Foto produk konsisten lahir dari pengaturan yang tidak berubah selama satu sesi. Cahaya, latar, jarak kamera, sudut, dan pengaturan ponsel ditetapkan lebih dulu, lalu dipakai untuk semua produk tanpa pengecualian. Kalau salah satunya berubah di tengah sesi, foto-foto itu akan sulit disatukan meskipun masing-masing terlihat bagus.
Konsistensi penting karena pembeli melihat beberapa foto sekaligus. Katalog dengan latar yang berubah, warna yang bergeser, dan ukuran yang berbeda-beda terbaca sebagai kumpulan foto yang tidak dirawat. Sebaliknya, katalog dengan gaya yang seragam membuat perhatian pembeli jatuh ke produknya, bukan ke perbedaan antar foto.
Pekerjaan ini dibagi dua tahap: saat memotret dan setelah memotret. Tahap pertama menetapkan kondisi, tahap kedua menyeragamkan berkas lewat tool kompres foto. Konteks lengkap kelompok ini ada di Foto Produk.
Menetapkan pengaturan sebelum produk pertama
Siapkan sesi seperti menyiapkan meja kerja. Pilih satu tempat, satu latar, dan satu arah cahaya. Tentukan juga sudut dan jarak kamera. Semua keputusan itu diambil sebelum produk pertama diletakkan, bukan sambil memotret.
Cahaya adalah hal pertama yang harus tetap. Gunakan satu sumber cahaya, dan jangan mencampurnya dengan sumber lain yang warnanya berbeda. Cahaya matahari dari jendela pada siang hari adalah pilihan yang paling mudah diatur, asalkan posisi produk dan ponsel tidak berubah selama sesi. Kalau memotret di luar jam itu, sediakan lampu dengan warna yang sama dan pakai untuk seluruh sesi. Penataan cahaya tanpa studio dibahas di cara membuat foto produk tanpa studio.
Latar adalah hal kedua. Pilih satu latar dan satu gaya: putih, hitam, atau warna netral. Jangan mencampurnya dalam satu katalog. Lengkungkan karton latar supaya tidak ada garis pertemuan antara alas dan dinding belakang.
Pengaturan ponsel adalah hal ketiga. Matikan lampu kilat, filter bawaan, dan mode kecantikan. Kunci fokus dan eksposur dengan mengetuk layar pada produk. Setelah pengaturan itu cocok, jangan diubah lagi sampai sesi selesai.
Menandai posisi kamera dan produk
Konsistensi jarak dijaga dengan tanda fisik. Tempel selotip di meja untuk menandai posisi kaki penyangga ponsel, dan tempel tanda lain untuk posisi produk. Setiap produk diletakkan di tanda yang sama, dan ponsel dikembalikan ke posisi semula setelah dipindahkan.
Cara ini lebih andal daripada mengandalkan perkiraan mata. Perbedaan beberapa sentimeter saja sudah membuat produk yang sama terlihat berbeda ukuran. Untuk produk yang tingginya berbeda jauh, gunakan penanda yang berbeda supaya produk tetap berada di tengah bingkai.
Sudut juga perlu dijaga. Untuk sebagian besar produk, sudut yang aman adalah sejajar dengan bagian tengah produk. Ambil satu foto dari sudut sedikit lebih tinggi kalau bentuk atas perlu terlihat. Setelah menemukan sudut yang Anda suka, pakai sudut itu untuk semua produk dalam satu kelompok.
Memotret dengan urutan yang sama
Foto yang konsisten juga soal urutan. Untuk setiap produk, ambil foto dengan urutan yang sama: tampak depan, tampak samping, detail, lalu skala. Urutan yang tetap membuat Anda tidak melewatkan sudut penting, dan memudahkan saat menyusun katalog.
Gunakan pengaturan kamera yang sama untuk semua produk. Kalau satu produk difoto dengan zoom dan produk lain tanpa zoom, hasilnya akan berbeda. Hindari zoom digital; kalau perlu mendekat, geser ponselnya atau geser produknya, lalu sesuaikan dengan tanda yang sudah dibuat.
Periksa hasil sementara di layar sebelum produk berikutnya diletakkan. Kalau cahayanya bergeser karena matahari berubah posisi, perbaiki dulu sebelum melanjutkan. Memeriksa sambil berjalan jauh lebih murah daripada memotret ulang seluruh sesi.
Menyeragamkan berkas setelah pemotretan
Setelah semua produk difoto, pilih foto terbaik untuk setiap sudut dan hapus sisanya. Seragamkan ukuran akhirnya lewat Kompres Foto, yang menyediakan ukuran persen dari 10 sampai 200 dan chip ukuran akhir di pratinjau. Pakai satu ukuran untuk seluruh katalog.
Rasio juga harus sama. Kalau ada foto lanskap dan ada foto potret, penyeragaman ukuran akhir tidak otomatis menyamakan rasionya. Sebagian marketplace memotong sendiri foto yang rasionya tidak sesuai, dan pemotongan itu bisa memakan bagian produk. Siapkan rasio yang diinginkan sejak awal.
Kalau format berkasnya perlu diubah, gunakan Konversi Format Gambar. Perlu diingat, konversi PNG transparan ke JPG menghasilkan latar putih, dan mutu yang hilang saat foto disimpan sebagai JPG tidak bisa dikembalikan. Simpan berkas asli dan lakukan perubahan hanya pada salinan.
Menyeragamkan warna antar foto
Warna yang bergeser dari satu foto ke foto lain paling sering disebabkan cahaya yang berubah, bukan pengaturan kamera. Kalau matahari tertutup awan di tengah sesi, warna foto berikutnya akan berbeda dari foto sebelumnya. Karena itu, selesaikan satu kelompok produk dalam satu waktu, dan jangan mencampur hasil dari sesi pagi dan sesi sore.
Periksa warna dengan membandingkan foto berdampingan di layar yang sama. Jangan menilai warna satu foto saja, karena mata menyesuaikan diri. Kalau ada foto yang warnanya menyimpang jauh, lebih baik difoto ulang daripada dikoreksi dengan penyuntingan, karena koreksi warna bisa mengubah warna bagian lain.
Memeriksa hasil secara berdampingan
Sebelum diunggah, buka beberapa foto sekaligus di layar dan perhatikan apakah ada yang menonjol karena berbeda. Periksa lima hal: latar, arah cahaya, kecerahan, rasio, dan ukuran produk di dalam bingkai. Foto yang berbeda di salah satu hal itu akan terlihat sebagai foto dari sesi lain.
Periksa juga tampilannya di ponsel, karena sebagian besar pembeli membuka marketplace dari ponsel. Yang terlihat rapi di layar komputer bisa terlihat berantakan di layar kecil. Kalau ada foto yang tampak janggal pada ukuran kecil, ganti dengan foto lain dari sesi yang sama.
Untuk katalog yang dikirim sebagai dokumen, susun foto lewat JPG ke PDF. Satu foto menjadi satu halaman A4, diposisikan proporsional di tengah dengan margin 20 mm, dan urutannya mengikuti urutan unggahan. Periksa PDF-nya halaman per halaman sebelum dikirim.
Menjaga konsistensi antar sesi
Katalog biasanya bertambah dari waktu ke waktu, dan foto baru harus menyatu dengan foto lama. Cara paling mudah adalah menyimpan catatan pengaturan sesi: latar yang dipakai, posisi jendela atau lampu, sudut kamera, dan jarak yang ditandai. Catatan itu bisa berupa satu foto contoh sebagai acuan.
Kalau produk baru akan difoto, siapkan sesi yang meniru acuan itu. Bandingkan hasilnya dengan foto lama sebelum menambahkan ke katalog. Kalau tidak bisa meniru kondisinya, pertimbangkan memotret ulang seluruh kelompok produk itu sekaligus, supaya katalog tetap seragam.
Kapan cara ini tidak dipakai
Kalau Anda hanya menjual satu produk dengan satu foto, konsistensi antar foto tidak jadi masalah. Yang perlu dijaga hanya ketajaman dan warna yang sesuai. Kalau foto dipakai ulang di beberapa tempat, aturannya ada di cara memakai ulang foto produk.
Kalau produknya berubah cepat, misalnya produk musiman atau barang sekali produksi, mengejar konsistensi antar sesi tidak sepadan. Fokuskan pada konsistensi di dalam satu sesi, dan perlakukan setiap kelompok sebagai katalog tersendiri.
Kalau foto memerlukan latar tembus pandang atau penyuntingan mendalam, kerjakan dengan aplikasi penyunting gambar. Penghapusan latar bukan fitur layanan ini. Keterangan perlakuan berkas di layanan ini ada di kebijakan privasi.
Pertanyaan yang sering muncul
Apakah semua foto harus memakai latar yang sama? Untuk satu katalog, sebaiknya ya. Satu gaya latar membuat produk saling melengkapi. Kalau ada dua kelompok produk dengan gaya berbeda, pisahkan katalognya daripada mencampurnya.
Apakah foto dari sesi berbeda bisa disatukan? Bisa, kalau kondisi pemotretannya mirip dan berkasnya sudah diseragamkan. Kalau perbedaan cahayanya terlihat jelas, potret ulang kelompok yang paling baru supaya cocok dengan yang lama.
Bagaimana kalau produknya sangat tinggi dan sangat pendek? Jaga jarak kamera yang sama, lalu atur tinggi produk dengan alas tambahan yang tidak terlihat, misalnya tumpukan buku yang ditutup latar. Dengan begitu, produk tetap berada di tengah bingkai tanpa mengubah jarak.
Apakah warna bisa diseragamkan setelah difoto? Bisa sampai batas tertentu, tetapi koreksi warna yang agresif bisa mengubah warna bagian lain. Lebih baik menjaga cahaya tetap selama sesi daripada mengandalkan penyuntingan setelahnya.
Tetapkan, potret, periksa
Tetapkan cahaya, latar, dan jarak sebelum produk pertama, potret semua produk dengan urutan yang sama, lalu periksa hasilnya berdampingan. Setelah itu, seragamkan ukurannya lewat Kompres Foto dan susun katalognya lewat JPG ke PDF. Untuk konsep dasarnya, buka Foto Produk dan Panduan Gambar dan Foto.