Ukuran foto SIM ditentukan oleh instansi yang menerbitkan surat izin mengemudi, dan ketentuan itu tidak berlaku selamanya. Layanan yang dipakai bisa berbeda, dan aturannya bisa diperbarui dari waktu ke waktu. Karena itu, artikel ini sengaja tidak memuat angka ukuran maupun syarat apa pun. Yang berlaku adalah ketentuan di kanal resmi layanan SIM, dan langkah pertama Anda adalah membacanya, bukan mencari angka dari artikel lama.

SIM diurus dalam beberapa keadaan yang berbeda: penerbitan baru, perpanjangan, dan penggantian karena hilang atau rusak. Ketiga keadaan itu bisa memakai alur yang berbeda, dan perbedaan alur menentukan apakah Anda perlu menyiapkan foto atau tidak. Sebelum menyiapkan berkas apa pun, pastikan dulu keadaan mana yang Anda hadapi dan kanal mana yang Anda pakai.

Artikel ini membahas pekerjaan yang bisa Anda kendalikan: menemukan ketentuan resminya, menyesuaikan diri dengan alur yang berlaku, menyiapkan berkas jika memang diminta, dan memeriksa hasilnya. Di layanan ini, format yang didukung hanya JPG, PNG, dan WebP. Format di luar itu, seperti HEIC, BMP, GIF, TIFF, SVG, AVIF, dan RAW, perlu ditangani aplikasi atau pengaturan perangkat yang mendukungnya.

Tiga keadaan pengurusan yang alurnya berbeda

Penerbitan SIM baru biasanya memerlukan data dan foto yang diambil dari awal. Pemohon yang pertama kali mengurus SIM masuk ke alur ini, dan seluruh tahapannya dijalani, termasuk pengambilan foto.

Perpanjangan adalah keadaan yang paling sering dijumpai. Pada sebagian layanan, data dan foto lama yang tersimpan di sistem masih dipakai, sehingga tidak ada foto baru yang perlu disiapkan. Pada layanan lain, atau pada kondisi tertentu, foto baru mungkin diminta. Karena itu, jangan berasumsi bahwa perpanjangan selalu bebas dari urusan foto; baca ketentuan yang berlaku untuk layanan yang Anda pakai.

Penggantian karena hilang atau rusak adalah keadaan ketiga. Alurnya bisa menyerupai penerbitan baru, karena data perlu dipastikan kembali. Ketentuan fotonya bisa mengikuti alur penerbitan baru, tetapi tetap bergantung pada aturan layanan yang menanganinya.

Dari tiga keadaan itu, hanya sebagian yang meminta berkas foto digital yang diunggah. Sisanya memakai foto yang diambil di tempat atau foto yang sudah tersimpan. Mengetahui keadaan Anda lebih dulu menghemat pekerjaan yang tidak perlu.

Membedakan foto di lokasi dan foto yang diunggah

Kalau foto diambil langsung di lokasi layanan, tidak ada berkas yang perlu Anda siapkan. Perangkat di lokasi yang mengambil dan menyesuaikan fotonya, dan Anda cukup mengikuti arahan petugas soal pakaian, ekspresi, atau aksesori.

Kalau foto diunggah sebagai berkas digital, Anda perlu menyiapkan berkasnya sendiri. Di jalur ini, catat format berkas yang diterima, batas ukuran, dan dimensi atau rasio kalau disebutkan. Catat juga ketentuan lain yang mungkin disebut, misalnya latar foto.

Perbedaan ini menentukan pekerjaan Anda. Kalau jalur yang Anda pakai tidak meminta unggahan foto, tidak ada yang perlu dikompres. Kalau jalur itu meminta unggahan, kerjakan sesuai ketentuan yang tertulis di kanal resminya.

Menyiapkan berkas foto

Kalau alurnya meminta Anda memilih berkas dari penyimpanan, siapkan fotonya dengan tool yang sesuai: Kompres JPG untuk foto, Kompres PNG untuk tangkapan layar, atau Kompres WebP. Ketiganya dibuka dari Kompres Foto.

Setelah berkas diunggah, pratinjau menampilkan chip ukuran beserta angkanya. Pilih ukuran yang paling dekat dengan ketentuan, lalu bandingkan sebelum mengunduh. Ukuran persennya dari 10 sampai 200, dan sebagai contoh, persen 50 pada gambar 1600x1200 menghasilkan 800x600.

Untuk pas foto berukuran cetak, tersedia 2x3, 3x4, dan 4x6 sentimeter pada 300 DPI. Hasil pikselnya: 2x3 menjadi 236x354 piksel, 3x4 menjadi 354x472 piksel, dan 4x6 menjadi 472x709 piksel. Pemotongan mengisi seluruh area, jadi bagian tepi bisa hilang dan pratinjau perlu diperiksa.

Kalau foto lama perlu dipindai

Pada sebagian keadaan, foto yang tersedia hanya versi cetak, misalnya foto pada dokumen lama. Foto seperti itu perlu dijadikan berkas digital lebih dulu, baru disesuaikan dengan ketentuan.

Kalau memindai, letakkan foto di permukaan yang datar dan pastikan seluruh tepinya masuk ke area pindai. Hasil yang miring sulit diperbaiki setelahnya, dan hasil yang terpotong di tepi bisa membuat bagian wajah tidak lengkap. Simpan hasil pindai sebagai berkas gambar, lalu periksa ukurannya di komputer.

Kalau memfoto ulang foto cetak dengan ponsel, arahkan kamera lurus ke bidang foto, bukan dari samping. Bayangan yang jatuh di wajah ikut terekam dan tidak bisa dihilangkan setelahnya. Setelah hasilnya bersih, barulah berkas itu disesuaikan dengan ketentuan.

Memeriksa hasil sebelum dikirim

Empat hal yang perlu diperiksa pada hasil. Ukurannya, apakah sudah di bawah batas yang disebutkan. Formatnya, apakah termasuk yang diterima sistem. Tampilan wajahnya, apakah masih jelas setelah diperkecil. Dan dimensinya, kalau ketentuan menyebut angka dimensi.

Perhatikan juga nama berkasnya. Sistem unggahan biasanya meminta nama yang jelas dan mudah dikenali. Pola yang aman adalah menyebut jenis berkas dan nama Anda, tanpa spasi dan tanpa simbol yang bisa ditolak sistem.

Kalau hasilnya masih meleset, buat ulang dari berkas asli dengan ukuran akhir yang lain. Mengompres hasil kompresi menambah penurunan mutu tanpa manfaat.

Metadata dan data pribadi

Proses penulisan ulang menghapus metadata kamera dan koordinat GPS. Hasil pengukuran kami: keduanya tidak ikut terbawa. Untuk berkas yang dikirim ke layanan resmi, hilangnya jejak lokasi umumnya diinginkan. Kalau metadata itu masih dibutuhkan untuk dokumentasi, simpan berkas aslinya dan jangan pakai hasil kompresi.

Foto SIM adalah data identitas. Kirim hanya lewat kanal resmi yang disebutkan instansi. Berkas meninggalkan perangkat selama diproses di layanan ini; keterangan perlakuan berkasnya ada di kebijakan privasi. Kalau Anda memilih memprosesnya di perangkat sendiri, pakai aplikasi penyunting gambar di komputer.

Kalau berkas lain juga diminta

Selain foto, pengurusan SIM sering meminta berkas pendukung lain, dan ketentuannya bisa berbeda per berkas. Simpan semua berkas dalam satu folder dengan nama yang mudah dikenali. Kalau ada berkas yang perlu disatukan, jadikan setiap berkas final lebih dulu, baru gabungkan, supaya mutunya tidak turun di dua tahap.

Kalau ada berkas yang harus disatukan, jadikan setiap berkas final lebih dulu, baru gabungkan. Untuk PDF, pakai Gabung PDF. Untuk foto, JPG ke PDF menempatkan satu gambar per halaman A4 dengan margin 20 mm, maksimal 20 berkas. Periksa ukuran total gabungannya sebelum dikirim.

Kapan saran ini tidak berlaku

Kalau instansi meminta foto yang diambil langsung di lokasinya, tidak ada berkas yang perlu dikompres. Ikuti saja alur yang berlaku di lokasi.

Kalau ketentuan resmi meminta sesuatu yang berbeda dari kebiasaan umum, ketentuan itu yang berlaku. Misalnya, kalau instansi meminta foto dengan latar tertentu atau pakaian tertentu, ikuti permintaannya walaupun terasa tidak praktis.

Kalau Anda memakai jasa perantara resmi, ikuti prosedur mereka. Berkas yang mereka minta bisa berbeda dari yang tertulis di kanal umum, dan menambahkan berkas sendiri bisa memperlambat proses.

Pertanyaan yang sering muncul

Apakah perpanjangan SIM memerlukan unggahan foto baru? Tergantung jalur dan ketentuan yang berlaku. Sebagian layanan memakai foto yang sudah tersimpan di sistem, sebagian lain meminta berkas baru. Baca ketentuan jalur yang Anda pakai.

Apakah ukuran foto SIM sama di semua layanan? Tidak selalu. Jalur yang berbeda bisa memakai ketentuan teknis yang berbeda, dan ketentuan itu bisa berubah. Periksa kanal resmi layanan yang Anda pakai.

Apakah artikel ini memuat syarat dan biaya pengurusan SIM? Tidak. Ketentuan syarat, biaya, dan jadwal hanya sah datang dari kanal resmi instansi. Artikel ini hanya membahas penyiapan berkas fotonya.

Apakah foto harus terlihat jelas setelah dikompres? Ya, asalkan ukuran akhirnya dipilih sambil melihat pratinjau. Periksa wajah pada hasil sebelum mengirim.

Kalau berkas ditolak sistem, apa yang harus dicek? Baca dulu pesan galatnya. Pesan itu biasanya menyebut hal yang kurang, seperti format atau ukuran. Cocokkan dengan ketentuan resmi, lalu perbaiki dari berkas asli. Kalau pesannya tidak jelas, tanyakan lewat kanal resmi layanan.

Urutan kerja yang aman

Tentukan keadaan pengurusan dan kanal yang Anda pakai, buka ketentuan resminya, catat format dan batas ukurannya, siapkan berkas asli, kompres sesuai ketentuan, periksa hasilnya, baru kirim lewat kanal resmi. Setelah terkirim, simpan salinan berkas yang dikirim beserta ketentuan yang Anda baca. Untuk gambaran menyeluruh kelompok ini, kunjungi Kompresi Foto atau Panduan Gambar dan Foto.