Portofolio dikirim sebagai PDF karena satu berkas lebih mudah dibuka daripada folder berisi banyak gambar. Untuk bahan berupa foto karya atau tangkapan layar, PDF-nya dibuat lewat JPG ke PDF: unggah gambarnya, periksa urutannya, jalankan prosesnya, lalu unduh hasilnya. Satu gambar menjadi satu halaman, dan setiap foto ditempatkan proporsional di tengah lembar A4 dengan margin 20 mm, tanpa dipotong dan tanpa dipaksa memenuhi halaman.
Artikel ini membahas sisi teknisnya: mengubah gambar karya menjadi satu PDF. Untuk memilih karya, menulis keterangan peran, dan menyusun halaman agar meyakinkan, baca Cara Membuat Portofolio PDF yang Rapi.
Keputusan yang paling menentukan dikerjakan sebelum berkas diunggah: karya mana yang masuk, berapa halamannya, dan bagaimana urutannya. Tool ini menerima sampai 20 gambar per proses dengan format JPEG/JPG, PNG, WebP, BMP, dan GIF. Tidak ada pilihan ukuran kertas, margin, atau orientasi, jadi seluruh halaman memakai lembar A4 dengan margin yang sama.
Satu sifat hasil yang perlu diketahui sejak awal: dokumen dari gambar tidak punya lapisan teks. Isinya tidak bisa dicari atau disalin. Untuk portofolio yang isinya karya visual, ini tidak mengganggu. Untuk portofolio yang berisi banyak tulisan, cara membuatnya sebaiknya bukan dari gambar, dan pilihan itu dibahas di bagian bawah.
Kapan portofolio sebaiknya dibuat dari gambar
Cara ini dipakai saat karya yang dikumpulkan berbentuk gambar: desain, foto, ilustrasi, tangkapan layar aplikasi, atau hasil pindai karya cetak. Bahan seperti itu memang sudah berupa gambar sejak awal, dan menyatukannya menjadi satu PDF adalah langkah pengemasan, bukan langkah konversi.
Penerimanya juga menentukan. Perekrut, klien, dan panitia seleksi biasanya meminta satu berkas yang bisa dibuka tanpa aplikasi khusus. PDF memenuhi syarat itu, dan hasil JPG ke PDF adalah PDF biasa yang bisa dibuka di pembaca PDF mana pun.
Sebaliknya, kalau portofolio Anda berisi naskah panjang, studi kasus bertulisan banyak, atau daftar proyek yang ingin bisa dicari kata-katanya, jangan dibuat dari gambar. Dokumen dari gambar tidak punya lapisan teks, sehingga kata di dalamnya tidak bisa dicari atau disalin. Untuk bahan seperti itu, susun portofolionya di dokumen teks lalu konversi ke PDF. Peta pilihannya ada di Membuat PDF dari Gambar, Teks, dan Halaman Web.
Menyiapkan gambar sebelum disatukan
Empat hal yang dikerjakan di folder gambar, sebelum berkas apa pun diunggah.
Resolusi. Pakai versi gambar terbesar yang Anda punya. PDF tidak menambah detail yang tidak ada di gambar aslinya, dan karya yang terlihat tajam di layar ponsel bisa terlihat kasar saat dicetak dari halaman A4.
Orientasi. Gambar tegak dan menyamping boleh dicampur dalam satu dokumen. Setiap gambar ditempatkan proporsional di tengah halaman, jadi foto lanskap akan menyisakan ruang kosong di bagian atas dan bawah. Itu normal, dan hasilnya tetap rapi.
Latar transparan. Gambar PNG atau GIF yang latarnya transparan ditempatkan di atas latar putih. Kalau karya Anda berwarna terang, bagian tepinya bisa menyatu dengan halaman. Tambahkan bingkai tipis atau latar netral di gambar sebelum diunggah kalau batas karyanya perlu terlihat.
Penamaan berkas. Beri awalan angka sesuai urutan yang diinginkan, misalnya "01-poster.png" dan "02-kemasan.jpg". Nama berkas memengaruhi urutan awal di daftar unggahan, dan urutan abjad sering berbeda dari urutan yang Anda bayangkan.
Langkah membuat PDF portofolio
- Kumpulkan seluruh gambar karya dalam satu folder.
- Beri nama berkas dengan awalan angka sesuai urutan yang diinginkan.
- Buang gambar yang tidak jadi dipakai, supaya tidak terunggah karena keliru.
- Buka JPG ke PDF di peramban.
- Unggah gambar. Satu proses menerima sampai 20 gambar.
- Periksa urutan di daftar unggahan. Urutan itu menjadi urutan halaman.
- Jalankan prosesnya, lalu unduh berkas PDF-nya.
- Buka PDF-nya dan periksa halaman pertama, halaman terakhir, dan karya yang paling Anda banggakan.
Langkah keenam yang paling sering dilewati. Memperbaiki urutan setelah PDF jadi berarti membuat ulang dokumennya dari gambar asli, karena halaman tidak bisa digeser di halaman tool ini. Merapikan urutan di daftar unggahan jauh lebih cepat.
Kalau karyanya lebih dari 20 gambar
Batas satu proses adalah 20 gambar. Kalau portofolio Anda berisi lebih dari itu, ada dua jalan yang sama sahnya.
Jalan pertama, pilih 20 karya terkuat. Portofolio yang panjang belum tentu lebih meyakinkan daripada portofolio yang padat dan konsisten. Kalau penerimanya tidak meminta jumlah tertentu, membatasi pilihan biasanya lebih baik.
Jalan kedua, buat dua PDF lalu satukan keduanya lewat Gabung PDF. Urutan berkas di daftar unggahan menjadi urutan hasil, dan penanda buku dari berkas masukan tetap dipertahankan. Cara ini juga berguna kalau Anda ingin menyusun portofolio per kategori, misalnya satu berkas untuk desain dan satu berkas untuk fotografi.
Yang sudah tetap setelah dokumen jadi
Ukuran halaman dan margin sudah ditetapkan: A4 dengan margin 20 mm. Tidak ada pilihan ukuran kertas, margin, atau orientasi di halaman tool, jadi halaman tidak bisa disesuaikan lagi setelah dokumen jadi.
Isi halaman juga tidak bisa dicari. Kalau penerima perlu menyalin nama proyek, tahun, atau peran Anda, sertakan informasi itu sebagai teks di berkas terpisah, atau tulis di badan surel pengantar. Jangan mengandalkan pencarian kata di dalam PDF hasil JPG ke PDF.
Karena itu, simpan folder gambar aslinya. Kalau ada karya yang perlu diganti atau urutannya perlu diubah, perbaikannya dikerjakan di folder itu lalu dokumennya dibuat ulang. Menyimpan hanya berkas PDF-nya berarti kehilangan kesempatan memperbaiki apa pun.
Masalah yang sering terjadi
Urutan halaman tidak sesuai. Penyebabnya nama berkas yang tidak berurutan menurut abjad, atau daftar unggahan tidak diperiksa. Ganti nama gambar dengan awalan angka, lalu buat ulang dokumennya.
Halaman berisi gambar yang tidak dikehendaki. Biasanya karena satu gambar lama ikut terunggah dari folder yang sama. Buang gambar itu, lalu proses ulang.
Karya berlatar transparan menyatu dengan halaman. Latar transparan ditempatkan di atas putih, sehingga karya berwarna terang kehilangan batasnya. Tambahkan bingkai tipis di gambar sumber, lalu buat ulang.
Berkas terlalu besar untuk dikirim. Kumpulan foto resolusi tinggi bisa menghasilkan PDF yang berat. Kecilkan setelah dokumen jadi lewat Kompres PDF. Cara lain untuk portofolio berbasis foto ada di Cara Memperkecil PDF Hasil Foto.
Kata di dalam portofolio tidak bisa dicari. Ini memang sifat dokumen yang dibuat dari gambar. Kalau kebutuhan itu penting, susun portofolionya dari dokumen teks, bukan dari gambar.
Berkas ditolak karena melewati batas. Batasnya 5 MB per gambar pada paket Gratis dan 20 MB pada paket Berbayar. Rinciannya ada di halaman harga.
Kapan sebaiknya tidak memakai tool online
Karya yang belum boleh dipublikasikan, misalnya desain di bawah perjanjian kerahasiaan dengan klien, sebaiknya tidak diunggah ke layanan mana pun. Kerjakan penggabungannya dengan aplikasi yang berjalan di komputer sendiri.
Untuk tool di kelompok ini, berkas dialirkan ke pemroses dan hasilnya dikirim balik ke peramban tanpa ditulis ke penyimpanan permanen. Meski begitu, berkas tetap meninggalkan perangkat selama proses berlangsung. Keterangan lengkapnya ada di kebijakan privasi.
Portofolio yang berisi puluhan foto berukuran besar juga lebih hemat dikerjakan secara lokal kalau koneksi Anda tidak stabil, karena unggahan besar lebih sering gagal di tengah jalan.
Pertanyaan yang sering muncul
Bolehkah portofolio mencampur foto dan tangkapan layar? Boleh. Semua format yang didukung diperlakukan sama: satu gambar menjadi satu halaman, dan ukurannya menyesuaikan halaman tanpa dipotong.
Apakah teks di dalam gambar portofolio bisa dicari? Tidak. Dokumen hasil JPG ke PDF tidak punya lapisan teks. Kalau teksnya perlu bisa dicari atau disalin, buat portofolionya dari dokumen teks.
Bisakah satu karya memakai dua halaman? Bisa, dengan mengunggah dua gambar untuk karya itu. Satu gambar tetap menjadi satu halaman, jadi pembagiannya Anda yang tentukan di gambar sumber.
Apakah warna karya berubah setelah jadi PDF? Gambar tidak digambar ulang dan tidak dikompresi oleh proses ini, jadi warnanya tetap seperti berkas aslinya. Yang berubah hanya latar transparan, yang menjadi putih.
Apakah portofolio hasilnya bisa digabung dengan berkas lain? Bisa. Hasil JPG ke PDF adalah PDF biasa yang bisa disatukan dengan dokumen lain lewat Gabung PDF.
Mulai dari karya yang ingin ditampilkan
Kalau gambarnya sudah rapi dan urutannya sudah pasti, buka alat pembuat PDF dari gambar, unggah karyanya, lalu periksa hasilnya sebelum diunduh. Untuk menyatukan portofolio dengan berkas lain, lanjutkan ke Cara Menggabungkan PDF dan Menyusun Urutannya. Peta lengkap topik membuat PDF ada di Membuat PDF dari Gambar, Teks, dan Halaman Web.