JPG diubah ke PNG lewat Konversi Format Gambar dengan pasangan JPG ke PNG. Hasilnya berkas PNG yang tidak kehilangan mutu lagi setiap kali disimpan. Yang perlu diluruskan sejak awal: konversi ini tidak menghilangkan bayangan di foto, dan tidak membuat latar menjadi tembus pandang. Kalau yang Anda maksud "tanpa bayangan" adalah latar putih bersih tanpa abu-abu di tepi objek, sumbernya harus diperbaiki sebelum atau sesudah konversi, karena konversi format tidak mengubah isi gambar.
Istilah "tanpa bayangan" dalam pencarian biasanya merujuk pada dua hal berbeda. Pertama, latar putih yang benar-benar rata tanpa noda abu-abu, misalnya untuk foto dokumen atau produk. Kedua, tidak ada bayangan objek di belakangnya. Dua-duanya urusan isi gambar, bukan urusan format. Artikel ini menjelaskan apa yang bisa dilakukan konversi, apa yang tidak, dan langkah yang benar untuk mendapatkan hasil bersih.
Apa yang berubah dan tidak berubah saat JPG menjadi PNG
Konversi format menulis ulang piksel yang ada ke wadah yang berbeda. Tidak ada piksel baru yang muncul, dan tidak ada piksel yang hilang. Jadi gambar hasilnya terlihat sama dengan aslinya.
Yang berubah adalah cara berkasnya menyimpan data. PNG menyimpan seluruh detail tanpa membuang apa pun, sedangkan JPG membuang sebagian detail saat disimpan. Setelah menjadi PNG, penyimpanan berikutnya tidak menurunkan mutu lagi. Itu keuntungan utamanya, terutama untuk gambar yang akan disunting berkali-kali.
Yang tidak berubah: bayangan tetap ada, latar tetap berwarna seperti aslinya, dan mutu yang sudah hilang saat foto disimpan sebagai JPG tidak kembali. Kalau ada noda abu-abu di sekitar huruf atau garis tepi objek, noda itu ikut terbawa ke PNG.
Kenapa JPG punya noda dan bayangan halus
Kompresi JPG bekerja dengan membuang detail yang dianggap tidak terlihat mata. Pada foto, pembuangan itu hampir tidak terasa. Pada gambar bergaris tegas, misalnya teks hitam di atas latar putih, hasilnya bisa terlihat sebagai bintik atau garis abu-abu tipis di sekitar huruf. Itu sisa kompresi, bukan bayangan sungguhan.
Noda seperti itu tidak bisa dihilangkan dengan mengubah format. Yang bisa dilakukan adalah mengulang dari sumber yang lebih baik: memotret ulang dengan pencahayaan rata, memindai ulang dokumen pada pengaturan yang lebih tinggi, atau mengekspor ulang gambar dari aplikasi asalnya dengan mutu yang lebih tinggi. Kalau sumbernya sudah tidak ada, noda bisa dikurangi dengan aplikasi penyunting gambar, dan itu pekerjaan penyuntingan, bukan konversi.
Bayangan objek dan latar putih bersih
Bayangan objek muncul karena cahaya. Sumber cahaya yang terlalu kecil atau terlalu dekat menghasilkan bayangan keras yang memanjang. Memindahkan sumber cahaya, menambah pemantul di sisi berlawanan, atau memotret dari arah yang berbeda adalah cara memperbaikinya, dan itu dilakukan saat memotret.
Latar putih pada foto juga begitu. Latar putih berasal dari alas yang dipakai saat memotret, bukan dari format berkasnya. Konversi ke PNG tidak mengubah latar abu-abu menjadi putih. Untuk dokumen yang dipindai, sebagian aplikasi pemindai punya pengaturan yang menaikkan kontras dan membersihkan latar.
Kalau foto sudah terlanjur diambil dan bayangannya mengganggu, dua pilihan yang masuk akal. Pertama, potret ulang kalau objeknya masih tersedia. Kedua, bersihkan dengan aplikasi penyunting gambar yang punya alat penghapus dan koreksi. Penghapusan latar atau bayangan otomatis bukan fitur layanan ini. Yang bisa dilakukan lewat tool di sini adalah menyeragamkan ukuran dan format setelah gambarnya benar.
Kapan JPG perlu diubah ke PNG
Konversi ini berguna dalam tiga keadaan. Pertama, gambar akan disunting berkali-kali. Setelah menjadi PNG, setiap penyimpanan tidak menurunkan mutu lagi, berbeda dari JPG yang menumpuk penurunan setiap kali disimpan.
Kedua, gambar akan disusun dengan gambar lain di aplikasi penyunting. PNG lebih aman sebagai bahan karena tidak kehilangan detail saat ditumpuk dan disimpan berulang kali. Kalau nanti latar perlu dihapus, PNG juga sudah siap untuk itu.
Ketiga, gambar itu berisi garis tegas, misalnya pindaian dokumen atau tangkapan layar yang tersimpan sebagai JPG. Mengubahnya ke PNG menghentikan penurunan mutu pada penyimpanan berikutnya, meskipun noda yang sudah ada tidak hilang.
Langkah mengubah JPG ke PNG
- Buka Konversi Format Gambar.
- Pilih pasangan JPG ke PNG.
- Unggah berkas JPG, satu atau beberapa sekaligus sesuai jatah paket Anda.
- Tunggu proses selesai, lalu periksa pratinjau hasilnya.
- Unduh hasilnya. Satu berkas menghasilkan satu berkas PNG. Lebih dari satu berkas menghasilkan arsip ZIP.
- Periksa ukuran berkasnya. PNG hampir selalu lebih besar daripada JPG asalnya, jadi siapkan ruang penyimpanan yang cukup.
- Kalau gambar itu akan disunting, simpan hasilnya sebagai berkas kerja, dan simpan JPG aslinya di folder terpisah.
Ukuran berkas hampir selalu bertambah
Ini konsekuensi yang paling sering mengejutkan. PNG menyimpan seluruh detail, sehingga berkasnya bisa beberapa kali lebih besar daripada JPG asalnya. Untuk foto beresolusi tinggi, pertambahannya bisa sangat terasa.
Kalau ukuran berkas penting, pertimbangkan format lain. WebP menyimpan transparansi dan menghasilkan berkas yang lebih kecil daripada PNG, meskipun belum semua aplikasi bisa membukanya. Kalau gambar hanya untuk dibagikan dan tidak akan disunting lagi, JPG tetap pilihan yang paling hemat.
Kalau PNG hasil konversi terlalu besar untuk dikirim, kecilkan dimensinya lewat Kompres PNG. Perlu diketahui, PNG tidak punya pengaturan mutu manual seperti JPG. PNG dipadatkan dengan merapikan struktur datanya dan menyederhanakan paletnya, dengan mutu yang dijaga.
Batas paket dan ukuran berkas
Kuota harian di layanan ini berlaku untuk seluruh tool gambar. Tanpa akun, jatahnya 20 pemrosesan per hari, 5 MB per gambar, dan 10 berkas per proses. Paket Gratis memberi 30 pemrosesan per hari, 5 MB per gambar, dan 20 berkas. Paket Berbayar menaikkan kuota dan ukuran gambar: pemrosesan tanpa batas jumlah dan 20 MB per gambar, dengan 20 berkas. Rinciannya ada di halaman harga.
Kalau berkas JPG Anda lebih besar dari 25 MB, kecilkan dulu lewat Kompres JPG, baru konversi. Urutan itu juga mencegah hasil PNG yang terlalu besar.
Masalah yang sering terjadi
Mengira konversi bisa mengembalikan mutu. Detail yang hilang saat foto disimpan sebagai JPG sudah tidak ada lagi di dalam berkas. Konversi ke PNG hanya menghentikan penurunan mutu pada penyimpanan berikutnya.
Mengira PNG otomatis transparan. Berkas JPG tidak punya informasi transparansi sama sekali. Setelah menjadi PNG, gambar tetap berlatar penuh. Transparansi harus dibuat dengan aplikasi penyunting gambar.
Berkas hasilnya terlalu besar untuk dikirim. PNG menyimpan seluruh detail, jadi ukurannya memang lebih besar. Kecilkan dimensinya atau ubah ke WebP.
Kapan cara ini tidak dipakai
Kalau gambar hanya untuk dibagikan dan tidak akan disunting lagi, JPG tetap lebih hemat. Mengubahnya ke PNG hanya menambah ukuran berkas tanpa manfaat yang terasa.
Kalau ukuran berkas lebih penting daripada ketahanan mutu, pilih WebP. Kalau latar tembus pandang yang dibutuhkan, JPG bukan bahan yang tepat untuk memulainya, karena informasinya tidak ada di berkas. Mulailah dari PNG atau WebP yang memang menyimpan transparansi.
Kalau berkasnya berisi data pribadi dan akan diproses berulang kali, pertimbangkan aplikasi di perangkat sendiri. Keterangan perlakuan berkasnya ada di kebijakan privasi.
Cara memeriksa hasilnya
Periksa empat hal. Pertama, akhiran berkasnya sudah .png. Kedua, tampilannya sama dengan aslinya, tanpa perubahan yang tidak diminta. Ketiga, ukurannya masih wajar untuk keperluan Anda. Keempat, kalau gambar itu akan disunting, pastikan aplikasi penyunting Anda bisa membukanya dengan baik.
Untuk gambar berisi teks atau garis, perbesar hasilnya dan periksa tepi hurufnya. Kalau noda abu-abu masih terlihat, itu sisa dari kompresi JPG yang sudah ada sebelumnya.
Pertanyaan yang sering muncul
Apakah JPG ke PNG bisa menghilangkan bayangan? Tidak. Konversi format tidak mengubah isi gambar. Bayangan dan latar berasal dari pemotretan atau pemindaian, dan perbaikannya dikerjakan di aplikasi penyunting gambar.
Apakah hasil PNG bisa transparan? Tidak, kalau sumbernya JPG. Berkas JPG tidak menyimpan informasi transparansi, jadi tidak ada yang bisa dipertahankan. Transparansi harus dibuat dari nol di aplikasi penyunting.
Apakah ukuran berkas PNG hasil konversi bisa dikecilkan? Bisa, dengan memperkecil dimensinya lewat Kompres PNG. PNG tidak punya pengaturan mutu manual seperti JPG; pemadatannya bekerja dengan merapikan struktur data dan menyederhanakan paletnya, dengan mutu yang dijaga.
Apakah PNG lebih baik daripada JPG untuk dokumen? Untuk dokumen yang akan disunting atau disimpan lama, PNG lebih aman karena tidak menurunkan mutu saat disimpan berkali-kali. Untuk dokumen yang hanya dikirim, JPG lebih hemat dan lebih luas diterima.
Mulai dari gambar yang akan disunting
Kalau gambar Anda akan disunting berkali-kali, buka Konversi Format Gambar, pilih pasangan JPG ke PNG, lalu simpan hasilnya sebagai berkas kerja. Kalau ukurannya jadi terlalu besar, kecilkan lewat Kompres PNG. Untuk memahami perbedaan ketiga format sebelum memilih, buka Perbedaan JPG PNG dan WebP, dan peta lengkap pekerjaan format ada di Konversi Format Gambar.