Screenshot dijadikan PDF dengan membuka JPG ke PDF, mengunggah gambarnya, lalu mengunduh hasilnya. Satu tangkapan layar menjadi satu halaman A4 dengan margin 20 mm, dan urutan halaman mengikuti daftar unggahan. Cara ini bekerja untuk tangkapan layar dari ponsel maupun komputer, tanpa aplikasi tambahan.
Tangkapan layar berbeda dari foto biasa dalam dua hal. Pertama, ukurannya mengikuti layar, sehingga rasio antara lebar dan tingginya bisa sangat berbeda dari kertas A4. Kedua, isinya biasanya berupa tulisan kecil dan antarmuka, bukan pemandangan, sehingga keterbacaan teks menjadi ukuran mutu yang utama.
Bagian bawah membahas cara menyusun bukti dari beberapa tangkapan layar, cara menangani tangkapan layar yang sangat panjang, dan apa yang perlu diperiksa sebelum berkas dikirim.
Menyusun bukti dari beberapa screenshot
Tangkapan layar sering dipakai sebagai bukti: percakapan, konfirmasi pembayaran, atau tangkapan pesan kesalahan. Bukti yang baik menunjukkan urutan kejadian, bukan sekadar kumpulan gambar.
Susun urutannya dari awal ke akhir. Kalau percakapan yang dibuktikan cukup panjang, potong menjadi beberapa tangkapan layar dengan bagian yang tumpang tindih sedikit di antara potongan, supaya tidak ada kalimat yang hilang di batas potongan. Tumpang tindih kecil lebih aman daripada potongan yang rapat.
Beri nama berkas dengan awalan angka sebelum diunggah, misalnya bukti-01.png sampai bukti-08.png. Nama berurutan membuat daftar unggahan langsung tersusun benar dan memudahkan pemeriksaan.
Screenshot panjang dan screenshot kecil
Tangkapan layar yang sangat panjang, misalnya halaman web yang diambil utuh, akan tampil kecil di halaman A4. Seluruh isinya masuk ke dalam satu halaman, tetapi tulisannya menjadi sangat kecil saat dicetak. Untuk keperluan arsip digital, tampilan kecil itu masih bisa diperbesar di layar. Untuk keperluan cetak, potong tangkapan layarnya menjadi beberapa bagian sebelum diunggah.
Tangkapan layar berukuran kecil, misalnya potongan dialog atau tombol, juga tampil kecil karena tidak diperbesar melebihi ukuran aslinya. Kalau yang ingin ditonjolkan hanya bagian tertentu, pangkas dulu bagian yang tidak perlu supaya bidang gambarnya lebih terisi.
Tangkapan layar dari ponsel berorientasi tegak biasanya mengisi halaman A4 lebih penuh daripada tangkapan layar dari komputer yang melebar. Perbedaan ini normal dan tidak bisa diubah, karena tool ini tidak punya pilihan orientasi atau ukuran kertas.
Cara memotong tangkapan layar panjang: buka gambarnya di penyunting, potong menjadi beberapa bagian dengan tinggi yang seragam, lalu simpan setiap bagian sebagai berkas terpisah. Sisakan sedikit tumpang tindih di antara potongan supaya tidak ada baris yang hilang di batas potongan. Setelah itu, unggah seluruh potongan sesuai urutan dan jadikan satu PDF. Hasilnya jauh lebih nyaman dibaca daripada satu halaman berisi gambar raksasa yang dikecilkan.
Langkah membuat PDF dari screenshot
- Kumpulkan tangkapan layar yang akan dipakai dan letakkan dalam satu folder.
- Periksa setiap gambar: pastikan teks yang penting terbaca dan tidak ada bagian yang terpotong.
- Pangkas tepi yang tidak perlu dengan penyunting gambar bawaan perangkat.
- Beri nama berkas dengan awalan angka sesuai urutan yang diinginkan.
- Buka JPG ke PDF.
- Unggah seluruh tangkapan layar, lalu periksa urutan di daftar unggahan.
- Jalankan prosesnya, lalu unduh PDF hasilnya.
- Buka PDF-nya dan periksa keterbacaan di halaman yang paling padat.
Langkah ketiga membuat perbedaan yang cukup terasa. Tangkapan layar sering memuat bilah tugas, jam, atau tepi jendela yang tidak diperlukan. Memangkasnya membuat isi yang penting tampil lebih besar.
Menyensor bagian yang sensitif
Tangkapan layar mudah memuat informasi yang tidak seharusnya ikut terkirim: nama akun, nomor telepon, alamat surel, atau kode verifikasi. Periksa setiap gambar sebelum diunggah dan tutup bagian yang tidak diperlukan.
Lakukan penyensoran pada gambar sebelum dibuat PDF, dengan alat gambar di aplikasi penyunting. Tutup dengan bidang pekat, bukan coretan tipis atau efek buram, karena keduanya masih bisa dibaca setelah diperbesar. Setelah itu simpan sebagai berkas baru supaya gambar aslinya tetap utuh.
Kalau yang perlu dihilangkan adalah bagian di dalam PDF yang sudah jadi, tool di kelompok Keamanan PDF menyediakan cara untuk itu. Namun untuk bukti yang belum dibuat, menyensor gambar sumbernya lebih langsung dan lebih pasti.
Masalah yang sering terjadi
Tulisan di screenshot tidak terbaca saat dicetak. Ini konsekuensi dari tangkapan layar yang lebar dan dipaksa masuk ke A4. Kalau hasilnya akan dicetak, potong tangkapan layarnya menjadi beberapa bagian, atau perbesar tampilan aplikasi sebelum mengambil tangkapan layar berikutnya.
Ada bilah tugas atau jam yang ikut masuk. Pangkas tepi gambar sebelum diunggah. Bagian itu tidak menambah informasi dan hanya memakan ruang.
Urutan bukti terbalik. Periksa daftar unggahan sebelum menjalankan proses. Kalau sudah telanjur jadi, urutannya bisa diperbaiki dengan tool di kelompok Atur PDF.
Berkas terlalu besar untuk lampiran surel. Tangkapan layar beresolusi tinggi bisa membengkakkan berkas. Kecilkan lewat Kompres PDF, atau baca Cara Memperkecil PDF Hasil Foto.
Tangkapan layar panjang tampil mungil. Tool ini menempatkan gambar secara proporsional tanpa memperbesar. Potong menjadi beberapa bagian supaya tiap bagian mengisi halaman dengan lebih baik.
Kapan sebaiknya tidak memakai tool online
Tangkapan layar sering memuat percakapan pribadi, data akun, atau isi layar yang sifatnya internal. Kalau isinya tidak boleh keluar dari perangkat, gunakan aplikasi di perangkat sendiri. Untuk tool di kelompok ini, berkas dialirkan ke pemroses dan hasilnya dikirim balik ke peramban tanpa ditulis ke penyimpanan permanen, tetapi berkas tetap meninggalkan perangkat selama proses berlangsung. Keterangan lengkapnya ada di kebijakan privasi.
Cara paling sederhana untuk mengurangi risiko: sensor bagian yang tidak perlu sebelum diunggah, sehingga yang meninggalkan perangkat hanya bagian yang memang dibutuhkan penerima.
Screenshot, foto, atau halaman web
Ketiga bahan ini berbeda dan menghasilkan dokumen dengan sifat berbeda. Tangkapan layar merekam apa yang terlihat di layar pada satu waktu, termasuk bilah dan tombol antarmuka. Foto merekam benda nyata. Halaman web adalah sumber hidup yang bisa diambil langsung.
Kalau yang ingin disimpan adalah halaman web utuh tanpa bilah antarmuka dan tanpa perlu mengambil tangkapan layar manual, cetak halamannya langsung dari menu cetak peramban Anda dan pilih "Simpan sebagai PDF". Cara itu menghasilkan PDF A4 tegak lengkap dengan gambar latar. Halaman yang memerlukan login tetap perlu dibuka di sesi peramban Anda sendiri, jadi tangkapan layar adalah pilihan yang masuk akal untuk halaman seperti itu.
Pertanyaan yang sering muncul
Apakah screenshot PNG dengan latar transparan berubah? Latar transparan ditempatkan di atas latar putih. Bagian yang tembus pandang akan terlihat putih di dokumen.
Bisakah satu halaman memuat dua tangkapan layar? Tidak lewat tool ini, karena satu gambar menjadi satu halaman. Kalau memang perlu, gabungkan dulu kedua tangkapan layar menjadi satu gambar dengan penyunting gambar.
Apakah teks di dalam screenshot bisa disalin dari PDF-nya? Tidak. Isinya gambar, jadi tidak ada teks yang bisa disalin. Kalau butuh teks yang bisa disalin, ambil isinya langsung dari sumbernya.
Berapa banyak tangkapan layar yang bisa digabungkan? Sampai 20 gambar per proses. Kalau lebih, bagi menjadi beberapa batch lalu gabungkan hasilnya dengan Gabung PDF.
Apakah orientasi halaman mengikuti bentuk screenshot? Tidak. Semua halaman berukuran A4 tegak. Tangkapan layar yang lebar akan tampil dengan ruang kosong di atas dan bawah.
Setelah screenshot menjadi PDF
Buka JPG ke PDF, unggah tangkapan layarnya, lalu periksa hasilnya sebelum dikirim. Peta lengkap kelompok ini ada di Membuat PDF dari Gambar, Teks, dan Halaman Web, dan penjelasan umum untuk bahan berupa gambar ada di Cara Membuat PDF dari Foto.