Format gambar untuk cetak ditentukan oleh isi gambarnya, bukan oleh nama percetakannya. Foto paling aman dikirim sebagai JPG, sedangkan grafik, logo, dan gambar berisi teks paling aman dikirim sebagai PNG. WebP tidak dipakai untuk cetak karena bukan format yang lazim diterima percetakan. Ketiganya bisa diubah lewat Konversi Format Gambar, tetapi format saja tidak cukup: jumlah piksel dan jenis isi gambar yang menentukan hasil cetakan.

Dua hal yang paling sering membuat hasil cetak mengecewakan: gambar yang tampak tajam di layar ternyata tidak punya cukup piksel untuk ukuran cetaknya, dan gambar berisi huruf atau garis tipis disimpan sebagai JPG sehingga tepinya terlihat kabur. Keduanya tidak bisa diperbaiki setelah berkas dikirim. Kalau yang dibutuhkan adalah gambar yang tetap tajam pada ukuran berapa pun, jawabannya bukan konversi format, melainkan gambar vektor. Vektorisasi bukan fitur layanan ini.

Kenapa cetak menuntut piksel lebih banyak daripada layar

Layar dan kertas menempatkan piksel dengan kerapatan yang berbeda. Layar menampilkan gambar pada kerapatan yang lebih rendah, sehingga gambar berukuran sedang bisa terlihat tajam. Kertas mencetak piksel jauh lebih rapat, dan kerapatan itu dinyatakan dalam DPI, yaitu jumlah piksel per inci.

Aturan praktis yang lazim dipakai: sediakan sekitar 300 piksel untuk setiap inci panjang cetakan. Ukuran cetak di Indonesia biasanya ditulis dalam sentimeter, jadi bagi dulu panjangnya dengan 2,54 untuk mendapat inci. Cetakan 20 x 30 sentimeter berarti sekitar 7,9 x 11,8 inci, dan kebutuhan pikselnya sekitar 2360 x 3540 piksel. Angka itu bukan syarat mutlak. Cetakan yang dilihat dari jarak jauh, misalnya poster di dinding, bisa memakai kerapatan yang lebih rendah. Cetakan yang dibaca dari jarak dekat, misalnya kartu nama atau brosur, menuntut kerapatan penuh. Tanyakan ke percetakan berapa kerapatan minimum yang mereka terima, karena tiap tempat punya ketentuan sendiri.

Konversi tidak menambah piksel

Mengubah format tidak menambah piksel. Konversi hanya menulis ulang piksel yang sudah ada. Memperbesar dimensi juga tidak menambah detail, karena piksel yang ada hanya disebar ke area yang lebih luas.

Kalau gambar yang ada tidak cukup piksel untuk ukuran cetak yang diinginkan, ada tiga jalan: cetak pada ukuran yang lebih kecil, ambil ulang gambar dari sumber aslinya dengan resolusi lebih tinggi, atau cari berkas vektor kalau gambarnya memang dibuat sebagai vektor.

Kapan memakai JPG untuk cetak

JPG adalah format untuk foto. Kompresinya membuang detail yang tidak terlihat mata, dan pada foto pembuangan itu hampir tidak terasa. Ukuran berkasnya kecil, dan hampir semua percetakan menerimanya.

Dua keterbatasan JPG perlu diketahui. Pertama, JPG tidak menyimpan transparansi. Kalau gambar PNG yang punya area tembus pandang diubah ke JPG, area itu diisi putih. Kedua, JPG tidak menjaga ketajaman garis tipis dan huruf. Untuk cetak, JPG dipakai pada foto yang akan dicetak penuh, tanpa teks kecil di dalamnya. Kalau foto itu memuat label bertulisan kecil yang harus terbaca, pertimbangkan PNG atau berkas vektor dari pembuat labelnya.

Kapan memakai PNG untuk cetak

PNG adalah format untuk grafik, logo, tangkapan layar, dan gambar berisi teks. PNG menyimpan seluruh detail tanpa membuang apa pun, sehingga garis dan huruf tetap tajam, dan latar tembus pandang juga didukung. Konsekuensinya, ukuran berkas PNG jauh lebih besar, terutama kalau isinya foto. Untuk foto, PNG jarang dipakai karena ukurannya tidak sepadan.

Satu hal soal latar: kertas tidak bisa menampilkan area tembus pandang. Sebelum berkas dikirim, tentukan dulu apa yang harus tampil di area itu. Kalau berkasnya diubah ke JPG, area tembus pandang otomatis menjadi putih.

Kenapa WebP tidak dipakai untuk cetak

WebP adalah format untuk web. Ukurannya paling kecil pada mutu yang sama, dan transparansi didukung. Yang membuatnya kurang cocok untuk cetak adalah dukungan aplikasinya. Belum semua aplikasi bisa membukanya, dan format ini bukan format yang lazim diminta percetakan. WebP tetap berguna untuk gambar yang akan dipasang di halaman web, dan pembahasannya ada di Gambar untuk Web.

Vektorisasi bukan fitur layanan ini

Gambar vektor menyimpan bentuk sebagai perhitungan, bukan piksel. Karena itu, gambar vektor bisa diperbesar ke ukuran berapa pun tanpa kehilangan ketajaman, dan kemampuan itu yang membuat vektor menjadi format yang tepat untuk logo, ikon, dan gambar garis yang akan dicetak besar.

Mengubah gambar piksel menjadi vektor disebut tracing. Pekerjaan itu tidak bisa dilakukan oleh tool konversi format, termasuk tool di layanan ini. Tracing memerlukan aplikasi khusus yang menelusuri bentuk, dan hasilnya hampir selalu perlu dirapikan secara manual. Untuk foto, tracing bahkan tidak masuk akal, karena gradasi dan tekstur tidak bisa diwakili oleh sejumlah kecil bentuk. Kalau yang Anda butuhkan adalah vektor, langkah dan aplikasinya dibahas di Cara Mengubah Gambar ke Vektor.

Format lain yang tidak didukung

Format selain JPG, PNG, dan WebP tidak bisa diproses di sini. HEIC dari iPhone, BMP, GIF, TIFF, SVG, AVIF, dan RAW tidak didukung. Untuk foto RAW dari kamera profesional, pakai aplikasi pengolah foto dari produsen kameranya. Untuk HEIC, ubah pengaturan kamera agar menyimpan sebagai JPG, atau pakai aplikasi yang menangani format itu. SVG juga tidak didukung, dan justru karena SVG adalah format vektor, membuat SVG dari gambar piksel adalah pekerjaan tracing, bukan konversi.

Warna yang perlu ditanyakan ke percetakan

Berkas gambar yang dipakai sehari-hari berwarna RGB, susunan warna yang dipakai layar. Percetakan offset bekerja dengan CMYK, susunan warna yang dipakai tinta. Pemisahan warna dari RGB ke CMYK adalah urusan percetakan, dan tiap percetakan punya ketentuan sendiri. Kalau perlu CMYK, pekerjaan itu dilakukan di aplikasi penyunting gambar, bukan di tool konversi format.

Batas paket dan ukuran berkas

Kuota pemrosesan di layanan ini dibagi tiga tingkat. Tanpa akun, jatahnya 20 pemrosesan per hari dengan batas 10 MB per berkas dan 10 berkas sekali proses. Akun Gratis menaikkan jatah harian menjadi 30 pemrosesan, dengan batas 30 MB per berkas dan 20 berkas. Paket Berbayar memberi pemrosesan tanpa batas jumlah, batas 200 MB per berkas, dan 20 berkas sekali proses. Rincian tiap paket ada di halaman harga.

Foto beresolusi tinggi untuk cetak bisa melewati 25 MB. Kalau itu terjadi, jangan turunkan mutunya kalau cetakan masih membutuhkan detail. Perkecil dimensinya hanya kalau ukuran cetaknya lebih kecil.

Kesalahan yang paling sering terjadi

Memperbesar gambar untuk menaikkan mutu cetak. Memperbesar hanya menyebar piksel yang ada.

Mengirim JPG untuk gambar berisi teks. Huruf dan garis tipis kehilangan ketajaman.

Mengompres berkali-kali. Setiap kompresi JPG membuang detail, dan pembuangannya permanen. Kerjakan dari berkas asli.

Mengira format menentukan resolusi. Format hanya menentukan seberapa banyak detail yang dipertahankan. Jumlah piksel ditentukan sejak gambar dibuat atau diambil.

Cara memeriksa sebelum berkas dikirim

Periksa empat hal. Pertama, jumlah pikselnya cukup untuk ukuran cetak yang diminta. Kedua, formatnya sesuai dengan yang diterima percetakan. Ketiga, gambar berisi teks memakai format yang menjaga ketajaman. Keempat, tidak ada area tembus pandang yang belum ditentukan hasilnya. Untuk gambar berisi teks, perbesar bagian huruf terkecil dan pastikan masih terbaca.

Pertanyaan yang sering muncul

Apakah PNG selalu lebih baik untuk cetak? Tidak. PNG lebih baik untuk grafik, logo, dan gambar berisi teks. Untuk foto, JPG lebih hemat dan mutunya setara pada ukuran berkas yang jauh lebih kecil.

Apakah konversi JPG ke PNG menaikkan mutu cetak? Tidak. Konversi tidak menambah piksel dan tidak mengembalikan detail yang sudah dibuang kompresi JPG.

Berapa resolusi yang dibutuhkan untuk cetak? Aturan praktisnya sekitar 300 piksel per inci panjang cetakan. Angka itu bisa lebih rendah untuk cetakan yang dilihat dari jauh. Tanyakan ketentuan percetakan Anda.

Apakah gambar dari kamera ponsel cukup untuk cetak besar? Tergantung jumlah piksel fotonya dan ukuran cetaknya. Hitung kebutuhan piksel dengan aturan 300 piksel per inci, lalu bandingkan dengan dimensi foto.

Apakah layanan ini bisa mengubah gambar menjadi vektor? Tidak. Layanan ini menangani konversi antara JPG, PNG, dan WebP. Vektorisasi dikerjakan di aplikasi khusus.

Langkah berikutnya

Tentukan dulu ukuran cetak dan jenis isi gambarnya, lalu pilih format yang sesuai. Kalau berkasnya perlu berganti format, buka Konversi Format Gambar dan pilih pasangannya. Untuk memahami ketiga format sebelum memilih, buka Perbedaan JPG PNG dan WebP. Kalau yang Anda cari adalah gambar vektor, mulai dari Cara Mengubah Gambar ke Vektor. Peta lengkap pekerjaan gambar ada di Konversi Format Gambar.