Kompres gambar dikerjakan lewat Kompres Foto, halaman hub yang memilih tool sesuai format berkas: Kompres JPG, Kompres PNG, atau Kompres WebP. Ketiganya bisa memperkecil dimensi gambar dan menghapus metadata lokasi saat berkas ditulis ulang. Perbedaannya mengikuti sifat formatnya. JPG dan WebP bisa diturunkan mutunya, sedangkan PNG tidak: PNG dipadatkan dengan merapikan struktur datanya dan menyederhanakan paletnya, dengan mutu yang dijaga, dan latar tembus pandangnya tetap utuh.

Ukuran akhir dipilih lewat chip di pratinjau, dan angkanya terlihat sebelum Anda mengunduh. Kalau yang dibutuhkan dimensi tertentu, ada ukuran pas foto 2x3, 3x4, dan 4x6 sentimeter yang dipotong mengisi seluruh area pada 300 DPI, serta ukuran persen dari 10 sampai 200 persen. Setelah proses selesai, unduh hasilnya dan periksa ukurannya sebelum diunggah.

Layanan ini menangani JPG, PNG, dan WebP. Format lain seperti HEIC, BMP, GIF, TIFF, SVG, AVIF, dan RAW tidak didukung, dan untuk format itu pakai aplikasi atau pengaturan perangkat yang menanganinya.

Peta pekerjaan: 25 artikel di sub-pilar kompresi

Sub-pilar ini mengumpulkan pekerjaan memperkecil berkas gambar. Artikelnya dikelompokkan menurut kebutuhan, dan masing-masing bisa dibaca sendiri.

Lima artikel membahas cara kerja kompresi: Berapa Ukuran Foto yang Ideal untuk Web, Cara Mengompres Foto Tanpa Mengurangi Kualitas, Kenapa Foto HP Besarnya di Atas 5 MB, Kompresi Lossy dan Lossless: Bedanya, dan Kenapa Hasil Kompres Foto Malah Membesar.

Empat artikel membahas jalur perangkat: Cara Mengompres Foto di HP Tanpa Aplikasi, Cara Mengompres Gambar di Windows, Cara Mengompres Gambar di Mac, dan Cara Mengompres Gambar Tanpa Aplikasi.

Lima artikel membahas konteks pemakaian: Cara Mengompres Foto untuk Upload ke Sistem, Cara Mengompres Foto untuk Lamaran Kerja, Cara Mengompres Foto untuk Lampiran Email, Cara Mengompres Foto Produk untuk Marketplace, dan Cara Mengompres Gambar Tangkapan Layar.

Tiga artikel membahas ketentuan platform: Cara Mengompres Foto untuk Instagram, Cara Mengompres Foto untuk Tokopedia, dan Cara Mengompres Foto untuk Shopee. Ketentuan tiap platform bisa berubah, jadi periksa pusat bantuan resminya sebelum mengunggah.

Empat artikel membahas ukuran berkas untuk keperluan pendaftaran: Berapa KB Foto untuk KTP Digital, Berapa KB Foto untuk Pendaftaran CPNS, Berapa KB Foto untuk Paspor, dan Berapa KB Foto untuk SIM. Syarat tiap instansi berbeda dan bisa berubah, jadi periksa pengumuman resminya, dan jangan berpatokan pada angka dari artikel lama.

Dua artikel membahas format tertentu: Cara Mengompres Foto Format PNG dan Cara Mengompres Foto Format WebP.

Dua artikel sisanya membahas pekerjaan tambahan: Cara Mengompres Banyak Foto Sekaligus dan Cara Mengompres Foto Tanpa Menghapus Data EXIF.

Untuk pas foto 2x3, 3x4, dan 4x6 dengan bingkai yang bisa digeser, sub-pilar tersendiri membahasnya: Pas Foto.

Konsep dasar sebelum mengompres

Kompresi gambar mengubah tiga hal, dan tidak semuanya tersedia untuk setiap format.

Yang pertama dimensi. Memperkecil jumlah piksel adalah cara paling berpengaruh untuk menurunkan ukuran berkas, karena jumlah piksel menentukan seberapa banyak data yang harus disimpan. Ukuran persen dari 10 sampai 200 dipakai untuk ini. Contoh yang terverifikasi: persen 50 pada gambar 1600x1200 menghasilkan 800x600.

Yang kedua mutu, dan ini hanya berlaku untuk JPG dan WebP. Keduanya memakai kompresi yang membuang detail, dan pembuangan itu yang membuat berkasnya mengecil. Semakin kecil ukuran akhir yang dipilih, semakin banyak detail yang dibuang.

Yang ketiga metadata. Saat berkas ditulis ulang, EXIF dan GPS terhapus. Data kamera dan koordinat lokasi tidak ikut terbawa di hasilnya. Ini terverifikasi: setelah proses, metadata kamera dan koordinat GPS hilang. Untuk foto yang akan dibagikan, hilangnya metadata itu justru yang diinginkan. Kalau metadata harus dipertahankan, jangan pakai tool ini.

Perlakuan tiap format berbeda

JPG dan WebP mengikuti aturan yang sama: dimensi bisa diperkecil, mutu bisa diturunkan, metadata terhapus. WebP punya keunggulan ukuran paling kecil pada mutu yang sama, tetapi belum semua aplikasi bisa membukanya.

PNG berbeda. PNG tidak punya pengaturan mutu manual. Yang dikerjakan tool adalah merapikan struktur datanya dan menyederhanakan paletnya, dengan mutu yang dijaga agar perbedaannya tidak terlihat. Latar transparan tetap utuh. Ini terverifikasi: PNG transparan setelah kompres tetap RGBA dan transparan. Konsekuensinya, satu-satunya cara memperkecil PNG secara berarti adalah memperkecil dimensinya.

Kenapa PNG bisa tidak menyusut

Karena PNG tidak dibuang detailnya, ruang pemangkasan yang tersedia terbatas pada efisiensi struktur datanya. Kalau PNG itu sudah pernah dioptimalkan perkakas lain, strukturnya sudah rapi dan tidak ada lagi yang bisa dipangkas. Hasilnya bisa tidak menyusut sama sekali, bahkan sedikit bertambah karena perbedaan cara penulisan berkas. Ini bukan kerusakan, melainkan batas dari cara kerja PNG. Kalau ukurannya tetap harus turun, perkecil dimensinya, atau ubah ke WebP kalau tempat pemakaiannya mendukung. Caranya ada di Konversi Format Gambar.

Pas foto 2x3, 3x4, dan 4x6 pada 300 DPI

Untuk keperluan berkas pendaftaran, tersedia tiga ukuran pas foto yang dipotong mengisi seluruh area pada 300 DPI: 2x3, 3x4, dan 4x6 sentimeter. Hasil pikselnya terverifikasi: 2x3 menjadi 236x354 piksel, 3x4 menjadi 354x472 piksel, dan 4x6 menjadi 472x709 piksel. Karena dipotong mengisi, bagian foto yang tidak masuk rasio akan terpotong, jadi periksa pratinjau sebelum mengunduh.

Alur kerja untuk tiga skenario nyata

Skenario pertama: foto pendaftaran ditolak portal karena melebihi batas ukuran. Tentukan dulu format yang diminta portal. Kalau fotonya JPG, buka Kompres JPG, unggah, lalu pilih ukuran akhir lewat chip di pratinjau. Kalau portalnya juga mensyaratkan dimensi pas foto, pilih ukuran 3x4 atau 4x6 pada 300 DPI. Periksa ukuran berkas hasilnya, lalu unggah. Syarat tiap instansi berbeda, jadi cocokkan dengan pengumuman resminya, bukan dengan angka dari artikel lama.

Skenario kedua: foto produk untuk marketplace. Foto produk biasanya berukuran besar karena diambil dengan kamera ponsel beresolusi tinggi. Kecilkan dimensinya lebih dulu, karena itu langkah yang paling berpengaruh, lalu pilih ukuran akhir yang masih memperlihatkan detail produk. Setelah semua foto diproses, periksa apakah ukurannya sudah seragam. Kalau formatnya perlu diubah sebelum diunggah, kerjakan konversinya dulu, baru kompres hasilnya.

Skenario ketiga: banyak foto untuk lampiran email atau arsip. Unggah beberapa berkas sekaligus, lalu unduh arsip ZIP hasilnya. Proses ini sekaligus menghapus metadata lokasi, sehingga koordinat tempat foto diambil tidak ikut terkirim. Setelah arsip diekstrak, periksa beberapa berkas secara acak: ukurannya, dimensinya, dan mutu tampilannya. Untuk lampiran email, periksa juga total ukuran lampirannya, karena batas lampiran dihitung dari jumlah seluruh berkas.

Kesalahan umum di sub-pilar ini

Mengompres berkali-kali. Setiap kompresi yang membuang detail menurunkan mutu sedikit, dan mutu itu tidak kembali. Kalau hasil pertama masih terlalu besar, ulangi dari berkas asli dengan ukuran yang lebih kecil, bukan dari hasil kompres pertama.

Mengira PNG akan menyusut seperti JPG. PNG tidak membuang detail, jadi penurunannya kecil. PNG yang sudah dioptimalkan bisa tidak menyusut sama sekali. Untuk PNG, yang benar-benar memangkas ukuran adalah memperkecil dimensi.

Mengira mutu PNG bisa diatur. PNG tidak punya pengaturan mutu di tool ini. Kalau yang dibutuhkan berkas jauh lebih kecil dan mutu boleh turun, ubah ke JPG atau WebP lebih dulu.

Memilih persen tanpa menghitung dimensi akhirnya. Persen 50 pada gambar 1600x1200 menghasilkan 800x600. Angka itu cukup untuk web, tetapi bisa kurang untuk cetak. Periksa dulu dimensi minimum yang dibutuhkan, baru pilih persennya.

Mengompres foto yang metadatanya masih dibutuhkan. EXIF dan GPS terhapus saat berkas ditulis ulang. Kalau metadata kamera diperlukan, misalnya untuk keperluan dokumentasi, simpan berkas aslinya dan jangan pakai hasil kompresi.

Mengompres berkas yang formatnya belum final. Kalau format masih akan berubah, kerjakan konversi dulu. Mengompres lalu mengonversi membuat mutu turun di dua tahap tanpa perlu.

Kapan sebaiknya tidak memakai kompresi online

Kalau berkasnya bukan JPG, PNG, atau WebP, halaman tool akan menolaknya. Format lain seperti HEIC, BMP, GIF, TIFF, SVG, AVIF, dan RAW tidak didukung. Untuk foto HEIC dari iPhone, ubah pengaturan kamera agar menyimpan sebagai JPG, atau pakai aplikasi yang menangani format itu.

Kalau metadata EXIF harus dipertahankan, tool ini bukan pilihan yang tepat karena penulisan ulang menghapusnya. Pakai aplikasi penyunting gambar di komputer sendiri yang bisa mengatur metadata secara terpisah.

Berkas berisi data pribadi juga lebih baik diproses di perangkat sendiri. Selama proses berlangsung, berkas meninggalkan perangkat. Keterangan perlakuan berkasnya ada di kebijakan privasi.

Kalau gambar hanya disimpan di komputer sendiri dan ruang penyimpanannya cukup, tidak ada yang perlu dikompres. Kompresi baru diperlukan ketika ada batas ukuran dari pihak lain atau ketika berkas akan dikirim dan ukurannya memperlambat pengiriman.

Cara memeriksa hasil kompresi

Empat hal yang perlu diperiksa setelah proses selesai. Pertama, ukuran berkasnya, dan pastikan di bawah batas yang diminta. Kedua, dimensinya, kalau ada syarat dimensi. Ketiga, mutu tampilannya, dengan membuka hasilnya dan memperbesar bagian yang berisi teks atau detail halus. Keempat, latar transparannya, khusus untuk PNG: buka hasilnya di atas latar gelap untuk memastikan area tembus pandangnya masih utuh.

Untuk pas foto, periksa hasil potongannya. Ukuran 2x3, 3x4, dan 4x6 dipotong mengisi seluruh area, jadi bagian tepi foto bisa hilang. Kalau kepala atau bagian penting ikut terpotong, siapkan foto dengan rasio yang lebih dekat ke ukuran tujuan, lalu proses ulang dari berkas asli.

Untuk unggahan ke portal, periksa formatnya sekali lagi. Sebagian portal hanya menerima JPG, dan WebP yang diunggah ke portal seperti itu akan ditolak. Kalau portalnya menyebut format dan ukuran yang diterima, ikuti apa adanya.

Batas paket berlaku sama untuk seluruh tool di sub-pilar ini. Tanpa akun, satu hari menerima 20 pemrosesan dengan batas 5 MB per gambar dan 10 berkas per proses. Paket Gratis dengan akun memberi 30 pemrosesan per hari, 5 MB per gambar, dan 20 berkas. Paket Berbayar memberi pemrosesan tanpa batas jumlah, 20 MB per gambar, dan 20 berkas. Rinciannya ada di halaman harga.

Pertanyaan yang sering muncul

Apakah kompres PNG menurunkan mutu gambarnya? Mutunya dijaga: mesin menyederhanakan palet hanya bila perbedaannya tidak terlihat, dan latar transparannya tetap utuh.

Kenapa foto saya tidak menyusut setelah dikompres? Kalau berkasnya PNG yang sudah dioptimalkan, memang bisa tidak menyusut sama sekali. Kalau berkasnya JPG atau WebP, penyebab yang paling sering adalah dimensinya belum diperkecil. Memperkecil dimensi adalah langkah yang paling berpengaruh.

Apakah EXIF dan GPS benar-benar terhapus? Ya, metadata kamera dan koordinat GPS hilang saat berkas ditulis ulang. Kalau metadata itu masih dibutuhkan, simpan berkas aslinya dan jangan pakai hasil kompresi.

Berapa piksel pas foto 2x3, 3x4, dan 4x6 pada 300 DPI? 2x3 menjadi 236x354 piksel, 3x4 menjadi 354x472 piksel, dan 4x6 menjadi 472x709 piksel. Ketiganya dipotong mengisi seluruh area.

Apakah ukuran persen tersedia untuk semua format? Ya, dari 10 sampai 200 persen, dan bisa dipakai untuk JPG, PNG, maupun WebP. Contohnya, persen 50 pada gambar 1600x1200 menghasilkan 800x600.

Mulai dari format berkas Anda

Kalau berkasnya JPG, buka Kompres JPG. Kalau PNG, buka Kompres PNG. Kalau WebP, buka Kompres WebP. Ketiganya bisa dijangkau dari Kompres Foto. Untuk mengubah format sebelum dikompres, mulai dari Konversi Format Gambar. Untuk menyusun gambar menjadi satu dokumen, lanjutkan ke JPG ke PDF. Pilihan lain untuk pekerjaan gambar ada di Panduan Gambar dan Foto.