PDF dari copas dibuat dengan menempelkan hasil salinan ke Teks ke PDF, menjalankan prosesnya, lalu mengunduh berkasnya. Salinan bisa datang dari halaman web, percakapan, dokumen kantor, atau penampil PDF. Selama isinya berupa teks, jalur ini bisa dipakai.

Bagian tersulit dari pekerjaan ini bukan menempel atau memproses, melainkan merapikan. Teks yang disalin dari tempat lain datang bersama kebiasaan tempat asalnya: patahan baris di tengah kalimat, penanda daftar yang tidak dikenali, dan karakter khusus yang tidak terlihat di layar.

Hasil akhirnya dokumen A4 dengan margin 20 mm dan teks 11 pt. Isinya berupa teks vektor, jadi bisa dicari kata-katanya dan tetap tajam saat diperbesar. Tidak ada pilihan huruf, ukuran huruf, atau margin, karena tool ini menata teks, bukan mendesain halaman.

Kapan bahan hasil copas cocok dijadikan PDF

Jalur ini dipakai saat isi yang dibutuhkan sudah ada di layar dan tidak sebanding kalau harus diketik ulang. Mengutip beberapa paragraf dari halaman referensi, memindahkan isi pengumuman dari aplikasi percakapan, dan menyusun kumpulan kutipan untuk lampiran adalah pemakaian yang paling sering.

Kebutuhan lain adalah memindahkan isi dari aplikasi yang tidak punya menu ekspor PDF. Selama isinya bisa diblok dan disalin, jalur ini menyediakan jalan keluar tanpa perlu memasang aplikasi tambahan.

Sebaliknya, kalau tampilan sumbernya yang penting, jangan pakai jalur copas. Teks yang disalin tidak membawa tata letak, warna, atau gambar dari asalnya. Untuk halaman web yang tampilannya harus utuh, cetak halamannya langsung dari menu cetak peramban Anda. Untuk dokumen kantor yang tata letaknya mengikuti aslinya, konversi langsung dari berkasnya lewat Word ke PDF (simpan langsung ke PDF dari menu File di Microsoft Word atau WPS).

Jalur copas juga tidak bisa dipakai pada sumber yang isinya gambar. PDF hasil pindai dan tangkapan layar tidak punya teks yang bisa diblok. Untuk bahan seperti itu, pakai JPG ke PDF, dan ketahui bahwa dokumennya tidak bisa dicari kata-katanya.

Langkah membuat PDF dari hasil copas

  1. Buka sumbernya, lalu blok bagian teks yang diperlukan dan salin.
  2. Buka Teks ke PDF di peramban.
  3. Tempel salinannya ke editor yang tersedia.
  4. Periksa baris yang terpotong di tengah kalimat, lalu gabungkan.
  5. Beri penanda: # di awal baris untuk judul, **tebal** dan *miring* untuk penekanan, serta - dan 1. untuk daftar.
  6. Sisipkan baris berisi tiga tanda hubung di tempat yang ingin dimulai di halaman baru. Baris itu tidak ikut tercetak.
  7. Jalankan prosesnya, lalu unduh berkasnya.
  8. Periksa hasilnya, terutama bagian yang paling padat teksnya.

Langkah keempat layak dikerjakan lebih dulu sebelum langkah kelima. Memberi judul dan daftar pada teks yang masih penuh patahan baris menghasilkan dokumen yang terlihat rapi di luar tetapi berantakan saat dibaca.

Yang ikut terbawa saat menyalin

Patahan baris adalah bawaan yang paling sering muncul. Aplikasi sumber membatasi lebar barisnya mengikuti jendela atau kolom, dan batas itu ikut tersalin. Di dokumen baru, patahan itu membuat satu paragraf tampak seperti beberapa baris pendek yang tidak beraturan.

Karakter daftar juga ikut tersalin, tetapi bukan sebagai penanda. Aplikasi sumber menyalin simbol butirnya sebagai karakter, dan tool ini tidak mengenali karakter itu sebagai daftar. Hasilnya butir-butir tampil sebagai paragraf biasa.

Ada pula karakter yang tidak terlihat: spasi tak terputus, tanda pemisah tersembunyi, dan spasi ganda. Semuanya menambah lebar baris tanpa terlihat di layar, dan efeknya baru ketahuan saat teks dibungkus ulang oleh tool.

Bagian yang paling sering terlewat adalah teks yang bukan bagian dari isi: judul halaman, menu, nama tombol, dan keterangan waktu. Semuanya ikut tersalin karena berada di sekitar bagian yang diblok. Periksa bagian atas dan bawah tempelan, karena di situlah sisa-sisa itu biasanya menempel.

Merapikan sebelum diproses

Mulai dari patahan baris. Gabungkan baris-baris yang sebenarnya satu paragraf, lalu sisakan satu baris kosong di antara paragraf. Setelah itu, teks akan dibungkus ulang mengikuti lebar halaman A4, dan hasilnya jauh lebih mudah dibaca.

Buang karakter daftar bawaan sumber, lalu ganti dengan tanda hubung atau angka di awal baris. Keduanya dikenali tool ini dan akan ditata menjorok beserta penomorannya. Daftar yang dibiarkan sebagai karakter tidak akan mendapat perlakuan itu.

Rapikan judulnya. Judul asli dari halaman web sering tersalin bersama keterangan tambahan seperti nama situs dan tanggal. Sisakan judulnya saja, lalu tulis dengan tanda pagar di awal baris supaya dikenali sebagai judul.

Terakhir, seragamkan tanda bacanya. Tanda kutip melengkung dan tanda hubung panjang dari sumber lain akan tercetak apa adanya. Menggantinya dengan tanda yang biasa dipakai membuat dokumennya konsisten, terutama kalau isinya gabungan dari beberapa sumber.

Sumber berbeda, bawaan berbeda

Salinan dari halaman web biasanya membawa patahan baris, judul halaman, dan keterangan penulis. Halaman berita sering menyisipkan tanggal dan nama rubrik di antara judul dan isi. Bersihkan bagian itu lebih dulu.

Salinan dari aplikasi percakapan membawa nama pengirim, jam, dan penanda balasan. Untuk keperluan bukti, bagian itu berguna dan sebaiknya dipertahankan. Susun ulang sebagai daftar berurutan supaya urutan percakapannya jelas.

Salinan dari penampil PDF mengikuti aturan kolom dokumen asalnya. Dokumen dua kolom menghasilkan baris yang bercampur antara kolom kiri dan kanan, dan bagian yang bercampur seperti itu perlu disusun ulang secara manual. Salinan dari dokumen kantor biasanya paling bersih, dengan patahan baris di akhir paragraf sebagai satu-satunya hal yang perlu diperiksa.

Masalah yang sering terjadi

Paragraf berubah menjadi baris-baris pendek. Penyebabnya patahan baris dari sumber ikut tersalin. Gabungkan barisnya di editor sebelum diproses.

Butir daftar tampil sebagai karakter aneh. Karakter butir dari aplikasi sumber tidak dikenali sebagai daftar. Ganti dengan tanda hubung atau angka di awal baris.

Tanda bintang ikut tercetak. Penanda tebal dan miring hanya dikenali kalau pasangannya lengkap. Periksa setiap penanda pembuka dan penutupnya.

Isi dokumen tercampur antara dua kolom. Salinan dari dokumen berkolom mengikuti urutan baca yang salah. Susun ulang urutannya secara manual.

Baris terlalu lebar untuk halaman. Spasi ganda dan spasi tak terputus menambah lebar baris. Ganti dengan spasi biasa, lalu biarkan tool membungkus teksnya.

Halaman kosong muncul di tengah. Ada dua penanda pemisah halaman yang berdekatan. Hapus salah satunya, karena dua penanda berurutan menyisakan halaman kosong di antaranya.

Kapan sebaiknya tidak memakai tool online

Salinan yang memuat data pribadi lengkap, isi perjanjian, atau bahan internal yang belum boleh keluar dari jaringan kantor sebaiknya tidak ditempel ke layanan mana pun yang servernya di luar kendali Anda. Untuk bahan seperti itu, susun dokumennya dengan aplikasi yang berjalan di komputer sendiri.

Kalau tetap memakai tool di sini, perlu diketahui bahwa berkas dialirkan ke pemroses dan hasilnya dikirim balik ke peramban tanpa ditulis ke penyimpanan permanen. Meski begitu, teks yang Anda tempel tetap meninggalkan perangkat selama proses berlangsung. Keterangan lengkapnya ada di kebijakan privasi, dan rincian batas paketnya ada di halaman harga.

Satu catatan soal hak pakai. Menyalin teks untuk keperluan pribadi dan menyalin untuk diterbitkan ulang adalah dua hal yang berbeda. Kalau dokumen hasilnya akan dibagikan, sebutkan sumbernya di dalam isi.

Pertanyaan yang sering muncul

Bisakah menyalin dari penampil PDF? Bisa, selama PDF-nya punya lapisan teks. PDF hasil pindai tidak punya lapisan teks, jadi tidak ada yang bisa diblok. Untuk bahan pindai, gunakan jalur JPG ke PDF.

Apakah nama pengirim di salinan percakapan ikut tercetak? Ikut, karena bagian itu tersalin sebagai teks biasa. Kalau dokumennya dipakai sebagai bukti, pertahankan. Kalau tidak, hapus bagian itu saat merapikan.

Apakah beberapa kutipan bisa disatukan dalam satu dokumen? Bisa. Beri judul untuk setiap kutipan dengan #, dan pisahkan bagiannya dengan baris berisi tiga tanda hubung supaya setiap kutipan dimulai di halaman baru.

Apakah tautan yang tersalin ikut tercetak? Alamat tautan yang tersalin sebagai teks akan tercetak apa adanya, karena tool ini menata teks, bukan menghidupkan tautan. Hapus alamatnya kalau tidak diperlukan.

Apakah hasilnya bisa disunting lagi setelah jadi? Bisa dibuka di aplikasi penyunting PDF, tetapi tidak senyaman menyunting teks sumbernya. Kalau masih ada perubahan, sunting teksnya lalu proses ulang.

Setelah dokumen jadi

Periksa halaman pertama, halaman terakhir, dan letak pemisah halamannya. Kalau ada halaman kosong yang terselip, rapikan lewat Mengatur Halaman PDF. Kalau dokumennya perlu disatukan dengan berkas lain, gunakan Gabung PDF, dan kalau ukurannya melewati batas penerima, kecilkan lewat Kompres PDF.

Buka Teks ke PDF, tempelkan hasil salinan Anda, lalu unduh dokumennya. Peta lengkap kelompok ini, termasuk jalur untuk gambar dan halaman web, ada di Membuat PDF dari Gambar, Teks, dan Halaman Web. Topik PDF secara umum dimulai dari Panduan PDF.