Pertanyaan untuk pewawancara disiapkan sebelum hari-H, bukan diciptakan saat sesi berlangsung. Siapkan empat atau lima, lalu pilih dua atau tiga yang paling penting untuk diajukan di akhir wawancara. Pertanyaan yang berguna menyangkut pekerjaan sehari-hari, tim yang akan Anda masuki, dan tahap seleksi berikutnya.
Bertanya di akhir bukan formalitas. Dari pertanyaan Anda, pewawancara bisa menilai seberapa jauh Anda memahami posisinya dan hal apa yang Anda anggap penting. Sebaliknya, pertanyaan yang jawabannya jelas tertulis di halaman depan situs perusahaan menunjukkan bahwa Anda belum membaca apa pun.
Panduan ini membahas pertanyaan yang layak diajukan, cara menyusunnya, dan cara menanggapi jawaban pewawancara. Saran di sini berlaku untuk wawancara satu lawan satu maupun panel kecil. Kalau format seleksinya diatur panitia, misalnya wawancara kelompok dengan jadwal ketat, ikuti aturan yang diberikan dan pakai bagian yang relevan saja.
Kenapa pertanyaan Anda ikut dinilai
Pewawancara hampir selalu menyisakan beberapa menit terakhir untuk pertanyaan dari Anda. Bagian itu bukan sisa waktu, melainkan bagian penilaian. Kandidat yang tidak bertanya apa pun mudah terbaca sebagai kurang minat, meskipun jawaban sebelumnya bagus.
Namun jumlah pertanyaan bukan ukuran minat. Menanyakan delapan hal berturut-turut membuat sesi terasa seperti interogasi dan menghabiskan waktu pewawancara. Dua atau tiga pertanyaan yang tepat lebih berkesan daripada daftar panjang yang jawabannya bisa dicari sendiri.
Pertanyaan Anda juga bekerja untuk Anda. Wawancara adalah percakapan dua arah, dan jawaban pewawancara membantu Anda menilai apakah pekerjaan itu memang cocok. Kalau ada jawaban yang mengganjal, Anda bisa menimbangnya setelah sesi selesai, bukan langsung bereaksi di tempat.
Tiga jenis pertanyaan yang berguna
Pertanyaan tentang pekerjaan sehari-hari. Contohnya, apa saja tugas yang paling sering dikerjakan di posisi ini, bagaimana pekerjaan itu dibagi dalam sebulan, dan apa ukuran keberhasilan di tiga bulan pertama. Pertanyaan seperti ini menunjukkan bahwa Anda membayangkan diri benar-benar mengerjakan posisinya.
Pertanyaan tentang tim dan cara kerja. Anda bisa menanyakan bagaimana keputusan diambil ketika ada perbedaan pendapat, siapa saja yang akan Anda ajak bekerja sama, dan bagaimana hasil pekerjaan diperiksa sebelum diserahkan. Jawabannya membantu Anda tahu apakah cara kerja tim cocok dengan cara Anda bekerja.
Pertanyaan tentang proses dan tahap berikutnya. Tanyakan apa tahap seleksi setelah wawancara ini dan kapan kira-kira kabarnya bisa ditunggu. Pertanyaan ini praktis bagi Anda dan mudah dijawab pewawancara, sehingga cocok dipakai sebagai penutup.
Cara menyiapkan daftar pertanyaan
Tulis empat atau lima pertanyaan dua atau tiga hari sebelum wawancara. Setelah itu, urutkan dari yang paling penting bagi Anda. Yang paling penting diajukan lebih dulu, karena waktu di akhir sesi bisa terpotong.
Sambungkan pertanyaan dengan hasil riset Anda. Kalau iklan lowongan menyebut layanan baru, tanyakan bagaimana tim membagi pekerjaan untuk layanan itu. Kalau perusahaan baru membuka cabang, tanyakan bagaimana koordinasi antar cabang berjalan. Pertanyaan yang menyebut hal spesifik menunjukkan bahwa Anda membaca, bukan sekadar hadir.
Siapkan satu pertanyaan lanjutan untuk setiap pertanyaan utama. Kalau jawabannya singkat, Anda bisa meminta contoh atau menanyakan bagaimana hal itu berjalan sehari-hari. Pertanyaan lanjutan yang wajar membuat percakapan mengalir; tiga pertanyaan lanjutan berturut-turut membuat pewawancara merasa diadili.
Untuk wawancara daring, catatan kecil di samping layar boleh dipakai asal tidak dibaca. Untuk wawancara tatap muka, hafalkan dua atau tiga pertanyaan saja, dan simpan sisanya untuk tahap berikutnya.
Pertanyaan yang sebaiknya dihindari
Pertanyaan yang jawabannya ada di halaman depan situs perusahaan. Tahun berdiri, daftar produk, dan alamat kantor bukan bahan percakapan yang menunjukkan minat. Kalau Anda ingin menyebut hasil riset, sampaikan sebagai pernyataan, bukan sebagai pertanyaan.
Pertanyaan pribadi tentang pewawancara. Menanyakan usia, keluarga, atau pendapatnya tentang rekan kerja melewati batas percakapan kerja. Pertanyaan tentang pengalamannya di perusahaan itu masih wajar, selama tidak menyinggung hal pribadi.
Pertanyaan yang memojokkan. Kalimat seperti "kenapa saya harus diterima" atau "apakah ada peluang saya" menempatkan pewawancara pada posisi yang tidak nyaman. Pertanyaan tentang kelemahan perusahaan juga sebaiknya disampaikan dengan hati-hati; tanyakan tantangan yang sedang dihadapi tim, bukan kesalahannya.
Pertanyaan tentang gaji dan tunjangan tidak salah. Yang perlu diperhatikan adalah waktunya. Kalau perusahaan belum membahas angka, tanyakan di akhir dengan sopan dan siapkan rentang jawaban. Kalau prosesnya masih punya tahap berikutnya, menunggu sampai tahap itu juga masuk akal.
Menanggapi jawaban pewawancara
Dengarkan jawabannya sampai selesai. Jangan menyela untuk menyambung dengan pengalaman Anda, meskipun ceritanya relevan. Setelah jawaban selesai, ajukan satu pertanyaan lanjutan kalau memang ada, lalu berhenti.
Jangan mendebat jawaban atau menunjukkan kekecewaan. Kalau jawabannya menyebut hal yang tidak Anda sukai, misalnya jadwal kerja bergilir, tetap tenang dan simpan penilaian Anda untuk nanti. Wawancara bukan tempat menegosiasikan kondisi kerja.
Mencatat satu dua kata juga tidak masalah, asalkan Anda tidak sibuk sendiri. Catatan berguna untuk pertanyaan yang ingin Anda kejar di tahap berikutnya. Kalau pewawancara bertanya apakah masih ada pertanyaan, dan Anda sudah puas, berhenti di situ; dua atau tiga pertanyaan sudah cukup.
Kalau pertanyaan Anda sudah dijawab lebih dulu
Katakan terus terang bahwa pertanyaan Anda sudah terjawab, lalu pindah ke pertanyaan berikutnya. Berpura-pura tidak mendengar jawaban sebelumnya hanya membuang waktu dan membuat percakapan berputar.
Simpan satu pertanyaan cadangan tentang proses, karena bagian itu jarang dibahas lebih awal. Kalau semua pertanyaan sudah terjawab, sampaikan bahwa Anda cukup puas dengan jawabannya, lalu tutup dengan penegasan minat. Kalimat penutupnya bisa Anda lihat di cara menutup wawancara.
Kalau waktu sesi habis sebelum semua pertanyaan diajukan, jangan memaksa. Satu pertanyaan singkat lewat surel setelah wawancara masih wajar, asalkan tidak menjadi daftar panjang. Aturan lengkapnya ada di cara follow up setelah wawancara.
Kapan saran ini tidak berlaku
Wawancara kelompok atau asesmen dengan skenario biasanya tidak menyediakan sesi tanya jawab. Di format itu, penilaian datang dari cara Anda bekerja dengan peserta lain, bukan dari pertanyaan Anda.
Wawancara teknis dengan batas waktu juga berbeda. Selesaikan dulu tugas yang diberikan, lalu ajukan pertanyaan kalau masih ada waktu. Kalau tidak ada, tanyakan lewat koordinator setelah sesi selesai.
Kalau panitia seleksi sudah menetapkan bahwa tidak ada sesi tanya jawab, ikuti aturan itu. Begitu juga kalau pewawancara menyampaikan terus terang bahwa waktunya habis; memaksa bertanya setelah itu hanya merusak kesan.
Pertanyaan yang sering muncul
Berapa jumlah pertanyaan yang ideal? Dua atau tiga. Empat masih wajar kalau jawabannya singkat dan tidak mengulang topik yang sama. Yang dinilai bukan jumlahnya, melainkan relevansi pertanyaannya.
Bolehkah menanyakan gaji di wawancara pertama? Boleh, tetapi perhatikan waktunya. Kalau perusahaan belum membahas angka, tanyakan di akhir dengan sopan dan siapkan rentang. Kalau masih ada tahap berikutnya, menunggu sampai tahap itu juga masuk akal.
Bagaimana kalau jawaban pewawancara singkat? Ajukan satu pertanyaan lanjutan yang lebih konkret, lalu berhenti. Jawaban singkat bisa berarti topiknya sensitif, waktunya sempit, atau informasinya belum bisa dibuka.
Bolehkah mengirim pertanyaan lewat surel setelah wawancara? Boleh, satu kali, dengan kalimat singkat. Jangan mengirim daftar pertanyaan panjang; simpan untuk tahap berikutnya.
Apakah perlu pertanyaan berbeda untuk setiap pewawancara di panel? Tidak. Siapkan pertanyaan yang bisa dijawab siapa pun, lalu arahkan ke orang yang paling relevan. Cara menghadapi sesi seperti itu dibahas di wawancara panel.
Dari pertanyaan ke langkah berikutnya
Setelah bertanya, tutup sesinya dengan sopan, lalu kirim pesan terima kasih pada hari yang sama atau keesokan harinya. Kalau ingin memperbaiki persiapan untuk wawancara berikutnya, mulai dari cara mempersiapkan wawancara kerja. Peta lengkap topik ini ada di Wawancara Kerja, dan kalau CV yang Anda kirim perlu dirapikan lebih dulu, kerjakan di Pembuat CV. Panduan CV serta karier lainnya ada di Panduan CV dan Karier.