Memotret produk makanan berbeda dari memotret barang. Bahannya berubah setelah beberapa menit: uapnya hilang, minyaknya meresap, daunnya layu, dan esnya mencair. Karena itu urutan kerjanya dibalik. Kamera, latar, dan cahaya disiapkan lebih dulu sampai semuanya siap, dan makanan baru ditata saat semuanya sudah siap dipotret. Menata makanan lebih dulu berarti kehilangan menit-menit terbaiknya untuk mengatur kamera.

Yang dicari pembeli dari foto makanan adalah kesegaran dan porsi. Warna sayur yang masih cerah, kilau tipis pada kuah, dan uap yang mengepul membantu pembeli membayangkan rasanya. Tetapi tidak semua makanan punya waktu yang sama. Gorengan paling menarik beberapa menit setelah diangkat, es paling menarik sebelum mulai mencair, dan kue basah justru sering lebih rapi setelah agak dingin. Pekerjaan berkas setelah foto jadi ada di Kompres Foto, dan konteks kelompok ini ada di Foto Produk.

Menyiapkan segalanya sebelum makanan ditata

Siapkan peralatan sampai bisa dipakai tanpa berpikir. Ponsel sudah terpasang di penyangga, fokus dan exposure sudah dikunci pada piring kosong, latar sudah dipasang, dan lampu sudah dinyalakan.

Setelah semuanya siap, baru makanan ditata. Mengatur kamera setelah makanan disajikan bisa memakan lima menit, dan lima menit itu cukup untuk membuat uap hilang dan sayur mulai layu. Kalau memotret beberapa menu sekaligus, siapkan satu pengaturan, lalu sajikan satu menu pada satu waktu.

Memilih arah cahaya

Cahaya dari samping atau belakang samping memperlihatkan tekstur makanan: butiran nasi, remah pada gorengan, dan serat pada daging. Cahaya tepat dari depan membuat makanan terlihat datar dan berminyak. Untuk makanan berkuah, cahaya dari belakang samping memunculkan kilau pada permukaan kuah.

Jendela pada siang hari, tanpa sinar matahari langsung, adalah sumber yang paling mudah diatur. Kalau matahari langsung masuk, tutup dengan tirai tipis. Untuk sesi malam, satu lampu dengan penyebar cukup, asalkan arahnya tetap. Jangan mencampur cahaya jendela dengan lampu ruangan, karena warna makanan mudah bergeser dan kuning atau hijau yang salah membuat makanan terlihat tidak segar.

Menangkap uap

Uap hanya terlihat kalau ada perbedaan terang antara uap dan latarnya. Uap paling jelas tampil di depan latar gelap dengan cahaya dari belakang samping. Kalau latarnya terang, uap putih menyatu dengan latar dan tidak terlihat.

Uap juga bertahan sangat singkat. Sajikan makanan dalam keadaan panas tepat sebelum memotret, dan ambil beberapa frame berturut-turut tanpa mengubah pengaturan. Frame pertama biasanya paling padat uapnya. Jangan mengipasi makanan untuk mengarahkan uap, karena gerakannya mengacak bentuk uap dan membuatnya terlihat seperti asap.

Perlu diingat, uap bukan tujuan semua foto makanan. Untuk kue kering, salad, dan makanan dingin, uap bukan yang diinginkan.

Mengendalikan kilau

Kilau pada makanan terbagi dua: kilau yang membantu dan kilau yang merusak. Kilau tipis pada kuah, saus, atau permukaan buah membantu makanan terlihat segar. Kilau keras yang menutupi seluruh permukaan, biasanya dari minyak atau lampu yang terlalu dekat, membuat makanan terlihat berminyak.

Cara mengendalikan kilau sama seperti mengendalikan bayangan pada produk lain: perbesar bidang sumber cahaya. Penyebar dari kertas tipis atau kain putih di depan lampu membuat kilau menyebar sebagai bidang lembut, bukan titik terang. Untuk kilau kecil yang mengganggu, misalnya pantulan lampu pada sendok atau gelas, geser sudut kamera sampai pantulan itu keluar dari bingkai.

Sedikit minyak atau air pada permukaan makanan bisa dipakai untuk membuat kilau yang disengaja. Oleskan tipis pada bagian yang ingin ditonjolkan, lalu periksa hasilnya di layar.

Menjaga kesegaran selama sesi

Daun, buah potong, dan sayur mulai berubah warna segera setelah dipotong. Untuk sesi yang panjang, siapkan beberapa porsi cadangan, dan ganti porsi di piring saat yang pertama mulai layu. Perubahan itu lebih cepat terlihat di foto daripada di mata, terutama pada daun yang tepinya mulai mengering.

Bersihkan tepi piring dari sisa saus dan sidik jari sebelum memotret. Noda kecil pada tepi piring terlihat jelas saat foto diperbesar, dan kesan rapi hilang begitu ada satu noda.

Untuk makanan dingin, dinginkan piring dan bahan lebih dulu supaya tidak berkeringat saat disajikan. Titik air pada permukaan piring bisa terlihat sebagai bintik yang mengganggu. Kalau makanan memang harus disajikan dingin, potret segera setelah ditata.

Memilih waktu penyajian setiap hidangan

Setiap hidangan punya jam terbaiknya. Gorengan paling menarik dua sampai tiga menit setelah diangkat, saat permukaannya masih kering dan uapnya masih keluar. Setelah itu, minyak mulai meresap dan permukaannya terlihat lembap.

Makanan berkuah paling menarik saat masih panas, karena kilau di permukaan kuah masih terlihat dan uapnya membantu. Tapi jangan menuang kuah sampai penuh; sisakan ruang supaya bentuk isinya tetap terlihat.

Es dan minuman dingin paling menarik sebelum mulai mencair. Siapkan gelas cadangan, dan ganti begitu kondensasi mulai menetes ke meja. Untuk es krim, potret secepat mungkin dan siapkan pengganti di freezer.

Kue basah, roti, dan makanan yang dipotong justru sering lebih rapi setelah agak dingin. Potongan yang masih panas mudah hancur dan uapnya mengaburkan tekstur. Kalau produknya kue, tunggu sampai suhu ruang, lalu potong dengan pisau panas.

Menata porsi dan sudut

Sudut pengambilan menentukan seberapa besar porsi terlihat. Sudut sejajar meja memperlihatkan tinggi makanan, cocok untuk burger, kue bertingkat, dan minuman. Sudut sekitar 45 derajat adalah sudut yang paling aman karena memperlihatkan isi sekaligus bentuk. Sudut dari atas cocok untuk makanan yang ditata dalam piring datar.

Porsi di dalam foto harus sesuai dengan porsi yang benar-benar dikirim. Memotret dengan tumpukan yang jauh lebih tinggi daripada porsi aslinya membuat pembeli merasa tertipu saat barang datang. Kalau produknya dikirim dalam kemasan, sertakan satu foto makanan di dalam kemasannya.

Kapan memotret makanan sebaiknya diserahkan

Memotret makanan yang harus tampil sempurna, misalnya untuk menu restoran atau kemasan produk, biasanya dikerjakan food stylist bersama juru foto. Mereka mengatur beberapa lampu, menata ulang makanan antar frame, dan memakai trik agar bahan tampak segar lebih lama. Hasilnya tidak bisa disamai sesi rumahan dengan satu lampu.

Perlu disebut jujur, foto makanan untuk kemasan juga sering memakai bahan tambahan yang tidak bisa dimakan, misalnya lem untuk menggantikan susu atau gliserin untuk membuat embun. Kalau foto akan dipakai sebagai janji produk, tampilkan porsi dan bahan yang benar-benar dikirim. Klaim yang tidak sesuai bisa berujung pada keluhan pembeli. Kalau foto memuat informasi pribadi, pertimbangkan memprosesnya dengan aplikasi di perangkat sendiri, karena selama diproses di layanan daring isi berkas keluar dari perangkat Anda. Keterangan perlakuan berkasnya ada di kebijakan privasi.

Merapikan berkas setelah pemotretan

Pilih foto terbaik dari setiap hidangan dan hapus sisanya. Seragamkan ukurannya dengan foto lain di katalog lewat Kompres Foto: ukuran persen tersedia dari 10 sampai 200, dan angka akhirnya terlihat di pratinjau. Periksa hasilnya pada perbesaran penuh, karena tekstur makanan paling cepat terlihat kasar saat dimensinya dikecilkan.

Kalau formatnya perlu diubah, gunakan Konversi Format Gambar. Saat berkas ditulis ulang, EXIF dan GPS terhapus. Untuk katalog yang akan dikirim sebagai satu dokumen, susun foto lewat JPG ke PDF: satu foto menjadi satu halaman A4, dan urutannya mengikuti urutan unggahan.

Pertanyaan yang sering muncul

Bagaimana cara membuat uap terlihat di foto? Uap paling jelas di depan latar gelap dengan cahaya dari belakang samping. Sajikan makanan dalam keadaan panas, lalu potret segera. Jangan mengipasi uap, karena gerakannya membuat uap terlihat seperti asap.

Kenapa makanan saya terlihat berminyak di foto? Biasanya karena sumber cahaya terlalu kecil atau terlalu dekat, sehingga kilaunya menjadi titik keras. Perbesar bidang cahaya dengan penyebar, dan geser sudut kamera sampai pantulan lampu keluar dari bingkai.

Apakah foto makanan harus memakai properti? Tidak harus. Satu atau dua benda yang menjelaskan fungsi makanan lebih berguna daripada banyak properti.

Berapa lama waktu yang aman untuk memotret satu hidangan? Sekitar lima menit untuk makanan panas, dan lebih singkat untuk es atau makanan dingin. Siapkan kamera dan cahaya sebelum makanan ditata.

Apakah warna makanan boleh dibuat lebih cerah saat menyunting? Sebaiknya tidak. Warna yang jauh berbeda dari aslinya membuat pembeli merasa tertipu saat barang datang.

Mulai dari satu hidangan

Pilih satu hidangan, siapkan kamera dan cahaya sebelum makanannya ditata, lalu potret pada menit-menit terbaiknya. Periksa uap, kilau, dan warna di layar sambil makanan masih di tempat. Setelah itu, seragamkan ukurannya lewat Kompres Foto dan susun katalognya lewat JPG ke PDF. Untuk urutan kerja lengkapnya, buka Foto Produk dan Panduan Gambar dan Foto.