Foto produk perlu dikompres supaya halaman toko memuat cepat dan semua foto bisa diunggah tanpa tertahan batas ukuran. Caranya, kecilkan dulu dimensinya lewat Kompres Foto, pilih tool sesuai format berkas, lalu turunkan ukuran akhir sambil memeriksa bagian produk yang paling penting: tepi kemasan, tekstur bahan, dan tulisan pada label. Untuk foto produk, ukuran berkas memang perlu turun, tetapi tidak boleh sampai detail yang menjual ikut hilang.
Yang membedakan foto produk dari foto biasa adalah tuntutan konsistensi. Pembeli melihat sederet foto dalam satu halaman, dan foto yang berbeda ukuran atau berbeda tingkat ketajaman akan terlihat berantakan. Karena itu, pekerjaannya bukan hanya mengecilkan satu berkas, melainkan membuat seluruh katalog punya ukuran dan mutu yang seragam.
Ketentuan tiap marketplace berbeda dan bisa berubah. Ada yang membatasi ukuran berkas, ada yang menetapkan dimensi minimum, dan ada yang mengatur rasio foto. Jangan mengarang atau mengandalkan angka dari artikel lama; periksa pusat bantuan resmi platform yang Anda pakai sebelum mengunggah, dan ikuti apa yang tertulis di sana.
Kenapa foto produk cepat membengkak
Foto produk biasanya diambil dengan kamera ponsel beresolusi tinggi, dalam cahaya terang, dan dengan latar yang bersih. Kombinasi itu menghasilkan berkas besar: dimensinya tinggi, dan detailnya padat. Foto produk juga sering disimpan berulang kali selama proses penyuntingan, dan setiap penyimpanan sebagai JPG menambah penurunan mutu.
Ukuran berkas ditentukan oleh tiga hal: dimensi piksel, tingkat pemadatan, dan tingkat detail gambar. Untuk foto produk, dimensi adalah faktor yang paling mudah dikendalikan dan paling berpengaruh. Kalau foto akan ditampilkan pada lebar tertentu di halaman produk, tidak perlu menyimpan piksel jauh di atas itu.
Perlu diingat juga bahwa foto produk tidak selalu tampil kecil. Pembeli bisa memperbesar foto untuk memeriksa detail. Karena itu, jangan mengecilkan dimensi sampai detail penting hilang; kecilkan sampai ukuran yang cukup untuk tampilan perbesar.
Langkah mengompres foto produk
- Simpan berkas asli di tempat terpisah. Jangan pernah menimpa berkas asli dengan hasil kompresi.
- Periksa format foto. Kalau JPG, gunakan tool JPG. Kalau PNG atau WebP, sesuaikan. Kalau formatnya belum sesuai ketentuan platform, konversi dulu lewat Konversi Format Gambar.
- Buka Kompres Foto, lalu pilih Kompres JPG, Kompres PNG, atau Kompres WebP.
- Unggah foto produk. Bisa beberapa berkas sekaligus sesuai batas paket, dan hasilnya dikemas dalam arsip ZIP kalau lebih dari satu.
- Pilih ukuran akhir lewat chip di pratinjau. Ukuran persen tersedia dari 10 sampai 200. Contoh terverifikasi: persen 50 pada gambar 1600x1200 menghasilkan 800x600.
- Periksa bagian yang paling penting pada foto: tulisan pada label, tepi kemasan, dan tekstur bahan. Kalau salah satunya mulai kabur, naikkan ukuran akhirnya.
- Ulangi untuk foto lain dengan ukuran akhir yang sama, supaya seluruh katalog seragam.
- Unduh hasilnya, lalu periksa beberapa berkas secara acak sebelum diunggah.
Menyeragamkan seluruh katalog
Konsistensi dimulai dari pemotretan, bukan dari kompresi. Kalau semua foto diambil dari jarak dan sudut yang sama dengan latar yang sama, hasilnya akan lebih mudah diseragamkan. Setelah itu, kompresi memakai ukuran akhir yang sama untuk semua foto membuat dimensinya seragam.
Untuk foto yang rasionya berbeda, misalnya ada yang lanskap dan ada yang potret, penyeragaman ukuran akhir tidak otomatis menyamakan rasionya. Sebagian marketplace memotong sendiri foto yang rasionya tidak sesuai, dan pemotongan itu bisa memakan bagian produk. Lebih baik menyiapkan foto dengan rasio yang diminta sejak awal, daripada menyerahkan pemotongan ke sistem.
Kalau katalog akan dikirim sebagai satu dokumen, misalnya untuk pembeli grosir atau untuk arsip, susun foto yang sudah dikompres lewat JPG ke PDF. Satu gambar menjadi satu halaman, urutannya mengikuti urutan unggahan, dan setiap foto diposisikan proporsional di tengah halaman A4 dengan margin 20 mm. Foto dengan orientasi berbeda tetap tampil utuh, tidak dipotong.
Menjaga mutu yang menjual
Detail yang paling berpengaruh pada keputusan pembeli adalah yang membuat produk bisa dibayangkan: bentuk, warna, dan tekstur. Karena itu, bagian yang perlu dijaga saat memilih ukuran akhir adalah tepi produk dan area yang memuat informasi, bukan bagian latar yang rata. Untuk produk bertekstur, misalnya kain atau anyaman, detail halus lebih cepat hilang. Untuk produk berlabel, tulisan kecil adalah bagian pertama yang terlihat kabur.
Kalau foto mengandung latar putih bersih, kompresi JPG bisa memunculkan bintik halus di sekitar tepi produk. Ini biasanya baru terlihat saat foto diperbesar, dan bukan alasan untuk menghindari JPG. Kalau latar putih harus benar-benar rata, pertimbangkan menyimpannya sebagai PNG, dengan catatan ukuran berkasnya lebih besar. Saat berkas ditulis ulang, EXIF dan GPS terhapus, sehingga informasi tempat foto diambil tidak ikut tersebar.
Memilih format untuk foto produk
JPG adalah pilihan paling aman karena paling luas diterima. WebP menghasilkan berkas paling kecil pada mutu yang sama, tetapi belum semua aplikasi bisa membukanya, dan WebP bukan format yang lazim diminta marketplace. Kalau platform tidak menyebut WebP, jangan memaksakannya.
PNG cocok untuk foto produk yang memerlukan latar tembus pandang, misalnya produk yang akan ditumpuk di atas latar toko. Tetapi untuk foto biasa, ukuran PNG jauh lebih besar daripada JPG. Perlu diketahui, PNG tidak punya pengaturan mutu manual di tool ini; PNG dipadatkan dengan merapikan struktur datanya dan menyederhanakan paletnya, dengan mutu yang dijaga, dan transparansinya tetap utuh.
Kalau ukuran berkas menjadi masalah utama dan format tidak dibatasi platform, mengubah PNG ke WebP bisa memangkas ukuran jauh lebih besar. Caranya ada di Konversi Format Gambar. Tetapi periksa dulu ketentuan platform, karena berkas yang tidak didukung akan ditolak.
Masalah yang sering terjadi
Foto tidak menyusut setelah dikompres. Kalau berkasnya PNG, penyebabnya PNG dipadatkan dengan merapikan struktur datanya dan menyederhanakan paletnya, dengan mutu yang dijaga. PNG yang sudah dioptimalkan perkakas lain bisa tidak menyusut sama sekali, bahkan sedikit bertambah. Kalau ukurannya tetap harus turun, perkecil dimensinya.
Foto produk terlihat lembek setelah dikompres. Ukuran akhir yang dipilih terlalu kecil, atau foto sudah pernah dikompres sebelumnya. Ulangi dari berkas asli dengan ukuran yang lebih besar.
Satu foto di katalog tampak berbeda ukurannya. Ukuran akhir yang dipilih tidak sama, atau foto itu berasal dari berkas dengan rasio berbeda. Kompres ulang dengan ukuran akhir yang sama, lalu periksa hasilnya berdampingan.
Warna produk berubah setelah dikompres. Penurunan mutu yang terlalu agresif bisa menggeser warna pada area bertransisi halus. Pilih ukuran akhir yang lebih besar, dan bandingkan hasilnya dengan berkas asli sebelum mengunggah.
Berkas ditolak platform karena formatnya. Baca pesan penolakannya dan sesuaikan formatnya. Kalau platform hanya menerima JPG, konversi dulu, baru unggah.
Kapan tidak perlu mengompres
Kalau foto produk Anda sudah memenuhi ketentuan platform dan halaman toko memuatnya dengan cepat, tidak ada yang perlu diubah. Kompresi baru diperlukan ketika ada batas ukuran, ketika halaman terasa lambat, atau ketika berkas akan dikirim dan ukurannya memperlambat pengiriman.
Kalau foto akan dicetak untuk materi promosi, jangan mengorbankan resolusi. Cetakan memerlukan piksel lebih banyak, dan gambar yang cukup untuk layar bisa terlihat kasar saat dicetak. Simpan versi resolusi tinggi terpisah dari versi web. Kalau foto produk memuat model atau properti milik orang lain, perhatikan izin pemakaiannya sebelum dipublikasikan.
Pertanyaan yang sering muncul
Apakah semua foto produk harus berukuran sama? Untuk tampilan katalog yang rapi, sebaiknya ya. Ukuran akhir yang seragam membuat halaman toko terlihat konsisten, dan pembeli lebih mudah membandingkan produk.
Apakah boleh mengompres foto produk berulang kali sampai ukurannya kecil? Sebaiknya tidak. Setiap kompresi yang membuang detail menurunkan mutu sedikit. Kalau target ukuran belum tercapai, ulangi dari berkas asli dengan ukuran yang lebih kecil.
Format apa yang paling baik untuk foto produk? JPG untuk keperluan umum karena paling luas diterima. WebP kalau platform mendukung dan ukuran berkas paling penting. PNG kalau foto memerlukan latar tembus pandang.
Apakah metadata lokasi foto produk ikut terkirim ke pembeli? Foto ponsel membawa koordinat lokasi. Tool kompresi di sini menghapus EXIF dan GPS saat berkas ditulis ulang, sehingga koordinat itu tidak ikut terbawa di hasilnya.
Seragamkan, periksa, baru unggah
Kecilkan dimensi lebih dulu, pilih ukuran akhir yang masih memperlihatkan detail produk, lalu pakai ukuran yang sama untuk seluruh katalog. Setelah semua foto siap, periksa beberapa berkas secara acak sebelum diunggah. Untuk konsep dasarnya, buka Kompresi Foto. Untuk penyiapan foto jualan secara umum, buka Foto Produk dan Panduan Gambar dan Foto.