CV dibuat menjadi PDF dengan dua jalur, tergantung cara Anda menyusunnya. CV yang ditulis di aplikasi pengolah kata dikonversi lewat Word ke PDF (simpan langsung ke PDF dari menu File di Microsoft Word atau WPS). CV yang disusun sebagai desain gambar, misalnya hasil ekspor aplikasi desain, disatukan lewat JPG ke PDF. Kedua jalur menerima bahan yang berbeda dan menghasilkan sifat dokumen yang berbeda pula.

Perbedaan yang paling penting: CV dari dokumen kantor punya teks vektor yang tajam dan bisa dicari, sedangkan CV dari gambar tidak punya lapisan teks. Untuk CV yang dibaca sistem penyaring otomatis, perbedaan ini menentukan.

Kenapa CV dikirim sebagai PDF

CV dikirim sebagai PDF karena tampilannya terkunci. Berkas dokumen kantor bisa terbuka dengan tata letak yang berbeda di komputer penerima, terutama kalau fontnya tidak tersedia. PDF menampilkan halaman yang sama di perangkat mana pun, tanpa bergantung pada aplikasi yang dipasang penerimanya.

Alasan kedua, PDF tidak mudah diubah tanpa meninggalkan jejak. Untuk dokumen yang menjadi dasar penilaian, bentuk yang tidak bisa disunting sembarangan lebih aman bagi kedua pihak.

Sebaliknya, kalau CV-nya masih akan disunting, jangan dikonversi dulu. Simpan versi dokumennya, dan konversi ke PDF pada langkah terakhir. Menyimpan hanya versi PDF membuat setiap perubahan kecil harus dikerjakan dari awal.

Menyiapkan isi CV sebelum diformat

Format tidak bisa menyelamatkan isi yang belum jelas. Tiga hal yang layak dibereskan sebelum masuk ke urusan tata letak.

Urutan bagiannya. Bagian yang paling relevan dengan posisi yang dilamar diletakkan lebih dekat ke atas. Untuk pelamar berpengalaman, pengalaman kerja biasanya lebih dulu. Untuk lulusan baru, pendidikan dan proyek bisa lebih dulu.

Kalimat pengalamannya. Tulis apa yang Anda kerjakan dan hasilnya, bukan daftar tugas. Satu baris yang menyebut tindakan dan hasilnya lebih berguna daripada tiga baris yang mengulang deskripsi jabatan.

Panjangnya. Satu sampai dua halaman. CV yang lebih panjang dari itu biasanya memuat bagian yang bisa dipangkas, dan bagian yang penting justru tenggelam.

Menyusun CV dari dokumen kantor

Jalur ini yang paling umum. CV ditulis di aplikasi pengolah kata, lalu disimpan dalam format .doc, .docx, .odt, atau .rtf. Semuanya diterima Word ke PDF (simpan langsung ke PDF dari menu File di Microsoft Word atau WPS). Hasilnya mengikuti tata letak dokumen aslinya sedekat mungkin.

Dua hal yang perlu diperhatikan pada jalur ini. Pertama, dokumen bertingkat rumit bisa bergeser sedikit saat dikonversi. Untuk CV, tata letak sederhana satu kolom adalah pilihan yang paling aman. Kolom ganda dan tabel yang rumit memang terlihat menarik, tetapi lebih berisiko bergeser sekaligus lebih sulit dibaca sistem penyaring otomatis.

Kedua, font yang tidak tersedia di mesin render diganti dengan font serupa, dan penggantian itu mengubah lebar huruf serta panjang baris. Pakai font yang umum tersedia, lalu periksa hasilnya sebelum dikirim. Penjelasan lengkapnya ada di Cara Mengubah Word ke PDF Tanpa Font Berubah.

Menyusun CV dari gambar

Sebagian orang menyusun CV dengan aplikasi desain, lalu mengekspornya menjadi gambar. Untuk jalur ini, JPG ke PDF menerima JPEG/JPG, PNG, WebP, BMP, dan GIF. Satu gambar menjadi satu halaman, dan gambar ditempatkan proporsional di tengah lembar A4 dengan margin 20 mm.

Jalur ini punya satu keterbatasan yang perlu diputuskan sejak awal: dokumen hasilnya tidak punya lapisan teks. Isinya tidak bisa dicari, disalin, atau dibaca sistem penyaring otomatis. Kalau CV-nya akan diunggah ke portal rekrutmen, keterbatasan itu bisa membuat isinya tidak terbaca.

Karena itu, jalur gambar lebih cocok untuk CV yang dikirim langsung kepada orang, misalnya lewat surel atau aplikasi pesan, atau untuk CV desain yang memang dinilai dari tampilannya. Kalau isinya perlu terbaca mesin, susun CV-nya sebagai dokumen kantor.

Merapikan CV hasil pindai

Sebagian orang memindai CV yang sudah dicetak, biasanya karena ingin menyertakan tanda tangan atau karena tidak punya berkas digitalnya lagi. Hasil pindai seperti ini diperlakukan sebagai gambar, dan jalurnya sama dengan CV desain.

Tiga hal yang perlu diperiksa. Pertama, apakah seluruh tulisan terbaca, termasuk bagian yang hurufnya kecil. Kedua, apakah halamannya tidak miring. Ketiga, apakah ukuran berkasnya masih masuk batas yang diminta penerima.

Hasil pindai hampir selalu lebih besar daripada dokumen digital. Untuk CV, satu halaman hasil pindai bisa berkali-kali lipat ukuran satu halaman teks. Kecilkan lewat Kompres PDF sebelum dikirim, dan periksa hasilnya supaya hurufnya tidak ikut mengabur.

Langkah membuat CV menjadi PDF

  1. Selesaikan isi CV-nya lebih dulu, termasuk urutan bagian dan kalimat pengalamannya.
  2. Rapikan tata letaknya: satu kolom, margin cukup, dan ukuran huruf yang nyaman dibaca.
  3. Periksa font yang dipakai. Ganti ke font yang umum tersedia kalau ada yang khusus.
  4. Simpan berkasnya dalam format dokumen kantor.
  5. Buka Word ke PDF (simpan langsung ke PDF dari menu File di Microsoft Word atau WPS), unggah berkasnya, lalu jalankan prosesnya.
  6. Unduh hasilnya dan buka PDF-nya.
  7. Periksa jumlah halaman, posisi teks, dan tautan yang tercantum.
  8. Kalau ukurannya besar, kecilkan lewat Kompres PDF.
  9. Beri nama berkas dengan pola yang jelas, misalnya "cv-nama-anda-posisi.pdf".
  10. Simpan versi dokumennya di tempat terpisah sebagai sumber penyuntingan.

Langkah kesembilan sering diabaikan, padahal nama berkas adalah hal pertama yang dilihat perekrut di daftar unggahan. Nama seperti "cv.pdf" atau "resume-final-revisi.pdf" tidak memberi informasi apa pun.

Memeriksa hasil sebelum dikirim

Teksnya bisa dipilih. Coba blok satu kalimat di PDF-nya. Kalau teksnya tidak bisa diblok, berarti halaman itu gambar tanpa lapisan teks. Untuk CV dari dokumen kantor, teksnya harus bisa dipilih.

Jumlah halamannya. CV yang tiba-tiba menjadi tiga halaman perlu diperiksa. Penambahan halaman biasanya tanda font berganti atau tabel terdorong ke halaman berikutnya.

Tautannya. Kalau CV memuat tautan portofolio atau surel, periksa apakah tautannya masih bisa diklik dan mengarah ke tempat yang benar.

Nama berkasnya. Pastikan memuat nama Anda dan posisi yang dilamar, dan tidak memakai karakter khusus yang bisa ditolak sistem unggah.

Masalah yang sering terjadi

CV jadi lebih dari dua halaman setelah dikonversi. Font yang berganti membuat baris menjadi lebih panjang. Pakai font yang umum, atau pangkas isinya, lalu konversi ulang.

Teks di CV tidak bisa dicari. CV-nya berasal dari gambar. Kalau isinya perlu terbaca sistem, susun ulang CV-nya sebagai dokumen kantor dan konversi dari situ.

Tata letak bergeser di bagian bawah halaman. Bagian yang paling sering bergeser adalah tabel dan kotak di dekat batas halaman. Sederhanakan elemen itu, lalu konversi ulang.

Warna blok di CV berubah setelah dicetak. Cetakan hitam putih menghilangkan warnanya. Periksa hasilnya di layar untuk memastikan warnanya masih ada, dan pastikan teks di atas blok berwarna tetap terbaca saat dicetak.

Berkasnya terlalu besar untuk portal. Hasil pindai biasanya penyebabnya. Kecilkan lewat Kompres PDF sebelum diunggah.

Kapan sebaiknya tidak memakai tool online

CV memuat data pribadi lengkap: alamat, nomor telepon, riwayat pendidikan, dan riwayat pekerjaan. Untuk berkas sekategori itu, aplikasi yang berjalan di komputer sendiri adalah pilihan yang wajar, terutama kalau Anda tidak nyaman mengirim data pribadi lewat jaringan.

Di ngeditpdf.com, berkas dialirkan ke pemroses dan hasilnya dikirim balik ke peramban tanpa ditulis ke penyimpanan permanen. Meski begitu, berkas tetap meninggalkan perangkat selama proses berlangsung. Keterangan lengkapnya ada di kebijakan privasi.

Pertanyaan yang sering muncul

Apakah CV sebaiknya satu halaman saja? Tidak ada aturan yang berlaku umum. Satu sampai dua halaman adalah rentang yang paling sering dipakai. Yang penting isinya relevan dengan posisi yang dilamar.

Bolehkah CV memuat foto? Tergantung kebiasaan di bidang Anda dan petunjuk lowongannya. Kalau foto disertakan, tempatkan sebagai gambar yang menempel pada baris teks, bukan gambar mengambang, supaya posisinya tidak bergeser saat dikonversi.

Apakah CV dari aplikasi desain tetap bisa dibaca sistem? Kalau hasilnya gambar, tidak. Sistem penyaring membaca teks digital, dan gambar tidak memilikinya. Untuk portal rekrutmen, susun CV-nya sebagai dokumen kantor.

Apakah CV hasil konversi masih bisa disunting? Bisa dibuka di aplikasi penyunting PDF, tetapi tidak senyaman menyunting dokumen aslinya. Kalau masih ada perubahan, sunting dokumen sumbernya lalu konversi ulang.

Apakah tautan di CV ikut tercetak? Tautan yang ditulis sebagai teks ikut tercetak apa adanya. Tautan yang aktif di dokumen tetap aktif di PDF selama berkasnya tidak diubah menjadi gambar.

Untuk CV dari dokumen kantor, buka Word ke PDF (simpan langsung ke PDF dari menu File di Microsoft Word atau WPS), unggah berkasnya, lalu unduh hasilnya. Untuk CV dari gambar, buka JPG ke PDF. Kalau CV perlu disatukan dengan surat lamaran dan dokumen pendukung, lanjutkan ke Cara Menggabungkan PDF untuk Lamaran Kerja. Peta cara membuat PDF ada di Membuat PDF dari Gambar, Teks, dan Halaman Web, dan topik PDF secara umum dimulai dari Panduan PDF.