Konversi gambar dikerjakan lewat Konversi Format Gambar, halaman hub yang memilih pasangan format. Ada enam pasangan dua arah: JPG ke WebP, JPG ke PNG, PNG ke WebP, WebP ke PNG, PNG ke JPG, dan WebP ke JPG. Unggah berkasnya, jalankan proses, lalu unduh hasilnya. Kalau berkas yang diunggah lebih dari satu, hasilnya dikemas dalam satu arsip ZIP.
Tiga hal menentukan hasil konversi dan tidak bisa diatur dari halaman tool. Pertama, mutu konversi yang membuang detail dipilih server pada titik di mana ukuran turun banyak tanpa perubahan yang terlihat, dan yang bisa Anda pilih hanya ukuran akhirnya. Kedua, latar transparan menjadi putih saat berkas diubah ke JPG karena JPG tidak menyimpan transparansi. Ketiga, mutu yang hilang saat foto disimpan sebagai JPG tidak bisa dikembalikan, dan konversi ke PNG membuat ukuran berkas hampir selalu lebih besar daripada JPG asalnya.
Layanan ini menangani tiga format: JPG, PNG, dan WebP. Format lain seperti HEIC, BMP, GIF, TIFF, SVG, AVIF, dan RAW tidak didukung.
Peta pekerjaan: 23 artikel di sub-pilar konversi
Sub-pilar ini mengumpulkan pekerjaan yang berpusat pada perubahan format, pemilihan format, dan penyusunan gambar. Artikelnya bisa dibaca berurutan atau langsung ke bagian yang dibutuhkan.
Lima artikel membahas pasangan konversi dan masalah pembukaan berkas: Cara Mengubah WebP ke JPG di HP, Cara Mengubah WebP ke JPG di Windows, Cara Membuka File WebP yang Tidak Terbuka, Cara Mengubah PNG ke JPG agar Ukurannya Kecil, dan Cara Mengubah JPG ke PNG Tanpa Bayangan.
Lima artikel membantu memilih format sebelum mengonversi: Perbedaan JPG PNG dan WebP, Format Gambar yang Tepat untuk Foto Produk, Format Gambar untuk Tangkapan Layar, Format Gambar untuk Dicetak, dan Cara Mengubah Gambar ke Vektor.
Enam artikel mengurus ukuran dan dimensi: Cara Mengubah Foto ke JPG Ukuran Kecil, Cara Mengubah Ukuran Gambar Tanpa Pecah, Cara Mengubah Ukuran Foto untuk Lamaran, Cara Mengubah Ukuran Foto KTP, Cara Mengubah Ukuran Foto Ijazah, dan Cara Mengubah Ukuran Foto Pas.
Lima artikel menyusun gambar menjadi dokumen atau mengambilnya kembali: Cara Mengubah Foto ke PDF di HP, Cara Mengubah Screenshot ke PDF, Cara Menggabungkan Gambar Jadi Satu, Cara Menggabungkan Gambar Jadi Satu di HP, dan Cara Menyimpan Gambar dari PDF.
Dua artikel sisanya membahas hal yang tidak selalu soal format: Cara Mengubah Foto ke Word dan Cara Mengubah Warna Gambar Tanpa Aplikasi Berat.
Konsep dasar: enam pasangan dan alasan memilihnya
Enam pasangan yang tersedia bukan variasi dari pekerjaan yang sama. Masing-masing menjawab kebutuhan yang berbeda, dan memilih pasangan yang salah membuat pekerjaan diulang.
- JPG ke WebP: dipakai ketika foto akan dipasang di web dan ukuran berkasnya perlu lebih kecil. WebP menghasilkan berkas paling kecil di antara ketiga format pada mutu yang sama. Perlu diingat, belum semua aplikasi bisa membuka WebP.
- JPG ke PNG: dipakai ketika gambar perlu garis yang lebih tajam atau akan disusun di atas latar lain. Mutu yang sudah hilang saat foto disimpan sebagai JPG tidak kembali. Konversi ini hanya menghentikan penurunan mutu pada penyimpanan berikutnya, dan ukuran berkasnya hampir selalu bertambah besar.
- PNG ke WebP: dipakai ketika gambar berlatar tembus pandang akan dipasang di web. WebP menyimpan transparansi dan menghasilkan berkas yang lebih kecil daripada PNG. Ini pasangan yang paling sering dipakai untuk aset situs.
- WebP ke PNG: dipakai ketika aplikasi atau portal tidak bisa membuka WebP, tetapi latar tembus pandangnya harus tetap ada. Kalau transparansinya tidak dibutuhkan, WebP ke JPG memberi berkas yang lebih kecil.
- PNG ke JPG: dipakai ketika portal hanya menerima JPG, misalnya pada unggahan berkas lamaran atau pendaftaran. Bagian yang transparan berubah menjadi putih, jadi periksa dulu tampilannya kalau gambar itu akan diletakkan di atas latar berwarna.
- WebP ke JPG: dipakai ketika berkas WebP perlu dibuka di aplikasi lama atau diunggah ke sistem yang hanya mengenal JPG. Ini pasangan yang paling sering dipakai untuk menyelamatkan foto yang diunduh dari web.
Kenapa konversi ke PNG membesarkan berkas
JPG dan PNG memakai cara penyimpanan yang berbeda. JPG membuang detail yang tidak terlihat mata, dan pembuangan itu yang membuat berkasnya kecil. PNG menyimpan seluruh detail tanpa membuang apa pun. Saat JPG diubah ke PNG, semua piksel yang tersisa disimpan utuh, dan tidak ada detail baru yang muncul. Karena itu, berkas hasilnya hampir selalu lebih besar daripada JPG asalnya. Keuntungan satu-satunya dari konversi ini adalah penyimpanan berikutnya tidak menurunkan mutu lagi.
Kenapa mutu JPG yang hilang tidak kembali
Kompresi JPG bersifat membuang, dan pembuangannya permanen. Setelah detail dibuang, informasi itu tidak ada lagi di dalam berkas. Konversi ke format lain hanya memindahkan piksel yang tersisa, bukan mengembalikan yang sudah hilang. Kalau mutu perlu diperbaiki, sumbernya harus diambil ulang dari berkas asli atau difoto ulang.
Latar transparan menjadi putih
JPG tidak menyimpan transparansi. Saat PNG transparan diubah ke JPG, area yang tadinya tembus pandang diisi putih. Ini bukan pengaturan yang bisa dimatikan, karena memang tidak ada tempat untuk menyimpan informasi transparansi di dalam JPG. Kalau latar putihnya mengganggu, ubah gambar ke WebP, atau tempelkan gambar itu di atas latar berwarna sebelum dikonversi.
Mutu dipilih server, ukuran akhir dipilih Anda
Untuk konversi yang membuang detail, mutu ditentukan server pada titik di mana ukuran turun banyak tanpa perubahan yang terlihat. Yang bisa Anda pilih hanya ukuran akhirnya. Ini berbeda dari tool kompresi yang membiarkan angka ukuran dipilih lewat chip di pratinjau. Kalau ukuran hasil konversi masih terlalu besar untuk keperluan Anda, lanjutkan ke Kompresi Foto.
Alur kerja untuk tiga skenario nyata
Skenario pertama: foto dari web yang tidak bisa dibuka aplikasi lama. Foto yang diunduh dari situs sering tersimpan sebagai WebP. Kalau aplikasi yang dipakai tidak bisa membukanya, ubah ke JPG lewat Konversi Format Gambar, lalu periksa hasilnya sebelum disimpan. Kalau foto itu akan diunggah ke portal yang membatasi ukuran, kompres hasilnya lebih dulu lewat Kompres JPG. Urutan konversi lalu kompres membuat penurunan mutu terjadi satu kali di tiap tahap, dan hasilnya bisa diperiksa di antara kedua tahap itu.
Skenario kedua: tangkapan layar berisi teks untuk lampiran. Tangkapan layar sebaiknya tetap PNG karena garis dan hurufnya tajam. Kalau ukurannya terlalu besar, jangan ubah ke JPG, melainkan ke WebP kalau tujuan pemakaiannya mendukung. Kalau tangkapan layar itu akan disusun menjadi lampiran, susun dulu halamannya lewat JPG ke PDF, baru periksa ukuran berkas gabungannya.
Skenario ketiga: foto produk untuk marketplace. Kalau marketplace mensyaratkan JPG, ubah foto PNG atau WebP ke JPG. Periksa dulu latarnya: PNG transparan berubah menjadi putih, dan latar putih itu mungkin justru yang dibutuhkan katalog. Setelah formatnya benar, seragamkan dimensinya dan kecilkan ukurannya lewat Kompres Foto, lalu susun katalognya lewat JPG ke PDF kalau akan dikirim sebagai satu dokumen.
Kesalahan umum di sub-pilar ini
Mengonversi JPG ke PNG untuk menaikkan mutu. Mutu yang hilang saat foto disimpan sebagai JPG tidak bisa dikembalikan. Konversi ke PNG hanya menghentikan penurunan mutu pada penyimpanan berikutnya, dan ukuran berkasnya hampir selalu bertambah.
Mengubah PNG transparan ke JPG tanpa memeriksa latar. Area tembus pandang berubah menjadi putih. Untuk logo yang dipasang di atas latar berwarna, hasilnya terlihat seperti kotak putih.
Mengonversi ke WebP untuk berkas yang akan dikirim ke instansi. WebP belum tentu bisa dibuka sistem penerima, dan format itu bukan format yang lazim diminta portal pendaftaran. Untuk keperluan itu, JPG lebih aman.
Mengompres sebelum format akhirnya ditentukan. Kalau formatnya masih akan berubah, kerjakan konversi dulu, baru kompres. Mengompres berkas yang nanti dikonversi membuat mutunya turun di dua tahap.
Mengonversi berkas yang sama berulang kali. Setiap konversi yang membuang detail menurunkan mutu sedikit. Simpan berkas asli dan hasil akhirnya, dan jangan menjadikan hasil konversi sebagai bahan konversi berikutnya.
Mengunggah banyak berkas lalu tidak memeriksa isi ZIP. Hasil beberapa berkas datang sebagai arsip ZIP. Ekstrak dan periksa satu per satu, karena berkas yang gagal di tengah tidak selalu terlihat dari jumlah berkas di dalam arsip.
Kapan sebaiknya tidak memakai konversi online
Kalau berkasnya bukan JPG, PNG, atau WebP, halaman tool akan menolaknya dengan pesan yang menyebut format yang diterima. Untuk HEIC dari iPhone, ubah pengaturan kamera agar menyimpan sebagai JPG, atau pakai aplikasi yang menangani format itu. Format lain seperti BMP, GIF, TIFF, SVG, AVIF, dan RAW juga tidak didukung.
Konversi yang membutuhkan ketelitian warna tinggi, misalnya untuk percetakan, lebih baik dikerjakan dengan aplikasi penyunting gambar di komputer sendiri. Di sana warna bisa diperiksa dan disesuaikan sebelum berkas disimpan.
Berkas berisi data pribadi juga lebih baik diproses di perangkat sendiri. Selama proses berlangsung, berkas meninggalkan perangkat. Keterangan perlakuan berkasnya ada di kebijakan privasi.
Kalau format berkasnya sudah diterima di tempat tujuan, tidak ada konversi yang perlu dilakukan. Mengonversi tanpa alasan hanya menambah satu langkah dan satu penurunan mutu.
Cara memeriksa hasil konversi
Empat hal yang perlu diperiksa setelah konversi selesai. Pertama, formatnya sudah sesuai dengan yang diminta. Kedua, ukuran berkasnya masih di bawah batas penerima. Ketiga, dimensinya tidak berubah kalau tidak diminta berubah. Keempat, mutu tampilannya masih layak, dengan membuka hasilnya dan memperbesar bagian yang berisi teks atau detail halus.
Untuk konversi dari PNG transparan, buka hasilnya di atas latar gelap. Kalau ada kotak putih di sekitar objek, area transparannya sudah terisi. Itu normal untuk JPG, tetapi kalau latar transparan harus dipertahankan, pakai WebP atau PNG sebagai format tujuan.
Untuk berkas yang akan dicetak, periksa resolusinya. Cetakan besar memerlukan piksel yang lebih banyak, dan konversi format tidak menambah piksel. Periksa juga jumlah berkas di dalam arsip ZIP bila Anda mengunggah beberapa gambar sekaligus.
Pertanyaan yang sering muncul
Apakah konversi JPG ke PNG bisa mengembalikan mutu yang hilang? Tidak. Detail yang dibuang kompresi JPG sudah tidak ada di dalam berkas. Konversi ke PNG hanya menghentikan penurunan mutu pada penyimpanan berikutnya.
Kenapa PNG transparan menjadi putih setelah diubah ke JPG? Karena JPG tidak menyimpan transparansi. Area yang tembus pandang diisi putih saat berkas ditulis ulang. Kalau latar tembus pandang harus dipertahankan, ubah ke WebP atau biarkan sebagai PNG.
Apakah mutu hasil konversi bisa dipilih? Untuk konversi yang membuang detail, mutu dipilih server pada titik di mana ukuran turun banyak tanpa perubahan yang terlihat. Yang bisa dipilih hanya ukuran akhirnya. Untuk penurunan mutu yang lebih terkendali, pakai tool kompresi per format.
Format apa saja yang didukung? JPG, PNG, dan WebP. Format lain seperti HEIC, BMP, GIF, TIFF, SVG, AVIF, dan RAW tidak didukung.
Apakah metadata foto ikut terhapus? Berkas ditulis ulang saat konversi, sehingga metadata kamera dan koordinat GPS tidak ikut terbawa. Kalau metadata itu perlu dipertahankan, konversi bukan langkah yang tepat.
Mulai dari pasangan yang Anda butuhkan
Kalau berkasnya perlu berganti format, buka Konversi Format Gambar, pilih pasangan yang sesuai, lalu periksa hasilnya sebelum diunduh. Untuk memperkecil berkas setelah formatnya benar, lanjutkan ke Kompresi Foto. Untuk menyusun gambar menjadi dokumen, mulai dari JPG ke PDF. Pilihan lain untuk pekerjaan gambar ada di Panduan Gambar dan Foto.