Memotret produk dengan HP cukup memakai cahaya jendela, satu latar polos, dan jarak yang tetap. Yang menentukan hasil bukan harga kamera, melainkan pengaturan yang tidak berubah dari satu produk ke produk lain: posisi produk, arah cahaya, jarak ponsel, dan sudut pengambilan. Kalau empat hal itu dijaga, ponsel kelas menengah menghasilkan foto yang layak untuk halaman toko.
Masalah yang paling sering terjadi justru sebaliknya. Setiap produk dipotret di tempat berbeda, cahayanya berubah mengikuti jam, dan jaraknya tidak pernah diukur. Hasilnya tajam satu per satu, tetapi terlihat kacau saat dipajang berdampingan. Perbaikan yang paling murah adalah menetapkan satu sudut ruangan sebagai tempat pemotretan tetap, lalu memakai tempat itu untuk semua produk.
Artikel ini membahas alur pemotretan dengan HP, dari menyiapkan tempat sampai memeriksa hasil. Pekerjaan setelah foto jadi, seperti menyeragamkan ukuran dan menyusun katalog, ada di Foto Produk.
Menyiapkan tempat dan cahaya
Pilih meja yang dekat jendela, tetapi jangan yang terkena sinar matahari langsung. Cahaya matahari langsung membuat kontras terlalu keras: bagian yang terkena sinar menjadi putih, bagian yang tidak menjadi gelap. Cahaya jendela yang tidak langsung, misalnya dari jendela yang menghadap ke arah teduh, memberi bayangan yang lebih lembut dan warna yang lebih mudah diatur.
Gunakan satu sumber cahaya saja. Kalau jendela sudah menerangi produk, matikan lampu ruangan. Campuran cahaya matahari dan lampu menghasilkan dua warna berbeda pada satu foto, dan warna produk menjadi sulit disetel. Kalau harus memotret pada malam hari, pakai satu lampu yang arahnya tetap dan jangan digeser selama sesi.
Letakkan produk di atas permukaan polos, lalu beri jarak dari dinding atau latar belakang. Produk yang menempel di dinding meninggalkan bayangan keras yang ikut terpotret. Jarak sekitar satu rentang tangan biasanya cukup untuk memisahkan bayangan dari produk. Cara menyiapkan latar putih dibahas lebih lengkap di cara membuat latar putih foto produk.
Bersihkan permukaan dan produk sebelum memotret. Debu, sidik jari, dan serat kain terlihat jelas saat foto diperbesar, dan membersihkannya di tahap penyuntingan memakan waktu lebih lama daripada mengelapnya sekarang.
Mengatur kamera HP
Empat pengaturan berikut menyelesaikan sebagian besar masalah foto produk dari ponsel.
Bersihkan lensa. Lensa ponsel yang berminyak membuat foto terlihat berkabut, dan efeknya sering disalahartikan sebagai kamera yang kurang tajam.
Aktifkan garis bantu. Garis bantu membantu menjaga posisi produk tetap di tengah dan membantu memotret lurus. Untuk produk berbentuk kotak, sejajarkan tepi produk dengan garis bantu.
Ketuk layar untuk mengunci fokus dan exposure. Setelah mengunci, geser pengatur kecerahan sedikit turun kalau latar putih terlihat terlalu terang. Fokus yang terkunci mencegah kamera berpindah fokus saat produk digeser.
Jangan memakai zoom digital. Zoom digital memotong piksel dan membuat gambar kasar. Kalau produk perlu terlihat lebih besar, dekatkan ponsel ke produk. Kalau seluruh produk tidak masuk ke bingkai, mundur sedikit, lalu potong bagian yang tidak perlu setelahnya.
Matikan flash. Flash ponsel adalah sumber cahaya kecil, dan sumber kecil menghasilkan bayangan keras. Kalau ruangan terlalu gelap, tambah cahaya dari lampu yang arahnya tetap, bukan dari flash.
Satu hal soal format penyimpanan. Sebagian ponsel menyimpan foto sebagai HEIC. Format itu tidak didukung layanan ini, jadi ubah pengaturan kamera agar menyimpan sebagai JPG, atau ubah berkasnya dengan aplikasi yang menangani HEIC sebelum diolah di sini.
Urutan pengambilan yang konsisten
Ambil foto dalam urutan yang sama untuk setiap produk. Urutan yang bekerja untuk sebagian besar barang: tampak depan, tampak samping, tampak belakang, tampak atas, satu foto detail, dan satu foto yang menunjukkan skala.
Jaga tinggi kamera tetap. Untuk produk yang biasa dilihat dari depan, posisikan kamera sejajar bagian tengah produk, bukan menunduk dari atas. Sudut yang terlalu tinggi membuat bentuk produk terdistorsi.
Jangan berpindah sisi cahaya di tengah sesi. Kalau jendela ada di kiri produk, biarkan di kiri untuk semua foto. Memindahkan produk ke sisi lain jendela membalik arah bayangan, dan hasilnya terlihat berbeda meskipun produknya sama.
Untuk foto skala, letakkan benda yang ukurannya dikenal di samping produk, misalnya penggaris atau benda sehari-hari. Foto skala membantu pembeli memperkirakan ukuran, terutama untuk produk yang tidak punya acuan bentuk.
Menjaga konsistensi antarproduk
Konsistensi lahir dari kebiasaan kecil. Tandai posisi ponsel dan posisi produk di meja, misalnya dengan potongan selotip. Setelah produk diganti, kembalikan posisinya ke tanda itu. Dengan begitu, jarak dan sudutnya tidak berubah.
Potret satu kelompok produk dalam satu sesi. Kalau sesi terbagi dua hari, cahayanya berubah, dan perbedaan itu terlihat saat foto dipajang berdampingan. Kalau jumlah produknya banyak, kelompokkan berdasarkan ukuran atau warna, lalu kerjakan satu kelompok per sesi.
Simpan satu foto acuan. Setelah foto pertama terlihat pas, simpan sebagai acuan, dan bandingkan foto berikutnya dengan acuan itu di layar yang sama. Cara membandingkan di satu layar penting, karena warna dan kecerahan tampil berbeda di layar yang berbeda.
Memeriksa hasil sebelum produk disimpan
Jangan menunggu sampai produk dikemas untuk memeriksa hasil. Periksa di tempat, sambil produknya masih ada.
Perbesar foto di layar dan periksa empat hal. Pertama, fokus: apakah tepi produk tajam. Kedua, pantulan: apakah ada bagian mengkilap yang memantulkan cahaya sampai warnanya hilang. Ketiga, latar: apakah ada noda, garis meja, atau bayangan yang tidak diinginkan. Keempat, potongan: apakah seluruh produk masuk ke bingkai dengan ruang di sekelilingnya.
Kalau ada yang salah, ulangi sekarang. Memasang ulang produk dan memotret lagi memakan waktu satu menit, sedangkan mengulang sesi setelah produk disimpan bisa berarti berhari-hari.
Merapikan berkas setelah pemotretan
Pindahkan foto ke satu folder, dan simpan berkas aslinya di folder terpisah. Beri nama berkas yang deskriptif, misalnya dengan nama produk dan nomor urut. Nama yang rapi memudahkan pekerjaan berikutnya, terutama saat foto harus dipilih satu per satu untuk diunggah.
Potong bagian yang tidak perlu, lalu seragamkan ukurannya. Penyeragaman dikerjakan lewat Kompres Foto: ukuran persen tersedia dari 10 sampai 200, dan angka akhirnya terlihat di pratinjau. Contoh yang terverifikasi, persen 50 pada gambar 1600x1200 menghasilkan 800x600.
Kalau formatnya perlu diubah, gunakan Konversi Format Gambar. Saat berkas ditulis ulang di kedua tool itu, EXIF dan GPS terhapus, sehingga koordinat tempat foto diambil tidak ikut tersebar saat foto dibagikan.
Untuk katalog yang akan dikirim sebagai satu dokumen, susun foto yang sudah seragam lewat JPG ke PDF. Satu foto menjadi satu halaman A4, dan urutannya mengikuti urutan unggahan.
Kapan HP tidak cukup
HP bukan alat yang tepat untuk semua produk. Perhiasan kecil dengan kilau rumit, logam mengkilap, dan produk bening sulit dipotret tanpa peralatan khusus, karena pantulannya sulit dikendalikan. Makanan yang harus tampil hangat atau beruap juga lebih mudah dikerjakan dengan bantuan orang yang biasa menata makanan.
Kalau foto akan dicetak besar untuk materi promosi, ponsel bisa terasa kurang. Cetakan besar memerlukan piksel lebih banyak, dan foto ponsel yang cukup untuk layar bisa terlihat kasar saat dicetak. Untuk kebutuhan itu, kamera dengan lensa yang bisa diganti lebih tepat.
Kalau foto memuat dokumen identitas atau informasi pribadi penjual, pertimbangkan mengerjakannya dengan aplikasi di perangkat sendiri. Selama diproses di layanan daring, berkas meninggalkan perangkat Anda. Keterangan perlakuan berkasnya ada di kebijakan privasi.
Pertanyaan yang sering muncul
Apakah perlu aplikasi kamera tambahan? Tidak wajib. Aplikasi kamera bawaan sudah cukup selama fokus dan kecerahan bisa dikunci. Aplikasi tambahan berguna kalau Anda perlu menyimpan pengaturan yang sama berulang kali.
Kenapa warna produk berubah dari foto aslinya? Biasanya karena ada dua sumber cahaya dengan warna berbeda, misalnya jendela dan lampu ruangan. Pakai satu sumber cahaya, dan periksa hasilnya di layar yang sama dengan saat memotret.
Apakah boleh memotret sambil dipegang? Sebaiknya tidak. Pegangan tangan menambah getaran, dan sudut kamera mudah berubah antar foto. Sandarkan ponsel atau pakai penyangga sederhana.
Apakah foto dari HP bisa langsung diunggah ke marketplace? Bisa, selama formatnya JPG, ukurannya di bawah batas platform, dan dimensinya cukup. Ketentuan tiap platform berbeda dan bisa berubah, jadi periksa pusat bantuan platform yang Anda pakai.
Apakah foto produk perlu diberi watermark? Untuk foto yang dipajang di marketplace, watermark bisa menutupi bagian produk dan mengganggu penilaian pembeli. Kalau tujuannya melindungi foto, tambahkan tanda air pada salinan yang dibagikan, bukan pada berkas yang diunggah.
Mulai dari satu produk
Pilih satu produk, satu jendela, dan satu latar polos. Potret dengan urutan yang sama seperti yang dijelaskan di atas, lalu periksa hasilnya di layar. Setelah beberapa produk terkumpul, seragamkan ukurannya lewat Kompres Foto, dan susun katalognya lewat JPG ke PDF kalau akan dikirim sebagai satu berkas. Panduan lengkap penyiapan foto jualan ada di Foto Produk, dan peta seluruh pekerjaan gambar ada di Panduan Gambar dan Foto.