Foto berukuran kecil dijadikan PDF dengan membuka JPG ke PDF, mengunggah gambarnya, lalu mengunduh hasilnya. Ukuran berkas tidak memengaruhi cara pemrosesan: satu gambar tetap menjadi satu halaman A4 dengan margin 20 mm, dan gambar ditempatkan proporsional di tengah halaman. Foto berukuran 200 KB diproses sama seperti foto berukuran 5 MB.

Ada dua hal berbeda yang sering disebut sebagai foto ukuran kecil. Yang pertama, foto dengan ukuran berkas kecil, misalnya hasil kompresi atau tangkapan layar. Yang kedua, foto dengan dimensi kecil, misalnya gambar beresolusi rendah atau hasil pindaian lama. Keduanya punya masalah yang berbeda, dan penanganannya juga berbeda.

Bagian bawah membahas keduanya, termasuk cara membaca batas ukuran unggahan, cara menghindari kompresi berulang, dan apa yang bisa dilakukan kalau foto sumbernya memang sudah beresolusi rendah.

Dua arti foto ukuran kecil

Ukuran berkas kecil berarti jumlah datanya sedikit, misalnya 150 KB atau 500 KB. Foto seperti ini justru menguntungkan: proses unggahnya cepat, hasil PDF-nya ringan, dan tidak ada risiko melewati batas ukuran penerima. Yang perlu diperiksa hanya keterbacaan, karena foto berukuran kecil kadang sudah dikompresi beberapa kali sebelumnya.

Dimensi kecil berarti lebar dan tinggi gambarnya sedikit, misalnya 800 piksel kali 600 piksel. Foto seperti ini akan tampil kecil di halaman A4 karena tidak diperbesar melebihi ukuran aslinya. Memperbesar gambar beresolusi rendah hanya membuatnya tampak kabur, dan tool ini tidak melakukan pembesaran paksa.

Kalau yang Anda punya adalah foto berukuran besar dan ingin mengecilkannya sebelum dibuat PDF, itu pekerjaan lain. Artikel ini membahas foto yang sudah kecil sejak awal, bukan cara mengecilkan foto besar.

Perbedaan ini penting karena menentukan langkah perbaikannya. Foto dengan ukuran berkas kecil tetapi dimensi pikselnya besar masih bisa dicetak dengan tajam. Foto dengan dimensi piksel kecil akan tampak kabur saat diperbesar, berapa pun ukuran berkasnya. Karena itu, periksa dimensi gambar, bukan hanya ukuran berkasnya, sebelum menilai apakah foto itu cukup untuk keperluan Anda.

Langkah membuat PDF dari foto berukuran kecil

  1. Kumpulkan foto yang akan dipakai dan periksa ukuran berkasnya di aplikasi pengelola berkas.
  2. Buka setiap foto dan perbesar bagian yang paling kecil tulisannya. Kalau sudah tidak terbaca di gambar aslinya, hasil PDF-nya juga tidak akan lebih baik.
  3. Rapikan orientasi dan pangkas tepi yang tidak perlu.
  4. Buka JPG ke PDF.
  5. Unggah fotonya, lalu periksa urutan di daftar unggahan.
  6. Jalankan prosesnya, lalu unduh PDF hasilnya.
  7. Buka PDF-nya dan periksa keterbacaan pada pembesaran penuh.

Langkah kedua adalah pemeriksaan yang paling menentukan. Kalau foto aslinya sudah tidak terbaca, tidak ada langkah setelahnya yang bisa memperbaikinya. Memindai ulang atau memotret ulang dari jarak lebih dekat adalah satu-satunya jalan.

Batas ukuran yang berlaku

Batas ukuran gambar dihitung per gambar, bukan untuk total unggahan. Tanpa akun, batasnya 5 MB per gambar dengan 20 pemrosesan per hari dan 10 berkas per proses. Paket Gratis dengan akun memberi 30 pemrosesan per hari dengan batas 5 MB per gambar. Paket Berbayar tidak membatasi jumlah pemrosesan, dengan batas 20 MB per gambar dan 20 berkas per proses. Rinciannya ada di halaman harga.

Untuk foto berukuran kecil, batas itu jarang menjadi masalah. Justru sebaliknya: kumpulan foto kecil bisa disatukan tanpa khawatir melewati batas, dan hasil PDF-nya ringan saat dikirim.

Batas 20 gambar per proses tetap berlaku untuk semua paket. Kalau kumpulan fotonya lebih dari 20, bagi menjadi beberapa batch lalu satukan hasilnya dengan Gabung PDF.

Menghindari kompresi berulang

Foto berukuran kecil biasanya sudah pernah dikompresi. Mengompresinya lagi akan membuang data yang tersisa tanpa memberi penurunan ukuran yang berarti, dan mutunya tidak bisa dikembalikan. Karena itu, hindari rangkaian kompresi bertingkat pada foto yang sudah kecil.

Prinsip yang sama berlaku untuk PDF hasilnya. Kalau hasil PDF-nya sudah ringan, tidak ada alasan mengompresnya lagi. Kalau ternyata masih perlu dikecilkan, mulai lagi dari berkas foto aslinya, bukan dari PDF hasil kompres pertama. Cara ini dijelaskan lebih rinci di Cara Memperkecil PDF Hasil Foto.

Untuk memeriksa apakah ukuran PDF sudah wajar, bandingkan dengan batas yang diminta penerima. Berapa Ukuran PDF yang Ideal membahas angka yang biasanya diterima untuk lampiran surel dan portal pendaftaran.

Cara memeriksa riwayat kompresi sebuah foto tidak selalu mudah. Sebagian aplikasi menyimpan keterangan itu di metadata, sebagian tidak. Kalau tidak ada keterangan yang bisa dipercaya, anggap foto itu sudah pernah dikompres dan jangan dikompres lagi. Perlakuan yang aman untuk foto kecil adalah membiarkannya apa adanya.

Masalah yang sering terjadi

Foto tampil kecil di tengah halaman. Ini perilaku normal untuk gambar berdimensi rendah, karena gambar tidak diperbesar melebihi ukuran aslinya. Solusinya bukan mengubah pengaturan, melainkan mengganti fotonya dengan versi yang lebih besar.

Tulisan tidak terbaca saat diperbesar. Resolusi foto aslinya memang terlalu rendah. Foto ulang atau pindai ulang pada resolusi yang lebih tinggi, lalu buat ulang PDF-nya.

Foto terlihat kabur setelah dikompres. Kompresi membuang data gambar, dan data itu tidak bisa dikembalikan. Simpan berkas asli di tempat terpisah, dan mulai ulang dari berkas asli kalau hasilnya kurang memuaskan.

Berkas ditolak portal. Batas 5 MB per gambar pada paket Gratis sering tidak menjadi masalah untuk foto kecil, tetapi portal kadang memasang batas yang jauh lebih ketat. Periksa ketentuan portalnya, lalu sesuaikan ukuran berkasnya.

Gambar PNG transparan terlihat putih. Gambar transparan ditempatkan di atas latar putih. Bagian yang tembus pandang akan terlihat putih di dokumen, dan itu memang perilaku yang diinginkan untuk keperluan cetak.

Kapan sebaiknya tidak memakai tool online

Foto berukuran kecil biasanya berasal dari percakapan, tangkapan layar, atau dokumen yang sudah lama dipindai. Kalau isinya data pribadi dan tidak boleh keluar dari jaringan kantor, ubah fotonya menjadi PDF dengan aplikasi di perangkat sendiri. Untuk tool di kelompok ini, berkas dialirkan ke pemroses dan hasilnya dikirim balik ke peramban tanpa ditulis ke penyimpanan permanen, tetapi berkas tetap meninggalkan perangkat selama proses berlangsung. Keterangan lengkapnya ada di kebijakan privasi.

Untuk foto kecil yang tidak sensitif, memakai tool online adalah pilihan paling cepat dan tidak memerlukan pemasangan apa pun.

Memeriksa hasil sebelum dikirim

Tiga hal yang perlu diperiksa. Pertama, jumlah halaman sesuai jumlah gambar. Kedua, urutannya benar. Ketiga, tulisan yang penting terbaca pada pembesaran penuh.

Kalau hasilnya akan dicetak, cetak satu halaman contoh lebih dulu. Layar dan kertas menampilkan gambar dengan cara yang berbeda, dan foto beresolusi rendah kadang tampak lebih tajam di layar daripada di kertas.

Pertanyaan yang sering muncul

Apakah foto berukuran 100 KB bisa dijadikan PDF? Bisa. Tidak ada ukuran minimum berkas yang harus dipenuhi.

Apakah foto akan diperbesar agar memenuhi halaman? Tidak. Foto ditempatkan proporsional tanpa diperbesar melebihi ukuran aslinya. Ruang yang tersisa dibiarkan kosong.

Bisakah foto kecil dan foto besar digabung dalam satu PDF? Bisa. Setiap gambar diperlakukan sendiri, dan semua halaman tetap berukuran A4.

Apakah mengompres PDF hasilnya akan membuat tulisan tidak terbaca? Risikonya ada, karena isinya gambar. Periksa hasilnya setelah dikompres, dan mulai ulang dari berkas asli kalau mutunya turun.

Apakah foto kecil tetap diproses kalau ukurannya di bawah 1 MB? Ya. Tidak ada ukuran minimum yang harus dipenuhi, dan pemrosesannya sama seperti foto berukuran besar.

Setelah foto kecil menjadi PDF

Buka JPG ke PDF, unggah fotonya, lalu periksa hasilnya. Untuk kumpulan foto yang perlu disatukan dalam jumlah besar, lihat Cara Membuat PDF dari Banyak Foto. Peta lengkap kelompok ini ada di Membuat PDF dari Gambar, Teks, dan Halaman Web.