirender. Kalau templat Anda memakai Flexbox atau Grid, gunakan tool ini, bukan HTML ke PDF.

Konsep dasar sebelum membuat dokumen

Bahan menentukan sifat hasil. Dokumen yang dibuat dari gambar tidak punya lapisan teks, sehingga isinya tidak bisa dicari, disalin, atau diekstrak kembali menjadi teks. Dokumen yang dibuat dari teks, Markdown, atau HTML justru punya teks vektor yang tetap tajam saat diperbesar dan bisa dicari. Kalau dokumennya perlu dicari kata-katanya nanti, jangan dibuat dari gambar.

Urutan gambar menentukan urutan halaman. Nama berkas seperti foto1.jpg, foto10.jpg, dan foto2.jpg akan tersusun sebagai foto1, foto10, foto2 kalau diurutkan menurut abjad. Periksa urutan di daftar unggahan sebelum menjalankan proses, karena memperbaiki urutan setelah dokumen jadi memerlukan langkah tambahan.

Rasio gambar dan ukuran kertas perlu dipertimbangkan. JPG ke PDF menempatkan foto secara proporsional di tengah lembar A4 dengan margin 20 mm. Foto lanskap akan menyisakan ruang kosong di bagian atas dan bawah, dan itu normal untuk dokumen yang menggabungkan banyak gambar berbeda ukuran.

Kode HTML yang akan dirender perlu memenuhi syarat. Untuk HTML ke PDF, tag teks dasar didukung dan tag yang tidak dikenal diabaikan. Untuk HTML Pro ke PDF, kode yang memakai Flexbox atau Grid akan menghasilkan tata letak yang benar, sedangkan HTML ke PDF tidak menanganinya.

Untuk tool di kelompok ini, berkas dialirkan ke pemroses dan hasilnya dikirim balik ke peramban. Berkas tidak ditulis ke penyimpanan permanen. Batas paketnya juga berlaku: tanpa akun, satu hari menerima 20 pemrosesan dengan batas 5 MB per gambar dan 10 berkas per proses. Paket Gratis dengan akun memberi 30 pemrosesan per hari, 5 MB per gambar, dan 20 berkas. Paket Berbayar memberi pemrosesan tanpa batas jumlah, 20 MB per gambar, dan 20 berkas. Rinciannya ada di halaman harga.

Alur kerja untuk tiga skenario nyata

Skenario pertama: berkas lamaran dari hasil pindai. Ijazah, transkrip, dan sertifikat dipindai satu per satu dan tersimpan sebagai berkas PNG. Periksa dulu setiap gambar bisa dibaca dan tidak terbalik, lalu beri nama dengan awalan angka sesuai urutan yang diinginkan. Buka ubah gambar menjadi PDF, unggah seluruh gambar, atur urutannya, lalu buat dokumennya. Setelah jadi, periksa jumlah halamannya dan kecilkan ukurannya lewat Kompres PDF kalau portal pendaftaran punya batas ukuran. Kalau hasil pindaian miring, rapikan dulu lewat Putar PDF.

Skenario kedua: catatan atau naskah yang belum berbentuk berkas kantor. Tulisan disusun di editor teks biasa dan disimpan sebagai Markdown. Kompilasi naskahnya lewat susun naskah Markdown menjadi PDF supaya heading, tabel, dan blok kodenya ikut diformat. Kalau tulisannya masih berupa teks polos tanpa penanda, pakai buat dokumen dari teks dan atur pemisahan halamannya sendiri. Hasilnya dokumen yang siap dicetak tanpa perlu membuka aplikasi pengolah kata.

Skenario ketiga: dokumen dari kode sendiri. Kalau yang ingin dibuat adalah dokumen dari kode sendiri, misalnya invoice atau tanda terima dari templat internal, gunakan render HTML dengan CSS modern supaya aturan cetak CSS dan ukuran kertasnya bisa diatur.

Kesalahan umum di kelompok ini

Membuat PDF dari gambar untuk dokumen yang perlu dicari kata-katanya. Dokumen hasil JPG ke PDF tidak punya lapisan teks. Kalau dokumen itu nantinya perlu dicari atau disalin isinya, buat dokumennya dari teks atau HTML, bukan dari gambar.

Mengunggah gambar dengan urutan nama yang salah. Nama berkas menentukan urutan awal, dan urutan abjad bisa berbeda dari urutan yang Anda bayangkan. Periksa daftar unggahan sebelum membuat dokumen, karena kesalahan urutan paling mudah diperbaiki di tahap itu.

Memakai HTML ke PDF untuk kode yang memerlukan Flexbox atau Grid. Tool HTML biasa hanya mendukung tag teks dasar. Kalau templatnya memakai CSS modern, pindahkan ke HTML Pro ke PDF sebelum dibuat, bukan setelah hasilnya salah.

Membuat dokumen baru dari berkas yang sebenarnya perlu digabung. Kalau bahan Anda sudah berupa PDF dan hanya perlu disatukan, tool yang tepat ada di kelompok Atur PDF, bukan di kelompok Buat PDF. Mengubah PDF yang sudah ada menjadi gambar lalu menyusunnya ulang sebagai PDF baru akan membuang lapisan teksnya.

Kapan sebaiknya tidak memakai tool online

Dokumen berisi data pribadi lengkap, laporan keuangan, atau berkas perusahaan yang belum boleh keluar dari jaringan kantor sebaiknya dibuat dengan aplikasi desktop. Untuk berkas kategori ini, berkas dialirkan ke pemroses dan hasilnya dikirim balik ke peramban tanpa ditulis ke penyimpanan permanen, tetapi berkas tetap meninggalkan perangkat selama proses berlangsung.

Naskah yang sangat panjang dengan format rumit lebih nyaman dikerjakan dengan aplikasi pengolah kata, karena Anda bisa melihat halamannya sambil menulis. Tool Buat PDF di sini cocok untuk dokumen yang bahannya sudah siap dan tinggal dikemas.

Cara memeriksa dokumen sebelum dikirim

Tiga hal yang perlu diperiksa setelah dokumen dibuat. Pertama, jumlah halamannya sesuai dengan jumlah bahan yang dimasukkan. Kedua, urutannya benar dari halaman pertama sampai terakhir. Ketiga, ukurannya masih di bawah batas yang diminta penerima atau portal.

Untuk dokumen dari gambar, periksa juga apakah setiap halaman bisa dibaca saat diperbesar. Hasil pindai yang miring atau kurang cahaya akan tetap miring dan kurang jelas di dalam PDF, karena tool ini tidak memperbaiki kualitas gambar. Kalau ada halaman yang perlu dirapikan orientasinya, gunakan Putar PDF setelah dokumen jadi.

Untuk dokumen dari teks atau Markdown, periksa pemisahan halamannya. Teks yang panjang akan terpotong di tempat yang ditentukan oleh tinggi halaman, dan kadang pemisahannya jatuh di tengah tabel atau di antara judul dan isinya. Kalau letaknya tidak pas, atur pemisahan halaman secara manual di sumbernya sebelum dikompilasi ulang.

Pertanyaan yang sering muncul

Berapa banyak gambar yang bisa dijadikan satu PDF, dan format apa saja yang didukung? Sampai 20 gambar dalam satu sesi penggabungan, sama dengan batas berkas per proses pada paket Berbayar. Format yang didukung adalah JPEG/JPG, PNG, WebP, BMP, dan GIF. Gambar dengan latar transparan akan ditempatkan di atas latar putih, bukan hitam. Kalau gambarnya lebih dari 20, buat dua dokumen lalu satukan keduanya lewat Gabung PDF.

Apakah teks panjang otomatis pindah ke halaman baru? Ya. Teks yang melebihi satu halaman dilanjutkan ke halaman berikutnya dengan margin dan jarak baris yang sama. Pemisahan halaman juga bisa dipaksa sendiri kalau letak pemisahan alaminya terasa tidak pas.

Apa perbedaan HTML ke PDF dan HTML Pro ke PDF? HTML ke PDF menangani tag teks dasar dan cocok untuk markup sederhana. HTML Pro ke PDF menambahkan dukungan CSS Grid, Flexbox, web font, SVG, dan aturan @page, sehingga ukuran kertas serta margin bisa ditentukan dari CSS dokumen itu sendiri. Tanpa aturan @page, dokumen memakai A4.

Apakah hasilnya bisa digabungkan dengan dokumen PDF lain? Bisa. Semua dokumen hasil tool di kelompok ini adalah PDF biasa yang bisa disatukan dengan berkas lain lewat Gabung PDF. Urutan berkas di daftar unggahan menjadi urutan hasil, jadi periksa sebelum digabung.

Mulai dari gambar yang ingin disatukan

Kalau bahan Anda berupa foto atau hasil pindai, buka JPG ke PDF, unggah gambarnya, atur urutannya, lalu buat dokumennya. Untuk menyunting halaman atau melampirkan berkas setelah dokumen jadi, lanjutkan ke kelompok Mengatur Halaman PDF: Gabung, Pisah, dan Urutkan. Kalau dokumennya perlu dikunci, pasang proteksi lewat Proteksi PDF.