Cara menjawab perkenalkan diri adalah bercerita dalam tiga bagian: siapa Anda sekarang secara profesional, dua pengalaman yang paling relevan dengan posisi yang dilamar, lalu alasan Anda melamar. Panjangnya sekitar satu menit. Anda tidak perlu menceritakan riwayat hidup, karena pewawancara sudah memegang CV Anda dan sedang mencari rangkuman yang menyambungkan isi CV dengan kebutuhan posisinya.
Pertanyaan ini hampir selalu menjadi pembuka, dan itu sebabnya jawabannya penting. Nada seluruh wawancara sering ditentukan oleh satu menit pertama. Jawaban yang rapi membuat pewawancara tahu bagian mana yang ingin dia gali, sedangkan jawaban yang berputar-putar membuatnya harus bekerja lebih keras untuk menemukan hal yang relevan.
Panduan ini membahas perkenalan untuk wawancara kerja umum, baik tatap muka maupun daring. Kalau wawancaranya memakai bahasa Inggris, kerangkanya sama tetapi kalimatnya perlu dilatih dalam bahasa itu.
Kenapa pertanyaan ini terasa sulit
Pertanyaannya terdengar terbuka, dan memang terbuka. Tidak ada batas jelas tentang apa yang boleh diceritakan, sehingga banyak pelamar bingung harus mulai dari mana. Sebagian mulai dari riwayat sekolah, sebagian dari jumlah saudara, dan sebagian lagi langsung membacakan isi CV dari atas ke bawah.
Masalahnya bukan pada isi ceritanya, melainkan pada urutannya. Perkenalan yang baik punya arah: dari hal yang paling relevan menuju alasan Anda ada di ruangan itu. Perkenalan yang tidak punya arah membuat pewawancara menyimpulkan sendiri, dan kesimpulannya belum tentu yang Anda maksud.
Ada juga yang gugup karena merasa harus terdengar mengesankan. Padahal yang dinilai bukan kesan hebat, melainkan kejelasan. Cerita sederhana yang tersusun rapi lebih meyakinkan daripada daftar prestasi yang dibacakan cepat.
Kerangka tiga bagian
Bagian pertama, posisi Anda sekarang. Satu atau dua kalimat saja. Sebutkan pekerjaan atau peran Anda saat ini, berapa lama, dan bidangnya. Untuk fresh graduate, sebutkan jurusan, tahun lulus, dan hal yang sedang Anda kerjakan, misalnya proyek akhir atau magang.
Bagian kedua, dua pengalaman paling relevan. Pilih dua hal dari CV yang paling dekat dengan kebutuhan posisi. Untuk setiap pengalaman, sebutkan situasinya secara singkat, tindakan Anda, dan hasilnya. Dua pengalaman sudah cukup; tiga masih wajar, lebih dari itu biasanya melewati satu menit.
Bagian ketiga, alasan melamar. Tutup dengan satu kalimat yang menyambungkan pengalaman Anda dengan posisi yang dilamar. Ini juga pintu masuk untuk pertanyaan berikutnya, jadi tidak perlu panjang. Cukup jelas dan spesifik.
Contoh jawaban untuk yang sudah bekerja
Misalnya Anda melamar posisi staf administrasi dan sekarang bekerja sebagai staf gudang. Perkenalannya bisa berbunyi seperti ini. "Saya Rina, sekarang bekerja sebagai staf gudang di sebuah distributor alat tulis, sudah dua tahun. Di sana saya yang merapikan pencatatan keluar masuk barang. Situasinya, stok sering tidak cocok dengan catatan karena barang keluar tanpa dicatat. Saya mengusulkan satu lembar catatan harian yang diisi petugas shift, lalu memeriksanya setiap pagi. Hasilnya selisih stok berkurang dan laporan bulanan selesai lebih cepat. Saya melamar posisi administrasi di sini karena pekerjaan pencatatan itu yang paling saya nikmati, dan saya ingin mengerjakannya lebih luas."
Perhatikan bahwa contoh di atas tidak menyebut angka yang tidak bisa dipertanggungjawabkan. Hasilnya dijelaskan dengan perubahan yang nyata: selisih berkurang, laporan lebih cepat. Kalau Anda punya angka, sebutkan angkanya dan siapkan penjelasannya.
Contoh jawaban untuk fresh graduate
Misalnya Anda melamar posisi pemasaran dan belum punya pengalaman kerja. Perkenalannya bisa dimulai dari jurusan dan kegiatan yang paling dekat. "Saya Dito, lulus tahun ini dari jurusan Ilmu Komunikasi. Selama kuliah saya mengelola akun media sosial himpunan, dengan tiga orang anggota. Saat itu jumlah pengikut akun itu kecil dan isinya tidak teratur. Saya menyusun jadwal unggahan mingguan dan membagi tugas menulis, mendesain, dan menjawab pesan. Dalam satu semester, akun itu jadi lebih aktif dan pesan dari mahasiswa baru meningkat. Saya melamar posisi pemasaran di sini karena saya ingin mengerjakan pengelolaan kanal secara lebih terarah dan belajar dari tim yang lebih berpengalaman."
Kalau hasil Anda berupa angka, sebutkan angka itu dengan jujur dan siapkan cara Anda mengukurnya. Kalau tidak ada angka, jelaskan perubahannya. Yang penting bukan besar kecilnya, melainkan apakah Anda tahu bagian mana yang Anda kerjakan.
Panjang dan nada
Satu menit cukup. Kalau Anda berlatih dengan suara keras, satu menit kira-kira 130 sampai 150 kata. Lebih dari dua menit biasanya berarti ada bagian yang bisa dipotong. Mulailah dari kalimat yang langsung menyebut posisi Anda, bukan dari basa-basi.
Nada yang cocok adalah nada percakapan, bukan presentasi. Anda tidak perlu tersenyum sepanjang kalimat atau berbicara terlalu cepat. Berhenti sejenak di antara bagian satu dan dua membantu pewawancara mengikuti alurnya.
Kalau Anda gugup, tarik napas sekali sebelum mulai dan tatap pewawancara di kalimat pertama. Setelah dua kalimat, biasanya rasa gugup berkurang dengan sendirinya karena Anda sudah masuk ke cerita.
Yang sebaiknya tidak disebut
Jangan membacakan CV dari atas ke bawah. Pewawancara bisa membaca, dan mengulang semuanya membuat satu menit pertama terasa panjang tanpa menambah informasi. Pilih dua pengalaman saja, bukan seluruh riwayat.
Jangan memulai dari riwayat pribadi yang tidak berkaitan dengan pekerjaan, misalnya jumlah saudara atau asal sekolah dasar. Kalau hal pribadi itu relevan dengan posisi, misalnya Anda pindah kota dan bersedia ditempatkan di sana, boleh disebut singkat.
Jangan menyampaikan keluhan tentang pekerjaan atau kampus sebelumnya. Perkenalan bukan tempat untuk itu, dan keluhan di menit pertama memberi kesan yang sulit diperbaiki. Simpan alasan yang berorientasi ke depan, seperti yang dibahas di cara menjawab kenapa resign.
Menyesuaikan dengan posisi
Perkenalan yang sama bisa dipakai untuk beberapa lamaran, tetapi bagian pengalamannya perlu dipilih ulang. Untuk posisi yang menuntut ketelitian, tonjolkan cerita tentang pencatatan atau pemeriksaan. Untuk posisi yang menuntut komunikasi, tonjolkan cerita tentang koordinasi dengan banyak pihak.
Cara termudah menyesuaikan adalah membaca ulang iklan lowongan sebelum wawancara, lalu menandai dua kata kunci yang paling sering muncul. Pilih pengalaman yang paling dekat dengan kata kunci itu. Jangan memaksakan pengalaman yang jauh hanya karena terdengar lebih hebat.
Kalau posisinya berbeda bidang dari pengalaman Anda, sebutkan hal yang bisa dipindahkan: cara Anda mengatur pekerjaan, cara Anda berkomunikasi, atau cara Anda belajar hal baru. Jangan mengklaim pengalaman yang tidak Anda miliki.
Kapan saran ini tidak berlaku
Kalau perusahaannya meminta perkenalan dalam bahasa Inggris, latih versi bahasa Inggrisnya secara terpisah. Menerjemahkan langsung dari bahasa Indonesia sering menghasilkan kalimat yang kaku.
Kalau wawancaranya berlangsung dalam panel, perkenalan tetap tiga bagian, tetapi arahkan pandangan ke pewawancara yang bertanya dan sesekali ke yang lain. Untuk wawancara daring, lihat ke arah kamera, bukan ke arah wajah di layar, supaya kontak matanya terasa.
Kalau posisinya sangat teknis, perkenalan bisa lebih singkat dan langsung ke keahlian. Ikuti saja arah pertanyaan pewawancaranya.
Pertanyaan yang sering muncul
Apakah boleh menyebut hobi? Boleh satu kalimat, kalau hobinya berkaitan dengan pekerjaan atau menunjukkan hal yang relevan. Hobi yang tidak berkaitan cukup disimpan, karena waktu satu menit lebih baik dipakai untuk pengalaman.
Apakah perkenalan boleh dibacakan dari catatan? Sebaiknya tidak. Catatan kecil untuk wawancara daring boleh ada di samping layar, tetapi membacanya membuat nada Anda datar. Latih urutannya, bukan kalimatnya.
Bagaimana kalau pengalaman saya tidak berhubungan dengan posisinya? Pakai pengalaman yang menunjukkan cara kerja Anda, lalu tutup dengan alasan Anda pindah ke bidang itu. Jangan mengaku punya pengalaman yang tidak ada.
Apakah perlu menyebut nama perusahaan tempat saya bekerja? Sebutkan bidangnya dan jenis pekerjaannya. Nama perusahaan boleh disebut kalau memang membantu, misalnya perusahaan itu dikenal di bidang yang sama.
Berapa lama idealnya perkenalan? Sekitar satu menit. Kalau pewawancara ingin tahu lebih banyak, dia akan bertanya, dan pertanyaan lanjutannya justru kesempatan Anda menjelaskan lebih dalam.
Setelah perkenalan
Perkenalan yang baik membuka jalan untuk pertanyaan berikutnya. Siapkan juga dua pengalaman perilaku dengan pola situasi, tindakan, dan hasil lewat cara mempersiapkan wawancara kerja, dan lihat daftar pertanyaan yang perlu Anda kuasai di pertanyaan wawancara kerja. Kalau CV Anda perlu disesuaikan dengan posisi yang dilamar, rapikan dulu di Pembuat CV. Peta lengkapnya ada di Wawancara Kerja.