Foto yang gagal terkirim lewat email biasanya karena total lampirannya melewati batas penyedia email, bukan karena satu foto terlalu besar. Karena itu, mengompres foto untuk email berarti menghitung seluruh berkas yang dilampirkan, lalu menyesuaikan ukurannya bersama-sama. Caranya, buka Kompres Foto, pilih tool sesuai format berkas, lalu pilih ukuran akhir lewat chip di pratinjau sambil memperhatikan total lampiran Anda.

Perlu diketahui lebih dulu: batas lampiran dihitung dari jumlah seluruh berkas dalam satu kiriman, bukan per berkas. Karena itu, satu foto yang kecil tidak menjamin kirimannya lolos; semua berkas yang dilampirkan ikut dihitung. Periksa batas penyedia email Anda, lalu sisakan ruang sebelum menambahkan lampiran lain.

Layanan ini menangani JPG, PNG, dan WebP. Format seperti HEIC, BMP, GIF, TIFF, SVG, AVIF, dan RAW tidak didukung. Foto iPhone yang tersimpan sebagai HEIC perlu diubah dulu lewat pengaturan kamera atau aplikasi yang menanganinya.

Hitung dulu total lampirannya

Sebelum mengompres, kumpulkan semua berkas yang akan dilampirkan dan jumlahkan ukurannya. Kalau kirimannya berisi foto, dokumen, dan arsip sekaligus, semuanya masuk hitungan. Batas yang berlaku adalah batas penyedia email Anda, dan batas kotak masuk penerima bisa lebih kecil.

Untuk kiriman yang berisi banyak foto, pertimbangkan menggabungkan foto menjadi satu PDF daripada melampirkan belasan berkas terpisah. Satu lampiran lebih mudah dibuka penerima, dan ukurannya lebih mudah diperkirakan. JPG ke PDF menerima JPG, PNG, dan WebP, dengan satu gambar menjadi satu halaman dan maksimal 20 berkas per proses.

Kalau kiriman tetap berisi banyak foto, pisahkan menjadi beberapa email. Mengirim tiga email yang masing-masing terkirim lebih baik daripada satu email yang tertahan.

Langkah mengompres foto untuk email

  1. Kumpulkan berkas yang akan dilampirkan dan jumlahkan ukurannya. Bandingkan dengan batas penyedia email Anda.
  2. Periksa format tiap foto. Kalau bukan JPG, PNG, atau WebP, konversi dulu lewat Konversi Format Gambar.
  3. Buka Kompres Foto, lalu pilih tool sesuai format: Kompres JPG, Kompres PNG, atau Kompres WebP.
  4. Unggah beberapa foto sekaligus. Hasilnya dikemas dalam arsip ZIP kalau lebih dari satu berkas, jadi ekstrak dulu sebelum dilampirkan.
  5. Pilih ukuran akhir lewat chip di pratinjau. Ukuran persen tersedia dari 10 sampai 200. Contoh terverifikasi: persen 50 pada gambar 1600x1200 menghasilkan 800x600.
  6. Periksa bagian foto yang paling penting bagi penerima, biasanya wajah, tulisan pada label, atau detail dokumen.
  7. Ulangi untuk foto lain dengan ukuran akhir yang sama supaya kiriman seragam.
  8. Lampirkan hasilnya, lalu periksa total ukuran lampiran sebelum menekan kirim.

Memilih ukuran yang tepat untuk lampiran

Foto yang dikirim lewat email jarang dibaca dalam ukuran besar. Penerima biasanya membukanya di layar ponsel atau laptop, dan foto yang ditampilkan pada ukuran layar tidak memerlukan seluruh piksel aslinya. Menyimpan piksel jauh di atas kebutuhan tampil berarti mengirim data yang tidak terpakai.

Untuk foto dokumen, misalnya foto KTP atau ijazah yang difoto dengan ponsel, yang perlu dijaga adalah keterbacaan tulisan. Periksa hasilnya dengan memperbesar bagian teks, dan pastikan masih terbaca. Kalau tidak, naikkan ukuran akhirnya.

Untuk foto suasana, ukuran akhir bisa lebih kecil karena yang penting keseluruhan pemandangannya, bukan detail kecil. Untuk foto yang memuat tulisan kecil, misalnya papan nama atau struk, ukuran akhir perlu lebih besar.

Kalau lampiran tetap terlalu besar

Kalau setelah dikompres lampirannya masih melewati batas, ada beberapa pilihan. Yang pertama, kecilkan dimensinya lebih jauh, dengan catatan periksa dulu apakah isinya masih terbaca. Yang kedua, kurangi jumlah berkas dengan menggabungkan foto menjadi PDF. Yang ketiga, kirim dalam beberapa email terpisah.

Pilihan lain adalah memakai tautan berbagi berkas daripada lampiran. Layanan penyimpanan awan memungkinkan Anda mengirim tautan, dan penerima mengunduhnya sendiri. Ini menyelesaikan masalah batas lampiran sekaligus, tetapi bergantung pada penerima yang mau membuka tautannya.

Untuk foto yang tidak sensitif, memilih format WebP bisa memangkas ukuran jauh lebih besar. Tetapi periksa dulu apakah penerima bisa membukanya; belum semua aplikasi mendukung WebP. Untuk lampiran email yang akan dibuka di mana saja, JPG lebih aman.

Menyusun foto menjadi satu lampiran

Mengirim sepuluh foto sebagai sepuluh lampiran sering merepotkan penerima dan membuat ukuran total sulit diperkirakan. Menyusunnya menjadi satu PDF membuat kiriman lebih rapi: penerima membuka satu berkas, halaman berurutan, dan tidak perlu mengunduh banyak berkas sekaligus. Susunannya bisa dibuat lewat JPG ke PDF, yang menerima JPG, PNG, dan WebP dengan maksimal 20 berkas per proses.

Sebelum menyusun, tentukan urutannya. Untuk lampiran pekerjaan, urutan yang logis biasanya mengikuti alur cerita: halaman pembuka, isi, lalu lampiran pendukung. Untuk foto dokumentasi, urutan waktu atau urutan tempat biasanya lebih mudah dipahami. JPG ke PDF mengikuti urutan unggahan, jadi susun berkasnya di perangkat sebelum diunggah kalau urutannya penting.

Perlu diketahui, PDF hasil susunan berisi seluruh halaman dalam satu berkas, sehingga ukurannya perlu diperiksa sebelum dilampirkan. Kalau hasilnya masih melewati batas lampiran, kompres berkas PDF-nya lewat Kompres PDF. Urutannya bisa dibalik: kompres foto dulu, baru susun, tergantung mana yang lebih mudah Anda periksa.

Kalau foto perlu diberi keterangan sebagai dokumen resmi, cap air teks bisa ditambahkan lewat Cap Air. Teksnya maksimal 60 karakter, bisa digeser di pratinjau, dan tersedia preset seperti DRAF dan SALINAN. Cap air itu ditulis pada berkas PDF, bukan pada gambar, jadi tambahkan setelah penyusunan selesai.

Masalah yang sering terjadi

Email gagal terkirim tanpa penjelasan. Kemungkinan total lampiran melewati batas penyedia. Kurangi jumlah lampiran atau kompres ulang dengan ukuran yang lebih kecil, lalu kirim ulang.

Lampiran terkirim tetapi penerima tidak bisa membukanya. Kemungkinan formatnya tidak didukung aplikasi penerima. WebP dan format yang tidak umum sering menjadi penyebabnya. Kirim ulang dalam format JPG.

Foto terlihat terlalu kecil di perangkat penerima. Ukuran akhir yang dipilih terlalu agresif. Ulangi dari berkas asli dengan ukuran yang lebih besar.

Foto dokumen tidak terbaca setelah dikompres. Teks kecil adalah bagian pertama yang hilang saat ukuran diperkecil. Naikkan ukuran akhirnya, atau kirim foto dokumen sebagai PNG agar ketajaman garis terjaga.

Lampiran tidak muncul di balasan. Sebagian sistem email menghapus lampiran dari balasan. Kalau penerima membalas tanpa lampiran, itu bukan tanda berkasnya hilang; lampirannya ada di email pertama.

Kapan tidak perlu mengompres

Kalau total lampiran Anda sudah di bawah batas dan penerima tidak kesulitan mengunduhnya, tidak ada yang perlu dikompres. Kompresi baru diperlukan ketika lampiran gagal terkirim, ketika ukurannya memperlambat pengiriman, atau ketika penerima meminta ukuran tertentu.

Kalau foto itu berisi dokumen identitas atau data pribadi, pertimbangkan mengirimnya lewat kanal yang lebih aman daripada lampiran email. Email bukan tempat yang tepat untuk dokumen sensitif, terlepas dari ukuran berkasnya. Kalau harus diproses, kerjakan dengan aplikasi di komputer sendiri supaya berkas tidak meninggalkan perangkat. Keterangan perlakuan berkas di layanan ini ada di kebijakan privasi.

Kalau foto hanya diarsipkan dan tidak dikirim, tidak ada batas lampiran yang perlu dipenuhi. Simpan versi resolusi tinggi, dan kompres hanya salinan yang akan dikirim.

Pertanyaan yang sering muncul

Apakah foto asli di perangkat ikut berubah setelah dikompres? Tidak. Prosesnya membaca salinan yang Anda unggah dan menghasilkan berkas baru. Foto asli tetap utuh, jadi Anda bisa mengulang dari berkas asli kapan saja.

Apakah kompresi mengurangi mutu foto yang dilampirkan? Tergantung formatnya. JPG dan WebP bisa diturunkan mutunya, dan penurunannya dipilih pada titik yang tidak terlihat. PNG tidak diturunkan mutunya sama sekali, tetapi ukurannya lebih besar.

Berapa ukuran akhir yang aman untuk lampiran email? Tidak ada satu angka yang berlaku untuk semua penyedia. Periksa batas penyedia email Anda, dan sisakan ruang karena ukuran lampiran bertambah saat dikirim.

Apakah metadata lokasi foto ikut terkirim lewat email? Foto ponsel membawa koordinat GPS. Tool kompresi di sini menghapus EXIF dan GPS saat berkas ditulis ulang, sehingga koordinat tempat foto diambil tidak ikut terkirim.

Periksa total lampiran sebelum mengirim

Hitung seluruh berkas, kecilkan dimensinya, lalu pilih ukuran akhir yang masih memperlihatkan isi dengan jelas. Setelah semua foto siap, periksa total ukuran lampiran sekali lagi sebelum menekan kirim. Untuk konsep dasarnya, buka Kompresi Foto. Untuk pekerjaan lain pada gambar, buka Panduan Gambar dan Foto. Kalau lampiran perlu disusun menjadi satu dokumen, mulai dari JPG ke PDF.