Cara membuat PDF dari Markdown adalah membuka Markdown ke PDF, menempelkan naskahnya, lalu mengunduh hasilnya. Tool itu menata judul, daftar, kutipan blok, dan blok kode mengikuti penanda yang sudah ada di naskah. Tidak ada aplikasi yang perlu dipasang dan tidak ada pengaturan yang perlu diisi sebelum menjalankannya.
Naskah Markdown cocok dipakai untuk dokumen yang isinya lebih penting daripada hiasannya. Catatan rapat, dokumentasi teknis, dan draf naskah biasanya disusun dalam format ini karena penandanya sederhana dan bisa dibaca apa adanya tanpa dirender. Saat naskahnya perlu dikirim sebagai dokumen final, PDF adalah bentuk yang paling aman.
Hasilnya dokumen A4 dengan margin 20 mm dan teks 11 pt. Isinya berupa teks vektor, jadi tajam saat diperbesar dan bisa dicari kata-katanya di pembaca PDF mana pun. Sifat itu yang membedakannya dari dokumen yang dibuat dari gambar atau hasil pindai.
Kapan naskah Markdown lebih baik dikompilasi ke PDF
Kompilasi dipakai saat naskahnya sudah final dan akan dibaca orang yang tidak perlu menyuntingnya. Berkas Markdown mentah bergantung pada aplikasi pembacanya: penanda seperti pagar untuk judul dan pipa untuk tabel hanya tampil sebagai tata letak kalau aplikasinya mendukung. PDF menghilangkan ketergantungan itu.
Format ini juga berguna untuk dokumen yang isinya berubah cukup sering tetapi tata letaknya relatif tetap. Naskah disunting di sumber Markdown, lalu dikompilasi ulang setiap kali ada versi baru. Perubahan tata letak cukup dilakukan lewat penanda, tanpa menata ulang halaman satu per satu.
Sebaliknya, kalau dokumennya memerlukan aturan cetak khusus seperti ukuran kertas berbeda, posisi elemen yang persis, atau grafik vektor, jalur yang tepat bukan Markdown melainkan HTML Pro ke PDF. Ukuran halaman di tool itu ditulis lewat aturan @page di CSS dokumen. Naskah Markdown memakai lembar A4 dengan margin 20 mm, tanpa pilihan ukuran kertas atau margin.
Langkah mengompilasi naskah Markdown
- Rapikan penandanya di editor teks: judul, daftar, dan blok kode.
- Periksa tabelnya. Pastikan setiap baris punya jumlah kolom yang sama dengan baris judulnya.
- Tulis pemisah halaman di tempat yang diinginkan dengan baris berisi tiga tanda hubung.
- Buka Markdown ke PDF di peramban.
- Tempelkan naskahnya ke editor yang tersedia.
- Jalankan prosesnya, lalu tunggu sampai selesai.
- Unduh berkas PDF-nya, lalu periksa halaman pertama dan halaman terakhir.
Langkah ketiga sebaiknya dilakukan sambil memeriksa hasilnya. Pemisahan halaman otomatis jatuh di tempat yang ditentukan oleh tinggi halaman, dan kadang tempat itu berada di tengah tabel. Kalau letaknya tidak pas, geser penandanya lalu kompilasi ulang.
Yang ditata dan yang tidak
Judul mengikuti tingkat pagar di depan baris. Daftar butir dan daftar bernomor ditata sebagai daftar, dan kutipan blok ditandai dengan menjorok ke dalam. Blok kode ditata dengan huruf monospace supaya sejajar, dan perataan itu penting untuk kode yang bergantung pada indentasi.
Tabel Markdown standar didukung lengkap dengan perataan kiri, tengah, dan kanan. Sel yang panjang dipotong menjadi beberapa baris supaya tabelnya tidak melewati tepi halaman. Pemotongan itu menjaga tabel tetap terbaca, tetapi barisnya menjadi lebih tinggi daripada perkiraan Anda saat menulisnya.
Tautan dicetak sebagai teks diikuti alamatnya di dalam tanda kurung, misalnya situs kami (https://contoh.com). Alamatnya ikut tercetak karena dokumen kertas tidak bisa diklik. Kalau ada banyak tautan di dalam satu paragraf, paragraf itu akan terlihat lebih padat daripada di layar.
Gambar dari tautan luar tidak dimuat. Yang tercetak adalah keterangan [Gambar: alt] di posisi gambar itu ditulis. Ini keterbatasan yang perlu diketahui sejak awal, terutama untuk naskah yang mengandalkan diagram. Kalau diagramnya harus ikut tercetak, gunakan jalur HTML Pro yang mengunduh gambar dari URL publik HTTPS.
Tabel: bagian yang paling sering bermasalah
Tabel adalah bagian yang paling sering membuat hasil kompilasi berbeda dari bayangan penulisnya. Tiga hal yang perlu diperiksa sebelum naskah dikompilasi.
Jumlah kolom harus sama di setiap baris. Baris yang jumlah kolomnya kurang akan diisi sel kosong, dan baris yang lebih akan dipotong. Keduanya tidak memunculkan pesan kesalahan, jadi periksa tabelnya secara manual kalau isinya penting.
Baris judul tabel harus ditulis dengan tanda hubung yang benar. Baris itu yang menentukan perataan setiap kolom, dan tanpa baris itu tabelnya tidak dikenali sebagai tabel. Tanda titik dua di ujung atau di kedua ujung penanda menentukan apakah kolomnya rata kiri, tengah, atau kanan.
Sel yang isinya panjang akan dipotong menjadi beberapa baris. Tabel dengan satu sel berisi paragraf panjang karena itu akan memakan tinggi halaman lebih banyak daripada tabel dengan sel pendek. Kalau tabelnya sangat lebar, pertimbangkan memecahnya menjadi dua tabel atau memindahkan sebagian kolom ke lampiran.
Pemisah halaman dan penomoran
Pemisah halaman ditulis dengan baris berisi tiga tanda hubung. Baris itu tidak ikut tercetak, dan isi setelahnya dimulai di halaman baru. Penanda ini bisa dipakai lebih dari sekali di dalam satu naskah.
Penomoran halaman tidak diatur dari naskah. Nomor halaman ditentukan oleh mesin render dan bukan bagian dari isi yang Anda tulis. Kalau dokumennya memerlukan nomor halaman dengan format tertentu, atur lewat tool pengaturan halaman setelah berkas PDF-nya jadi, atau gunakan jalur HTML Pro yang bisa menulis aturan cetaknya sendiri di CSS.
Bagian yang sering terlewat: memaksa pemisah halaman sebelum tabel yang tinggi. Tabel yang tingginya mendekati satu halaman penuh bisa terdorong ke halaman berikutnya dan meninggalkan ruang kosong besar di halaman sebelumnya. Menulis pemisah halaman tepat sebelum tabelnya membuat hasilnya lebih terkendali.
Masalah yang sering terjadi
Gambar tidak muncul di dokumen. Penyebabnya gambar ditulis sebagai tautan luar, dan tool ini memang tidak memuatnya. Yang tercetak adalah keterangan [Gambar: alt]. Ganti jalurnya ke HTML Pro ke PDF kalau gambarnya harus ikut.
Tabel tampil sebagai deretan teks. Penyebabnya baris judul tabel tidak ditulis dengan benar, sehingga mesin tidak mengenalinya sebagai tabel. Periksa baris kedua tabel: isinya harus penanda tanda hubung dan titik dua, bukan teks.
Blok kode melebar melewati tepi halaman. Baris kode yang sangat panjang tidak dibungkus. Pecah barisnya di naskah sumber, atau pindahkan bagian yang panjang ke lampiran.
Hasilnya lebih banyak halaman daripada perkiraan. Sel tabel yang panjang dipotong menjadi beberapa baris, dan setiap potongan menambah tinggi. Periksa tabel terpanjang di naskah Anda, lalu sederhanakan isinya.
Tautan membuat paragraf terlalu padat. Alamat yang tercetak di belakang teks menambah panjang baris. Kalau paragrafnya memuat banyak tautan, pindahkan daftar tautannya ke bagian akhir dokumen sebagai daftar rujukan.
Kapan sebaiknya tidak memakai tool daring
Naskah yang memuat data pribadi lengkap atau dokumen internal yang belum boleh keluar dari jaringan kantor sebaiknya dikompilasi dengan aplikasi yang berjalan di komputer sendiri. Untuk tool di katalog ini, berkas dialirkan ke pemroses dan hasilnya dikirim balik ke peramban tanpa ditulis ke penyimpanan permanen, tetapi berkas tetap meninggalkan perangkat selama proses berlangsung. Keterangan lengkapnya ada di kebijakan privasi.
Batas paketnya: tanpa akun 20 pemrosesan per hari dengan 10 MB per berkas, paket Gratis 30 pemrosesan per hari, dan paket Berbayar tanpa batas jumlah pemrosesan dengan 200 MB per berkas. Rinciannya ada di halaman harga.
Pertanyaan yang sering muncul
Apakah berkas .md bisa langsung diunggah? Tool ini bekerja dari teks yang ditempelkan ke editor, jadi isi berkasnya perlu disalin lebih dulu. Setelah naskahnya ada di editor, prosesnya berjalan sama seperti naskah yang diketik langsung.
Apakah gambar yang ditulis dengan alamat lengkap ikut dimuat? Tidak. Gambar dari tautan luar tidak dimuat, dan yang tercetak adalah keterangan [Gambar: alt]. Untuk dokumen yang memerlukan gambar, gunakan jalur HTML Pro.
Bagaimana cara mengatur ukuran kertasnya? Tidak ada pilihan ukuran kertas di tool ini. Dokumen memakai lembar A4 dengan margin 20 mm dan teks 11 pt. Ukuran kertas yang berbeda hanya bisa ditentukan lewat aturan @page di jalur HTML Pro.
Apakah hasilnya bisa disunting lagi? Bisa dibuka di aplikasi penyunting PDF, tetapi tidak senyaman menyunting naskah Markdown-nya. Kalau masih ada perubahan, sunting naskahnya lalu kompilasi ulang.
Apakah penanda HTML di dalam Markdown ikut dirender? Tidak. Isi naskah diperlakukan sebagai teks Markdown, dan penanda HTML mentah tidak dijalankan. Tulis isinya dengan penanda Markdown, atau pindah ke jalur HTML kalau memang memerlukan markup.
Setelah naskah dikompilasi
Periksa jumlah halaman, posisi tabel, dan letak pemisah halamannya. Kalau ada halaman kosong yang muncul di antara dua bagian, periksa penanda pemisah halamannya, karena dua penanda berurutan menghasilkan halaman kosong. Halaman yang perlu dihapus atau digabungkan bisa dirapikan lewat Mengatur Halaman PDF.
Kalau berkasnya perlu disatukan dengan dokumen lain, gunakan Gabung PDF. Kalau ukurannya melewati batas penerima, kecilkan lewat Kompres PDF.
Buka Markdown ke PDF, tempelkan naskahnya, dan kompilasi. Peta lengkap kelompok ini, termasuk perbedaan tiap jalur dan bahan yang cocok untuk masing-masing, ada di Membuat PDF dari Gambar, Teks, dan Halaman Web.