Kompres foto malah membesar bukan kerusakan, dan bukan berarti prosesnya gagal. Ada tiga sebab yang paling sering: gambar itu sudah efisien sehingga tidak ada lagi yang bisa dipangkas, berkasnya ditulis ulang dengan parameter yang berbeda dari aslinya, atau metadata ikut bertambah saat penulisan ulang.
Yang perlu dipahami lebih dulu: kompresi bukan jaminan hasil yang selalu lebih kecil. Ia menawarkan cara menuliskan data dengan lebih hemat, dan seberapa besar penghematannya bergantung pada berkas yang Anda bawa. Untuk sebagian berkas, ruang penghematannya memang sudah habis.
Sebab pertama: gambar sudah efisien
Cara kerja kompresi adalah mencari pola dan menghilangkan yang berulang. Kalau gambar itu sudah pernah dipadatkan dengan baik, polanya sudah dirapikan dan tidak ada lagi yang bisa dihemat.
Kasus yang paling sering adalah PNG yang sudah dioptimalkan perkakas lain. Tool Kompres PNG memadatkan PNG dengan merapikan struktur datanya dan menyederhanakan paletnya, dengan mutu yang dijaga agar perbedaannya tidak terlihat. Kalau strukturnya sudah rapi, tidak ada yang bisa dipangkas lagi. Hasilnya bisa tidak menyusut sama sekali, bahkan sedikit bertambah karena perbedaan cara penulisan berkas.
Kasus lain adalah foto JPG dengan mutu yang sudah rendah. Foto seperti itu sudah menyimpan sedikit data, jadi memadatkannya lebih jauh tidak memberi ruang yang berarti.
Kasus ketiga adalah gambar dengan bidang warna rata. Tangkapan layar berisi teks hitam di atas latar putih, logo sederhana, dan grafik bergaris sudah sangat efisien secara alami. Sedikit sekali pola yang bisa dimanfaatkan, dan penulisan ulang bisa menghasilkan ukuran yang hampir sama atau sedikit lebih besar.
Sebab kedua: ditulis ulang dengan parameter berbeda
Setiap tool kompresi punya cara sendiri dalam menulis berkas. Dua tool yang sama-sama menurunkan mutu bisa menghasilkan ukuran yang berbeda dari berkas yang sama, karena keduanya memakai pengaturan internal yang tidak identik.
Ketika sebuah tool menulis ulang berkas, ia membuat berkas baru dari awal. Cara menyusun tabel, urutan penulisan segmen, dan pilihan algoritma pemadatan bisa berbeda dari aslinya. Kalau berkas asli ditulis oleh kamera ponsel dengan pengaturan yang sangat efisien, penulisan ulang oleh tool lain bisa menghasilkan berkas yang sedikit lebih besar walaupun mutunya tidak dinaikkan.
Pada PNG, perbedaan ini lebih terasa karena tidak ada mutu yang bisa diturunkan. Yang tersisa hanya perbedaan efisiensi penulisan, dan perbedaan itu bisa mengarah ke mana saja.
Pada JPG dan WebP, pengaruh parameter lebih besar. Kalau Anda memilih ukuran akhir yang lebih besar daripada mutu aslinya, berkasnya memang bisa bertambah, karena lebih banyak data yang disimpan.
Sebab ketiga: metadata bertambah
Metadata adalah catatan yang menempel pada berkas: EXIF, IPTC, XMP, profil warna, dan keterangan lain. Ukurannya bisa beberapa kilobyte sampai puluhan kilobyte, dan jumlahnya bisa bertambah saat berkas ditulis ulang.
Sebagian tool menambahkan keterangan tentang proses yang baru dijalankan. Sebagian lain menyisipkan profil warna standar yang sebelumnya tidak ada. Kalau gambar aslinya kecil, penambahan beberapa kilobyte itu bisa terlihat sebagai persentase yang cukup besar.
Perlu dicatat, tool kompresi di layanan ini justru menghapus EXIF dan GPS saat berkas ditulis ulang, jadi penambahan metadata bukan penyebab di sini. Tetapi di tool lain dan di aplikasi penyunting gambar, penambahan metadata adalah sebab yang nyata.
Sebab yang jarang: gambar memang bertambah isinya
Kalau gambar disunting dulu sebelum dikompres, misalnya ditambahkan teks, garis, atau tempelan lain, isinya memang bertambah. Bagian yang ditambahkan itu adalah piksel baru yang harus disimpan, dan ukurannya bisa lebih besar daripada penghematan dari kompresi.
Cara memastikan sebabnya
Pertama, periksa format berkasnya. Kalau berkasnya PNG, kemungkinan besar sebabnya adalah efisiensi yang sudah maksimal, karena PNG tidak punya mutu yang bisa diturunkan.
Kedua, bandingkan dimensinya sebelum dan sesudah. Kalau dimensinya tidak berubah dan berkasnya tidak menyusut, berarti yang bekerja hanya pemadatan struktur, dan hasilnya bergantung pada efisiensi berkas aslinya.
Ketiga, periksa mutu yang Anda pilih. Kalau Anda memilih ukuran akhir yang lebih besar daripada mutu aslinya, berkasnya memang bisa bertambah. Coba pilih ukuran yang lebih kecil.
Keempat, periksa metadatanya. Bandingkan keterangan berkas sebelum dan sesudah. Kalau ada penambahan keterangan, itu bisa menjelaskan sebagian dari kenaikan ukurannya.
Jalan keluar sesuai sebabnya
Kalau sebabnya gambar sudah efisien, jangan mengejar ukuran berkas lewat pemadatan. Perkecil dimensinya, karena jumlah piksel menentukan besar berkasnya dan itu langkah yang paling berpengaruh. Ukuran persen tersedia dari 10 sampai 200 persen. Contoh yang terverifikasi: persen 50 pada gambar 1600x1200 menghasilkan 800x600.
Kalau sebabnya penulisan ulang dengan parameter berbeda, pilih ukuran akhir yang lebih kecil, atau terima bahwa berkas itu memang sudah efisien. Untuk JPG dan WebP, mutu bisa diturunkan sampai ukurannya turun. Untuk PNG, tidak ada mutu yang bisa diturunkan, jadi jalan satu-satunya adalah memperkecil dimensi atau mengubah format.
Kalau sebabnya metadata bertambah, periksa apakah keterangan itu memang dibutuhkan. Kalau tidak, pakai tool yang menghapus metadata. Tool kompresi di layanan ini menghapus EXIF dan GPS saat berkas ditulis ulang.
Kalau yang dibutuhkan berkas jauh lebih kecil dan mutu boleh turun, ubah PNG ke JPG atau WebP lebih dulu lewat Konversi Format Gambar, lalu kompres hasilnya.
Kenapa mengejar ukuran terkecil bukan tujuan yang tepat
Ukuran berkas bukan satu-satunya hal yang penting. Yang penting adalah berkas yang memenuhi kebutuhan: cukup kecil untuk lolos batas, cukup tajam untuk dilihat, dan cukup sesuai untuk tempat pemakaiannya.
Mengejar ukuran terkecil bisa merugikan. Foto produk yang terlalu halus membuat pembeli ragu. Foto lamaran yang terlalu kecil bisa ditolak karena dimensinya tidak memenuhi syarat. Tangkapan layar yang dipadatkan berlebihan membuat teksnya sulit dibaca.
Kalau berkas Anda sudah efisien dan tidak menyusut lagi, periksa apakah ukurannya sudah di bawah batas yang Anda butuhkan. Kalau sudah, tidak ada alasan untuk memaksanya lebih kecil.
Kesalahan yang sering terjadi
Mengulang proses dari hasil yang sudah diproses. Kalau hasil pertama membesar, mengompresnya lagi hanya menumpuk penurunan mutu tanpa memperbaiki ukurannya. Kembali ke berkas asli dan ubah pengaturannya.
Menyimpulkan toolnya rusak karena hasilnya membesar. Periksa dulu format berkasnya, dimensinya, dan mutu yang dipilih. Untuk PNG, hasil yang tidak menyusut adalah hal yang wajar.
Membandingkan ukuran dari tool yang berbeda. Dua tool yang sama-sama menurunkan mutu bisa menghasilkan ukuran yang berbeda dari berkas yang sama. Bandingkan hasil dari tool yang sama, dari berkas asli yang sama.
Kapan sebaiknya berhenti mengompres
Kalau berkasnya sudah di bawah batas yang diminta dan tampilannya masih baik, berhenti. Mengompres lebih jauh hanya menurunkan mutunya tanpa manfaat.
Kalau berkasnya berisi dokumen identitas atau materi yang belum boleh keluar dari jaringan, jangan unggah ke layanan mana pun. Keterangan perlakuan berkas di layanan ini ada di kebijakan privasi.
Kalau keterangan kamera dan lokasi di berkas harus tetap ada, jangan pakai tool daring yang menulis ulang gambar. Aplikasi di perangkat sendiri bisa mempertahankan metadata itu.
Kalau berkasnya bukan JPG, PNG, atau WebP, halaman tool akan menolaknya. Format lain seperti HEIC, BMP, GIF, TIFF, SVG, AVIF, dan RAW tidak didukung. Untuk foto HEIC dari iPhone, ubah pengaturan kamera agar menyimpan sebagai JPG, atau pakai aplikasi yang menangani format itu.
Pertanyaan yang sering muncul
Apakah PNG bisa menyusut banyak dengan kompresi? Tidak. PNG dipadatkan dengan merapikan struktur datanya dan menyederhanakan paletnya, dengan mutu yang dijaga; besar penurunannya bergantung isi gambar. PNG yang sudah dioptimalkan perkakas lain bisa tidak menyusut sama sekali.
Kenapa JPG saya tidak menyusut padahal mutunya diturunkan? Kemungkinan besar dimensinya belum diperkecil. Memperkecil dimensi adalah langkah yang paling berpengaruh terhadap ukuran berkas.
Apakah hasil yang membesar berarti fotonya rusak? Tidak. Berkasnya tetap gambar yang utuh. Yang terjadi hanya perbedaan cara penulisan berkas, atau memang tidak ada ruang penghematan.
Apakah kompresi lossless bisa membuat berkas membesar? Bisa sedikit, karena perbedaan cara penulisan berkas. Itu wajar untuk kompresi yang tidak membuang data.
Haruskah saya mengompres ulang kalau hasilnya membesar? Jangan ulangi dari hasil yang sudah membesar. Kembali ke berkas asli, lalu pilih pengaturan yang berbeda, misalnya dimensi yang lebih kecil.
Langkah berikutnya
Kalau berkas Anda JPG atau WebP dan ukurannya perlu turun, buka Kompres JPG atau Kompres WebP, lalu pilih ukuran akhir yang lebih kecil. Kalau berkasnya PNG, buka Kompres PNG dan pertimbangkan memperkecil dimensinya. Ketiganya bisa dijangkau dari Kompres Foto. Untuk memahami dasar kompresinya, buka Kompresi Foto, dan untuk pekerjaan gambar lain, mulai dari Panduan Gambar dan Foto.