Mengubah gambar ke vektor berarti menelusuri bentuk di dalam gambar piksel, lalu menyimpannya ulang sebagai bentuk matematis. Proses itu disebut tracing, dan dikerjakan dengan aplikasi khusus, bukan dengan konversi format biasa. Layanan ini tidak menyediakan vektorisasi. Layanan ini menangani konversi antara JPG, PNG, dan WebP, dan ketiganya adalah format piksel, jadi mengubah JPG menjadi PNG tidak membuat gambar itu menjadi vektor.
Apa yang membedakan gambar piksel dan gambar vektor
Gambar piksel, atau bitmap, disusun dari kotak-kotak warna kecil yang disebut piksel. Jumlah pikselnya tetap sejak gambar dibuat. Kalau gambar diperbesar melewati jumlah pikselnya, tiap kotak ikut membesar, dan tepinya mulai terlihat bergerigi. JPG, PNG, dan WebP semuanya format piksel.
Gambar vektor disusun dari bentuk: garis, lengkung, dan bidang yang posisinya dihitung dengan rumus. Tidak ada piksel yang disimpan, hanya bentuk dan warnanya. Karena itu, gambar vektor bisa diperbesar ke ukuran berapa pun dan tetap tajam. Perbedaan cara penyimpanan ini yang membuat keduanya dipakai untuk pekerjaan yang berbeda. Foto membutuhkan piksel karena isinya gradasi dan tekstur yang tidak bisa diwakili oleh sejumlah bentuk sederhana. Logo, ikon, diagram, dan huruf lebih cocok sebagai vektor karena bentuknya tegas dan sering dipakai pada berbagai ukuran.
Apa yang terjadi saat gambar ditracing
Tracing bekerja dengan membaca perbedaan warna dan tepi di dalam gambar, lalu memperkirakan bentuk yang sesuai. Hasilnya bisa berupa kumpulan bidang berwarna yang menyerupai gambar aslinya. Jumlah bidang dan tingkat kerumitannya biasanya bisa diatur di aplikasi tracing. Kualitas hasilnya sangat bergantung pada gambar sumber. Gambar dengan latar bersih, tepi tegas, dan jumlah warna sedikit menghasilkan tracing yang jauh lebih rapi. Foto dengan gradasi halus, bayangan lembut, dan latar bertekstur menghasilkan banyak bidang kecil yang tidak beraturan. Satu hal yang perlu diingat: tracing tidak menemukan kembali detail yang tidak ada. Kalau gambar sumbernya kabur atau beresolusi rendah, hasil tracing-nya juga tidak akan lebih jelas. Kalau ada versi beresolusi lebih tinggi, pakai versi itu sebagai bahan tracing.
Kenapa hasil tracing hampir selalu perlu dirapikan
Hasil tracing otomatis adalah perkiraan, bukan salinan yang sempurna. Bentuk yang seharusnya lurus bisa keluar sedikit melengkung, sudut yang tajam bisa menjadi tumpul, dan lengkung yang mulus bisa terlihat bergelombang karena tersusun dari banyak segmen pendek.
Bagian yang paling sering bermasalah adalah huruf. Huruf hasil tracing biasanya perlu dibetulkan satu per satu, terutama pada bagian yang berlubang seperti huruf a, e, o, dan p. Lubang kecil bisa tertutup, atau tepinya menjadi tidak rata. Kalau teks di dalam gambar cukup penting, biasanya lebih cepat mengetik ulang teksnya dengan huruf yang sesuai daripada merapikan hasil tracing.
Jumlah bentuk juga perlu dikurangi. Tracing yang menghasilkan ribuan bidang kecil membuat berkas vektornya berat dan sulit disunting. Merapikan hasil tracing berarti menggabungkan bidang yang berdekatan dan menyederhanakan lengkung yang terlalu banyak simpul.
Aplikasi yang dipakai untuk vektorisasi
Vektorisasi dikerjakan di aplikasi yang memang dirancang untuk gambar vektor. Beberapa di antaranya berjalan di komputer, dan sebagian punya versi web. Aplikasi seperti Inkscape menyediakan fitur penelusuran gambar dan bisa dipakai gratis. Aplikasi berbayar seperti Adobe Illustrator juga punya fitur serupa dengan pengaturan yang lebih lengkap.
Untuk pekerjaan yang lebih rapi, alur yang lazim dipakai adalah menjadikan hasil tracing sebagai lapisan dasar, lalu menjiplaknya ulang secara manual di atasnya. Cara ini lebih lambat, tetapi hasilnya jauh lebih bersih dan lebih mudah disunting. Kalau gambar sumbernya memang dibuat dari nol, misalnya logo baru, tidak ada tracing yang perlu dilakukan. Buat langsung sebagai vektor di aplikasi vektor, dan simpan berkasnya sebagai SVG.
Kalau yang dibutuhkan hanya gambar yang lebih tajam
Banyak orang mencari vektorisasi karena gambar yang dimilikinya terlihat pecah saat diperbesar atau dicetak. Sebelum masuk ke tracing, periksa dulu akar masalahnya. Kalau gambar itu hanya akan dipakai di layar pada ukuran yang wajar, masalahnya mungkin bukan format, melainkan dimensi yang terlalu kecil. Kalau gambar akan dicetak, yang dibutuhkan adalah jumlah piksel yang cukup, bukan format vektor. Hitungan kebutuhan piksel untuk cetak dibahas di Format Gambar untuk Dicetak. Kalau gambar hanya perlu diperkecil agar ukuran berkasnya turun tanpa mengubah format, pekerjaan itu ada di Kompresi Foto.
Perlu ditegaskan lagi: konversi antara JPG, PNG, dan WebP tidak mengubah gambar menjadi vektor. Konversi JPG ke PNG hanya menyimpan ulang piksel yang ada tanpa membuang detail lagi. Gambar tetap piksel, tetap tidak bisa diperbesar tanpa batas. Penjelasan soal pasangan konversi ada di Konversi Format Gambar.
Kapan vektorisasi justru tidak dipakai
Tracing tidak dipakai untuk foto. Foto memuat gradasi, bayangan, dan tekstur yang tidak bisa diwakili oleh sejumlah bentuk dengan rapi. Kalau dipaksa, hasilnya berupa ratusan atau ribuan bidang kecil yang menyerupai mosaik, dan berkasnya lebih berat daripada foto aslinya. Tracing juga tidak dipakai kalau gambar sumbernya beresolusi rendah atau berisi banyak noise.
Untuk gambar yang sudah cukup tajam pada ukuran pemakaiannya, tracing hanya menambah pekerjaan. Kalau foto Anda sudah memadai untuk keperluan di web, tidak ada yang perlu diubah. Format dan ukuran berkasnya bisa disesuaikan tanpa menyentuh isi gambarnya.
Kalau nanti berkasnya perlu diproses di sini
Setelah pekerjaan vektor selesai di aplikasi khusus, hasilnya biasanya disimpan sebagai SVG. Perlu diketahui, SVG tidak didukung layanan ini. Kalau hasil vektornya perlu dikirim sebagai gambar biasa, ekspor dulu dari aplikasi vektor menjadi PNG pada dimensi yang dibutuhkan, baru berkas itu bisa diproses di sini.
Format yang bisa diproses di sini hanya JPG, PNG, dan WebP. Format lain seperti HEIC, BMP, GIF, TIFF, SVG, AVIF, dan RAW tidak didukung. Kalau berkas yang Anda punya bukan salah satu dari ketiganya, ubah dulu di aplikasi yang menangani format tersebut, atau ubah pengaturan kamera ponsel agar menyimpan sebagai JPG.
Batas paket kalau berkasnya diproses di sini
Jatah pemrosesan mengikuti paket yang dipakai. Tanpa akun, tersedia 20 pemrosesan sehari, dengan batas 10 MB per berkas dan maksimal 10 berkas sekali proses. Akun Gratis memberi 30 pemrosesan sehari, 30 MB per berkas, dan 20 berkas. Paket Berbayar: pemrosesan tanpa batas jumlah, 200 MB per berkas, dan 20 berkas. Angka lengkapnya ada di halaman harga.
Hasil ekspor PNG dari aplikasi vektor bisa berukuran besar kalau dimensinya tinggi. Kalau berkasnya melewati batas, kecilkan dulu dimensinya lewat Kompres Foto, lalu proses berkasnya.
Masalah yang sering terjadi
Gambar tetap pecah setelah diubah ke format lain. Format vektor dan format piksel adalah dua hal berbeda. Konversi antar format piksel tidak menambah detail.
Hasil tracing terlihat seperti mosaik. Sumbernya kemungkinan foto atau gambar bergradasi. Tracing memang bukan cara yang tepat untuk gambar seperti itu.
Huruf hasil tracing tidak terbaca. Bagian berlubang pada huruf sering tertutup atau rusak saat tracing. Ketik ulang teksnya dengan huruf yang sesuai, atau rapikan satu per satu di aplikasi vektor.
Berkas SVG tidak bisa diunggah. Layanan ini tidak mendukung SVG. Ekspor dulu dari aplikasi vektor menjadi PNG, baru unggah.
Pertanyaan yang sering muncul
Apakah layanan ini bisa mengubah JPG atau PNG menjadi vektor? Tidak. Layanan ini menangani konversi antara JPG, PNG, dan WebP. Vektorisasi dikerjakan di aplikasi khusus.
Apakah tracing bisa menghasilkan vektor yang persis sama dengan aslinya? Tidak. Hasil tracing adalah perkiraan bentuk yang hampir selalu perlu dirapikan, terutama pada huruf dan sudut tajam.
Apakah foto sebaiknya divektorisasi? Tidak. Foto berisi gradasi dan tekstur yang tidak bisa diwakili dengan rapi oleh sejumlah bentuk. Hasilnya berat dan tidak berguna.
Apakah konversi ke PNG membuat gambar menjadi vektor? Tidak. PNG adalah format piksel. Konversi hanya menyimpan ulang piksel yang ada.
Apakah vektor bisa dicetak? Bisa, dan justru itu keunggulannya. Gambar vektor tetap tajam pada ukuran cetak berapa pun karena bentuknya dihitung, bukan disusun dari piksel.
Langkah berikutnya
Kalau yang Anda butuhkan adalah gambar vektor, kerjakan tracing di aplikasi vektor, lalu rapikan hasilnya. Kalau yang Anda butuhkan adalah gambar yang cukup tajam untuk cetak, periksa jumlah piksel dan formatnya lewat Format Gambar untuk Dicetak. Untuk pekerjaan format biasa, buka Konversi Format Gambar. Peta lengkap pekerjaan gambar ada di Panduan Gambar dan Foto.