Ukuran foto paspor ditetapkan instansi yang menerbitkan paspor, dan ketetapan itu bisa berbeda antar layanan serta berubah dari waktu ke waktu. Karena itu, artikel ini tidak memuat angka ukuran, dimensi, atau syarat apa pun. Yang sah adalah ketentuan yang tertulis di kanal resmi layanan paspor, dan langkah pertama Anda adalah membacanya, bukan mengandalkan angka yang beredar di internet.

Paspor adalah dokumen yang dipakai bertahun-tahun, dan foto di dalamnya adalah bagian yang paling sulit diganti setelah dokumen itu terbit. Karena itu, ketentuan fotonya dibuat ketat dan dijaga konsisten. Kesalahan kecil pada foto bisa membuat pengajuan harus diulang, dan pada layanan yang memakai antrean, pengulangan itu berarti menunggu jadwal baru.

Artikel ini membahas pekerjaan yang bisa Anda kendalikan: menemukan ketentuan resminya, membedakan jalur foto yang dipakai, menyiapkan berkas dengan tool yang sesuai, dan memeriksa hasilnya. JPG, PNG, dan WebP adalah tiga format yang bisa diproses di sini. Untuk format lain seperti HEIC, BMP, GIF, TIFF, SVG, AVIF, dan RAW, gunakan aplikasi atau pengaturan perangkat yang menanganinya sebelum berkas disiapkan.

Kenapa foto paspor diperlakukan berbeda dari foto dokumen lain

Foto paspor dipakai untuk mengenali pemiliknya di perlintasan negara, dan masa pakainya panjang. Karena itu, ketentuannya tidak hanya soal ukuran berkas. Ada ketentuan tentang posisi wajah, latar, pencahayaan, dan hal-hal yang tidak boleh ada di foto. Ukuran berkas digital adalah salah satu bagian dari ketentuan itu, bukan satu-satunya.

Praktisnya, memenuhi ukuran berkas saja tidak menjamin foto diterima. Foto yang ukurannya pas tetapi latarnya tidak sesuai tetap bisa ditolak. Karena itu, baca ketentuan fotonya secara utuh, bukan hanya baris yang menyebut angka.

Satu hal lagi yang perlu diingat: ketentuan paspor diperbarui dari waktu ke waktu mengikuti perubahan sistem layanan. Artikel yang ditulis untuk periode sebelumnya bisa saja masih memuat ketentuan lama. Yang mengikat adalah ketentuan yang Anda baca dari kanal resmi pada saat Anda mengajukan.

Pengajuan baru dan perpanjangan tidak selalu sama

Ada dua keperluan yang sering tertukar: pengajuan paspor baru dan perpanjangan paspor yang sudah habis masa berlakunya. Keduanya bisa memakai alur yang berbeda, dan perbedaan itu memengaruhi pekerjaan Anda.

Pada pengajuan baru, data dan foto biasanya diambil dari awal. Pada perpanjangan, sebagian data sudah tersimpan di sistem, dan alurnya bisa lebih singkat. Namun, aturan tentang foto tetap berlaku, dan apakah Anda perlu membawa atau mengunggah foto baru tergantung ketentuan yang berlaku untuk layanan itu.

Selain itu, layanan paspor bisa diakses lewat beberapa kanal: aplikasi resmi, situs resmi, dan layanan di kantor. Kanal yang berbeda bisa meminta berkas dengan ketentuan teknis yang tidak identik. Karena itu, tentukan dulu kanal yang Anda pakai, lalu baca ketentuan untuk kanal itu.

Foto di lokasi dan foto yang diunggah

Kalau foto diambil langsung di lokasi layanan, tidak ada berkas yang perlu Anda siapkan. Petugas atau perangkat di lokasi yang mengambil dan menyesuaikan fotonya. Dalam keadaan ini, yang perlu Anda lakukan hanya mengikuti arahan, misalnya soal pakaian, ekspresi, atau aksesori yang tidak boleh dipakai.

Pada jalur unggahan, Anda perlu menyiapkan berkasnya sendiri. Catat format berkas yang diterima, batas ukuran, dan dimensi atau rasio kalau disebutkan. Catat juga ketentuan lain yang disebut, misalnya latar foto atau bagian wajah yang harus terlihat.

Banyak saran di internet mencampur dua jalur ini. Anjuran yang dibuat untuk foto di lokasi belum tentu berlaku untuk berkas yang diunggah, dan sebaliknya. Cara paling aman adalah mengikuti alur di kanal resmi sampai Anda tahu jalur mana yang dipakai, lalu membaca ketentuan untuk jalur itu.

Menyiapkan berkas unggahan

Kalau jalur Anda meminta unggahan, pilih tool sesuai format berkas: Kompres JPG untuk JPG, Kompres PNG untuk PNG, atau Kompres WebP untuk WebP. Ketiganya tersedia di Kompres Foto.

Unggah foto, lalu pilih ukuran akhir lewat chip di pratinjau. Angkanya terlihat sebelum Anda mengunduh, jadi Anda bisa memilih ukuran yang paling dekat dengan ketentuan tanpa menebak. Ukuran persen tersedia dari 10 sampai 200; contoh yang terverifikasi, persen 50 pada gambar 1600x1200 menghasilkan 800x600.

Kalau ketentuan menyebut dimensi, gunakan ukuran persen untuk mendekatinya. Untuk pas foto berukuran cetak, tersedia 2x3, 3x4, dan 4x6 sentimeter yang dipotong mengisi seluruh area pada 300 DPI. Angka pikselnya terverifikasi: 2x3 menjadi 236x354 piksel, 3x4 menjadi 354x472 piksel, dan 4x6 menjadi 472x709 piksel. Periksa pratinjau sebelum mengunduh, karena pemotongan mengisi bisa menghilangkan bagian tepi.

Layanan ini tidak mengambil foto dan tidak menyunting latar atau ekspresi. Yang dikerjakan adalah memperkecil dan menyesuaikan berkas yang sudah ada. Untuk pengambilan fotonya, ikuti panduan resmi instansi.

Memeriksa hasil sebelum diunggah

Empat hal yang perlu diperiksa. Ukuran berkasnya, apakah sudah di bawah batas yang disebutkan. Formatnya, apakah termasuk yang diterima sistem. Tampilan wajahnya, apakah masih jelas setelah diperkecil. Dan dimensinya, kalau ketentuan menyebut angka dimensi.

Perhatikan juga hal yang tidak berkaitan dengan ukuran berkas. Foto yang terlalu gelap, memiliki bayangan di wajah, atau memakai aksesori yang tidak diperbolehkan bisa bermasalah walaupun ukurannya sudah sesuai. Ketentuan tentang hal seperti itu hanya sah dibaca dari panduan resmi instansi.

Kalau hasilnya belum memenuhi ketentuan, ulangi dari berkas asli, jangan dari hasil kompresi. Penurunan mutu dari dua tahap menumpuk dan tidak bisa dikembalikan.

Data pribadi dan kanal pengiriman

Foto paspor adalah data identitas. Unggah hanya lewat kanal resmi yang disebutkan instansi. Hindari mengirimkannya lewat layanan yang tidak Anda kenal atau perantara yang tidak jelas. Selama proses berlangsung di layanan ini, berkas meninggalkan perangkat; keterangan perlakuan berkasnya ada di kebijakan privasi.

Proses penulisan ulang berkas menghapus metadata kamera dan koordinat GPS. Ini terverifikasi: keduanya tidak ikut terbawa di hasil. Untuk foto yang akan diunggah ke layanan resmi, hilangnya jejak lokasi umumnya menguntungkan. Kalau metadata itu masih dibutuhkan, simpan berkas aslinya dan jangan pakai hasil kompresi.

Kalau Anda memilih memproses sendiri berkas identitas, aplikasi penyunting gambar di komputer bisa dipakai. Tool online cocok untuk pekerjaan cepat, tetapi keputusan soal berkas identitas sebaiknya mengikuti aturan instansi dan tingkat kenyamanan Anda.

Kalau berkas lain juga diminta

Pengajuan paspor sering meminta beberapa berkas lain, dan ketentuan tiap berkas bisa berbeda. Kumpulkan semuanya dalam satu folder kerja dan beri nama yang jelas. Kalau ada berkas yang perlu disatukan, jadikan setiap berkas final lebih dulu, baru satukan, supaya mutunya tidak turun di dua tahap.

Untuk menggabungkan berkas, Gabung PDF menyatukan beberapa PDF, sedangkan JPG ke PDF menyusun foto menjadi halaman A4 dengan margin 20 mm untuk maksimal 20 berkas. Setelah gabungan jadi, periksa ukuran totalnya sebelum diunggah.

Pertanyaan yang sering muncul

Apakah ukuran foto paspor sama untuk semua kanal layanan? Tidak selalu. Kanal yang berbeda bisa memakai ketentuan teknis yang berbeda, dan ketentuan itu bisa berubah. Periksa kanal resmi layanan yang Anda pakai.

Bolehkah memakai foto lama yang sudah ada? Ikuti ketentuan instansi. Sebagian layanan mensyaratkan foto diambil dalam kurun waktu tertentu, dan syarat itu hanya sah jika dibaca dari sumber resminya.

Apakah foto harus berlatar tertentu? Ketentuan tentang latar ada di panduan resmi instansi. Jangan berpatokan pada contoh foto di internet, karena bisa berbeda dari ketentuan yang berlaku.

Apakah artikel ini memuat syarat dan biaya pengurusan paspor? Tidak. Syarat, biaya, dan jadwal hanya sah datang dari kanal resmi instansi. Artikel ini terbatas pada penyiapan berkas fotonya.Apakah berkas saya aman? Berkas diproses untuk menghasilkan keluaran yang Anda unduh, dan keterangan lengkapnya ada di kebijakan privasi. Untuk berkas identitas, pertimbangkan juga aturan instansi soal pengiriman berkas.

Urutan kerja yang aman

Tentukan kanal yang Anda pakai, buka ketentuan resminya, catat format dan batas ukurannya, siapkan berkas asli, kompres sesuai ketentuan, periksa hasilnya, baru unggah lewat kanal resmi. Setelah terkirim, simpan salinan berkas yang diunggah beserta ketentuan yang Anda baca. Untuk pembahasan kelompok ini secara menyeluruh, buka Kompresi Foto atau Panduan Gambar dan Foto.