Format gambar ditentukan oleh isi gambarnya, bukan oleh selera. Foto disimpan sebagai JPG atau WebP, tangkapan layar dan grafik sebagai PNG, dan aset web sebagai WebP. Memilih format yang benar menyelesaikan sebagian besar masalah ukuran berkas sebelum masalah itu muncul.

Layanan ini menangani tiga format: JPG, PNG, dan WebP. Ketiganya format yang benar-benar dipakai di Indonesia. JPG paling luas diterima, termasuk oleh portal pendaftaran yang ketat; PNG menyimpan latar tembus pandang dan garis tajam; WebP menghasilkan berkas paling kecil untuk web. Format lain tidak didukung, dan halaman tool akan memberi tahu apa adanya kalau berkas Anda bukan salah satu dari ketiganya.

Kelompok panduan ini dibagi menjadi lima bagian: konversi antarformat, kompresi, penyiapan gambar untuk web, foto produk untuk jualan, dan pas foto untuk pendaftaran. Urutannya mengikuti pekerjaan yang paling sering dilakukan.

Peta pekerjaan: empat kelompok dan tool-nya

Konversi antarformat dikerjakan lewat Konversi Format Gambar. Halaman itu memilih pasangan format yang Anda butuhkan: JPG ke WebP, JPG ke PNG, PNG ke WebP, WebP ke PNG, PNG ke JPG, atau WebP ke JPG. Untuk menyusun gambar menjadi dokumen, ada JPG ke PDF, dan untuk mengambil gambar dari dokumen, ada Ekstrak Gambar.

Kompresi dikerjakan lewat Kompres Ukuran Foto. Halaman itu memilih tool sesuai format berkas: Kompres JPG, Kompres PNG, atau Kompres WebP. Ketiganya bisa memperkecil dimensi dan menghapus metadata lokasi, dan hasilnya siap diunggah ke portal yang membatasi ukuran berkas. Untuk pas foto 2x3, 3x4, dan 4x6 dengan bingkai yang bisa digeser, ada halaman tersendiri: Pas Foto.

Gambar untuk web membahas ukuran, format, dan penyajian: format gambar untuk website, cara mengoptimalkan gambar, kenapa gambar memperlambat website, lazy load, gambar responsive, dan rasio gambar untuk media sosial. Ada juga penyiapan per platform: WordPress, Shopify, dan blog.

Foto produk membahas pemotretan dan penyiapan untuk jualan: memotret produk dengan HP, latar putih, ukuran foto untuk marketplace, foto produk ukuran seragam, katalog produk PDF, dan watermark.

Pas foto membahas ukuran standar pendaftaran dan bingkai potongnya: Pas Foto dengan delapan artikel, dari cara membuat pas foto sampai cara mencetaknya.

Konsep dasar sebelum memilih format

Tiga format yang didukung punya sifat yang berbeda, dan perbedaannya menentukan kapan masing-masing dipakai.

JPG memakai kompresi yang membuang detail, dan pembuangannya tidak bisa dikembalikan. Itu sebabnya JPG cocok untuk foto: mata manusia tidak melihat detail yang hilang pada foto bertekstur, tetapi ukuran berkasnya jauh lebih kecil. JPG tidak menyimpan latar tembus pandang, jadi PNG transparan yang diubah ke JPG akan berlatar putih. JPG juga tidak menyimpan garis setajam PNG, sehingga tangkapan layar berisi teks akan terlihat sedikit lebih lembut.

PNG menyimpan gambar tanpa membuang detail, dan itu sebabnya ukurannya lebih besar untuk foto. Sebagai gantinya, PNG menyimpan latar tembus pandang, menjaga ketajaman garis, dan cocok untuk tangkapan layar, logo, grafik, dan gambar yang perlu ditumpuk. Kalau Anda mengonversi JPG ke PNG, mutu yang sudah hilang tidak kembali; yang terjadi hanya penurunan mutu berikutnya bisa dihindari.

WebP dirancang untuk web. Ukurannya paling kecil di antara ketiganya pada mutu yang sama, dan ia menyimpan latar tembus pandang. Kelemahannya, belum semua aplikasi bisa membukanya, sehingga untuk berkas yang dikirim ke instansi, JPG masih lebih aman. WebP juga bukan format yang lazim diminta portal pendaftaran.

Ukuran berkas gambar ditentukan oleh tiga hal: dimensi dalam piksel, tingkat pemadatan, dan tingkat detail gambar. Foto berisi banyak detail tidak bisa dipadatkan sebanyak tangkapan layar berisi bidang warna rata. Karena itu, memperkirakan hasil kompresi dari jenis berkasnya saja tidak akurat; yang menentukan adalah isinya.

Metadata lokasi adalah hal yang jarang disadari. Foto dari kamera ponsel membawa informasi waktu pengambilan dan koordinat lokasi. Informasi itu ikut terbawa saat foto dikirim atau diunggah, dan bisa menunjukkan di mana foto itu diambil. Menghapus metadata sebelum berkas dibagikan adalah langkah kecil yang menutup kebocoran informasi yang tidak perlu.

Resolusi dan ukuran cetak saling terikat. Gambar yang akan dicetak memerlukan piksel yang cukup untuk ukuran cetaknya: semakin besar cetakannya, semakin banyak piksel yang dibutuhkan. Gambar yang hanya ditampilkan di layar tidak memerlukan piksel sebanyak itu, dan menyimpan piksel berlebih hanya membuang ruang.

Fakta tool di layanan ini

Bagian ini merangkum apa yang benar-benar ada, supaya Anda tidak mencari fitur yang tidak tersedia.

Konversi melayani enam pasangan dua arah antara JPG, PNG, dan WebP: JPG ke WebP, JPG ke PNG, PNG ke WebP, WebP ke PNG, PNG ke JPG, dan WebP ke JPG. Semua konversi berjalan di server, hasilnya bisa diunduh langsung tanpa watermark, dan lebih dari satu berkas dikemas dalam arsip ZIP. Mutu konversi yang membuang detail dipilih server pada titik di mana ukuran turun banyak tanpa perubahan yang terlihat. Yang bisa Anda pilih hanya ukuran akhirnya, dan angkanya terlihat di pratinjau.

Kompresi tersedia per format: Kompres JPG, Kompres PNG, dan Kompres WebP. Semuanya bisa memperkecil dimensi gambar dan menghapus metadata lokasi. Perbedaannya mengikuti sifat formatnya. JPG dan WebP bisa diturunkan mutunya, sedangkan PNG tidak: PNG dipadatkan dengan merapikan struktur datanya dan menyederhanakan paletnya, dengan mutu yang dijaga, dan latar tembus pandangnya tetap utuh. Karena itu, PNG yang sudah dioptimalkan perkakas lain bisa tidak menyusut sama sekali, bahkan sedikit bertambah.

Ukuran pas foto bisa dipilih langsung saat kompresi: 2x3, 3x4, dan 4x6 sentimeter. Ketiganya dipotong mengisi seluruh area pada 300 DPI, sehingga hasilnya tajam untuk dicetak. Ukuran persentase juga tersedia, dari 10 sampai 200 persen, dan ukuran khusus bisa ditentukan sendiri.

Penyusunan menjadi dokumen dikerjakan lewat JPG ke PDF. Satu gambar menjadi satu halaman, urutannya mengikuti urutan unggahan, dan setiap foto diposisikan proporsional di tengah halaman A4 dengan margin 20 mm. Foto dengan orientasi berbeda tetap tampil utuh, tidak dipotong. Latar transparan diisi putih.

Pengambilan gambar dari dokumen dikerjakan lewat Ekstrak Gambar. Yang diambil hanya gambar yang tertanam di dalam PDF, bukan tampilan halamannya, dan resolusinya sama dengan resolusi aslinya. Hasilnya dikemas dalam arsip ZIP.

Watermark teks untuk foto produk dikerjakan lewat tool cap air pada berkas PDF. Teksnya bisa digeser di pratinjau, maksimal 60 karakter, dan tersedia preset seperti DRAF dan SALINAN.

Satu batas yang perlu diketahui sejak awal: OCR belum tersedia. Teks di dalam gambar tidak bisa dibaca mesin, jadi tangkapan layar berisi tulisan tetap berupa gambar, bukan teks yang bisa dicari atau disalin.

Batas paket berlaku sama untuk seluruh tool di kelompok ini. Tanpa akun, satu hari menerima 20 pemrosesan dengan batas 5 MB per gambar dan 10 berkas per proses. Paket Gratis dengan akun memberi 30 pemrosesan per hari, 5 MB per gambar, dan 20 berkas. Paket Berbayar memberi pemrosesan tanpa batas jumlah, 20 MB per gambar, dan 20 berkas. Rinciannya ada di halaman harga.

Semua berkas dialirkan ke pemroses, dan hasilnya dikirim balik ke peramban. Berkas tidak ditulis ke penyimpanan permanen. Yang dicatat hanya hal teknis seperti ukuran berkas, waktu proses, dan jenis tool, tanpa isi gambarnya. Keterangan lengkapnya ada di kebijakan privasi.

Satu hal tentang privasi yang perlu diperhatikan sebelum mengunggah foto pribadi: selama proses berlangsung, berkas meninggalkan perangkat Anda. Untuk foto yang memuat dokumen identitas, foto keluarga, atau gambar yang belum boleh keluar dari jaringan kantor, pertimbangkan mengerjakannya dengan aplikasi di komputer sendiri. Tool di sini cocok untuk pekerjaan yang memang tidak sensitif, dan keterangan perlakuan berkasnya tersedia di halaman kebijakan privasi.

Alur kerja untuk tiga skenario nyata

Skenario pertama: foto yang ditolak portal karena ukurannya terlalu besar. Buka Kompres Foto, pilih tool sesuai format berkas Anda, lalu unggah fotonya. Pilih ukuran akhir di pratinjau, dan periksa angkanya sebelum mengunduh. Kalau portalnya juga mensyaratkan dimensi tertentu, dimensinya bisa dipilih di halaman yang sama. Setelah diunduh, periksa ukuran berkasnya sebelum mengunggah.

Skenario kedua: tangkapan layar yang teksnya ingin tetap tajam. Simpan tangkapan layarnya sebagai PNG, bukan JPG, karena PNG menjaga ketajaman garis dan huruf. Kalau ukurannya terlalu besar, kompres lewat Kompres PNG: PNG dipadatkan dengan merapikan struktur datanya dan menyederhanakan paletnya, dengan mutu yang dijaga agar perbedaannya tidak terlihat. Kalau ukuran berkas lebih penting daripada ketajaman mutlak, ubah ke WebP.

Skenario ketiga: foto produk untuk toko online. Potret produknya dengan latar polos dan pencahayaan yang merata, lalu rapikan ukurannya agar seragam dengan Kompres Foto. Periksa ketentuan marketplace-nya, karena tiap platform punya batas ukuran dan format sendiri. Setelah semua foto seragam, susun katalognya lewat JPG ke PDF kalau akan dikirim sebagai satu dokumen.

Kesalahan umum di kelompok ini

Mengonversi JPG ke PNG untuk menaikkan mutu. Mutu yang sudah hilang saat foto disimpan sebagai JPG tidak bisa dikembalikan. Konversi ke PNG hanya menghentikan penurunan mutu pada penyimpanan berikutnya, bukan memperbaiki yang sudah hilang.

Memakai JPG untuk tangkapan layar berisi teks. Huruf dan garis tipis kehilangan ketajamannya pada kompresi JPG, dan hasilnya terlihat kabur. Pakai PNG untuk tangkapan layar, grafik, dan logo.

Memakai PNG untuk foto. Ukuran berkasnya akan jauh lebih besar daripada JPG tanpa keuntungan yang sepadan, karena foto memang berisi detail yang bisa dibuang tanpa terlihat.

Mengompres berkali-kali. Setiap kompresi yang membuang detail menurunkan mutu sedikit, dan mutu itu tidak kembali. Kompres sekali dengan hasil yang masih bisa dibaca, dan simpan berkas aslinya. Kalau hasil pertama masih terlalu besar, ulangi dari berkas asli, bukan dari hasil kompres pertama.

Mengirim foto lengkap dengan metadata lokasinya. Foto ponsel membawa koordinat lokasi, dan informasi itu bisa menunjukkan tempat foto diambil. Hapus metadatanya sebelum berkas dibagikan, terutama untuk foto yang dipublikasikan.

Kapan sebaiknya tidak memakai tool di sini

Kalau berkas Anda bukan JPG, PNG, atau WebP, halaman tool akan menolaknya dengan pesan yang menyebut format yang diterima. Format lain memang tidak didukung, dan memaksa mengonversinya lewat layanan ini bukan cara yang benar. Untuk format khusus seperti HEIC dari iPhone, gunakan pengaturan kamera ponsel untuk menyimpan sebagai JPG, atau aplikasi yang memang menangani format itu.

Kalau yang dibutuhkan adalah menyunting gambar secara mendalam, misalnya menghapus objek atau menggabungkan beberapa gambar dengan presisi, aplikasi penyunting gambar lebih tepat. Tool di sini menangani konversi format, kompresi, dan penyusunan menjadi dokumen, bukan penyuntingan kreatif.

Kalau gambar itu berisi dokumen dan akan diserahkan ke instansi, perlakukan sebagai dokumen, bukan sebagai gambar. Panduan untuk berkas dokumen ada di kelompok lain, karena yang dibutuhkan bukan sekadar memperkecil gambar, melainkan memastikan berkasnya memenuhi syarat instansi.

Cara memeriksa hasil sebelum dikirim

Periksa tiga hal setelah proses selesai. Pertama, ukuran berkasnya, dan pastikan di bawah batas yang diminta. Kedua, dimensinya, kalau ada syarat dimensi tertentu. Ketiga, mutu tampilannya, dengan membuka hasilnya di layar dan memperbesar bagian yang berisi teks atau detail halus.

Untuk foto yang akan dicetak, periksa juga resolusinya. Cetakan yang lebih besar memerlukan piksel yang lebih banyak, dan gambar yang cukup untuk layar bisa terlihat kasar saat dicetak besar. Kalau ragu, cetak contoh kecilnya lebih dulu.

Untuk berkas yang akan diunggah ke portal, periksa formatnya sekali lagi. Sebagian portal hanya menerima JPG, dan WebP yang diunggah ke portal seperti itu akan ditolak. Kalau portalnya menyebut format yang diterima, ikuti apa adanya.

Periksa juga jumlah berkasnya. Bila Anda mengunggah beberapa gambar sekaligus, hasilnya datang sebagai arsip ZIP. Ekstrak arsipnya, lalu periksa satu per satu, karena satu berkas yang gagal di tengah tidak selalu terlihat dari jumlah berkas di dalam arsip.

Simpan berkas aslinya sebelum menimpa dengan hasil yang sudah dikompres. Hasil kompresi yang membuang detail tidak bisa dikembalikan ke mutu semula, dan kalau ternyata hasilnya terlalu kecil atau terlalu halus, berkas asli adalah satu-satunya jalan untuk mengulang. Menyimpan berkas asli juga berguna kalau nanti diperlukan versi beresolusi lebih tinggi untuk keperluan lain.

Pertanyaan yang sering muncul

Format mana yang paling baik untuk foto? JPG atau WebP. Keduanya memakai kompresi yang memangkas ukuran berkas, dan untuk foto, detail yang dibuang tidak terlihat. WebP menghasilkan berkas paling kecil, sedangkan JPG paling luas diterima aplikasi dan portal.

Format mana yang paling baik untuk logo dan tangkapan layar? PNG. PNG menjaga ketajaman garis dan huruf, dan menyimpan latar tembus pandang. Ukurannya lebih besar, tetapi untuk gambar bergaris tajam, perbedaannya tidak sebesar pada foto.

Apakah mengonversi JPG ke PNG menaikkan mutunya? Tidak. Mutu yang hilang saat foto disimpan sebagai JPG tidak bisa dikembalikan. Konversi ke PNG hanya menghentikan penurunan mutu pada penyimpanan berikutnya.

Kenapa foto saya tidak menyusut setelah dikompres? Karena isinya sudah padat, atau karena dimensinya belum diperkecil. Pada foto bertekstur halus, penurunan tambahannya memang kecil. Cara yang paling berpengaruh adalah memperkecil dimensinya, karena jumlah piksel menentukan besar berkasnya.

Apakah metadata lokasi ikut terhapus? Tool kompresi dan konversi di sini menghapus metadata saat berkas ditulis ulang, termasuk informasi kamera dan lokasi. Kalau metadata itu perlu dipertahankan, periksa hasilnya setelah diunduh sebelum berkas asli dihapus.

Mulai dari pekerjaan yang paling dekat

Kalau berkas Anda ditolak karena ukurannya, mulai dari Kompres Foto. Kalau formatnya yang perlu diubah, mulai dari Konversi Format Gambar. Kalau gambar akan disusun menjadi dokumen, mulai dari JPG ke PDF. Untuk pekerjaan pada berkas PDF-nya, panduannya ada di Panduan PDF.