Kalimat "tanpa mengurangi kualitas" perlu diluruskan lebih dulu. Pada foto, kompresi yang benar-benar tidak mengurangi apa pun hanya bisa memperkecil berkas sedikit, karena ruang yang tersedia hanya di bagian yang tidak terlihat. Kalau ukuran harus turun banyak, ada yang dikorbankan, dan yang bisa dikorbankan tanpa mengubah tampilan adalah piksel berlebih, detail halus yang tidak terbaca mata, dan metadata. Yang tidak boleh dikorbankan adalah hal-hal yang membuat foto terlihat berbeda dari aslinya. Jadi tujuan yang realistis bukan "nol penurunan", melainkan "tidak ada penurunan yang terlihat".
Ada satu pengecualian yang penting: PNG. PNG sebagai format tidak membuang detail. Tool kompresi untuk PNG memadatkan berkas dengan merapikan struktur datanya dan menyederhanakan paletnya, dengan mutu yang dijaga agar perbedaannya tidak terlihat, dan latar transparannya tetap utuh. Kalau berkas Anda PNG dan memang boleh tetap PNG, ini kompresi dengan penurunan mutu yang dijaga. Masalahnya, untuk foto ukuran PNG jauh lebih besar daripada JPG, dan pemangkasan yang bisa dilakukan terbatas.
Dua jalur: lossless dan lossy
Kompresi gambar terbagi dua. Yang pertama tanpa kehilangan mutu, atau lossless. Berkas ditulis ulang dengan struktur data yang lebih efisien, dan isi gambarnya tidak berubah sama sekali. Yang kedua dengan kehilangan mutu, atau lossy. Sebagian detail dibuang, dan bagian yang dibuang itu tidak bisa dikembalikan.
Di layanan ini, PNG masuk jalur pertama. JPG dan WebP bisa masuk jalur kedua. Perbedaan perlakuan itu bukan pilihan pengguna, melainkan sifat formatnya. PNG memang format tanpa kehilangan mutu, sehingga tidak ada pengaturan mutu manual di tool PNG. JPG dan WebP memakai kompresi yang membuang detail, dan pembuangan itulah yang membuat berkasnya jauh lebih kecil.
Konsekuensinya, pertanyaan "apakah foto ini bisa dikompres tanpa turun kualitas" tidak bisa dijawab tanpa menyebut formatnya. Untuk PNG, jawabannya bisa ya. Untuk JPG dan WebP, jawabannya adalah "mutu bisa dijaga pada titik yang tidak terlihat".
Yang aman dikorbankan
Yang pertama adalah piksel berlebih. Foto ponsel beresolusi tinggi sering disimpan jauh lebih besar daripada tempat yang tersedia untuk menampilkannya. Kalau foto ditampilkan pada ukuran yang lebih kecil daripada dimensi aslinya, piksel di atas kebutuhan itu tidak terlihat. Memperkecil dimensi adalah langkah paling berpengaruh untuk menurunkan ukuran berkas, dan pada batas tertentu langkah ini tidak mengubah tampilan sama sekali.
Yang kedua adalah detail halus yang tidak terbaca mata. Pada foto bertekstur, mata manusia tidak melihat sebagian detail yang dibuang kompresi. Itu sebabnya JPG cocok untuk foto sejak awal. Penurunan mutu yang dipilih dengan hati-hati tidak terlihat pada tampilan normal, meskipun secara teknis ada data yang hilang.
Yang ketiga adalah metadata. Saat berkas ditulis ulang, EXIF dan GPS terhapus. Data kamera dan koordinat lokasi tidak ikut terbawa di hasilnya. Untuk foto yang dibagikan, hilangnya metadata itu justru yang diinginkan, dan tidak ada hubungannya dengan mutu tampilan.
Yang tidak bisa dikembalikan
Mutu yang hilang saat foto disimpan sebagai JPG tidak bisa dikembalikan. Mengubah JPG ke PNG tidak menaikkan mutunya, karena PNG hanya menghentikan penurunan pada penyimpanan berikutnya. Mengompres berkali-kali juga menumpuk penurunan. Setiap kompresi yang membuang detail menurunkan mutu sedikit, dan tumpukan itu akhirnya terlihat sebagai gambar yang lembek atau bergaris di sekitar tepi.
Karena itu, aturan yang paling berguna adalah: kerjakan dari berkas asli, sekali, dengan ukuran akhir yang masih bisa diterima. Kalau hasil pertama terlalu kecil atau terlalu halus, ulangi dari berkas asli, bukan dari hasil kompres pertama.
Ada juga batas yang tidak bisa dilewati. Memperkecil dimensi terlalu jauh membuat foto kehilangan detail secara nyata, bukan secara tersembunyi. Foto yang cukup untuk thumbnail tidak cukup untuk dicetak besar. Gambar yang dicetak besar memerlukan piksel lebih banyak, dan piksel itu tidak bisa diciptakan kembali setelah dibuang.
Langkah mengompres dengan penurunan yang tidak terlihat
- Simpan berkas asli di tempat yang aman. Jangan pernah menimpa berkas asli dengan hasil kompresi.
- Tentukan ukuran tampil atau ukuran cetak yang dibutuhkan. Dari situ ketahuan dimensi minimum yang masih memadai.
- Buka Kompres Foto, lalu pilih tool sesuai format: Kompres JPG, Kompres PNG, atau Kompres WebP.
- Kalau berkasnya PNG dan harus tetap PNG, kompresi palet dengan mutu terjaga adalah langkah yang perlu, karena perbedaannya tidak terlihat. Kalau ukurannya tidak menyusut, penyebabnya PNG itu sudah dioptimalkan perkakas lain.
- Kalau berkasnya JPG atau WebP, perbesar dulu bagian yang berisi detail halus, lalu pilih ukuran akhir lewat chip di pratinjau.
- Bandingkan tampilan sebelum dan sesudah pada bagian yang paling mudah terlihat bedanya: tepi huruf, garis tipis, atau tekstur.
- Unduh, lalu periksa hasilnya sekali lagi di perangkat yang akan dipakai pembaca.
Cara memilih ukuran akhir
Chip ukuran di pratinjau menampilkan angka sebelum Anda mengunduh. Ukuran persen tersedia dari 10 sampai 200 persen, dan contoh yang terverifikasi: persen 50 pada gambar 1600x1200 menghasilkan 800x600. Pilih angka terkecil yang masih memperlihatkan detail dengan jelas, bukan angka yang paling kecil.
Untuk foto produk, bagian yang paling perlu diperiksa adalah tepi produk dan tulisan pada label. Untuk foto orang, bagian yang paling terlihat adalah mata dan tepi rambut. Untuk tangkapan layar, bagian yang paling cepat rusak adalah huruf kecil. Periksa bagian itu, bukan bagian tengah foto yang biasanya bertekstur rata.
Kalau ukuran akhir yang diinginkan tidak bisa dinyatakan dalam persen, ada ukuran pas foto 2x3, 3x4, dan 4x6 sentimeter yang dipotong mengisi seluruh area pada 300 DPI. Hasil pikselnya terverifikasi: 2x3 menjadi 236x354 piksel, 3x4 menjadi 354x472 piksel, dan 4x6 menjadi 472x709 piksel. Karena dipotong mengisi, periksa pratinjau supaya bagian penting tidak ikut hilang.
Kenapa PNG bisa tidak menyusut
Karena PNG sebagai format tidak membuang detail, penurunan ukurannya bertumpu pada efisiensi struktur data dan penyederhanaan paletnya. Kalau PNG itu sudah pernah dioptimalkan perkakas lain, strukturnya sudah rapi dan tidak ada lagi yang bisa dipangkas. Hasilnya bisa tidak menyusut sama sekali, bahkan sedikit bertambah karena perbedaan cara penulisan berkas. Ini bukan kerusakan, melainkan batas dari cara kerja PNG.
Kalau ukurannya tetap harus turun sementara mutu tidak boleh turun, dua pilihan yang tersisa: perkecil dimensinya, atau ubah ke WebP kalau tempat pemakaiannya mendukung. WebP bisa menyimpan tanpa kehilangan mutu dan menghasilkan berkas yang lebih kecil, tetapi belum semua aplikasi bisa membukanya.
Kapan tujuan ini tidak tercapai
Kalau target ukuran yang diminta jauh lebih kecil daripada ukuran asli, penurunan yang terlihat hampir pasti terjadi. Tidak ada cara mengompres foto menjadi sepersepuluh ukurannya tanpa mengubah tampilannya. Yang bisa dilakukan adalah menurunkan dimensinya sampai batas yang masih memadai, atau menerima penurunan mutu yang kecil.
Kalau berkas akan dicetak besar, jangan mengorbankan resolusi. Cetakan memerlukan piksel yang cukup, dan gambar yang cukup untuk layar bisa terlihat kasar saat dicetak besar. Kalau ragu, cetak contoh kecilnya lebih dulu.
Kalau metadata harus dipertahankan, tool ini bukan pilihan yang tepat, karena penulisan ulang menghapus EXIF dan GPS. Pakai aplikasi penyunting gambar di komputer sendiri yang bisa mengatur metadata secara terpisah.
Pertanyaan yang sering muncul
Apakah kompres PNG menurunkan mutu? Mutunya dijaga: mesin menyederhanakan palet hanya bila perbedaannya tidak terlihat, dan memakai jalur tanpa penyederhanaan bila itu justru lebih kecil. Latar transparannya tetap utuh.
Apakah JPG bisa dikompres tanpa penurunan mutu sama sekali? Tidak. JPG memakai kompresi yang membuang detail. Yang bisa dijaga adalah agar pembuangan itu tidak terlihat pada tampilan normal.
Apakah memperkecil dimensi termasuk mengurangi kualitas? Tergantung ukuran pemakaiannya. Kalau foto tetap ditampilkan pada ukuran yang lebih kecil dari hasilnya, tidak ada yang hilang. Kalau hasilnya diperbesar lagi, penurunannya akan terlihat.
Berapa kali aman mengompres satu foto? Sekali dari berkas asli. Kalau hasilnya kurang pas, ulangi dari berkas asli dengan ukuran yang berbeda, jangan dari hasil kompres pertama.
Kompres sekali, dari berkas asli
Tentukan dulu apa yang boleh dikorbankan dan apa yang tidak. Kalau berkasnya PNG dan harus tetap PNG, kompresi palet dengan mutu terjaga sudah cukup. Kalau berkasnya JPG atau WebP, pilih ukuran akhir terkecil yang masih terlihat jelas, lalu berhenti di situ. Untuk konsep kompresi secara umum, buka Kompresi Foto. Untuk pekerjaan lain pada gambar, buka Panduan Gambar dan Foto.