Cara mengompres foto WebP dikerjakan lewat Kompres WebP. Berbeda dari PNG, WebP bisa diturunkan mutunya, dan itu memberi ruang penurunan yang nyata. Tetapi ada satu hal yang perlu diantisipasi: WebP sudah hemat sejak awal, jadi penurunan tambahannya sering lebih kecil daripada yang Anda harapkan. Kalau foto WebP Anda sudah dibuat dengan mutu yang wajar, berkasnya mungkin hanya menyusut sedikit.
Karena itu, artikel ini menjelaskan bukan hanya langkahnya, tetapi juga cara memperkirakan hasilnya dan apa yang harus dilakukan kalau penurunannya tidak sebesar yang dibutuhkan.
Kenapa WebP sudah hemat sejak awal
WebP dirancang untuk web. Tujuannya satu: memberi ukuran berkas paling kecil pada mutu yang sama. Di antara JPG, PNG, dan WebP, WebP memang yang paling kecil pada mutu yang sama, dan ia menyimpan transparansi.
Karena tujuannya itu, WebP sudah memakai pemadatan yang efisien sejak berkasnya dibuat. Sebagian besar ruang penghematan sudah dipakai di tahap itu. Ketika Anda mengompresnya lagi, yang tersisa hanyalah ruang yang belum terpakai, dan ruang itu biasanya kecil.
Bandingkan dengan JPG: JPG juga bisa sangat kecil, tetapi penghematannya lebih bergantung pada pengaturan saat berkas dibuat. Foto JPG dari kamera ponsel sering disimpan dengan mutu tinggi dan dimensi besar, sehingga masih banyak ruang untuk dikompres. WebP yang sudah dibuat khusus untuk web biasanya sudah melewati tahap penghematan itu.
Dua hal yang bisa diatur pada WebP
Tool Kompres WebP bisa mengerjakan dua hal: memperkecil dimensi dan menurunkan mutu. Keduanya berpengaruh pada ukuran akhir, dan keduanya bisa dipilih lewat chip di pratinjau.
Memperkecil dimensi adalah langkah yang paling berpengaruh. Jumlah piksel menentukan seberapa banyak data yang harus disimpan, jadi memotong jumlah piksel memotong data secara langsung. Ukuran persen tersedia dari 10 sampai 200 persen. Contoh yang terverifikasi: persen 50 pada gambar 1600x1200 menghasilkan 800x600.
Menurunkan mutu membuang detail. Semakin kecil ukuran akhir yang dipilih, semakin banyak detail yang dibuang. Pada WebP, pembuangan itu dilakukan pada titik yang tidak terlihat, dan angkanya terlihat di pratinjau sebelum Anda mengunduh.
Urutan yang dianjurkan: perkecil dimensinya lebih dulu sampai sesuai ukuran tampil terbesar, baru pilih mutunya. Kalau Anda membalik urutannya dan langsung menurunkan mutu, berkasnya mungkin mengecil, tetapi detailnya hilang padahal pikselnya masih berlebih.
Langkah mengompres foto WebP
- Buka Kompres WebP. Halaman ini juga bisa dijangkau dari Kompres Foto.
- Unggah berkas WebP Anda. Kalau lebih dari satu, unggah sekaligus. Hasilnya dikemas dalam arsip ZIP.
- Pilih ukuran akhir lewat chip di pratinjau. Angka ukurannya terlihat sebelum Anda mengunduh.
- Periksa pratinjau. Perhatikan bagian yang berisi detail halus, karena di situlah penurunan mutu paling terlihat.
- Jalankan proses dan unduh hasilnya.
- Periksa ukuran berkasnya. Kalau penurunannya kecil, baca bagian berikutnya.
Kalau penurunannya kecil
Ada tiga hal yang bisa dicoba kalau hasilnya belum cukup kecil.
Pertama, pilih ukuran yang lebih kecil lagi. Selama dimensinya masih cukup untuk pemakaian, memperkecilnya selalu memberi penurunan yang nyata. Ini langkah yang paling pasti.
Kedua, periksa dimensi aslinya. Kalau foto WebP Anda dimensinya jauh lebih besar daripada ukuran tampilnya, ada banyak piksel berlebih yang bisa dipangkas. Sebaliknya, kalau dimensinya sudah sesuai, penurunan lebih lanjut harus datang dari mutu.
Ketiga, pertimbangkan apakah WebP memang format yang tepat untuk tempat pemakaiannya. Kalau berkasnya akan dikirim ke aplikasi atau portal yang belum tentu menerima WebP, format JPG lebih aman. Kalau berkasnya akan tampil di web dan penerimanya sudah mendukung WebP, mempertahankan WebP adalah pilihan yang baik.
Satu hal yang tidak berguna: mengompres berkas WebP berulang kali. Kalau hasil pertama hanya menyusut sedikit, mengulangnya di tool yang sama tidak akan menghasilkan sesuatu yang berbeda. Yang perlu diubah adalah dimensinya atau mutunya.
Kenapa WebP tidak selalu bisa dipakai
WebP punya satu kelemahan yang perlu diingat: belum semua aplikasi bisa membukanya. Ini bukan masalah di peramban modern, tetapi bisa menjadi masalah di aplikasi lama, di perangkat yang lebih tua, dan di sistem unggahan yang hanya menerima format tertentu.
WebP juga bukan format yang lazim diminta portal pendaftaran. Portal yang meminta JPG biasanya akan menolak WebP walaupun isinya sama. Untuk keperluan itu, konversi dulu ke JPG lewat Konversi Format Gambar.
Karena itu, aturan praktisnya: WebP untuk web dan tempat yang sudah mendukungnya, JPG untuk berkas yang dikirim ke pihak lain atau diunggah ke sistem yang tidak menyebut WebP sebagai format yang diterima.
Menyiapkan WebP untuk web
Kalau Anda mengelola situs, WebP adalah pilihan yang menguntungkan. Ukurannya paling kecil pada mutu yang sama, dan ia menyimpan transparansi. Untuk gambar yang tampil di halaman, WebP mengurangi berat halaman tanpa mengubah tampilan.
Dua hal yang perlu diperhatikan. Pertama, sediakan versi cadangan JPG untuk penerima yang belum bisa membuka WebP, terutama untuk gambar yang dibagikan lewat email. Banyak aplikasi email tidak menampilkan WebP dengan baik.
Kedua, jangan mengompres berlebihan. WebP yang terlalu dipadatkan bisa terlihat sebagai bercak halus di area bertingkat, misalnya langit atau dinding berwarna rata. Periksa hasilnya di layar yang sama dengan tempat gambar itu akan dilihat.
Untuk pembahasan lebih lanjut tentang penyajian gambar di halaman, buka Gambar untuk Web.
Kesalahan yang sering terjadi
Mengira WebP akan menyusut sebanyak JPG. WebP sudah hemat sejak awal, jadi penurunan tambahannya lebih kecil. Kalau butuh berkas jauh lebih kecil, perkecil dimensinya.
Menurunkan mutu sebelum memperkecil dimensi. Urutannya dibalik. Perkecil dimensinya lebih dulu, baru atur mutunya.
Mengompres berkali-kali. Setiap penurunan mutu tidak bisa dikembalikan. Kalau hasil pertama kurang pas, ulangi dari berkas asli.
Mengunggah WebP ke portal yang meminta JPG. Portal seperti itu akan menolaknya. Konversi dulu ke JPG.
Mengira WebP bisa dibuka semua aplikasi. WebP belum tentu bisa dibuka aplikasi lama dan perangkat yang lebih tua. Untuk berkas yang dikirim ke pihak lain, JPG lebih aman.
Kapan sebaiknya tidak memakai tool ini
Halaman tool hanya menerima JPG, PNG, dan WebP. Berkas dengan format di luar ketiganya akan ditolak, dan untuk format itu pakai aplikasi atau pengaturan perangkat yang menanganinya.
Kalau metadata EXIF harus dijaga, jangan pakai tool daring yang menulis ulang berkas. Pakai aplikasi di perangkat sendiri yang bisa menyalin metadata ke hasil kompresinya.
Kalau gambar perlu disunting secara kreatif, gunakan aplikasi penyunting gambar. Tool di sini bekerja pada berkas: ukuran, format, dan metadata.
Kalau gambarnya menyimpan data pribadi yang tidak boleh meninggalkan perangkat, jangan proses lewat layanan daring. Keterangan perlakuan berkas di layanan ini ada di kebijakan privasi.
Pertanyaan yang sering muncul
Apakah mutu WebP bisa diturunkan? Bisa. Berbeda dari PNG, WebP bisa diturunkan mutunya, dan angkanya terlihat di pratinjau sebelum Anda mengunduh.
Kenapa WebP saya tidak menyusut banyak? Karena WebP sudah hemat sejak awal. Ruang penghematan tambahannya memang lebih kecil daripada JPG. Perkecil dimensinya kalau butuh penurunan yang lebih besar.
Apakah WebP menyimpan transparansi? Ya. WebP menyimpan latar tembus pandang, jadi ia bisa menggantikan PNG untuk gambar transparan dengan ukuran yang lebih kecil.
Apakah WebP bisa dibuka semua aplikasi? Tidak. Belum semua aplikasi bisa membukanya, dan WebP bukan format yang lazim diminta portal pendaftaran. Untuk berkas yang dikirim ke pihak lain, JPG lebih aman.
Apakah mengompres WebP menghapus lokasi pengambilan? Ya, EXIF dan GPS terhapus saat berkas ditulis ulang di tool ini. Untuk foto yang akan dipublikasikan, hilangnya metadata itu justru yang diinginkan.
Mulai dari berkas WebP Anda
Buka Kompres WebP, tentukan dimensi dan mutunya, lalu periksa hasilnya. Kalau perlu pindah format, mulai dari Konversi Format Gambar. Untuk memahami dasar kompresinya, buka Kompresi Foto. Untuk panduan besarnya, buka Panduan Gambar dan Foto.