Foto produk yang menjual bukan foto yang paling mahal peralatannya, melainkan foto yang paling konsisten. Pembeli melihat beberapa foto sekaligus: kalau latarnya berbeda-beda, ukurannya tidak seragam, dan warnanya berubah dari satu foto ke foto lain, katalog terlihat berantakan meskipun setiap fotonya tajam. Karena itu, urutan kerjanya selalu sama: siapkan latar dan cahaya, potret semua produk dengan pengaturan yang sama, rapikan ukurannya, baru susun menjadi katalog. Penyusunan katalog dikerjakan lewat JPG ke PDF, dan penyeragaman ukuran lewat Kompres Foto.
Foto produk di sini berarti foto untuk jualan. Calon pembeli tidak bisa memegang barangnya, jadi yang harus terjawab lewat gambar adalah bentuk, ukuran relatif, warna, dan kondisi. Semua keputusan pemotretan mengikuti kebutuhan itu, bukan selera estetika semata.
Sub-pilar ini mengumpulkan 24 artikel dalam lima kelompok: pemotretan dasar, latar dan bayangan, ukuran dan format, katalog dan penyimpanan, serta penjualan dan tampilan. Artikel di kelompok terakhir mengarahkan pembaca memeriksa ketentuan platform karena syaratnya berbeda tiap tempat dan bisa berubah.
Peta pekerjaan: 24 artikel dalam lima kelompok
Pemotretan dasar. Cara memotret produk dengan HP, cara membuat foto produk tanpa studio, cara memotret produk kecil, cara memotret produk makanan, dan cara memotret pakaian untuk jualan.
Latar dan bayangan. Cara membuat latar putih foto produk, cara membuat foto produk latar hitam, dan cara menghilangkan bayangan di foto produk.
Ukuran dan format. Ukuran foto produk untuk marketplace, format foto produk yang diterima marketplace, cara membuat foto produk ukuran seragam, cara mengompres foto produk tanpa buram, dan berapa jumlah foto produk yang ideal.
Katalog dan penyimpanan. Cara membuat katalog produk PDF, cara menggabungkan foto produk jadi satu gambar, cara menambahkan watermark pada foto produk, cara menyimpan foto produk dengan rapi, dan cara memakai ulang foto produk tanpa terlihat malas.
Penjualan dan tampilan. Cara mengedit foto produk dengan sederhana, cara membuat foto produk terlihat mahal, cara menyiapkan foto untuk toko online, kesalahan foto produk yang menurunkan penjualan, cara membuat foto produk untuk iklan, dan cara mendapatkan foto produk yang konsisten.
Konsep dasar sebelum memotret
Cahaya menentukan hasil lebih besar daripada kamera. Ponsel kelas menengah menghasilkan foto produk yang layak selama cahayanya cukup dan arahnya tetap. Cahaya dari samping memperlihatkan bentuk dan tekstur; cahaya tepat dari depan membuat produk terlihat datar. Jendela pada siang hari adalah sumber cahaya gratis yang paling mudah diatur, asalkan posisi produk dan ponsel tidak berubah selama sesi.
Latar yang polos menghilangkan gangguan. Latar putih membuat produk menonjol, latar hitam membuat produk berkilau atau berwarna terang terlihat dramatis. Dua latar itu cukup untuk sebagian besar katalog. Yang penting bukan jenis latarnya, melainkan ketegasan pilihan: satu katalog sebaiknya memakai satu gaya latar.
Bayangan tidak selalu harus dihapus. Bayangan tipis di bawah produk membantu produk terlihat menempel di permukaan, bukan melayang. Yang mengganggu adalah bayangan keras yang memanjang ke samping, dan bayangan itu muncul karena sumber cahaya terlalu kecil atau terlalu dekat. Memindahkan sumber cahaya atau menambah pemantul di sisi berlawanan biasanya cukup untuk memperbaikinya.
Ukuran dan bentuk foto harus seragam karena katalog menampilkan foto berdampingan. Foto dengan rasio berbeda membuat baris katalog terlihat bergerigi, dan produk berukuran sama bisa terlihat berbeda besar kalau jarak pemotretannya berubah. Dua hal yang menjaga konsistensi: jarak ponsel ke produk yang tetap, dan rasio akhir yang sama untuk semua foto. Rasio bisa diseragamkan setelah pemotretan lewat Kompres Foto.
Format berkas menentukan di mana foto bisa dipakai. Layanan ini menangani JPG, PNG, dan WebP. Untuk foto produk, JPG adalah pilihan paling aman karena diterima hampir semua tempat dan ukurannya kecil. PNG dipakai kalau produk perlu latar tembus pandang, meskipun ukurannya lebih besar. WebP paling ringan tetapi belum semua aplikasi dan platform menerimanya, jadi jangan dipakai untuk berkas yang akan diserahkan ke pihak lain tanpa memeriksa dulu. Format lain seperti HEIC, BMP, GIF, TIFF, SVG, AVIF, dan RAW tidak didukung; untuk HEIC dari iPhone, ubah pengaturan kamera agar menyimpan sebagai JPG.
Mutu foto tidak bisa dikembalikan. JPG membuang detail saat disimpan, dan yang hilang tidak kembali. Simpan berkas asli dari ponsel, dan lakukan penurunan mutu hanya pada salinan yang akan diunggah.
Metadata lokasi perlu diperhatikan untuk foto jualan. Foto dari kamera ponsel membawa informasi waktu dan koordinat lokasi, dan informasi itu ikut terbawa saat foto dikirim. Untuk foto yang dipublikasikan, metadata itu sebaiknya dibersihkan lebih dulu, dan tool kompresi serta konversi di layanan ini menghapusnya saat berkas ditulis ulang.
Ketentuan marketplace berbeda tiap platform dan bisa berubah. Ukuran minimum, rasio, format, dan jumlah foto diatur masing-masing platform, jadi angka yang beredar di internet belum tentu masih berlaku. Periksa pusat bantuan platform yang Anda pakai.
Batas paket berlaku sama untuk seluruh tool di kelompok ini. Tanpa akun, satu hari menerima 20 pemrosesan dengan batas 5 MB per gambar dan 10 berkas per proses. Paket Gratis dengan akun memberi 30 pemrosesan per hari, 5 MB per gambar, dan 20 berkas. Paket Berbayar memberi pemrosesan tanpa batas jumlah, 20 MB per gambar, dan 20 berkas. Rinciannya ada di halaman harga.
Alur kerja untuk tiga skenario nyata
Skenario pertama: memotret produk pertama untuk toko online, hanya bermodal ponsel. Cari dinding atau meja berwarna polos, letakkan produk di dekat jendela pada siang hari, dan jangan gunakan lampu ruangan yang membuat warna berubah. Aktifkan garis bantu di aplikasi kamera, jaga jarak yang sama untuk semua produk, dan potret dari beberapa sudut: depan, samping, atas, dan satu foto detail. Setelah sesi selesai, seragamkan rasio dan ukurannya dengan Kompres Foto.
Skenario kedua: katalog produk untuk dikirim lewat surel atau WhatsApp. Kumpulkan foto yang sudah seragam, lalu susun menjadi PDF lewat JPG ke PDF. Satu foto menjadi satu halaman, urutannya mengikuti urutan unggahan, dan setiap foto diposisikan proporsional di tengah halaman A4 dengan margin 20 mm. Foto dengan orientasi berbeda tetap tampil utuh, dan latar transparan diisi putih.
Skenario ketiga: melindungi foto dari pemakaian tanpa izin. Untuk katalog PDF yang akan dibagikan, tambahkan cap air teks lewat Cap Air: teksnya maksimal 60 karakter, posisinya digeser di pratinjau, dan tersedia preset seperti DRAF dan SALINAN. Perlu disebut jujur, tool cap air di layanan ini bekerja pada berkas PDF, bukan langsung pada berkas JPG. Untuk foto lepas yang diunggah ke marketplace, tanda air ditambahkan dengan aplikasi penyunting gambar.
Kesalahan umum di kelompok ini
Memotret semua produk dengan latar dan cahaya yang berbeda. Hasilnya terlihat seperti katalog barang bekas, bukan katalog toko. Tentukan satu latar dan satu arah cahaya, lalu pertahankan untuk seluruh sesi.
Memakai lampu ruangan tanpa memeriksa warna. Cahaya lampu pijar dan lampu neon mengubah warna produk, dan pembeli bisa menganggap warna yang tampil itulah warna aslinya. Gunakan cahaya matahari tidak langsung, atau periksa ulang warna di layar.
Memotret dari jarak yang berubah-ubah. Produk yang sama bisa terlihat berbeda ukuran, dan produk yang lebih kecil bisa terlihat lebih besar dari yang sebenarnya. Tandai posisi ponsel dan produk sebelum mulai.
Mengompres foto berkali-kali. Setiap kompresi yang membuang detail menurunkan mutu, dan garis tepi produk perlahan menjadi kabur. Kompres sekali dengan hasil yang masih tajam, dan simpan berkas asli.
Mengunggah foto yang jauh lebih besar dari kebutuhan. Foto besar memperlambat halaman toko, dan sebagian platform menolak berkas yang melewati batasnya. Periksa ketentuan platform.
Mengandalkan penghapusan latar otomatis. Penghapusan latar belakang bukan fitur layanan ini. Kalau latar harus tembus pandang, kerjakan dengan aplikasi penyunting gambar.
Mengira semua marketplace punya syarat yang sama. Setiap platform menetapkan aturannya sendiri, dan aturan itu berubah dari waktu ke waktu. Periksa pusat bantuan platform sebelum menyiapkan berkas.
Kapan sebaiknya tidak memakai tool online
Kalau produknya memerlukan pemotretan studio, misalnya perhiasan kecil dengan kilau rumit atau makanan yang harus tampil dalam suhu tertentu, juru foto produk memberi hasil yang tidak bisa disamai peralatan rumahan. Tool di sini bekerja setelah fotonya jadi: menyeragamkan ukuran, mengubah format, dan menyusun katalog.
Kalau fotonya memerlukan penyuntingan mendalam, misalnya latar dihapus, bayangan dihilangkan, atau warna dikoreksi agar sama persis dengan aslinya, aplikasi penyunting gambar lebih tepat. Yang bisa dikerjakan di sini adalah penyesuaian berkas, bukan penyuntingan isi gambar.
Kalau foto produk memuat dokumen identitas atau informasi pribadi penjual, pertimbangkan mengerjakannya dengan aplikasi di komputer sendiri. Berkas tidak ditulis ke penyimpanan permanen, tetapi selama proses berlangsung berkas meninggalkan perangkat. Keterangan perlakuan berkasnya ada di kebijakan privasi.
Kalau foto hanya perlu disimpan sebagai arsip dan tidak akan dipublikasikan, tidak ada yang perlu dioptimalkan. Simpan berkas aslinya dengan nama yang rapi.
Cara memeriksa foto sebelum diunggah
Periksa lima hal sebelum foto masuk ke katalog. Pertama, latar dan cahayanya konsisten dengan foto lain dalam satu produk. Kedua, produk terlihat utuh, tidak terpotong di tepi. Ketiga, warnanya masih sesuai dengan barang aslinya. Keempat, ukuran berkasnya di bawah batas platform. Kelima, formatnya salah satu dari JPG, PNG, atau WebP.
Setelah foto diunggah, periksa tampilannya di halaman toko, bukan hanya di galeri ponsel. Perbesar foto utama dan pastikan detail penting masih terlihat, misalnya tekstur bahan atau tulisan pada label. Periksa juga urutan foto, karena foto pertama paling menentukan apakah pembeli membuka produknya.
Untuk katalog PDF, periksa jumlah halaman dan urutannya setelah diunduh. Pastikan setiap produk ada di halaman yang benar, dan tidak ada foto yang terlewat saat unggah.
Untuk foto yang sudah diberi cap air, periksa apakah teksnya masih terbaca tetapi tidak menutupi bagian penting produk. Simpan satu salinan tanpa cap air untuk keperluan lain.
Pertanyaan yang sering muncul
Apakah foto produk harus memakai kamera, bukan ponsel? Tidak. Ponsel yang cukup cahaya menghasilkan foto produk yang layak untuk katalog online. Yang menentukan adalah latar yang bersih, arah cahaya yang tetap, dan jarak pemotretan yang konsisten.
Bagaimana cara menyeragamkan ukuran foto produk? Seragamkan rasionya lebih dulu, lalu tentukan satu dimensi akhir untuk semua foto. Kompres Foto bisa memperkecil dimensi lewat ukuran persen atau ukuran khusus, dan angkanya bisa diperiksa di pratinjau sebelum diunduh.
Apakah layanan ini bisa menghapus latar belakang foto produk? Tidak. Penghapusan latar belakang bukan fitur di sini. Yang tersedia adalah penyesuaian berkas: ukuran, format, metadata, dan penyusunan menjadi PDF.
Bagaimana cara membuat katalog produk dari foto-foto saya? Gunakan JPG ke PDF. Setiap foto menjadi satu halaman A4, diposisikan proporsional di tengah dengan margin 20 mm, dan urutannya mengikuti urutan unggahan. Satu proses menerima maksimal 20 berkas.
Apakah ukuran dan format foto ditentukan marketplace? Ya, dan ketentuannya berbeda tiap platform serta bisa berubah. Periksa pusat bantuan platform yang Anda pakai untuk angka yang berlaku. Jangan berpatokan pada angka yang beredar di internet.
Mulai dari produk yang paling dekat
Kalau Anda baru mulai, potret dulu satu produk dengan latar polos dan cahaya jendela, lalu seragamkan ukurannya dengan Kompres Foto. Setelah beberapa foto terkumpul, susun katalognya lewat JPG ke PDF dan periksa ketentuan platform tujuan. Pekerjaan format dan kompresi yang lebih umum dibahas di Konversi Format Gambar dan Kompresi Foto, sedangkan panduan besarnya di Panduan Gambar dan Foto.