Foto produk tanpa studio dikerjakan dengan tiga hal: cahaya yang cukup, latar polos, dan posisi kamera yang tetap. Cahaya matahari dari jendela pada siang hari sudah memadai untuk sebagian besar produk, dan selembar karton putih bisa menggantikan meja studio. Yang menentukan hasil bukan harga peralatan, melainkan kemauan mengulang susunan yang sama untuk setiap produk.
Cara ini cocok untuk produk yang bentuknya jelas dan tidak memantulkan cahaya: pakaian, tas, sepatu, kemasan makanan, buku, kerajinan tangan, dan kosmetik. Untuk perhiasan berkilau, barang kaca, logam mengkilap, dan makanan yang perlu ditata, satu sumber cahaya dari jendela biasanya belum cukup. Produk seperti itu lebih baik dikerjakan juru foto yang bisa mengatur beberapa lampu sekaligus.
Sisanya bisa diselesaikan di rumah. Setelah sesi pemotretan, Kompres Foto dipakai untuk menyeragamkan ukuran, dan foto yang sudah seragam bisa disusun menjadi katalog PDF. Pembahasan lengkap kelompok ini ada di Foto Produk.
Alat yang benar-benar dipakai
Empat benda ini cukup untuk memulai. Ponsel dengan kamera yang lensanya sudah dibersihkan. Meja yang permukaannya rata dan bisa dipindahkan dekat jendela. Latar dari karton putih atau kain polos. Dan penyangga ponsel, yang bisa berupa tumpukan buku atau tripod murah.
Tambahan yang membantu: satu karton putih lain sebagai pemantul cahaya, penjepit untuk menahan kain, serta selotip untuk menandai posisi. Lampu meja tidak diperlukan. Kalau ruangan terlalu gelap, lebih baik menunggu cahaya siang daripada menyalakan lampu yang warnanya berbeda dari cahaya jendela.
Memakai cahaya jendela
Jendela yang menghadap ke luar pada siang hari adalah sumber cahaya paling mudah diatur. Arahkan produk menyamping terhadap jendela, sehingga satu sisi produk terkena cahaya dan sisi lain lebih gelap. Perbedaan terang itu yang memperlihatkan bentuk. Kalau produk disinari tepat dari depan, hasilnya terlihat datar. Kalau bayangannya justru terlalu keras, langkah memperbaikinya dibahas di cara menghilangkan bayangan di foto produk.
Matahari langsung yang keras membuat bayangan tajam dan bagian terang kehilangan detail. Kalau jendela Anda terkena matahari langsung, tutup dengan tirai tipis atau regangkan kain putih di depannya. Awan tipis pada siang hari justru menghasilkan cahaya yang lembut dan merata.
Letakkan karton putih di sisi produk yang membelakangi jendela. Pantulan cahaya dari karton itu mengisi bagian yang gelap, sehingga bayangan tidak pekat. Atur jaraknya sampai bayangan terlihat wajar, bukan hilang sama sekali. Bayangan tipis di bawah produk membantu pembeli melihat bahwa produk berdiri di atas permukaan. Jangan mencampur cahaya jendela dengan lampu ruangan yang warnanya berbeda.
Membuat latar darurat
Latar yang paling murah adalah karton putih ukuran besar. Supaya tidak ada garis pertemuan antara meja dan dinding di belakang produk, lengkungkan karton itu: biarkan satu bagian menjadi alas dan bagian lain naik ke belakang dengan lengkungan halus. Cara ini menghilangkan sudut yang mengganggu.
Kain putih juga bisa dipakai, asalkan disetrika dan dijepit kencang supaya tidak berkerut. Kerutan pada kain menciptakan bayangan kecil yang ikut terlihat di foto dan membuat latar tampak kotor. Kalau tidak ada kain putih, dinding berwarna terang yang bersih masih bisa dipakai, asalkan tidak ada benda lain yang menempel di sekitarnya.
Untuk produk kecil, kertas manila atau kertas gambar ukuran A2 sudah cukup sebagai latar sekaligus alas. Untuk produk tinggi seperti botol atau vas, gunakan karton yang lebih besar agar latar tidak terlihat berhenti di tengah produk. Kalau latar putih yang benar-benar rata diperlukan, langkahnya dibahas di cara membuat latar putih foto produk.
Mengatur ponsel
Bersihkan lensa sebelum mulai. Sidik jari di lensa membuat foto tampak berkabut, dan masalah itu sering baru terlihat setelah foto dipindahkan ke komputer.
Matikan lampu kilat. Cahaya kilat dari ponsel terlalu dekat dengan lensa, sehingga bayangan jatuh tepat di belakang produk. Matikan juga filter bawaan kamera serta mode kecantikan, karena keduanya mengubah warna asli produk.
Ketuk layar pada bagian produk yang paling penting untuk mengunci fokus dan eksposur, lalu naikkan atau turunkan kecerahan sampai warna produk terlihat sesuai aslinya. Aktifkan garis bantu supaya produk berada di tengah dan tidak miring.
Simpan foto sebagai JPG. Foto iPhone yang tersimpan sebagai HEIC tidak bisa diproses di layanan ini; format itu harus diubah lewat pengaturan kamera atau aplikasi lain. Format lain seperti BMP, GIF, TIFF, SVG, AVIF, dan RAW juga tidak didukung. Pengaturan kamera ponsel secara lebih rinci dibahas di cara memotret produk dengan HP.
Menjaga jarak dan sudut tetap
Konsistensi katalog dimulai dari sini. Tandai posisi kaki penyangga ponsel dengan selotip di meja, dan tandai juga posisi produk. Dengan begitu, setiap produk difoto dari jarak yang sama. Kalau jarak berubah, produk yang sama bisa terlihat berbeda ukuran, dan produk kecil bisa tampak lebih besar daripada produk besar.
Untuk sebagian besar produk, sudut yang aman adalah sejajar dengan bagian tengah produk, bukan dari atas. Ambil satu foto dari sudut sedikit lebih tinggi kalau bentuk atas produk perlu terlihat. Setelah menemukan sudut yang Anda suka, pakai sudut itu untuk semua produk dalam satu kelompok. Ambil beberapa variasi untuk setiap produk: tampak depan, tampak samping, satu foto detail, dan satu foto yang memperlihatkan skala. Jangan memakai zoom digital; kalau perlu mendekat, geser ponselnya.
Merapikan hasil setelah pemotretan
Pilih foto terbaik untuk setiap sudut, lalu hapus sisanya supaya tidak menumpuk. Seragamkan dimensinya lewat tool kompres foto, yang menyediakan ukuran persen dari 10 sampai 200 dan chip ukuran akhir di pratinjau. Pakai ukuran yang sama untuk seluruh katalog.
Kalau format berkasnya perlu diubah, gunakan Konversi Format Gambar. Perlu diingat, konversi PNG transparan ke JPG menghasilkan latar putih, dan mutu yang hilang saat penyimpanan JPG tidak bisa dikembalikan. Simpan berkas asli dari ponsel, dan lakukan perubahan hanya pada salinan.
Saat berkas ditulis ulang, metadata seperti EXIF dan koordinat GPS terhapus. Kalau Anda memerlukan catatan waktu dan tempat pengambilan, simpan salinan asli sebelum diproses.
Menyusun katalog
Kalau foto akan dikirim sebagai satu dokumen, susun lewat JPG ke PDF. Satu foto menjadi satu halaman A4, diposisikan proporsional di tengah dengan margin 20 mm, dan urutannya mengikuti urutan unggahan. Satu proses menerima maksimal 20 berkas, dan latar transparan diisi putih. Kalau katalognya perlu digabung dengan dokumen lain, Gabung PDF bisa menyatukan beberapa berkas PDF dengan urutan yang Anda atur.
Periksa hasil PDF sebelum dikirim. Pastikan tidak ada foto yang terbalik, tidak ada halaman yang terlewat, dan urutannya sesuai urutan yang Anda inginkan.
Kapan cara ini tidak cukup
Tanpa studio, Anda tidak bisa mengatur beberapa sumber cahaya secara terpisah. Produk yang memantulkan cahaya seperti perhiasan, gelas, dan peralatan logam memerlukan pengaturan yang lebih rumit supaya pantulan tidak menutupi bentuk. Makanan yang harus tampil dalam keadaan tertentu juga memerlukan penataan dan waktu yang sulit dilakukan sambil memegang ponsel.
Kalau foto memerlukan latar tembus pandang, latarnya harus dihapus dengan aplikasi penyunting gambar. Penghapusan latar bukan fitur layanan ini. Kalau foto akan dicetak besar untuk materi promosi, jangan turunkan dimensinya karena cetakan besar memerlukan piksel yang lebih banyak.
Pertanyaan yang sering muncul
Apakah perlu membeli lampu studio? Tidak untuk memulai. Cahaya jendela pada siang hari cukup untuk sebagian besar produk. Lampu studio baru berguna kalau Anda memotret pada malam hari secara rutin atau memerlukan arah cahaya yang persis sama sepanjang tahun.
Bisakah memotret pada malam hari? Bisa, tetapi hasilnya lebih sulit konsisten. Cahaya lampu ruangan mengubah warna, dan lampu kilat ponsel menghasilkan bayangan keras. Kalau memotret malam tidak bisa dihindari, pakai satu lampu dengan warna yang sama untuk seluruh sesi dan periksa hasilnya di layar.
Apakah kertas HVS bisa dipakai sebagai latar? Bisa untuk produk kecil, asalkan kertasnya rata dan tidak berkerut. Kertas HVS mudah melengkung dan memantulkan cahaya, jadi karton atau kain lebih aman untuk produk yang lebih besar.
Apakah hasil ponsel cukup untuk marketplace? Untuk sebagian besar produk, cukup, selama cahayanya memadai dan latarnya bersih. Ketentuan tiap marketplace berbeda, jadi periksa pusat bantuan platform yang Anda pakai sebelum menyiapkan berkas.
Mulai dari satu produk
Pilih satu produk, atur meja di dekat jendela, dan potret dari empat sudut dengan jarak yang sama. Setelah itu, seragamkan ukurannya lewat Kompres Foto, lalu susun beberapa produk menjadi katalog dengan JPG ke PDF. Untuk membaca konsep dasarnya, buka Foto Produk dan Panduan Gambar dan Foto.