Cara menutup wawancara dimulai dari membaca isyarat bahwa sesinya akan berakhir: pewawancara merangkum pembicaraan, menutup berkas, atau menanyakan apakah Anda punya pertanyaan lain. Saat itu, tegaskan minat Anda, tanyakan tahap berikutnya, lalu ucapkan terima kasih dengan singkat. Penutup yang tenang meninggalkan kesan terakhir yang sering bertahan lebih lama daripada jawaban di tengah sesi.
Menutup wawancara bukan sekadar mengucapkan salam lalu keluar. Ada tiga hal yang perlu selesai sebelum Anda berdiri: pewawancara tahu Anda masih berminat, Anda tahu apa yang akan terjadi setelah ini, dan Anda tahu ke mana harus menghubungi kalau ada keperluan. Ketiganya bisa disampaikan dalam satu menit tanpa terdengar memaksa.
Panduan ini membahas kalimat penutup, sikap, dan hal-hal kecil setelahnya. Saran di sini berlaku untuk wawancara satu lawan satu, baik tatap muka maupun daring. Kalau sesinya memakai format khusus dengan pengawas dan batas waktu, ikuti arahan yang diberikan.
Membaca isyarat bahwa wawancara selesai
Isyarat paling jelas adalah pertanyaan "ada lagi yang ingin Anda tanyakan". Kalimat itu biasanya menandakan bagian inti sudah selesai. Isyarat lain: pewawancara melihat jam, merapikan berkas di meja, atau mengulang informasi yang sudah disampaikan.
Jawablah isyarat itu dengan mengikuti alurnya. Kalau Anda masih punya satu pertanyaan penting, ajukan sekarang secara singkat. Kalau tidak ada, katakan bahwa Anda sudah cukup dan lanjut ke penutup. Menahan sesi dengan pertanyaan baru setelah pewawancara berkemas membuat kesan terakhir terasa berat.
Untuk wawancara daring, isyaratnya mirip: pewawancara mengucapkan kalimat penutup dan menggerakkan tangan ke tombol keluar. Jangan mematikan panggilan lebih dulu; tunggu sampai pewawancara benar-benar mengakhiri sesi. Kalau koneksi terputus mendekati akhir, kirim pesan singkat untuk memastikan semuanya sudah selesai.
Kalimat penutup yang bekerja
Rangka kalimat penutup punya tiga bagian: terima kasih, penegasan minat, dan kesediaan dihubungi. Contohnya: "Terima kasih atas waktunya, Bapak/Ibu. Saya semakin tertarik dengan posisi ini setelah mendengar penjelasannya, dan saya siap dihubungi kalau ada tahap lanjutan." Selesai. Tidak perlu menambahkan rangkuman pengalaman atau pembelaan atas jawaban yang kurang memuaskan.
Hindari penutup yang menuntut, misalnya menanyakan kapan pasti dipanggil atau meminta keputusan hari itu. Hindari juga penutup yang merendahkan diri, misalnya menyebut bahwa Anda masih banyak kekurangan. Keduanya mengalihkan perhatian dari hal yang seharusnya ditutup dengan tenang.
Kalau ada jawaban yang tadi kurang lengkap, Anda boleh menambahkan satu kalimat perbaikan sebelum menutup. Contohnya, melengkapi angka hasil kerja yang tadi Anda lupa sebutkan. Satu kalimat cukup; jangan mengulang seluruh jawaban.
Menanyakan tahap berikutnya
Satu pertanyaan praktis yang layak diajukan di akhir: apa tahap seleksi setelah wawancara ini, dan kapan kabarnya bisa ditunggu. Jawabannya membantu Anda menentukan kapan boleh menindaklanjuti dan kapan sebaiknya menunggu.
Kalau pewawancara menyebut tanggal, catat. Kalau jawabannya samar, misalnya "nanti kami kabari", terima saja tanpa mendesak. Anda bisa menanyakan rentang waktunya dengan sopan, misalnya "kira-kira dalam hitungan minggu atau bulan, Pak/Bu". Satu kali tanya sudah cukup.
Tanyakan juga ke mana Anda harus menghubungi kalau ada dokumen tambahan yang diminta. Sebagian perusahaan meminta berkas susulan lewat surel, sebagian lewat portal. Menyimpan informasi itu membuat Anda tidak perlu mencari-cari saat diminta.
Sikap dan hal teknis saat menutup
Berdiri dan berjabat tangan kalau situasinya memungkinkan. Untuk wawancara daring, cukup tersenyum dan ucapkan terima kasih sebelum menutup panggilan. Jaga nada suara tetap tenang; jangan menghela napas lega atau mempercepat bicara karena sesi berakhir.
Rapikan tempat duduk Anda, bawa gelas kalau ada, dan jangan meninggalkan berkas di meja. Kalau Anda meminjam pulpen atau menerima kartu nama, kembalikan atau simpan dengan rapi. Hal kecil ini terlihat oleh resepsionis dan orang berikutnya yang memakai ruangan.
Matikan ponsel yang tadi disenyapkan setelah keluar ruangan, bukan di dalam. Untuk wawancara daring, tunggu beberapa detik setelah panggilan ditutup untuk memastikan mikrofon benar-benar mati, lalu catat hal penting sementara ingatan Anda masih segar.
Kalau pewawancara mengantar Anda sampai pintu atau lift, percakapan kecil di perjalanan itu masih bagian dari penilaian. Jawab singkat dan tetap sopan, jangan melanjutkan pertanyaan yang tadi belum terjawab, dan jangan membahas hal pribadi. Setelah berpisah, barulah Anda boleh menghela napas dan merapikan catatan.
Setelah keluar dari ruangan
Catat pertanyaan yang diajukan dan bagian jawaban yang kurang memuaskan selagi masih ingat. Catatan itu berguna untuk wawancara berikutnya, dan lama-lama menjadi daftar pertanyaan yang bisa Anda siapkan lebih baik.
Kirim pesan terima kasih pada hari yang sama atau keesokan harinya. Cukup dua atau tiga kalimat: terima kasih atas waktunya, penegasan minat, dan kesediaan dihubungi. Kirim lewat saluran yang dipakai untuk menjadwalkan wawancara, bukan lewat semua saluran sekaligus.
Jangan mengirim pertanyaan tentang hasil di pesan itu. Tunggu sampai waktu yang dijanjikan lewat. Kalau pewawancara tidak menyebut waktu, tunggu sekitar satu sampai dua minggu sebelum menindaklanjuti, dengan aturan yang dibahas di cara follow up setelah wawancara.
Kesalahan yang sering terjadi di penutup
Kesalahan pertama, menutup tanpa menegaskan minat. Pewawancara menilai banyak kandidat dalam satu hari; kandidat yang pergi begitu saja tanpa menyampaikan minat mudah terlupakan.
Kesalahan kedua, menanyakan hasil terlalu cepat. Kalimat seperti "jadi saya diterima atau tidak" menempatkan pewawancara di posisi tidak nyaman. Prosesnya biasanya melibatkan orang lain dan keputusan tidak dibuat di ruangan itu.
Kesalahan ketiga, menceritakan hal baru setelah sesi ditutup. Ada kandidat yang baru menyebut pengalaman penting saat berjalan keluar. Informasi itu sebaiknya sudah masuk di sesi; kalau terlewat, sampaikan lewat pesan terima kasih dengan satu kalimat saja.
Kesalahan keempat, mengulur waktu. Wawancara punya jadwal berikutnya. Setelah isyarat selesai muncul, menutup dalam satu sampai dua menit adalah bentuk menghargai waktu pewawancara.
Kapan saran ini tidak berlaku
Kalau wawancaranya berlangsung sangat singkat, misalnya lima sampai sepuluh menit, kemungkinan besar formatnya adalah penyaringan awal. Penutupnya tetap sama, tetapi pertanyaan tentang tahap berikutnya bisa lebih singkat, cukup menanyakan kapan kabar selanjutnya.
Kalau pewawancara menyampaikan keputusan langsung di akhir sesi, misalnya Anda diminta mengikuti tes berikutnya, ikuti instruksinya dan catat detailnya. Jangan meminta penjelasan panjang setelah keputusan disampaikan.
Kalau wawancara berlangsung dalam bahasa asing dan Anda kurang yakin dengan kalimat penutupnya, gunakan kalimat yang pendek dan jelas. Frasa penutup yang lazim dipakai ada di wawancara bahasa inggris.
Pertanyaan yang sering muncul
Apakah wajib berjabat tangan? Ikuti kebiasaan setempat dan isyarat pewawancara. Kalau tangan tidak ditawarkan, cukup berdiri dan mengangguk dengan sopan. Yang penting bukan jabat tangannya, melainkan sikap tenang saat mengucapkan terima kasih.
Bolehkah menanyakan hasil di akhir wawancara? Sebaiknya tidak. Tanyakan tahap dan perkiraan waktunya, bukan keputusannya. Keputusan biasanya dibuat setelah seluruh kandidat dinilai.
Bagaimana kalau saya lupa menanyakan tahap berikutnya? Kirim satu pesan singkat setelah wawancara dan tanyakan. Satu pertanyaan praktis lewat saluran yang sama masih wajar dan tidak mengganggu.
Apakah perlu mengirim pesan terima kasih? Boleh dan sering membantu, tetapi bukan kewajiban. Isinya singkat, tanpa menanyakan hasil. Kalau waktunya tidak memungkinkan, satu pesan pada hari yang sama sudah cukup.
Apakah penutup boleh meminta umpan balik? Boleh, tetapi tidak di sesi akhir. Umpan balik lebih baik diminta lewat pesan terima kasih, dan jawabannya tidak selalu diberikan. Kalau tidak dijawab, jangan mengejar.
Penutup yang menenangkan
Wawancara yang ditutup dengan tenang memberi dua hal sekaligus: pewawancara tahu Anda serius, dan Anda tahu langkah berikutnya. Setelah itu, pekerjaan Anda adalah menunggu sesuai waktu yang dijanjikan sambil menyiapkan kemungkinan lain. Kalau ingin memeriksa persiapan Anda sekali lagi, mulai dari cara mempersiapkan wawancara kerja, dan peta lengkapnya ada di Wawancara Kerja. Perbaikan CV bisa dikerjakan di Pembuat CV, sedangkan panduan karier lainnya ada di Panduan CV dan Karier.