Foto produk untuk iklan disiapkan berbeda dari foto untuk katalog. Iklan punya ruang terbatas, sering ditampilkan bersama teks, dan kadang dipotong mengikuti bentuk penempatan. Karena itu, yang perlu diputuskan lebih dulu bukan gaya foto, melainkan di mana iklan akan tampil. Rasio, ukuran, dan ruang kosong untuk teks mengikuti keputusan itu.
Kesalahan yang paling sering terjadi adalah memakai foto katalog yang penuh dan rapat, lalu terkejut ketika iklan memotong bagian produk atau menutupinya dengan tulisan. Foto katalog menampilkan sebanyak mungkin detail. Foto iklan harus menjawab satu hal dengan cepat, dan menyisakan tempat untuk pesan. Perbedaan kebutuhan itu dibahas lebih lengkap di kesalahan foto produk yang menurunkan penjualan.
Untuk menyiapkan berkasnya, tool kompres foto dipakai menyesuaikan dimensi dan Konversi Format Gambar dipakai mengubah format. Ketentuan ukuran tiap platform berbeda dan bisa berubah, jadi periksa pusat bantuan platform iklan yang Anda pakai. Konteks lengkap kelompok ini ada di Foto Produk.
Mulai dari tempat iklannya tampil
Tentukan dulu penempatannya: beranda marketplace, media sosial, mesin pencari, atau situs pihak lain. Setiap tempat punya bentuk ruang yang berbeda. Ruang persegi cocok untuk tampilan katalog, ruang tegak cocok untuk layar ponsel, dan ruang mendatar cocok untuk spanduk.
Setelah penempatan ditentukan, cari tahu ukuran dan rasio yang diminta platform. Angka itu berbeda tiap platform, dan platform bisa mengubahnya. Jangan mengandalkan angka dari artikel lama atau dari pengalaman tahun lalu. Buka pusat bantuan resmi platform, catat ukurannya, lalu siapkan foto sesuai angka itu.
Kalau iklan akan tampil di beberapa tempat sekaligus, siapkan beberapa versi dari foto yang sama. Satu versi persegi, satu versi tegak, dan satu versi mendatar. Membuat versi tambahan jauh lebih murah daripada memotret ulang.
Menyisakan ruang untuk teks
Iklan hampir selalu disertai teks: judul, harga, atau ajakan. Sebagian platform menambahkan teks itu sendiri, sebagian lagi membiarkan Anda menambahkannya. Kalau produk mengisi seluruh bingkai, teks akan menutupi bagian produk atau ditempel di luar gambar dan tampilannya jadi tidak menyatu.
Sisakan ruang kosong di satu sisi, biasanya sepertiga bagian, dan tempatkan produk agak ke sisi berlawanan. Dengan begitu, teks bisa diletakkan di ruang kosong tanpa menutupi produk. Kalau produknya kecil, jangan mengecilkannya hanya untuk menyisakan ruang; dekatkan kamera sampai produk terlihat jelas, lalu geser posisinya supaya ruang kosong tetap ada. Produk yang terlalu kecil di dalam bingkai tidak terbaca saat iklan tampil di layar ponsel.
Memilih satu pesan per foto
Foto iklan tidak perlu menjelaskan semuanya. Pilih satu hal yang ingin ditonjolkan: bentuknya, ukurannya, bahannya, atau harganya. Satu foto, satu pesan. Kalau semua hal ditonjolkan sekaligus, tidak ada yang menonjol.
Untuk menonjolkan bentuk, potret produk dari sudut yang memperlihatkan siluetnya dengan jelas. Untuk menonjolkan ukuran, sertakan benda pembanding yang ukurannya dikenal. Untuk menonjolkan bahan, ambil foto jarak dekat pada teksturnya. Untuk menonjolkan warna, pastikan cahayanya netral supaya warnanya tidak bergeser.
Kalau iklan memerlukan beberapa pesan, gunakan beberapa foto dalam satu rangkaian, bukan satu foto yang dipadatkan. Setiap foto menjawab satu pertanyaan, dan rangkaiannya menceritakan produk secara utuh.
Menjaga keterbacaan di layar kecil
Sebagian besar iklan dilihat di layar ponsel, sering sambil menggulir cepat. Foto yang detailnya halus akan terlihat berantakan pada ukuran kecil. Karena itu, periksa hasilnya dengan memperkecil foto ke ukuran tampilan sebenarnya, bukan hanya memperbesarnya di layar komputer.
Yang perlu tetap terlihat pada ukuran kecil adalah siluet produk dan warna utamanya. Hindari latar yang ramai, karena latar polos membuat produk menonjol pada ukuran kecil sedangkan latar bertekstur membuat produk tenggelam. Kontras antara produk dan latar juga perlu diperhatikan: produk berwarna terang di latar terang akan sulit terlihat.
Menyiapkan beberapa versi berkas
Setelah foto utama siap, buat versi turunannya. Simpan berkas asli dengan resolusi penuh, lalu buat versi kecil untuk iklan. Jangan menimpa berkas asli, karena mutu JPG yang hilang saat disimpan tidak bisa dikembalikan. Cara merawat dua versi itu ada di cara menyimpan foto produk dengan rapi.
Ukuran akhir disesuaikan dengan kebutuhan platform. Kalau platform meminta ukuran tertentu, kecilkan dimensinya lewat Kompres Foto. Ukuran persen tersedia dari 10 sampai 200, dan hasilnya bisa diperiksa di pratinjau. Untuk foto produk, jangan mengecilkan dimensi sampai detail penting hilang, karena sebagian platform menampilkan foto dalam ukuran besar saat dibuka.
Formatnya menyesuaikan tempat pemasangan. JPG paling aman karena paling luas diterima. PNG dipakai kalau iklan memerlukan latar tembus pandang, misalnya produk yang ditempel di atas latar halaman. WebP paling ringan tetapi belum semua aplikasi membukanya, jadi periksa dukungannya lebih dulu. Format lain seperti HEIC, BMP, GIF, TIFF, SVG, AVIF, dan RAW tidak didukung layanan ini dan harus diubah dengan aplikasi atau pengaturan yang menanganinya.
Menyusun beberapa foto menjadi satu materi
Kadang iklan memerlukan satu gambar yang memuat beberapa foto, misalnya untuk menampilkan produk dari beberapa sisi atau menampilkan beberapa varian sekaligus. Susunan seperti itu dibuat dengan aplikasi penyunting gambar, bukan dengan tool di sini.
Kalau materi iklannya berupa dokumen yang akan dicetak, misalnya lembar penawaran atau katalog untuk pameran, susun foto menjadi PDF lewat JPG ke PDF. Satu foto menjadi satu halaman A4, diposisikan proporsional di tengah dengan margin 20 mm, dan urutannya mengikuti urutan unggahan. Satu proses menerima maksimal 20 berkas.
Mengompres tanpa merusak tampilan
Iklan yang memuat lambat membuat orang menggulir sebelum gambarnya muncul. Karena itu, ukuran berkas perlu ditekan, tetapi tidak sampai merusak tampilan. Kompres sekali dengan hasil yang masih tajam, dan simpan berkas asli.
Periksa hasil kompresi dengan memperbesar bagian produk yang paling penting. Kalau tepi produk mulai terlihat bergerigi atau tulisan pada label mulai kabur, naikkan ukuran akhirnya. Untuk latar putih yang harus benar-benar rata, perhatikan bahwa kompresi JPG bisa memunculkan bintik halus di sekitar tepi produk; ini biasanya baru terlihat saat diperbesar.
Kalau iklan berisi banyak foto dan harus dikirim lewat surel atau aplikasi pesan, pertimbangkan menyusunnya menjadi PDF dan mengompres PDF itu lewat Kompres PDF.
Memeriksa sebelum dipasang
Periksa lima hal sebelum foto dipasang sebagai iklan. Pertama, rasionya sesuai penempatan. Kedua, produk tidak terpotong dan tidak tertutup teks. Ketiga, warnanya sesuai barang aslinya. Keempat, ukuran berkasnya di bawah batas platform. Kelima, formatnya diterima platform.
Setelah iklan tayang, periksa tampilannya di ponsel, bukan hanya di komputer. Perhatikan apakah produk masih terlihat jelas, apakah teksnya terbaca, dan apakah gambarnya muncul tanpa jeda. Kalau iklan memuat lambat atau tampilannya tidak sesuai harapan, perbaiki berkasnya sebelum menambah anggaran.
Kapan cara ini tidak dipakai
Kalau iklan akan dikelola agensi atau juru foto profesional, serahkan berkas asli resolusi penuh dan jelaskan penempatannya. Mereka biasanya meminta berkas mentah supaya bisa menyesuaikan sendiri.
Kalau produk memerlukan penataan khusus, misalnya makanan yang harus tampil dalam keadaan tertentu atau perhiasan berkilau, pemotretan oleh juru foto memberi hasil yang lebih baik. Tool di sini bekerja setelah fotonya jadi: menyesuaikan ukuran, format, dan menyusun dokumen.
Kalau foto memuat dokumen identitas atau informasi pribadi, jangan dipakai untuk iklan. Untuk berkas seperti itu, proses di perangkat sendiri. Keterangan perlakuan berkas di layanan ini ada di kebijakan privasi.
Pertanyaan yang sering muncul
Apakah foto iklan harus berbeda dari foto katalog? Tidak harus berbeda total, tetapi biasanya perlu versi tersendiri. Foto katalog boleh penuh dan detail, sedangkan foto iklan perlu ruang kosong untuk teks dan harus terbaca pada ukuran kecil.
Berapa ukuran foto yang ideal untuk iklan? Tidak ada satu angka yang berlaku untuk semua platform. Ukurannya ditentukan masing-masing platform dan bisa berubah, jadi periksa pusat bantuan platform yang Anda pakai.
Apakah foto iklan boleh memakai latar transparan? Tergantung penempatannya. Kalau iklan ditempel di atas latar halaman yang warnanya berbeda-beda, latar transparan membantu. Kalau platform menampilkan latar putih atau hitam sendiri, foto berlatar penuh lebih aman.
Apakah perlu menyiapkan versi untuk setiap penempatan? Kalau iklannya tayang di beberapa tempat dengan rasio berbeda, ya. Satu versi yang dipaksa masuk ke semua penempatan akan terpotong di sana-sini.
Siapkan dari foto yang sudah ada
Pilih satu foto produk terbaik, tentukan penempatan iklannya, lalu sesuaikan rasionya. Kecilkan ukurannya lewat Kompres Foto, dan ubah formatnya lewat Konversi Format Gambar kalau platform meminta format lain. Untuk konteks foto jualan secara umum, buka Foto Produk dan Panduan Gambar dan Foto.