Menyimpan gambar dari PDF dikerjakan lewat Ekstrak Gambar. Unggah berkas PDF-nya, jalankan proses, lalu unduh arsip ZIP yang berisi gambar. Yang disimpan adalah gambar yang tertanam di dalam dokumen, bukan tampilan halamannya, dan resolusinya sama dengan resolusi aslinya di dalam berkas. Tidak ada kompresi ulang, jadi ketajaman gambar tidak turun karena proses penyimpanan ini.
Hasilnya selalu berupa arsip ZIP karena satu PDF bisa memuat lebih dari satu gambar. Format tiap gambar mengikuti format aslinya, umumnya JPG atau PNG. Setelah arsip diekstrak, gambar-gambar itu bisa dipakai ulang di dokumen lain, diunggah ke web, atau dirapikan format dan ukurannya.
Dua jenis gambar yang ada di dalam PDF
Tidak semua yang terlihat sebagai gambar di dalam PDF bisa disimpan. Ada dua jenis yang perlu dibedakan sejak awal.
Jenis pertama gambar yang tertanam sebagai elemen. Ini foto, logo, atau ilustrasi yang disisipkan ke dalam dokumen dan disimpan sebagai berkas gambar di dalam PDF. Gambar seperti ini punya resolusi asli, dan itulah yang diambil oleh Ekstrak Gambar.
Jenis kedua gambar yang dibentuk oleh mesin PDF. Latar berwarna, garis pembatas, ikon sederhana, dan hiasan halaman kadang digambar langsung sebagai bentuk dan warna, bukan sebagai elemen gambar. Jenis ini tidak ikut terambil, karena memang tidak ada berkas gambarnya di dalam dokumen.
Teks juga bukan gambar, meskipun terlihat seperti bagian dari halaman. Teks disimpan sebagai huruf dan posisi, bukan sebagai piksel. Untuk mengambil teksnya, yang dipakai adalah konversi ke teks, bukan ekstraksi gambar.
Kenapa dokumen hasil pindai tidak menghasilkan gambar
Kesalahpahaman yang paling sering terjadi adalah menganggap semua PDF berisi gambar yang bisa diambil. Dokumen hasil pindai justru sering tidak menghasilkan apa pun.
Pindai bekerja dengan mengubah seluruh halaman menjadi satu gambar penuh. Jadi setiap halaman memang berupa gambar, tetapi bukan kumpulan gambar kecil yang bisa dipisahkan. Yang tersimpan adalah satu bidang besar berisi halaman lengkap dengan teks, garis, dan latarnya menyatu. Kalau yang dibutuhkan dari dokumen seperti itu adalah tampilan halamannya, pekerjaannya bukan menyimpan gambar, melainkan mengubah halaman menjadi gambar. Hasilnya berbeda: yang keluar adalah gambar per halaman, bukan elemen gambar di dalamnya.
Cara membedakannya sederhana. Kalau dokumen terasa seperti hasil pindai atau hasil foto, kemungkinan besar isinya gambar penuh per halaman. Kalau dokumen dibuat dari aplikasi pengolah kata atau desain, kemungkinan besar gambar-gambarnya tersimpan sebagai elemen terpisah.
Yang perlu diperiksa setelah gambar disimpan
Arsip ZIP yang diunduh perlu diperiksa sebelum gambarnya dipakai. Empat hal yang perlu dilihat.
Pertama, jumlah gambarnya. Dokumen dengan lima foto biasanya menghasilkan sekitar lima berkas, meskipun ikon kecil dan hiasan bisa menambah jumlahnya. Kalau jumlahnya jauh lebih banyak dari perkiraan, kemungkinan ada elemen kecil yang ikut terambil. Kalau jauh lebih sedikit, kemungkinan sebagian gambar dibentuk oleh mesin PDF, bukan disimpan sebagai elemen.
Kedua, resolusinya. Gambar yang akan dicetak memerlukan piksel yang lebih banyak daripada gambar yang hanya tampil di layar. Periksa dimensi pikselnya di properti berkas, dan bandingkan dengan kebutuhan pemakaian.
Ketiga, formatnya. Format hasil ekstraksi mengikuti format aslinya, umumnya JPG atau PNG. JPG cocok untuk foto, PNG cocok untuk logo dan gambar berlatar tembus pandang. Keempat, mutunya. Gambar yang diambil dari dokumen lama bisa saja sudah buram sejak awal. Ekstraksi tidak menambah ketajaman, jadi kalau gambarnya sudah buram, yang bisa dilakukan adalah mencari sumber lain.
Memakai ulang gambar yang sudah disimpan
Setelah gambar tersimpan, langkah berikutnya bergantung pada tempat pemakaiannya.
Untuk gambar yang akan dipasang di web, pertimbangkan mengubahnya ke WebP lewat Konversi Format Gambar. WebP menghasilkan berkas paling kecil di antara ketiga format pada mutu yang sama, dan menyimpan latar tembus pandang. Perlu diingat, belum semua aplikasi bisa membukanya.
Untuk gambar yang akan dikirim ke instansi atau portal pendaftaran, JPG lebih aman. WebP bukan format yang lazim diminta portal pendaftaran. Kalau gambar aslinya PNG transparan dan akan diubah ke JPG, perhatikan bahwa area transparan menjadi putih, karena JPG tidak menyimpan transparansi.
Simpan versi aslinya sebelum diubah, karena format asli hasil ekstraksi adalah versi yang paling lengkap. Mengubah JPG menjadi PNG tidak mengembalikan detail yang sudah hilang, dan mengubah PNG menjadi JPG bisa menghilangkan transparansi. Kalau gambar yang sama akan dipakai di beberapa tempat dengan ukuran berbeda, simpan versi terbesar dan perkecil saat dipakai.
Mengecilkan gambar hasil simpan
Gambar yang baru disimpan bisa berukuran besar, terutama kalau berasal dari dokumen berisi foto beresolusi tinggi. Arsip ZIP yang besar juga menyulitkan pengiriman lewat surel.
Untuk mengecilkannya, gunakan Kompres Foto. Pilih tool sesuai format berkas, unggah gambarnya, lalu pilih ukuran akhir lewat chip di pratinjau. Ukuran persen dari 10 sampai 200 dipakai untuk memperkecil dimensinya, dan ukuran pas foto 2x3, 3x4, dan 4x6 pada 300 DPI tersedia untuk keperluan berkas pendaftaran.
Satu hal yang perlu diingat: JPG dan WebP bisa diturunkan mutunya, sedangkan PNG tidak. PNG dipadatkan dengan merapikan struktur datanya dan menyederhanakan paletnya, dengan mutu yang dijaga, dan latar transparannya tetap utuh. Kalau PNG hasil ekstraksi tidak menyusut, ubah dulu ke JPG kalau tempat pemakaiannya menerima JPG, atau perkecil dimensinya. Saat berkas ditulis ulang lewat tool kompresi di sini, EXIF dan GPS terhapus.
Menyusun kembali gambar menjadi dokumen
Sebagian orang menyimpan gambar dari PDF justru untuk menyusunnya kembali menjadi dokumen lain. Misalnya mengambil foto dari laporan lama lalu menyusunnya menjadi lampiran baru.
Untuk keperluan itu, JPG ke PDF menempatkan satu gambar per halaman A4 dengan margin 20 mm, dan gambar diposisikan proporsional di tengah halaman tanpa dipotong. Urutan halaman mengikuti urutan unggahan, jadi susun urutan berkasnya lebih dulu. Latar transparan diisi putih, dan format yang diterima adalah JPG, PNG, serta WebP.
Kalau beberapa PDF perlu disatukan, gunakan Gabung PDF. Kalau hasil gabungannya melebihi batas ukuran, kecilkan lewat Kompres PDF.
Kapan cara ini tidak dipakai
Kalau yang dibutuhkan adalah tampilan halaman lengkap, bukan elemen gambarnya, ekstraksi bukan langkah yang tepat. Yang dibutuhkan adalah render halaman, dan hasilnya berupa gambar per halaman pada resolusi tertentu. Render halaman cocok untuk pratinjau atau lampiran yang harus berupa gambar.
Kalau dokumennya terkunci kata sandi, proses tidak bisa berjalan sebelum kuncinya dibuka. Kalau PDF-nya rusak sehingga gagal dibaca, berkas itu perlu diperbaiki lebih dulu sebelum diproses.
Untuk dokumen yang berisi data pribadi lengkap atau materi kantor yang belum boleh keluar dari jaringan, sebaiknya kerjakan dengan aplikasi di perangkat sendiri. Selama proses berlangsung di layanan daring, berkas meninggalkan perangkat. Keterangan perlakuan berkas di layanan ini ada di kebijakan privasi.
Pertanyaan yang sering muncul
Apakah gambar yang disimpan sudah dikompres? Tidak. Gambar diambil pada resolusi aslinya tanpa kompresi ulang. Kalau ukurannya terlalu besar, kompresi dilakukan terpisah setelah gambarnya tersimpan.
Kenapa hasilnya kosong padahal PDF-nya berisi gambar? Kemungkinan dokumennya hasil pindai, sehingga isinya gambar penuh per halaman, bukan elemen gambar yang bisa dipisahkan. Kemungkinan lain, gambar itu dibentuk langsung oleh mesin PDF sebagai bentuk dan warna.
Apakah teks di dalam PDF ikut tersimpan? Tidak. Teks bukan gambar, jadi tidak ikut terambil. Untuk mengambil teksnya, dipakai konversi ke teks, bukan ekstraksi gambar.
Format apa yang keluar dari proses ini? Mengikuti format aslinya, umumnya JPG atau PNG. Layanan ini menangani JPG, PNG, dan WebP, sedangkan format seperti HEIC, BMP, GIF, TIFF, SVG, AVIF, dan RAW tidak didukung.
Apakah gambar di dalam tabel ikut terambil? Ya, selama gambar itu tersimpan sebagai elemen gambar di dalam berkas.
Apakah gambar transparan tetap transparan setelah disimpan? Kalau aslinya PNG atau WebP yang menyimpan transparansi, ya. Kalau nanti dikonversi ke JPG, area transparan menjadi putih.
Mulai dari berkas yang paling sederhana
Untuk percobaan pertama, pakai dokumen yang berisi satu atau dua gambar. Setelah hasilnya sesuai, lanjutkan ke dokumen yang lebih besar. Kalau gambarnya perlu diperkecil sebelum dikirim, lanjutkan ke Kompresi Foto. Kalau formatnya perlu diubah, mulai dari Konversi Format Gambar. Untuk pekerjaan lain pada berkas PDF-nya, panduannya ada di Panduan PDF.