Foto produk ukuran seragam dibuat dalam dua tahap: menyeragamkan cara memotret, lalu menyeragamkan berkasnya. Tahap pertama menentukan hasil akhir lebih besar. Kalau jarak kamera ke produk berubah-ubah, dua barang berukuran sama bisa terlihat berbeda besar, dan penyeragaman berkas tidak bisa memperbaikinya. Tahap kedua dikerjakan lewat Kompres Foto, yang menyediakan ukuran persen dari 10 sampai 200 dan menampilkan angka akhirnya di pratinjau.

Ukuran seragam bukan soal estetika. Pembeli melihat sederet foto dalam satu halaman dan membandingkannya. Ketika foto tidak seragam, perbandingan itu menjadi keliru, dan pembeli bisa membayangkan ukuran barang yang tidak sesuai dengan kenyataan.

Dua hal berbeda yang sering tertukar

Ukuran berkas dan ukuran produk di dalam bingkai adalah dua hal yang berbeda, dan keduanya perlu diatur.

Yang pertama adalah dimensi berkas, yaitu jumlah piksel lebar dan tinggi. Dua foto bisa sama-sama berukuran 800x800 piksel, tetapi isinya berbeda: yang satu memperlihatkan produk memenuhi seluruh bingkai, yang lain memperlihatkan produk kecil di tengah ruang kosong.

Yang kedua adalah ukuran produk di dalam bingkai, atau rasio antara tinggi produk dan tinggi foto. Ini yang membuat katalog terlihat seragam atau berantakan. Dua foto dengan dimensi yang sama bisa membuat produk terlihat berbeda besar kalau jarak pemotretannya berbeda.

Penyeragaman dimensi bisa dikerjakan setelah pemotretan. Penyeragaman ukuran produk di dalam bingkai hanya bisa dijaga saat memotret, dengan menjaga jarak kamera ke produk tetap sama.

Menjaga jarak saat memotret

Jarak kamera ke produk adalah penentu utama. Kalau jarak berubah, sudut pandang berubah, dan produk yang lebih dekat terlihat lebih besar meskipun ukuran aslinya sama.

Cara paling andal adalah menandai posisinya secara fisik. Tempel selotip di meja untuk posisi kaki penyangga ponsel, dan tempel tanda lain untuk posisi produk. Semua produk diletakkan di titik yang sama, dan ponsel dikembalikan ke titik itu setiap kali dipindahkan. Perbedaan beberapa sentimeter saja sudah terlihat pada hasilnya.

Untuk produk yang tingginya berbeda jauh, jangan menggeser kamera. Atur tinggi produk dengan alas tambahan yang tidak terlihat, misalnya tumpukan buku yang ditutup latar, supaya skala produk di dalam bingkai tetap terjaga.

Sudut juga perlu dijaga. Untuk sebagian besar produk, sudut yang aman adalah sejajar dengan bagian tengah produk. Setelah menemukan sudut yang cocok, pakai sudut itu untuk semua produk dalam satu kelompok.

Menyeragamkan rasio

Rasio adalah bentuk bingkai foto, dan rasio yang berbeda membuat baris katalog terlihat bergerigi. Tentukan satu rasio untuk seluruh katalog sejak sebelum memotret, misalnya persegi atau empat banding lima.

Kalau foto sudah terlanjur diambil dengan rasio berbeda-beda, ada dua pilihan. Pertama, memotongnya di aplikasi penyunting gambar supaya rasionya sama. Kedua, menyerahkan pemotongan ke sistem marketplace. Pilihan kedua berisiko, karena sebagian platform memotong sendiri foto yang rasionya tidak sesuai, dan pemotongan itu bisa memakan bagian produk. Menyiapkan rasio yang diinginkan sejak awal lebih aman.

Kalau produknya punya bentuk yang sangat berbeda, misalnya gelas tinggi dan piring datar, rasio yang sama tetap bisa dipakai selama jaraknya dijaga. Produk yang tinggi akan memenuhi bingkai secara vertikal, dan produk yang datar menyisakan ruang di atas dan bawah. Itu wajar dan membantu pembeli menangkap perbedaan ukurannya.

Memilih satu ukuran akhir untuk seluruh katalog

Setelah semua foto memakai rasio dan jarak yang sama, penyeragaman berkasnya menjadi mudah: pakai satu ukuran akhir untuk semuanya.

Langkahnya:

  1. Simpan dulu berkas asli setiap foto di folder terpisah, jangan menimpanya nanti.
  2. Tentukan satu dimensi target untuk seluruh kelompok. Dimensi ini mengikuti tempat pemakaian terbesar, misalnya tampilan perbesar di halaman produk.
  3. Buka Kompres Foto, lalu pilih tool sesuai format: Kompres JPG, Kompres PNG, atau Kompres WebP.
  4. Unggah berkasnya dalam satu proses. Kalau jumlahnya lebih dari satu, hasilnya datang sebagai arsip ZIP.
  5. Pilih ukuran akhir lewat chip di pratinjau. Rentang ukuran persennya 10 sampai 200, dan angka hasilnya terlihat sebelum diunduh.
  6. Periksa satu per satu pada bagian yang menentukan penilaian pembeli, yaitu label dan tekstur bahan, lalu bandingkan hasilnya dengan foto asli.
  7. Unduh hasilnya, ekstrak arsipnya, lalu susun foto berdampingan untuk memeriksa keseragamannya.

Satu hal yang perlu diingat: ukuran persen tidak otomatis menyamakan rasio. Kalau ada foto lanskap dan ada foto potret, persen yang sama tetap menghasilkan dua bentuk berbeda. Karena itu, rasio diseragamkan lebih dulu, baru dimensinya.

Kalau foto berasal dari beberapa sesi

Foto yang diambil di sesi berbeda sering punya jarak dan rasio yang berbeda, meskipun produknya sama. Sebelum diseragamkan, periksa apakah produk di dalam bingkai tampak sebesar yang seharusnya. Kalau dua foto memperlihatkan produk dengan skala yang jauh berbeda, penyeragaman dimensi tidak akan menyatukannya.

Untuk foto seperti itu, dua pilihan yang masuk akal. Pertama, potong ulang di aplikasi penyunting gambar supaya skala produknya mendekati foto yang lain. Kedua, potret ulang produk tersebut dengan pengaturan yang sama seperti sesi sebelumnya. Pilihan kedua lebih andal kalau selisihnya besar.

Menyimpan catatan pengaturan sesi membantu di sini: latar yang dipakai, posisi jendela atau lampu, sudut kamera, dan jarak yang ditandai. Satu foto contoh bisa dipakai sebagai acuan. Pembahasan lengkapnya ada di cara membuat foto produk konsisten.

Ukuran pas foto bukan untuk produk

Di samping ukuran persen, ada pilihan ukuran pas foto 2x3, 3x4, dan 4x6 sentimeter. Ketiganya dipotong mengisi seluruh area pada 300 DPI, dengan hasil 2x3 sebesar 236x354 piksel, 3x4 sebesar 354x472 piksel, dan 4x6 sebesar 472x709 piksel. Ukuran itu disediakan untuk keperluan dokumen, bukan untuk foto produk.

Untuk foto produk, ukuran persen lebih tepat karena menjaga proporsi asli foto. Kalau platform meminta dimensi tertentu, cari persen yang hasil akhirnya paling mendekati, lalu periksa sendiri tampilannya. Pemotongan mengisi area pada ukuran pas foto berarti bagian gambar yang tidak sesuai rasio akan terpotong, jadi jangan memakainya untuk foto produk.

Memeriksa keseragaman sebelum diunggah

Buka beberapa foto sekaligus di layar dan perhatikan apakah ada yang menonjol karena berbeda. Periksa lima hal: latar, arah cahaya, kecerahan, rasio, dan ukuran produk di dalam bingkai. Periksa juga tampilannya di ponsel, karena sebagian besar pembeli membuka marketplace dari layar kecil.

Kalau ada satu foto yang tampak janggal, perbaiki dari berkas aslinya. Mengompres berkali-kali menumpuk penurunan mutu, dan hasilnya akan terlihat lembek di sekitar tepi.

Kapan keseragaman tidak jadi masalah

Kalau Anda hanya menjual satu produk dengan satu foto, tidak ada yang perlu diseragamkan. Yang perlu dijaga hanya ketajaman dan warna yang sesuai dengan barang aslinya.

Kalau produknya berubah cepat, misalnya barang musiman atau sekali produksi, mengejar keseragaman antar sesi tidak sepadan. Fokuskan pada keseragaman di dalam satu sesi, dan perlakukan setiap kelompok sebagai katalog tersendiri.

Kalau foto memerlukan latar tembus pandang atau penyuntingan mendalam, kerjakan dengan aplikasi penyunting gambar, karena penghapusan latar belakang bukan fitur layanan ini.

Pertanyaan yang sering muncul

Apakah ukuran berkas harus sama persis untuk semua foto? Untuk tampilan yang rapi, sebaiknya ya. Ukuran akhir yang sama membuat baris katalog terlihat lurus dan memudahkan pembeli membandingkan produk.

Bagaimana kalau produknya sangat tinggi dan sangat pendek? Jaga jarak kamera yang sama, lalu atur tinggi produk dengan alas tambahan yang tidak terlihat. Dengan begitu, produk tetap berada di tengah bingkai tanpa mengubah jarak pemotretan.

Apakah keseragaman bisa diperbaiki setelah foto diambil? Dimensi dan rasio bisa diseragamkan, tetapi skala produk di dalam bingkai tidak bisa diperbaiki tanpa memotong bagian gambar. Karena itu, jarak pemotretan adalah hal pertama yang perlu dijaga.

Apakah semua foto harus memakai rasio yang sama? Untuk satu katalog, sebaiknya ya. Rasio yang seragam membuat halaman toko terlihat konsisten, dan itu memudahkan pembeli membandingkan produk.

Berapa dimensi akhir yang sebaiknya dipilih? Ikuti tempat pemakaian terbesar di halaman toko, dan periksa ketentuan platform kalau foto akan diunggah ke marketplace. Pilih dimensi yang cukup untuk ukuran itu, dan tidak jauh lebih besar.

Mulai dari satu kelompok

Seragamkan dulu satu kelompok kecil, misalnya lima produk. Tandai jarak pemotretan, pakai satu rasio, lalu kecilkan semuanya dengan satu ukuran akhir lewat Kompres Foto. Setelah hasilnya rapi, pakai pengaturan yang sama untuk kelompok berikutnya. Untuk konteks penyiapan foto jualan secara menyeluruh, buka Foto Produk dan Panduan Gambar dan Foto.