Cara menjawab kenapa resign adalah memilih satu alasan utama yang berorientasi ke depan, menyampaikannya dengan jujur dan singkat, lalu menutupnya dengan apa yang Anda cari di posisi baru. Jawabannya cukup dua sampai tiga kalimat. Yang perlu dihindari bukan kejujuran, melainkan keluhan panjang tentang tempat kerja sebelumnya, karena itu membuat pewawancara membayangkan Anda berbicara tentang mereka dengan cara yang sama nanti.
Pertanyaan ini muncul di hampir semua wawancara untuk pelamar yang sudah punya pengalaman kerja. Pewawancara ingin tahu dua hal: apakah alasan Anda masuk akal, dan apakah ada risiko yang sama terulang di tempat baru. Alasan yang jelas dan tenang menutup kedua kekhawatiran itu.
Panduan ini berlaku untuk alasan resign yang umum, baik karena ingin berkembang, karena kondisi kerja, maupun karena urusan pribadi. Kalau Anda keluar karena masalah berat seperti perlakuan yang tidak pantas, bagian khusus di bawah membahas cara menyampaikannya tanpa merusak wawancara.
Kenapa pertanyaan ini terasa berbahaya
Banyak pelamar merasa harus menyembunyikan alasan sebenarnya. Padahal alasan yang wajar justru lebih aman daripada jawaban yang mengambang, seperti "ingin suasana baru" tanpa penjelasan. Jawaban yang mengambang membuat pewawancara menduga-duga, dan dugaannya biasanya lebih buruk daripada alasan aslinya.
Masalahnya bukan pada fakta bahwa Anda pernah resign, melainkan pada cara berceritanya. Resign adalah hal biasa dalam dunia kerja. Yang jarang diterima adalah jawaban yang penuh kemarahan, yang menyalahkan orang lain, atau yang menunjukkan Anda akan mengulangi pola yang sama.
Pewawancara juga tahu bahwa tidak semua alasan bisa diceritakan lengkap dalam wawancara. Karena itu jawaban singkat yang jujur biasanya cukup. Anda tidak perlu menceritakan seluruh kronologi.
Kerangka tiga bagian
Bagian pertama, satu alasan utama. Pilih satu, bukan lima. Kalau alasannya bertumpuk, sebut yang paling kuat dan paling aman untuk diceritakan, lalu simpan sisanya.
Bagian kedua, satu kalimat penjelas. Beri konteks secukupnya supaya alasannya masuk akal, tanpa masuk ke detail yang menyudutkan siapa pun. Misalnya, sebutkan perubahan cakupan pekerjaan atau arah karier yang Anda tuju.
Bagian ketiga, apa yang Anda cari di posisi baru. Tutup dengan hal yang berkaitan dengan pekerjaan yang dilamar. Bagian ini yang mengubah jawaban dari keluhan menjadi alasan pindah yang masuk akal.
Contoh jawaban karena ingin berkembang
Misalnya Anda keluar karena pekerjaan sebelumnya tidak lagi memberi ruang belajar. Jawabannya bisa berbunyi seperti ini. "Saya resign karena di tempat sebelumnya cakupan pekerjaan saya sudah tidak berubah selama hampir dua tahun, dan saya merasa perlu tantangan baru. Situasinya, tim kami kecil dan pembagian tugasnya tetap. Saya sempat mengajukan tambahan tanggung jawab, dan sebagian diterima, tetapi ruangnya memang terbatas. Karena itu saya mencari posisi yang cakupannya lebih luas, seperti posisi ini yang menangani dua lini pekerjaan sekaligus."
Contoh itu jujur, tidak menyalahkan siapa pun, dan menutup dengan alasan yang berkaitan dengan posisi yang dilamar. Perhatikan bahwa dia menyebut usahanya sebelum keluar, dan itu menunjukkan bahwa keputusannya tidak tergesa-gesa.
Contoh jawaban karena urusan pribadi
Misalnya Anda keluar untuk mengurus keluarga. Jawabannya bisa seperti ini. "Saya resign karena waktu itu ada anggota keluarga yang perlu diurus, jadi saya memilih berhenti dulu agar bisa fokus. Situasinya, pekerjaan saya menuntut jam yang panjang dan sulit diatur dari jauh. Setelah keadaannya membaik, saya mulai mencari pekerjaan lagi. Saya melamar posisi ini karena pekerjaannya sesuai dengan pengalaman saya dan jadwalnya memungkinkan saya bekerja dengan fokus."
Alasan pribadi tidak perlu dijelaskan sampai detail. Cukup sebutkan jenis urusannya secara umum, tunjukkan bahwa keadaannya sudah selesai, lalu arahkan ke posisi baru. Anda berhak menyimpan hal yang sifatnya pribadi.
Contoh jawaban karena lingkungan kerja
Alasan tentang lingkungan kerja paling rawan berubah menjadi keluhan. Aturan praktisnya: sebut keadaan, bukan orang. Jangan menyebut nama, jabatan, atau sifat seseorang. Fokuskan pada kondisi kerja yang tidak sesuai dengan cara Anda bekerja, lalu sambungkan dengan apa yang Anda cari.
Misalnya jawabannya bisa seperti ini. "Di tempat sebelumnya, pekerjaan saya hampir seluruhnya dikerjakan sendiri tanpa pembagian yang jelas, jadi tenggat sering bertumpuk. Saya belajar bahwa saya bekerja lebih baik ketika ada pembagian tugas yang jelas dan koordinasi rutin. Karena itu saya mencari tim yang cara kerjanya seperti itu, dan dari penjelasan posisi ini, saya rasa cocok."
Kalau kondisinya berat, misalnya jam kerja yang berlebihan terus-menerus atau pekerjaan yang tidak sesuai dengan yang dijanjikan saat masuk, Anda boleh menyebutkannya dengan tenang sebagai keadaan. Jangan menambahkan penilaian seperti "manajemennya buruk". Cukup sebut apa yang terjadi dan apa yang Anda cari sekarang.
Contoh jawaban karena kontrak berakhir
Kalau Anda keluar karena kontrak kerja habis atau proyek selesai, jawabannya paling sederhana dan tidak perlu dipelintir. Sebutkan jenis kontraknya, kapan berakhir, dan apa yang Anda kerjakan selama masa itu. Lalu sambungkan dengan keinginan Anda melanjutkan karier di bidang yang sama.
Misalnya: "Kontrak saya berakhir setelah proyeknya selesai. Selama satu tahun saya menangani bagian pelaporan, dan itu yang paling saya kuasai. Saya melamar posisi ini karena pekerjaannya melanjutkan bagian yang sama, tetapi di lingkungan yang lebih tetap."
Kalau alasan sebenarnya tidak bisa diceritakan
Ada keadaan yang tidak nyaman dibicarakan, misalnya konflik pribadi yang belum selesai atau pengalaman buruk di tempat lama. Anda tidak wajib menceritakannya. Pilih alasan lain yang benar dan bisa Anda pertanggungjawabkan, misalnya arah karier atau jadwal.
Yang tidak boleh adalah mengarang alasan palsu yang bisa dibongkar, misalnya menyebut perusahaan lama tutup padahal masih beroperasi. Pewawancara kadang memeriksa hal seperti itu, dan kebohongan kecil merusak kepercayaan untuk seluruh wawancara.
Kalau Anda merasa pengalaman lama itu perlu disebut karena berpengaruh pada pekerjaan, sampaikan versi singkat yang netral, lalu berhenti. Anda tidak perlu menjelaskan sampai tuntas; pewawancara umumnya menghargai jawaban yang tidak berlarut-larut.
Menyiapkan jawaban sebelum wawancara
Tulis tiga versi: satu kalimat untuk alasan, satu kalimat untuk konteks, dan satu kalimat untuk apa yang Anda cari. Baca dengan suara keras, lalu potong kata yang tidak perlu. Pastikan tidak ada nama orang, nama atasan, atau nama perusahaan lama yang disebut dalam konteks negatif.
Latih juga jawaban untuk pertanyaan lanjutan. Pewawancara biasanya mengejar dengan "apa yang membuat Anda bertahan selama itu" atau "apa yang akan Anda lakukan berbeda di tempat baru". Siapkan jawaban singkat untuk keduanya.
Kalau Anda punya jeda setelah resign, siapkan juga penjelasannya. Caranya ada di cara menjawab gap kerja.
Kapan saran ini tidak berlaku
Kalau Anda masih bekerja dan wawancara ini bersifat rahasia, jangan menyebutkan nama perusahaan Anda sekarang secara rinci. Sampaikan bahwa Anda sedang bekerja dan mencari peluang yang lebih sesuai, tanpa menyebut hal yang bisa membocorkan identitas atasan Anda.
Kalau Anda keluar karena alasan yang perlu verifikasi, misalnya perusahaan lama tutup atau kontrak tidak diperpanjang, siapkan dokumen pendukungnya kalau diminta. Jangan menawarkan dokumen sebelum ditanya.
Kalau instansi atau perusahaan punya formulir yang menanyakan riwayat keluar, isi dengan jawaban yang sama seperti yang akan Anda sampaikan di wawancara. Jawaban yang berbeda antara formulir dan wawancara mudah terlihat.
Pertanyaan yang sering muncul
Apakah harus jujur soal alasan resign? Sebaiknya ya, tetapi Anda boleh memilih alasan yang paling aman untuk diceritakan. Anda tidak wajib membuka hal pribadi yang tidak berkaitan dengan pekerjaan.
Bolehkah menyebut gaji sebagai alasan? Boleh, asal tidak dijadikan satu-satunya alasan. Sambungkan dengan hal lain, misalnya cakupan pekerjaan atau arah karier, supaya jawabannya tidak terdengar hanya soal uang.
Bagaimana kalau saya keluar karena tidak cocok dengan atasan? Sebut keadaannya tanpa menyebut orangnya. Misalnya, cara kerja yang tidak jelas atau komunikasi yang jarang, lalu sebut cara kerja yang Anda cari sekarang.
Apakah menyebut alasan pribadi membuat saya terlihat lemah? Tidak, selama Anda menunjukkan bahwa keadaannya sudah selesai dan Anda siap bekerja. Cukup jelaskan secara umum dan langsung arahkan ke posisi yang dilamar.
Bagaimana kalau saya sudah beberapa kali resign dalam waktu singkat? Siapkan penjelasan yang jujur untuk setiap keputusan, lalu tunjukkan apa yang membuat Anda yakin posisi ini berbeda. Kalau pola itu memang ada, akui dan sebutkan pelajaran yang Anda ambil.
Menyusun jawaban ini
Tulis satu alasan utama, satu kalimat konteks, dan satu kalimat tentang apa yang Anda cari. Simpan catatannya, lalu latih bersama pertanyaan lain yang ada di pertanyaan wawancara kerja. Kalau ada jeda setelah resign, lengkapi dengan cara menjawab gap kerja. Bahan persiapan lainnya ada di cara mempersiapkan wawancara kerja, dan pastikan riwayat kerja di CV Anda konsisten dengan jawaban ini lewat Pembuat CV. Peta kelompoknya ada di Wawancara Kerja.