Foto bisa dijadikan satu berkas PDF dengan membuka JPG ke PDF, mengunggah gambar, lalu mengunduh hasilnya. Setiap gambar menjadi satu halaman, dan urutan halaman mengikuti urutan berkas di daftar unggahan. Tidak ada aplikasi yang perlu dipasang, dan seluruh prosesnya berjalan di peramban.

Halaman yang dihasilkan selalu A4 (210 x 297 mm) dengan margin 20 mm. Foto ditempatkan proporsional di tengah halaman, tidak dipotong dan tidak dipaksa memenuhi seluruh bidang. Foto yang lebih kecil dari area cetak tampil utuh dengan ruang kosong di sekitarnya, dan itu normal untuk dokumen yang menyatukan beberapa gambar berbeda ukuran.

Ada satu sifat hasil yang perlu diketahui sejak awal. Dokumen yang dibuat dari gambar tidak punya lapisan teks. Isinya tidak bisa dicari, disalin, atau diekstrak kembali menjadi tulisan. Kalau dokumennya nanti perlu dicari kata-katanya, bahan yang dipakai harus berupa teks, bukan foto.

Kapan cara ini dipakai dan kapan tidak

Cara ini dipakai saat foto perlu dikirim sebagai satu dokumen utuh: bukti pembayaran, nota, halaman buku, atau berkas pendaftaran yang diminta dalam bentuk PDF. Penerima biasanya membuka PDF dengan lebih nyaman daripada menerima belasan berkas gambar terpisah, dan satu berkas lebih sulit terselip saat dikirim lewat surel atau diunggah ke portal.

Cara ini tidak dipakai kalau isi dokumennya perlu dicari, disalin, atau diproses mesin. Hasilnya hanya gambar, jadi pencarian kata tidak akan menemukan apa pun. Untuk dokumen seperti itu, susun bahannya dari teks, Markdown, atau HTML supaya lapisan teksnya ikut terbentuk.

Cara ini juga tidak dipakai kalau foto perlu disunting lebih dulu dengan penyunting gambar, misalnya memotong bagian tertentu atau menyesuaikan kecerahan. Rapikan fotonya di aplikasi penyunting sebelum diunggah, karena tool ini menempatkan gambar apa adanya.

Langkah membuat PDF dari foto

  1. Kumpulkan foto yang akan dipakai dan letakkan dalam satu folder supaya mudah diperiksa.
  2. Periksa setiap foto: pastikan tidak terbalik, tidak buram, dan bagian pentingnya tidak terpotong.
  3. Ganti nama berkas dengan awalan angka bila urutannya penting, misalnya 01-nota.jpg, 02-bukti.jpg, 03-rumus.jpg.
  4. Buka JPG ke PDF.
  5. Unggah foto satu per satu atau sekaligus. Format yang diterima: JPEG/JPG, PNG, WebP, BMP, dan GIF.
  6. Periksa urutan di daftar unggahan, lalu geser bila ada yang salah posisi.
  7. Jalankan prosesnya, lalu tunggu sampai selesai.
  8. Unduh berkas PDF-nya, buka, dan periksa semua halaman sebelum dikirim.

Langkah kedelapan sering dilewati, padahal biayanya kecil. Satu halaman yang salah urutan bisa membuat berkas harus dibuat ulang dari awal.

Satu foto, beberapa foto, dan batas 20 gambar

Satu foto bisa dijadikan PDF dengan cara yang sama. Hasilnya dokumen satu halaman, dan ukurannya kecil karena hanya berisi satu gambar. Cara ini berguna kalau penerima meminta format PDF meskipun isinya hanya satu lembar.

Untuk beberapa foto, tool ini menerima sampai 20 gambar per proses. Kalau jumlahnya lebih dari itu, buat dua dokumen terpisah, lalu satukan keduanya dengan Gabung PDF. Urutan berkas di daftar unggahan menentukan urutan hasil gabungan, jadi periksa lagi sebelum digabung.

Perlu diingat bahwa gabungan foto berbeda ukuran menghasilkan halaman dengan ruang kosong yang tidak seragam. Foto tegak mengisi bidang lebih penuh, sedangkan foto lebar menyisakan ruang di atas dan bawah. Ini konsekuensi dari penempatan proporsional, bukan kesalahan.

Kalau foto yang dipakai bercampur antara tegak dan lebar, tidak ada yang perlu disesuaikan. Perbedaan orientasi tidak memengaruhi cara pemrosesan, dan semua halaman tetap berukuran sama. Yang berubah hanya seberapa penuh bidang halaman terisi. Pembahasan khusus untuk campuran orientasi ada di Cara Membuat PDF dari Foto Portrait dan Landscape.

Masalah yang sering terjadi

Halaman terlihat miring atau terbalik. Tool ini tidak memutar gambar. Kalau foto tampil miring di dokumen, putar halaman PDF-nya lewat Putar PDF setelah dokumen jadi, atau perbaiki orientasi fotonya sebelum diunggah.

Ukuran berkas terlalu besar. Foto kamera beresolusi tinggi membawa banyak data, dan seluruhnya ikut masuk ke PDF. Kecilkan berkasnya lewat Kompres PDF, atau baca Cara Memperkecil PDF Hasil Foto untuk urutan langkah yang lebih hemat.

Gambar PNG berlatar transparan berubah tampilannya. Gambar transparan ditempatkan di atas latar putih. Bagian yang tadinya tembus pandang akan terlihat putih, dan itu memang perilaku yang diinginkan untuk dokumen cetak.

Foto tampak kecil di tengah halaman. Foto beresolusi rendah atau diambil dari jarak jauh tampil kecil karena tidak diperbesar melebihi ukuran aslinya. Ambil ulang foto dari jarak yang lebih dekat bila keterbacaannya kurang.

Berkas ditolak saat diunggah. Batasnya 5 MB per gambar pada paket Gratis dan 20 MB pada paket Berbayar. Untuk foto yang sangat besar, perkecil dulu ukurannya atau pangkas jumlah halamannya.

Kapan sebaiknya tidak memakai tool online

Foto berisi data pribadi lengkap seperti kartu identitas, buku rekening, atau dokumen perusahaan yang belum boleh keluar dari jaringan kantor sebaiknya diubah menjadi PDF dengan aplikasi yang berjalan di perangkat sendiri. Untuk tool di kelompok ini, berkas dialirkan ke pemroses dan hasilnya dikirim balik ke peramban tanpa ditulis ke penyimpanan permanen, tetapi berkas tetap meninggalkan perangkat selama proses berlangsung. Keterangan lengkapnya ada di kebijakan privasi.

Kalau foto tetap diproses lewat sini, pertimbangkan menyamarkan bagian yang tidak diperlukan lebih dulu. Data yang tidak ikut terunggah tidak perlu dikhawatirkan.

Memeriksa hasil sebelum dikirim

Periksa jumlah halaman, urutannya, dan keterbacaan bagian yang paling kecil. Perbesar halaman di pembaca PDF sampai ukuran 100 persen, lalu nilai apakah tulisannya masih terbaca. Untuk dokumen yang akan dicetak, cetak satu halaman contoh dan periksa hasilnya di kertas.

Halaman pertama dan terakhir paling sering diperiksa, sedangkan halaman di tengah paling jarang. Pada dokumen yang panjang, telusuri seluruh halaman dengan gulir cepat sambil memperhatikan nomor halamannya, lalu periksa beberapa halaman secara acak dengan pembesaran penuh.

Periksa juga ukuran berkasnya. Portal pendaftaran sering punya batas ukuran yang ketat, dan berkas foto mudah melewatinya. Berapa Ukuran PDF yang Ideal membahas angka yang masuk akal untuk keperluan kirim.

Pertanyaan yang sering muncul

Apakah foto dipotong agar memenuhi halaman? Tidak. Foto ditempatkan proporsional di tengah halaman A4 dan tidak dipotong. Ruang yang tersisa dibiarkan kosong.

Bisakah ukuran kertas dan margin diubah? Tidak. Tool ini selalu memakai A4 dengan margin 20 mm, dan tidak ada pilihan kertas, margin, atau orientasi.

Bisakah foto ditambahkan ke PDF yang sudah jadi? Tidak langsung. Buat dokumen baru dari seluruh foto, atau ubah foto tambahan menjadi PDF lalu gabungkan dengan Gabung PDF.

Apakah foto berlatar putih lebih baik daripada berlatar ramai? Untuk dokumen resmi, latar putih atau polos lebih aman karena tidak ada elemen yang mengganggu pandangan. Untuk keperluan lain, latar apa pun diterima selama isi fotonya jelas.

Apakah hasilnya bisa dicari kata-katanya? Tidak. Isinya gambar, jadi tidak ada lapisan teks yang bisa dicari atau disalin.

Bisakah PDF hasilnya disunting lagi? Bisa digabung, diputar, atau dikompres, tetapi isinya tidak bisa diedit sebagai teks. Kalau ada yang perlu diubah, perbaiki fotonya lalu buat ulang dokumennya.

Apakah GIF yang bergerak ikut beranimasi? Tidak. GIF diperlakukan sebagai gambar biasa, dan yang masuk ke dokumen adalah satu bingkai.

Mulai dari foto yang sudah siap

Kalau fotonya sudah rapi dan urutannya sudah pasti, buka JPG ke PDF, unggah gambarnya, lalu unduh dokumennya. Peta lengkap cara membuat PDF dari bahan lain ada di Membuat PDF dari Gambar, Teks, dan Halaman Web, dan gambaran seluruh pekerjaan PDF ada di Panduan PDF.