Format gambar untuk berkas PDF ditentukan oleh isi gambarnya, bukan oleh selera. Foto disimpan sebagai JPG, tangkapan layar, logo, dan grafik sebagai PNG, dan aset web sebagai WebP. Kelompok Gambar & Foto berisi sebelas tool yang menangani pilihan itu: dua halaman hub untuk memilih arah pekerjaan, tiga tool kompresi, satu untuk tiap format, dan enam pasangan konversi antarformat.
Urutan keputusannya penting. Tentukan dulu berkas akan dipakai di mana, baru pilih formatnya, lalu atur ukurannya. Portal pendaftaran biasanya meminta JPG. Percetakan lebih suka PNG untuk gambar bergaris. Situs web paling hemat dengan WebP. Membalik urutan ini, misalnya mengompres dulu lalu mengonversi, membuat pekerjaan dikerjakan dua kali dan mutu gambar turun lebih banyak daripada yang perlu.
Satu batas berlaku untuk seluruh kelompok ini: OCR belum tersedia. Kalau yang Anda punya adalah foto dokumen atau hasil pindai, teks di dalamnya tidak bisa diubah menjadi teks digital oleh tool mana pun di sini. Yang bisa diatur hanya format dan ukuran gambarnya. Dokumen seperti itu menyimpan gambar halaman, bukan huruf yang bisa dipilih atau dicari.
Peta pekerjaan: sebelas tool dan tugasnya
Konversi Format Gambar & Foto adalah halaman hub untuk konversi antarformat. Halaman ini sengaja tidak punya tombol unggah karena setiap pasangan format punya halaman sendiri dengan penjelasan dan pengaturannya. Tugasnya mengarahkan Anda ke pasangan yang tepat, dari JPG ke WebP sampai PNG ke JPG.
Kompres Ukuran Foto & Gambar adalah hub kedua, dan tugasnya memilih tool kompresi sesuai format berkas. Pembagian itu masuk akal karena JPG dan WebP bisa diturunkan mutunya, sedangkan PNG tidak. Kalau berkas Anda PNG, satu-satunya cara yang benar-benar memangkas ukurannya adalah memperkecil dimensi.
Kompres JPG menurunkan mutu gambar dan memperkecil dimensinya. Berkas hasilnya ditulis ulang dari pikselnya, jadi metadata EXIF seperti koordinat GPS dan informasi kamera tidak ikut terbawa. Sampai 20 berkas per proses pada paket Berbayar, dan hasilnya dikemas otomatis dalam arsip ZIP kalau berkasnya lebih dari satu. Kasus yang paling sering memakai tool ini adalah pas foto untuk lamaran kerja, yang urutannya dijelaskan di Cara Menggabungkan PDF untuk Lamaran Kerja.
Kompres PNG memangkas ukuran dengan merapikan struktur datanya, bukan menurunkan mutu, sehingga gambar tetap identik piksel per piksel. Tangkapan layar, grafik, dan logo dengan banyak bidang warna rata menyusut paling banyak. Foto bertekstur halus menyusut jauh lebih sedikit, dan PNG yang sudah dioptimalkan perkakas lain bisa tidak menyusut sama sekali.
Kompres WebP memperkecil berkas WebP tanpa mengubah formatnya. Mutu dan dimensi bisa diturunkan, dan tool ini memilih sendiri antara pemadatan lossy dan lossless sesuai isi gambarnya. Kalau yang Anda butuhkan adalah JPG, pakai halaman WebP ke JPG, bukan halaman ini.
JPG ke WebP mengubah foto JPG menjadi WebP. Pada mutu yang sama, WebP menghasilkan berkas yang lebih kecil, sehingga halaman web memuat lebih cepat. WebP juga mendukung latar transparan, sesuatu yang tidak bisa dilakukan JPG.
JPG ke PNG mengubah JPG menjadi PNG untuk pengolahan lanjutan. Mutu fotonya tidak naik: detail yang sudah hilang saat foto disimpan sebagai JPG tidak bisa dikembalikan. Yang didapat adalah berkas yang tidak kehilangan mutu lagi pada setiap penyimpanan berikutnya, dan ukurannya hampir selalu lebih besar.
PNG ke WebP memangkas ukuran PNG sekaligus mempertahankan latar transparan. Ini yang membedakannya dari konversi ke JPG, yang harus mengganti bagian tembus pandang menjadi warna padat. Untuk logo dan ikon dengan bidang warna rata, penurunan ukurannya bisa sangat besar.
WebP ke PNG dipakai ketika aplikasi atau portal belum mendukung WebP. Latar transparan tetap utuh, dan hasilnya bisa diedit tanpa penurunan mutu lebih lanjut. Konsekuensinya, ukuran berkasnya umumnya membengkak.
WebP ke JPG mengembalikan gambar WebP hasil unduhan dari internet ke format yang bisa dibuka di semua perangkat dan aplikasi. Ini jalur yang paling aman kalau gambar akan dipakai di dokumen kantor atau diunggah ke portal yang belum tentu menerima WebP.
PNG ke JPG mengubah PNG menjadi JPG dengan latar putih bersih. Bagian transparan otomatis diganti warna putih, dan ukuran berkasnya menyusut karena JPG memakai kompresi yang membuang sebagian data gambar. Format inilah yang paling luas diterima portal pendaftaran.
Konsep dasar sebelum memilih format
Dua sifat format menentukan hampir semua keputusan: cara menyimpan data dan dukungan transparansi. JPG dan WebP memakai kompresi yang membuang sebagian data untuk memangkas ukuran, sedangkan PNG menyimpan seluruh data. Karena itu PNG lebih besar, tetapi tidak kehilangan mutu saat disimpan berulang kali. Konversi tidak pernah menambah mutu: data yang sudah dibuang tidak kembali.
Kebutuhan berkas menentukan pilihan formatnya.
| Kebutuhan | Format | Alasan |
|---|---|---|
| Foto untuk portal atau dokumen | JPG | Diterima hampir semua aplikasi dan portal |
| Tangkapan layar, logo, dan grafik | PNG | Mutu tidak turun, latar transparan terjaga |
| Gambar untuk situs web | WebP | Ukuran paling kecil, peramban modern mendukung |
Kompatibilitas adalah pertimbangan kedua yang sering diabaikan. JPG bisa dibuka di hampir semua aplikasi. PNG diterima luas dan menjadi pilihan untuk gambar bergaris tajam. WebP didukung peramban modern, tetapi sebagian aplikasi perkantoran dan portal pendaftaran lama belum bisa membukanya. Kalau berkasnya akan diunggah ke portal instansi, JPG adalah pilihan yang paling aman.
Arah konversi menentukan ukuran hasil. Mengubah PNG ke JPG dan WebP ke JPG umumnya mengecilkan berkas. Mengubah JPG ke PNG, WebP ke PNG, dan PNG ke WebP bisa membesarkan berkas, terutama untuk foto. Perkirakan arahnya sebelum memilih, karena hasil yang membesar sering disalahartikan sebagai kerusakan.
Metadata foto ikut diperhitungkan kalau berkas akan dibagikan. Foto dari ponsel menyimpan informasi kamera, tanggal pengambilan, dan koordinat GPS. Kompres JPG menulis ulang berkas dari pikselnya sehingga metadata itu tidak ikut terbawa. Kalau informasi lokasi masih dibutuhkan untuk arsip, simpan berkas aslinya sebelum dikompres.
Batas paket berlaku sama untuk seluruh tool di kelompok ini: tanpa akun 20 pemrosesan per hari dengan 5 MB per gambar dan 10 berkas per proses; paket Gratis 30 pemrosesan per hari dengan batas 5 MB per gambar dan 20 berkas; paket Berbayar pemrosesan tanpa batas jumlah, 20 MB per gambar, dan 20 berkas. Rinciannya ada di halaman harga.
Untuk tool kategori ini, berkas dialirkan ke pemroses dan hasilnya dikirim balik ke peramban, tanpa ditulis ke penyimpanan permanen. Berkas asli di perangkat Anda tidak diubah; setiap tool membaca berkas masukan dan menghasilkan berkas baru. Penjelasan lengkapnya ada di kebijakan privasi.
Alur kerja untuk tiga skenario nyata
Skenario pertama: pas foto dan berkas pendaftaran. Studio foto menyerahkan berkas PNG, sementara portal pendaftaran meminta JPG dengan batas ukuran tertentu. Ubah dulu lewat PNG ke JPG supaya latar transparan diganti putih dan formatnya diterima portal. Kalau ukurannya masih di atas batas, kecilkan lewat Kompres JPG dengan menurunkan dimensinya. Setelah semua foto lolos, susun menjadi satu PDF lewat JPG ke PDF, lalu periksa ukuran dokumennya. Urutan lengkap untuk kasus ini ada di Cara Menggabungkan PDF untuk Lamaran Kerja.
Skenario kedua: hasil pindai dokumen. Pemindai biasanya menghasilkan satu JPG atau PNG untuk setiap lembar. Kalau hasilnya akan dikirim sebagai PDF, susun dulu gambarnya menjadi PDF lewat JPG ke PDF, baru kompres PDF-nya lewat Kompres PDF. Mengompres setiap gambar sebelum disusun berarti mengerjakan langkah yang sama beberapa kali, dan hasil PDF-nya tetap perlu diperiksa ulang. Halaman yang miring dirapikan setelah PDF jadi lewat Putar PDF. Langkah menyusun hasil pindai dijelaskan di Cara Menggabungkan PDF dari Hasil Scan.
Skenario ketiga: aset web dan logo. Simpan logo dan tangkapan layar dalam dua versi. Versi PNG menjadi cadangan untuk cetak dan penyuntingan, karena tidak kehilangan mutu saat disimpan berulang kali. Versi WebP dipakai di situs supaya halamannya lebih ringan, dibuat lewat PNG ke WebP atau JPG ke WebP. Untuk gambar yang harus dikirim ke aplikasi kantor, ubah kembali ke format yang lebih luas diterima lewat WebP ke JPG.
Kesalahan umum di kelompok ini
Mengonversi JPG ke PNG untuk menaikkan mutu. Detail yang hilang saat kompresi JPG tidak kembali. PNG hanya mencegah penurunan mutu berikutnya, dan berkasnya jadi jauh lebih besar.
Mengompres berkas berulang kali dari hasil kompres sebelumnya. Setiap putaran menurunkan mutu gambar, dan mutunya tidak kembali ke kondisi semula. Kalau hasil pertama masih terlalu besar, kembalikan ke berkas asli lalu kompres sekali dengan setelan yang lebih kuat.
Menyimpan tangkapan layar sebagai JPG. Huruf dan garis tajam pada tangkapan layar menghasilkan bercak di sekitar tepinya saat disimpan sebagai JPG. Simpan tangkapan layar sebagai PNG, dan ubah ke JPG hanya kalau formatnya memang disyaratkan.
Mengunggah WebP ke portal yang belum mendukungnya. Peramban modern mendukung WebP, tetapi portal pendaftaran dan aplikasi perkantoran versi lama belum tentu. Kalau berkasnya untuk portal, ubah dulu ke JPG lewat WebP ke JPG.
Mengompres PNG dengan harapan menyusut seperti JPG. PNG tidak kehilangan mutu, jadi pemangkasannya berasal dari struktur data dan pengurangan dimensi. Tangkapan layar menyusut banyak, foto bertekstur halus hampir tidak menyusut.
Mengompres gambar satu per satu padahal akan disusun menjadi PDF. Kompresi PDF bekerja pada gambar di dalam dokumen. Menyusun dulu menjadi PDF lalu mengompres sekali jauh lebih hemat langkah.
Kapan sebaiknya tidak memakai tool online
Foto dokumen pribadi seperti KTP, kartu keluarga, dan buku tabungan sebaiknya tidak diunggah ke tool online, meskipun hanya untuk mengubah format. Untuk berkas kategori ini, berkas dialirkan ke pemroses dan hasilnya dikirim balik ke peramban tanpa ditulis ke penyimpanan permanen, tetapi berkas tetap meninggalkan perangkat selama proses berlangsung. Aplikasi desktop di komputer sendiri adalah pilihan yang benar untuk berkas seperti itu.
Kalau gambar hanya perlu diubah namanya, dipindahkan, atau dirapikan susunannya, tidak ada konversi yang perlu dilakukan. Tool di kelompok ini dipakai ketika format atau ukuran berkasnya memang harus berubah.
Pekerjaan dalam jumlah besar dan berulang setiap hari juga lebih hemat dikerjakan dengan aplikasi desktop. Batas 20 berkas per proses pada paket Berbayar berarti pekerjaan besar harus dipecah menjadi beberapa putaran, dan setiap putaran menunggu unggahan selesai. Untuk pekerjaan seperti itu, aplikasi batch di komputer sendiri lebih cepat.
Pertanyaan yang sering muncul
Kapan WebP sebaiknya tidak dipakai? Ketika berkasnya akan diunggah ke portal instansi atau dikirim ke aplikasi kantor versi lama yang belum mendukungnya. Untuk dua keperluan itu, JPG lebih aman. WebP cocok untuk gambar yang akan tampil di situs web, karena peramban modern mendukungnya.
Apakah mutu gambar naik kalau diubah ke PNG? Tidak. Mutu yang sudah hilang saat foto disimpan sebagai JPG tidak bisa dikembalikan. Yang didapat dari PNG adalah berkas yang tidak kehilangan mutu lagi pada setiap penyimpanan berikutnya, dan ukurannya hampir selalu lebih besar.
Apakah latar transparan hilang saat dikonversi? Tergantung pasangan formatnya. WebP dan PNG sama-sama mendukung transparansi, jadi perpindahan di antara keduanya menjaga bagian tembus pandang tetap utuh. Konversi ke JPG tidak bisa mempertahankannya, dan bagian transparan diganti warna putih bersih.
Apakah data lokasi di foto ikut terhapus? Kompres JPG menulis ulang berkas dari pikselnya, sehingga metadata EXIF termasuk koordinat GPS, jenis kamera, dan tanggal pengambilan tidak ikut terbawa. Konversi antarformat juga menulis ulang berkas. Simpan berkas aslinya kalau informasi itu masih dibutuhkan untuk arsip.
Bisakah memproses banyak gambar sekaligus? Bisa, sampai 20 berkas per proses pada paket Berbayar, 20 berkas pada paket Gratis, dan 10 berkas tanpa akun. Kalau hasilnya lebih dari satu berkas, semuanya dikemas otomatis dalam arsip ZIP. Untuk jumlah yang lebih besar, pekerjaan dipecah menjadi beberapa putaran, atau gambar-gambar itu disusun lebih dulu menjadi satu PDF lewat JPG ke PDF.
Mulai dari format yang dibutuhkan
Kalau gambar Anda perlu berpindah format, buka Konversi Format Gambar & Foto dan pilih pasangan yang sesuai. Kalau ukurannya yang perlu dikecilkan, mulai dari Kompres Ukuran Foto & Gambar. Setelah format dan ukuran beres, gambar siap disusun menjadi dokumen lewat JPG ke PDF. Kalau dokumennya akan digabung dengan berkas lain, langkahnya ada di Mengatur Halaman PDF: Gabung, Pisah, dan Urutkan.