Kompresi lossy dan lossless berbeda pada satu hal: apakah data dibuang atau hanya dipadatkan. Lossy membuang sebagian detail supaya berkasnya jauh lebih kecil, dan detail yang dibuang tidak bisa dikembalikan. Lossless memadatkan data dengan cara menyusunnya lebih efisien, sehingga hasilnya identik dengan aslinya. JPG dan WebP bisa memakai lossy, sedangkan PNG memakai lossless.

Perbedaan itu menentukan kenapa PNG tidak bisa disetel mutunya, kenapa JPG bisa jauh lebih kecil, dan kenapa mengompres berkali-kali merusak foto.

Apa yang terjadi pada data

Bayangkan sebuah foto berisi jutaan angka, satu angka untuk tiap komponen warna di tiap piksel. Lossless memeriksa angka-angka itu dan mencari pola untuk menuliskannya lebih singkat. Kalau ada barisan angka yang sama berulang, ia menulis "angka ini diulang sekian kali" alih-alih menulis angkanya satu per satu. Saat dibuka, susunannya dikembalikan persis seperti semula.

Lossy bekerja berbeda. Ia membuang informasi yang dianggap paling tidak terlihat oleh mata, lalu menyimpan sisanya. Detail halus di area bertekstur, perbedaan warna yang tipis, dan bagian yang berubah perlahan adalah kandidat pertama yang dibuang. Karena ada yang dibuang, hasilnya tidak bisa dikembalikan ke bentuk semula, tetapi ukurannya bisa turun jauh lebih banyak.

Karena itu, pertanyaan "apakah kompresi ini menurunkan mutu" hanya masuk akal untuk lossy. Pada lossless, mutunya tidak turun sama sekali.

Kenapa lossy bisa jauh lebih kecil

Kekuatan lossy datang dari dua hal: batas kemampuan mata dan toleransi terhadap ketidaksempurnaan.

Mata manusia lebih peka pada perbedaan terang dan gelap daripada perbedaan warna, dan lebih peka pada bidang rata daripada tekstur halus. Lossy memanfaatkan ini: ia menyimpan informasi yang mata kejar, dan membuang yang tidak.

Selain itu, lossy tidak perlu hasil yang sempurna. Tujuannya hasil yang terlihat baik pada ukuran tampil yang wajar. Lossless tidak punya dua kelonggaran itu, sehingga ruang pemangkasannya terbatas pada efisiensi penulisan.

Format yang memakai masing-masing

JPG memakai kompresi lossy. Itu sebabnya JPG cocok untuk foto: ukurannya kecil dan detail yang dibuang tidak terlihat pada foto bertekstur. Efek sampingnya, JPG tidak menyimpan transparansi, dan garis tipis atau huruf kehilangan ketajamannya.

WebP bisa memakai keduanya, tergantung pengaturan saat berkas dibuat. Dalam pemakaian sehari-hari, WebP untuk foto umumnya lossy, dan ukurannya paling kecil pada mutu yang sama di antara ketiga format yang didukung layanan ini.

PNG memakai kompresi lossless. Mutunya tidak turun, garis tetap tajam, dan latar transparan tetap utuh. Konsekuensinya, ukuran PNG untuk foto jauh lebih besar daripada JPG.

Layanan ini hanya menangani ketiga format itu. Format lain seperti HEIC, BMP, GIF, TIFF, SVG, AVIF, dan RAW tidak didukung.

Cara kerja kompresi PNG di tool ini

Tool Kompres PNG memadatkan PNG dengan merapikan struktur datanya dan menyederhanakan paletnya, dengan mutu yang dijaga agar perbedaannya tidak terlihat, dan latar transparannya tetap utuh. Ini terverifikasi: PNG transparan setelah kompres tetap RGBA dan transparan.

Konsekuensinya penting untuk dipahami. Kalau PNG itu sudah pernah dioptimalkan perkakas lain, strukturnya sudah rapi dan tidak ada lagi yang bisa dipangkas. Hasilnya bisa tidak menyusut sama sekali, bahkan sedikit bertambah karena perbedaan cara penulisan berkas. Itu bukan kerusakan, melainkan batas dari kompresi lossless.

Kalau ukuran PNG harus turun secara berarti, ada dua jalan. Pertama, perkecil dimensinya, karena jumlah piksel menentukan besar berkasnya. Ukuran persen dari 10 sampai 200 persen dipakai untuk ini. Contoh yang terverifikasi: persen 50 pada gambar 1600x1200 menghasilkan 800x600. Kedua, ubah ke JPG atau WebP kalau tempat pemakaiannya menerima. Caranya ada di Konversi Format Gambar.

Kenapa mengompres berkali-kali merusak

Setiap kompresi lossy membuang detail, dan detail itu tidak kembali. Kalau Anda mengompres hasil kompresi, pembuangan kedua menumpuk di atas yang pertama. Hasilnya bisa terlihat sebagai bercak halus, garis yang bergerigi, atau warna yang bergeser di area bertingkat.

Karena itu, aturannya: kalau hasil pertama masih terlalu besar, ulangi dari berkas asli dengan ukuran yang lebih kecil. Berkas asli adalah satu-satunya jalan untuk mengulang tanpa menumpuk kerusakan.

Kompresi lossless tidak punya masalah ini karena tidak ada yang dibuang. Tetapi mengulang kompresi lossless juga tidak berguna: kalau hasil pertama tidak menyusut, mengulangnya di tool yang sama tidak akan menghasilkan sesuatu yang berbeda.

Kapan memilih lossy

Pilih lossy kalau yang Anda butuhkan adalah berkas kecil dan pemakaiannya tidak menuntut ketepatan piksel. Foto untuk web, foto yang dikirim lewat pesan, foto produk untuk katalog, dan lampiran email termasuk di sini. Untuk semua itu, JPG atau WebP lossy memberi penurunan ukuran yang paling besar.

Pilih lossy juga kalau ada batas ukuran dari pihak lain. Portal yang membatasi ukuran berkas biasanya lebih membutuhkan berkas yang lolos batas daripada berkas yang sempurna secara teknis. Periksa juga apakah pihak penerima menerima formatnya: WebP memang paling kecil, tetapi belum semua aplikasi bisa membukanya, dan WebP bukan format yang lazim diminta portal pendaftaran.

Kapan memilih lossless

Pilih lossless kalau gambarnya berisi garis tajam, huruf, atau bidang warna rata. Tangkapan layar, logo, ikon, grafik, dan diagram lebih baik disimpan sebagai PNG karena JPG membuat tepi huruf terlihat kabur.

Pilih lossless juga kalau gambar perlu diedit berkali-kali. Setiap penyimpanan ulang berkas JPG menambah penurunan mutu, sedangkan PNG bisa disimpan berulang tanpa kehilangan apa pun. Simpan versi kerjanya sebagai PNG, dan baru ubah ke JPG atau WebP di akhir kalau ukurannya perlu dikecilkan.

Pilih lossless kalau transparansi dibutuhkan. PNG dan WebP menyimpannya, JPG tidak. PNG transparan yang diubah ke JPG akan berlatar putih. Ini terverifikasi: PNG transparan ke JPG menghasilkan piksel putih di area transparan.

Salah paham yang umum

Mengira PNG selalu lebih baik karena tanpa kehilangan. Untuk foto, PNG menghasilkan berkas jauh lebih besar tanpa keuntungan yang sepadan, karena mata tidak melihat detail yang dibuang JPG.

Mengira JPG ke PNG menaikkan mutu. Mutu yang sudah hilang saat foto disimpan sebagai JPG tidak bisa dikembalikan. Konversi ke PNG hanya menghentikan penurunan mutu pada penyimpanan berikutnya.

Mengira kompresi lossless selalu menyusut. Kalau berkasnya sudah dioptimalkan, tidak ada lagi yang bisa dipangkas. Untuk PNG, satu-satunya cara memperkecil secara berarti adalah memperkecil dimensinya.

Mengira mutu PNG bisa diatur. PNG tidak punya pengaturan mutu di tool ini. Kalau berkasnya harus jauh lebih kecil dan mutu boleh turun, ubah ke JPG atau WebP.

Menerapkan konsep ini di pekerjaan nyata

Untuk foto yang akan diunggah ke sistem, mulai dari Kompres Foto, pilih tool sesuai format berkas, lalu pilih ukuran akhir lewat chip di pratinjau. Kalau berkasnya JPG atau WebP, mutunya ikut diturunkan sesuai ukuran yang Anda pilih. Kalau berkasnya PNG, yang terjadi adalah pemadatan struktur dan penyederhanaan palet dengan mutu yang dijaga.

Untuk tangkapan layar yang teksnya harus tetap tajam, simpan sebagai PNG dan kompres lewat Kompres PNG. Kalau ukurannya tetap terlalu besar, pertimbangkan memperkecil dimensinya, karena PNG tidak akan menyusut banyak dengan cara lain.

Untuk gambar yang akan tampil di web, WebP adalah pilihan paling ringan. Kalau ada penerima yang belum bisa membukanya, sediakan versi JPG sebagai cadangan. Pembahasan lebih lanjut ada di Gambar untuk Web.

Pertanyaan yang sering muncul

Apakah kompresi lossless benar-benar tanpa penurunan mutu? Ya, pada kompresi lossless murni data hasilnya identik dengan aslinya. Yang berubah hanya cara data itu dituliskan di dalam berkas. Bedakan dari tool PNG di sini, yang juga menyederhanakan palet dengan mutu yang dijaga.

Format mana yang memakai lossless selain PNG? Banyak format lain memakai lossless, tetapi layanan ini hanya menangani JPG, PNG, dan WebP. Di antara ketiganya, PNG adalah yang lossless.

Apakah WebP selalu lossy? Tidak. WebP bisa memakai keduanya. Dalam pemakaian sehari-hari, WebP untuk foto umumnya lossy karena itu yang memberi ukuran paling kecil.

Apakah PNG bisa dikompres dengan pengaturan mutu? Tidak ada pengaturan mutu manual di tool ini. Mesin menyederhanakan paletnya sendiri dengan mutu yang dijaga, jadi Anda tidak perlu mengisi angka apa pun.

Apakah foto JPG yang dikonversi ke PNG menjadi tanpa kehilangan? Tidak. Berkasnya menjadi PNG, tetapi detail yang sudah hilang saat pertama kali disimpan sebagai JPG tetap hilang.

Langkah berikutnya

Kalau berkas Anda foto dan ukurannya perlu turun banyak, pakai jalur lossy lewat Kompres JPG atau Kompres WebP. Kalau gambar Anda berisi garis tajam atau transparansi, pakai jalur lossless lewat Kompres PNG. Ketiganya bisa dijangkau dari Kompres Foto. Untuk gambaran menyeluruh, buka Kompresi Foto dan Panduan Gambar dan Foto.