Pertanyaan wawancara kerja biasanya datang dari lima kelompok: pertanyaan tentang diri Anda, pengalaman dan keterampilan, perilaku kerja, motivasi dan perusahaan, serta gaji dan logistik. Tidak ada daftar yang pasti untuk semua perusahaan, tetapi kelompoknya cukup stabil. Karena itu cara menyiapkan yang paling hemat adalah menyiapkan bahan untuk kelima kelompok itu, bukan menghafal puluhan pertanyaan satu per satu.

Pewawancara tidak menguji hafalan. Dari setiap jawaban, dia mencari bukti bahwa Anda pernah mengerjakan hal yang mirip dengan kebutuhan posisinya, dan bahwa cara Anda bekerja cocok dengan tim yang ada. Pertanyaan yang berbeda-beda sering kali hanya cara lain untuk menanyakan dua hal itu.

Halaman ini adalah daftar pertanyaannya. Panduan menjawab tiap pertanyaan ditulis terpisah, supaya Anda bisa mendalami yang paling Anda khawatirkan tanpa membaca semuanya sekaligus. Kalau Anda baru mulai dari nol, mulailah dari cara mempersiapkan wawancara kerja.

Pertanyaan tentang diri Anda

Kelompok ini membuka hampir setiap wawancara. Pertanyaannya sederhana: "Coba ceritakan tentang diri Anda", "Apa kelebihan dan kekurangan Anda", "Apa yang Anda lakukan di waktu luang". Yang dicari bukan riwayat lengkap, melainkan rangkuman singkat yang relevan dengan posisi.

Pertanyaan pembuka ini menentukan nada. Jawaban yang berputar-putar membuat sisa wawancara terasa berat, sedangkan jawaban yang rapi memberi pewawancara petunjuk bagian mana yang ingin dia gali. Panduan khususnya ada di cara menjawab perkenalkan diri dan cara menjawab kelebihan dan kekurangan.

Pertanyaan tentang waktu luang biasanya bukan tentang hobi itu sendiri. Pewawancara ingin melihat apakah Anda bisa berbicara santai, dan kadang mencari kesamaan dengan tim. Jawab singkat dan jujur, tidak perlu memaksakan hobi yang terdengar produktif.

Pertanyaan tentang pengalaman dan keterampilan

Kelompok kedua mengecek isi CV Anda. Contohnya: "Ceritakan pengalaman kerja terakhir Anda", "Apa tanggung jawab Anda di posisi itu", "Aplikasi atau alat apa yang Anda kuasai", dan "Apa pencapaian yang paling Anda banggakan". Pertanyaan seperti ini memastikan CV yang Anda kirim benar-benar menggambarkan pekerjaan yang pernah Anda lakukan.

Jawaban yang baik menyebut hal konkret: apa yang Anda kerjakan, untuk siapa, dan bagaimana hasilnya. Hindari menyebut nama alat tanpa penjelasan; kalau Anda menulis menguasai sebuah aplikasi, siapkan cerita tentang pekerjaan yang Anda selesaikan dengan aplikasi itu. Kalau pengalaman Anda belum banyak, pakai pengalaman organisasi, proyek kuliah, atau kerja lelah seperti yang dibahas di Pertanyaan Wawancara Kerja pada bagian fresh graduate.

Pertanyaan lanjutan biasanya lebih menentukan daripada pertanyaan pertamanya. Setelah Anda menyebut sebuah proyek, pewawancara bisa bertanya "bagian mana yang Anda kerjakan sendiri" atau "apa kendalanya". Karena itu cerita yang Anda siapkan harus benar-benar Anda alami, supaya detailnya bisa dijawab.

Pertanyaan perilaku

Kelompok ketiga meminta contoh kejadian. Bentuknya khas: "Ceritakan saat Anda menghadapi konflik dengan rekan kerja", "Bagaimana Anda bekerja dalam tim", "Bagaimana Anda menghadapi tekanan atau tenggat", "Ceritakan kegagalan Anda, dan apa yang Anda pelajari". Pertanyaan seperti ini tidak bisa dijawab dengan janji; yang diminta adalah cerita.

Semua pertanyaan perilaku dijawab dengan pola yang sama: situasi, tindakan, hasil. Sebutkan keadaannya, apa yang Anda lakukan, lalu hasilnya. Jangan berhenti di situasinya saja; pewawancara menilai tindakan Anda, bukan besarnya masalah.

Siapkan tiga sampai empat cerita yang bisa dipakai ulang untuk beberapa pertanyaan. Cerita tentang tenggat yang mendesak, misalnya, bisa dipakai untuk pertanyaan tentang tekanan, prioritas, dan kerja sama tim. Yang berubah hanya bagian mana yang Anda tonjolkan.

Pertanyaan tentang motivasi dan perusahaan

Kelompok keempat menanyakan alasan. Contohnya: "Kenapa melamar di perusahaan ini", "Apa yang Anda tahu tentang perusahaan kami", "Kenapa Anda pindah dari pekerjaan sebelumnya", dan "Kenapa ada jeda di CV Anda". Pertanyaan ini mengecek apakah Anda melamar dengan sadar atau sekadar mengirim ke banyak tempat.

Jawaban yang kuat menyambungkan tiga hal: yang perusahaan kerjakan, yang posisi butuhkan, dan yang Anda bawa. Karena itu riset singkat sebelum wawancara tetap perlu. Panduan untuk pertanyaan tersulit di kelompok ini ada di cara menjawab kenapa melamar di sini, cara menjawab kenapa resign, dan cara menjawab gap kerja.

Pertanyaan tentang perusahaan kadang dianggap jebakan karena jawabannya mudah dicari di internet. Justru itu sebabnya pertanyaan ini dipakai: pewawancara ingin tahu apakah Anda benar-benar menyiapkan diri. Cukup tahu tiga hal: bidang usahanya, produk atau layanannya, dan satu hal terbaru yang berkaitan dengan posisi Anda.

Pertanyaan tentang gaji dan logistik

Kelompok terakhir menyangkut praktik kerja. Contohnya: "Berapa ekspektasi gaji Anda", "Kapan Anda bisa mulai bekerja", "Apakah bersedia ditempatkan di luar kota", dan "Apakah Anda punya kendaraan sendiri". Pertanyaan seperti ini bukan penilaian tersembunyi; perusahaan memang perlu tahu kesediaan Anda.

Untuk gaji, jawab dengan rentang, bukan satu angka. Angka yang pantas berbeda untuk setiap posisi, industri, ukuran perusahaan, dan daerah, jadi kumpulkan informasinya sendiri sebelum wawancara. Cara menyusun dan menyampaikannya ada di cara menjawab ekspektasi gaji.

Untuk pertanyaan logistik, jawab sejujurnya. Kalau Anda tidak bisa mulai pada tanggal yang diminta, sebutkan kapan Anda bisa mulai dan alasannya secara singkat. Kalau Anda tidak bersedia ditempatkan di luar kota, katakan sejak awal; menyanggupi lalu mengundurkan diri di tengah proses lebih merugikan kedua pihak.

Pertanyaan yang Anda ajukan ke pewawancara

Di akhir wawancara, pewawancara hampir selalu bertanya apakah Anda punya pertanyaan. Siapkan dua atau tiga pertanyaan tentang pekerjaannya, timnya, ukuran keberhasilan di posisi itu, atau tahapan setelah wawancara. Hindari pertanyaan yang jawabannya sudah jelas di situs perusahaan, dan hindari menanyakan cuti atau tunjangan pada wawancara pertama.

Pertanyaan Anda juga menunjukkan cara Anda berpikir. Pertanyaan tentang cara tim mengambil keputusan atau cara pekerjaan dinilai memberi kesan bahwa Anda membayangkan diri bekerja di sana, bukan sekadar melamar.

Cara menyiapkan satu bahan untuk semua kelompok

Kumpulkan empat bahan. Pertama, lima cerita pengalaman dengan pola situasi, tindakan, hasil. Kedua, tiga fakta tentang posisi dan perusahaan. Ketiga, satu rentang gaji yang Anda susun sendiri. Keempat, dua atau tiga pertanyaan untuk pewawancara.

Dari empat bahan itu, jawaban untuk kelima kelompok pertanyaan bisa disusun saat wawancara berlangsung. Cara ini lebih aman daripada menghafal jawaban, karena pertanyaan yang tidak Anda duga tetap bisa dijawab dengan cerita yang sama dari sudut yang berbeda. Sebelum wawancara, pastikan juga CV Anda sudah rapi dan sesuai dengan cerita yang akan Anda sampaikan; susun di Pembuat CV jalur ATS kalau perlu.

Kapan daftar ini tidak berlaku

Kalau posisinya teknis, sebagian besar wawancara bisa berisi soal atau studi kasus, bukan percakapan. Daftar pertanyaan di atas tetap berguna untuk bagian perkenalan dan motivasi, tetapi tidak menggantikan latihan mengerjakan soal.

Kalau wawancaranya memakai bahasa Inggris, pertanyaannya bisa sama tetapi jawabannya perlu dilatih dalam bahasa itu. Siapkan versi bahasa Inggris untuk cerita yang sama.

Kalau instansi atau perusahaan menyediakan pengumuman resmi berisi tahapan seleksi, pengumuman itulah yang mengikat. Jangan berpatokan pada daftar umum kalau ketentuannya sudah ditulis.

Pertanyaan yang sering muncul

Apakah pertanyaannya selalu sama di setiap perusahaan? Tidak. Yang stabil adalah kelompoknya, bukan kalimatnya. Karena itu menyiapkan bahan per kelompok lebih berguna daripada menghafal daftar.

Apakah pertanyaan teknis termasuk dalam daftar ini? Sebagian. Pertanyaan teknis bergantung pada posisinya dan biasanya diuji lewat soal atau studi kasus. Daftar ini mencakup pertanyaan yang muncul di hampir semua wawancara, termasuk wawancara teknis.

Apakah boleh bertanya balik saat tidak paham pertanyaannya? Boleh. Meminta penjelasan adalah hal yang wajar dan menunjukkan bahwa Anda mendengarkan. Jawaban yang meleset karena pertanyaannya tidak dipahami lebih merugikan.

Bagaimana kalau saya tidak punya jawaban untuk satu pertanyaan? Katakan terus terang bahwa Anda belum pernah menghadapi situasi itu, lalu ceritakan hal terdekat yang pernah Anda alami. Mengarang cerita berisiko karena pertanyaan lanjutannya akan membongkar detailnya.

Apakah wawancara HR dan wawancara user menanyakan hal yang berbeda? Bisa berbeda. Wawancara HR lebih banyak membahas motivasi, kecocokan, dan administrasi; wawancara user lebih banyak membahas pekerjaan teknis dan cara kerja tim. Siapkan bahan yang sama, tetapi sesuaikan penekanannya.

Setelah daftar ini

Kalau wawancara Anda masih beberapa hari lagi, siapkan bahannya lewat cara mempersiapkan wawancara kerja. Untuk pertanyaan pembuka, buka cara menjawab perkenalkan diri. Peta seluruh kelompok wawancara ada di Wawancara Kerja, dan kalau CV yang Anda kirim perlu dirapikan lebih dulu, mulai dari Panduan CV dan Karier.