Memotret pakaian untuk jualan berarti menunjukkan bentuk saat dipakai, bukan hanya bentuk saat dilipat. Pembeli ingin tahu jatuhnya bahan, panjang lengan, lebar badan, dan ketebalan kain. Karena itu pakaian perlu digantung atau dikenakan pada manekin, disetrika atau dikukus lebih dulu, lalu dipotret dari jarak yang sama untuk semua model. Lipatan yang terlihat, penggantung yang masuk ke bingkai, dan warna yang melenceng adalah tiga penyebab paling sering foto pakaian gagal menjual.
Pakaian juga punya masalah yang tidak dimiliki produk lain: bentuknya berubah mengikuti cara menggantung, dan sebagian bahan memantulkan cahaya sampai warnanya hilang. Bagian yang perlu diputuskan lebih dulu adalah bagaimana pakaian akan ditampilkan, bukan bagaimana cahayanya diatur. Pekerjaan berkas setelah foto jadi ada di Kompres Foto, dan konteks kelompok ini ada di Foto Produk.
Memilih cara menampilkan pakaian
Ada tiga cara menampilkan pakaian, dan masing-masing menjawab kebutuhan berbeda. Digantung di hanger, digelar di permukaan datar, atau dikenakan pada manekin.
Menggantung di hanger adalah cara tercepat, tetapi hanger menjadi bagian dari foto. Pilih hanger yang tipis dan warnanya senada dengan latar, lalu potong atau geser bingkai supaya kait hanger tidak mencolok. Untuk atasan, gantung dengan kedua bahu sejajar supaya tidak ada sisi yang tertarik turun.
Menggelar di permukaan datar, atau flat lay, memperlihatkan potongan dan detail dengan jelas. Cara ini cocok untuk kemeja, kaus, dan pakaian anak. Kerugiannya, jatuhnya bahan saat dipakai tidak terlihat, sehingga bentuk tubuh tidak terbaca. Rapikan lengan dan kerah dengan sengaja, jangan dibiarkan acak.
Manekin memberi gambaran paling dekat dengan saat pakaian dipakai. Manekin badan penuh memperlihatkan panjang dan proporsi, sedangkan manekin setengah badan cukup untuk atasan. Kalau tidak ada manekin, pakaian bisa dikenakan pada orang, asalkan pose dan latarnya sama untuk semua foto.
Menghilangkan lipatan sebelum memotret
Lipatan adalah gangguan pertama yang dilihat pembeli, dan lipatan pada foto terbaca sebagai barang yang sudah lama disimpan. Setrika atau kukus pakaian tepat sebelum dipotret, bukan sehari sebelumnya. Pakaian yang sudah disetrika lalu dilipat kembali akan berlipat lagi di tempat lipatan itu.
Kukus lebih aman untuk bahan yang mudah mengkilap, misalnya sutra dan poliester tipis, karena setrika panas bisa meninggalkan bekas kilau di permukaan. Untuk bahan tebal seperti denim dan wol, setrika dengan uap. Gantung pakaian yang sudah rapi di ruang yang bersih, dan jangan menumpuknya.
Periksa juga hal kecil yang sering terlewat: benang yang menggantung, label harga yang masih menempel, dan serat kain yang melekat. Gunting benang dengan gunting kecil, dan lepaskan label harga sebelum sesi dimulai.
Menjaga bentuk saat menggantung
Cara menggantung menentukan bentuk yang terbaca. Untuk kemeja, kancingkan dua kancing teratas, lalu rapikan kerah dan manset. Mengancingkan semua kancing membuat bagian depan tegang dan jatuhnya kaku, sedangkan membiarkannya terbuka membuat bentuknya terlihat berantakan.
Untuk kaus dan sweter, gunakan hanger bertepi lebar atau lipat bagian bahu sebelum digantung. Hanger kawat tipis meninggalkan tonjolan di bahu, dan tonjolan itu terlihat jelas di foto. Untuk celana, gantung dengan penjepit di bagian pinggang supaya jatuhnya lurus.
Gaun panjang perlu ruang di bawah supaya jatuhnya terlihat penuh. Pastikan ujung bawah tidak menyentuh lantai, karena bagian yang menyentuh lantai akan terlihat kusut. Kalau perlu, gunakan penggantung yang lebih tinggi atau potong bingkai tepat di atas lantai.
Mengatur cahaya untuk kain
Kain bertekstur, misalnya denim, rajutan, dan wol, terlihat paling baik dengan cahaya dari samping. Cahaya dari samping memunculkan bayangan kecil pada serat, dan bayangan itu yang membuat tekstur terbaca. Cahaya tepat dari depan membuat kain terlihat rata seperti bidang warna.
Kain tipis dan mengkilap, misalnya satin dan sutra, memantulkan cahaya dan bisa kehilangan warna pada bagian yang terkena lampu. Perbesar bidang sumber cahaya dengan penyebar, dan geser sudut kamera sampai pantulan keras keluar dari bingkai. Untuk kain seperti ini, latar yang lebih gelap membantu warna terang tetap terlihat.
Warna pakaian paling sulit dipertahankan pada kain berwarna cerah, terutama merah dan biru. Periksa hasilnya di layar dengan membandingkan langsung ke pakaian aslinya di bawah cahaya netral. Kalau warnanya bergeser, periksa dulu apakah ada dua sumber cahaya dengan warna berbeda.
Menampilkan detail bahan dan jahitan
Pembeli pakaian ingin mengetahui dua hal yang tidak terjawab oleh foto keseluruhan: bagaimana bahan terasa, dan bagaimana jahitannya. Ambil satu foto jarak dekat untuk masing-masing. Untuk bahan, dekatkan kamera sampai serat kain terlihat, dan gunakan cahaya dari samping. Untuk jahitan, potret bagian yang paling sering diperiksa, misalnya bagian dalam kerah, ujung lengan, dan keliman bawah.
Sertakan juga foto bagian dalam pakaian, terutama untuk pakaian bekas layak pakai atau pakaian dengan lapisan dalam. Foto bagian dalam memperlihatkan label ukuran, komposisi bahan, dan kondisi jahitan. Untuk pakaian bermotif, tambahkan satu foto yang memperlihatkan seluruh motif dalam satu bingkai, karena pemotongan motif di tepi bingkai bisa membuat pembeli salah membayangkan letaknya.
Memotret pakaian dengan ukuran yang bisa dibandingkan
Pakaian dijual dalam beberapa ukuran, dan pembeli perlu bisa membandingkan. Kalau semua pakaian digantung pada ketinggian yang sama dengan jarak kamera yang sama, ukuran relatifnya terbaca. Kalau jaraknya berubah, kaus ukuran kecil bisa terlihat lebih besar daripada kaus ukuran besar.
Tandai posisi kaki penyangga ponsel dan posisi penggantung dengan selotip. Untuk pakaian dengan panjang berbeda, pertahankan jarak kamera dan biarkan bingkai menyesuaikan. Sertakan juga foto pakaian yang sedang dipakai, karena ukuran di label tidak selalu sama dengan ukuran di badan.
Menyiapkan berkas untuk katalog
Setelah sesi selesai, pilih foto terbaik dan hapus sisanya. Seragamkan ukurannya dengan Kompres Foto: ukuran persen tersedia dari 10 sampai 200, dan angka akhirnya terlihat di pratinjau. Gunakan satu rasio dan satu ukuran untuk seluruh katalog, karena foto dengan rasio berbeda membuat baris katalog terlihat bergerigi.
Kalau formatnya perlu diubah, gunakan Konversi Format Gambar. Saat berkas ditulis ulang di kedua tool itu, EXIF dan GPS terhapus, sehingga koordinat tempat foto diambil tidak ikut tersebar saat foto dibagikan. Simpan berkas asli sebelum melakukan perubahan apa pun.
Untuk katalog yang dikirim sebagai satu dokumen, susun foto lewat JPG ke PDF: satu foto menjadi satu halaman A4, diposisikan proporsional di tengah dengan margin 20 mm, dan urutannya mengikuti urutan unggahan.
Kapan pakaian sebaiknya dipotret dengan model
Manekin memberi bentuk yang konsisten, tetapi tidak semua hal bisa ditampilkan oleh manekin. Pakaian yang jatuhnya bergantung pada gerakan, misalnya rok panjang yang mengembang, jaket yang terbuka, dan syal, sering lebih baik dikenakan pada orang. Model manusia juga membantu pembeli membayangkan pakaian itu di tubuh yang bergerak.
Kalau memakai model, jaga agar pose, jarak, dan latar tetap sama untuk semua foto. Pose yang berubah-ubah membuat katalog sulit dibandingkan. Untuk pakaian yang memerlukan penataan gaya khusus, misalnya busana pengantin atau pakaian adat, juru foto dan penata gaya memberi hasil yang tidak bisa disamai sesi rumahan.
Kalau foto memuat informasi pribadi, pertimbangkan memprosesnya dengan aplikasi di perangkat sendiri, karena selama diproses di layanan daring isi berkas keluar dari perangkat Anda. Keterangan perlakuan berkasnya ada di kebijakan privasi.
Pertanyaan yang sering muncul
Sebaiknya pakai hanger, manekin, atau flat lay? Tergantung kebutuhan. Hanger paling cepat, flat lay paling jelas untuk potongan, dan manekin paling dekat dengan bentuk saat dipakai. Untuk satu katalog, pilih satu cara supaya fotonya konsisten.
Bagaimana kalau tidak punya manekin? Pakaian bisa digantung pada hanger yang bahunya lebar, atau dikenakan pada orang dengan pose dan latar yang sama untuk semua foto.
Kenapa warna pakaian saya berbeda dari aslinya? Biasanya karena ada dua sumber cahaya dengan warna berbeda, misalnya jendela dan lampu ruangan. Pakai satu sumber cahaya, dan bandingkan hasilnya dengan pakaian asli di bawah cahaya netral.
Apakah pakaian perlu disetrika setiap kali difoto? Ya, setrika atau kukus tepat sebelum dipotret. Pakaian yang sudah disetrika lalu dilipat kembali akan berlipat lagi.
Apakah foto pakaian boleh memakai latar kayu atau kain? Boleh, selama latarnya tidak bersaing dengan pakaian.
Mulai dari satu pakaian
Pilih satu pakaian, tentukan cara menampilkannya, lalu setrika atau kukus sebelum dipotret. Ambil foto keseluruhan, satu foto detail bahan, satu foto jahitan, dan satu foto bagian dalam. Setelah itu, seragamkan ukurannya lewat Kompres Foto dan susun katalognya lewat JPG ke PDF. Untuk urutan kerja lengkapnya, buka Foto Produk dan Panduan Gambar dan Foto.