Perbedaan JPG, PNG, dan WebP terletak pada cara ketiganya menyimpan gambar. JPG membuang detail yang tidak terlihat mata agar berkasnya kecil, dan pembuangan itu permanen. PNG menyimpan seluruh detail tanpa membuang apa pun, sehingga berkasnya lebih besar tetapi mutunya tidak turun saat disimpan berulang kali. WebP memakai pemadatan yang lebih hemat daripada JPG pada mutu yang sama, dan bisa menyimpan transparansi. Ketiganya ditangani Konversi Format Gambar, dengan enam pasangan dua arah.
Tidak ada format yang menang di semua keadaan. Yang ada adalah kecocokan antara format dan pekerjaan. Artikel ini membandingkan ketiganya pada empat hal yang paling menentukan pilihan: cara pemadatan, dukungan transparansi, ketajaman garis, dan ukuran berkas. Setelah itu ada patokan memilih untuk pekerjaan yang sering muncul.
Perbandingan singkat ketiga format
| Hal | JPG | PNG | WebP |
|---|---|---|---|
| Cara pemadatan | Membuang detail, permanen | Tanpa pembuangan, struktur dirapikan | Hemat, mendukung dua mode |
| Transparansi | Tidak | Ya | Ya |
| Garis tipis dan huruf | Berkurang ketajamannya | Tetap tajam | Tetap tajam |
| Ukuran pada foto | Kecil | Besar | Paling kecil |
| Dukungan aplikasi | Paling luas | Luas | Belum merata di luar peramban |
| Cocok untuk | Foto, lampiran, portal | Logo, tangkapan layar, grafik | Aset web, gambar tembus pandang |
Tabel itu hanya rangkuman. Empat bagian berikut menjelaskan alasan di balik tiap baris.
Cara ketiganya memadatkan gambar
JPG memakai kompresi yang membuang detail. Bagian gambar yang dianggap tidak penting oleh algoritmanya dihapus, dan yang tersisa disimpan. Karena itu berkasnya kecil, dan karena itu pula pembuangannya tidak bisa dibatalkan. Sekali foto disimpan sebagai JPG, detail yang hilang sudah tidak ada di dalam berkas.
PNG memakai kompresi tanpa kehilangan. Seluruh piksel disimpan, dan berkasnya diperkecil dengan merapikan struktur datanya. Penyimpanan berikutnya tidak menurunkan mutu lagi. Konsekuensinya, berkas PNG untuk foto jauh lebih besar daripada JPG.
WebP menyediakan dua mode. Untuk foto, ia memakai pemadatan yang membuang detail seperti JPG, tetapi hasilnya lebih hemat. Untuk gambar bergaris tajam seperti logo dan tangkapan layar, ia bisa memakai pemadatan tanpa kehilangan mutu.
Transparansi dan latar
Transparansi adalah kemampuan menyimpan bagian yang tembus pandang, sehingga gambar bisa diletakkan di atas latar apa pun tanpa kotak di sekelilingnya. PNG dan WebP mendukungnya. JPG tidak.
Konsekuensinya terasa saat PNG transparan diubah ke JPG. Area yang tembus pandang diisi putih, karena JPG tidak punya tempat untuk menyimpan informasi itu. Ini bukan pengaturan yang bisa dimatikan. Untuk logo yang dipasang di atas latar berwarna, hasilnya terlihat seperti kotak putih di sekeliling logo.
Kalau latar tembus pandang harus dipertahankan, format tujuannya PNG atau WebP. Kalau latar putih justru yang dibutuhkan, misalnya untuk katalog produk dengan latar seragam, JPG aman dipakai.
Ketajaman garis dan huruf
JPG tidak dirancang untuk gambar bergaris tegas. Saat teks hitam di atas latar putih disimpan sebagai JPG, muncul bintik atau garis abu-abu tipis di sekitar huruf. Itu sisa kompresi yang membuang detail. Pada foto, sisa itu tidak terlihat. Pada tangkapan layar, grafik, dan pindaian dokumen, sisa itu mengganggu.
PNG menjaga garis tetap tajam karena tidak membuang detail. WebP juga bisa menjaga ketajaman pada mode tanpa kehilangan mutu, dengan ukuran berkas yang lebih kecil daripada PNG. Kalau gambar berisi teks harus dikirim ke tempat yang hanya menerima JPG, satu-satunya cara menjaga ketajaman adalah memulai dari sumber beresolusi cukup. Mengekspor ulang pada dimensi yang lebih besar sebelum dikonversi memberi hasil yang lebih baik daripada mengonversi gambar kecil.
Ukuran berkas pada keadaan nyata
Urutan ukuran berkas pada foto biasanya begini: PNG paling besar, JPG di tengah, WebP paling kecil. Pada mutu yang sama, WebP menghasilkan berkas yang lebih kecil daripada JPG, umumnya sekitar seperempat sampai sepertiga lebih hemat. Pada logo dan ikon dengan bidang warna rata, selisih PNG dan WebP bisa jauh lebih besar lagi.
Urutan itu tidak berlaku mutlak. PNG yang sudah lewat perkakas pengoptimal bisa tidak menyusut sama sekali, bahkan sedikit bertambah, dan JPG bermutu rendah bisa lebih kecil daripada WebP bermutu serupa. Yang bisa dipegang adalah patokan umumnya, bukan angka pasti untuk setiap berkas.
Patokan memilih format
Untuk foto yang akan dibagikan, diunggah ke portal, atau dikirim lewat surel, pilih JPG. Format ini diterima hampir semua aplikasi dan portal, dan ukurannya kecil.
Untuk tangkapan layar, logo, grafik, dan pindaian dokumen, pilih PNG. Ketajaman garisnya terjaga, dan latar tembus pandang bisa dipertahankan. Kalau ukurannya terlalu besar untuk dipasang di web, ubah ke WebP.
Untuk aset web yang akan dipasang di situs, pilih WebP. Ukurannya paling kecil dan transparansinya didukung. Yang perlu diperiksa, penerima berkasnya. WebP belum semua aplikasi bisa membukanya, dan format itu bukan format yang lazim diminta portal pendaftaran.
Untuk berkas yang akan disunting berkali-kali, pilih PNG sebagai berkas kerja. Simpan hasil akhirnya sebagai JPG atau WebP sesuai tempat pemakaiannya.
Kapan konversi tidak perlu
Kalau format berkasnya sudah diterima di tempat tujuan, tidak ada konversi yang perlu dilakukan. Mengonversi tanpa alasan hanya menambah satu langkah dan satu penurunan mutu. Kalau berkasnya bukan salah satu dari ketiga format ini, halaman tool akan menolaknya dengan menyebut format yang diterima. HEIC, BMP, GIF, TIFF, SVG, AVIF, dan RAW termasuk yang tidak didukung. Untuk foto iPhone yang tersimpan sebagai HEIC, ubah pengaturan kamera agar menyimpan sebagai JPG, atau pakai aplikasi yang menangani format itu.
Kalau gambar perlu disunting secara kreatif, misalnya latar dihapus atau bayangan dibersihkan, aplikasi penyunting gambar lebih tepat. Yang bisa dikerjakan di sini adalah penyesuaian berkas, bukan penyuntingan isi gambar.
Kesalahan yang sering terjadi
Mengonversi JPG ke PNG untuk menaikkan mutu. Detail yang dibuang kompresi JPG sudah tidak ada lagi di dalam berkas. Konversi ke PNG hanya menghentikan penurunan mutu pada penyimpanan berikutnya, dan ukuran berkasnya hampir selalu bertambah.
Memakai PNG untuk semua gambar. Untuk foto, PNG menghasilkan berkas jauh lebih besar tanpa keuntungan yang sepadan. Pakai PNG hanya saat butuh transparansi atau garis tajam.
Memakai WebP di tempat yang belum menerimanya. WebP paling ringan, tetapi belum semua aplikasi bisa membukanya. Untuk portal pendaftaran dan lampiran resmi, JPG lebih aman.
Memeriksa hasil setelah konversi
Empat hal yang perlu diperiksa. Pertama, formatnya sudah sesuai dengan yang diminta. Kedua, ukuran berkasnya masih di bawah batas penerima. Ketiga, dimensinya tidak berubah kalau tidak diminta berubah. Keempat, mutu tampilannya masih layak, dengan membuka hasilnya dan memperbesar bagian berisi teks atau detail halus.
Untuk konversi dari PNG transparan, buka hasilnya di atas latar gelap. Kalau ada kotak putih di sekitar objek, area transparannya sudah terisi. Itu normal untuk JPG, tetapi kalau latar transparan harus dipertahankan, pakai WebP atau PNG sebagai format tujuan.
Batas paket
Setiap tool gambar di layanan ini memakai kuota yang sama. Tanpa akun, Anda bisa menjalankan 20 pemrosesan per hari dengan batas 5 MB per gambar dan 10 berkas per proses. Paket Gratis memberi 30 pemrosesan per hari, 5 MB per gambar, dan 20 berkas. Paket Berbayar menaikkan kuota dan ukuran gambar: pemrosesan tanpa batas jumlah dan batas 20 MB per gambar, dengan 20 berkas per proses. Rincian paket ada di halaman harga.
Kalau beberapa berkas diunggah sekaligus, hasilnya dikemas dalam arsip ZIP. Ekstrak dan periksa isinya satu per satu, karena berkas yang gagal di tengah tidak selalu terlihat dari jumlah berkas di dalam arsip.
Pertanyaan yang sering muncul
Kalau saya belum tahu format tujuannya, mulai dari mana? Tentukan dulu berkasnya akan dipakai di mana. Kalau butuh kompatibilitas, JPG. Kalau butuh transparansi atau ketajaman, PNG. Kalau butuh ukuran paling kecil untuk web, WebP.
Apakah JPG bisa transparan? Tidak. JPG tidak punya tempat untuk menyimpan informasi transparansi. Kalau latar tembus pandang dibutuhkan, pakai PNG atau WebP.
Apakah PNG cocok untuk foto? Bisa, tetapi berkasnya jauh lebih besar daripada JPG atau WebP untuk tampilan yang sama. PNG lebih tepat untuk gambar yang butuh ketajaman atau akan disunting berkali-kali.
Apakah memilih format yang salah bisa diperbaiki nanti? Bisa, selama berkas aslinya masih disimpan. Konversi dari format apa pun ke format lain tetap bisa dilakukan, tetapi detail yang sudah dibuang tidak kembali. Karena itu, simpan berkas asli sebelum berkas itu dikonversi ke format akhir.
Mulai dari kebutuhan, bukan dari format
Tentukan dulu berkasnya akan dipakai di mana dan oleh aplikasi apa. Kalau butuh kompatibilitas, JPG. Kalau butuh transparansi atau ketajaman, PNG. Kalau butuh ukuran paling kecil untuk web, WebP. Setelah itu, buka Konversi Format Gambar dan pilih pasangan yang sesuai. Untuk peta lengkap pekerjaan format, buka Konversi Format Gambar. Untuk keperluan yang lebih khusus, lihat Format Gambar yang Tepat untuk Foto Produk dan Format Gambar untuk Tangkapan Layar.